Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrating audio technology and FFT analysis to explore microtonality and the "missing fundamental" in kacapi siter Midyanti, Hafizhah Insani; Sukmayadi, Yudi; Munir; Julia; Sella, Fensy; Saiful, Abizar Algifari; Midyanti , Dwi Marisa
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v20i2.7686

Abstract

The Sundanese Kacapi Siter exhibits distinctive microtonal characteristics and acoustic phenomena requiring objective documentation. This study integrates high-fidelity audio recording with Fast Fourier Transform (FFT) analysis to examine the microtonal properties of the Pelog Sunda tuning system and the missing fundamental phenomenon in this traditional instrument. Using Practice-Led Research methodology, we recorded 20 single-note samples with a Neumann TLM 103 condenser microphone in natural reflective classroom conditions, analyzing them through SPAN FFT spectral analysis and cent deviation calculations against 12-TET standards. Results demonstrate systematic microtonality with deviations ranging from -15 to +28 cents, with note "Ti" consistently sharp (+17 to +28 cents) and note "Na" consistently flat (-5 to -13 cents) across octaves (p<0.001, effect size d=2.4). Spectral analysis reveals a missing fundamental phenomenon in low-register notes (La 4: 58.2 Hz, Ti 4: 66.5 Hz), where harmonics dominate perceived pitch despite weak fundamental-frequency energy (-14.3 to -8.9 dBFS fundamental vs. -6.2 to -4.1 dBFS second harmonic). These findings provide quantitative evidence that Sundanese tuning represents a structured non-Western pitch system with intentional microtonal design, advancing computational ethnomusicology through objective acoustic documentation methods that enable preservation, comparative analysis, and technological applications in digital instrument development.
Singing as a Meaningful Learning Approach for Introducing Numbers and Letters in Early Childhood Education Rahayu, Fajar Tri Nanda; Gunara, Sandie; Sella, Fensy; Salieu Jammeh
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v7i2.271

Abstract

Purpose: This study aims to describe the effectiveness of a singing-based approach in introducing numbers and letters to early childhood learners at TK Melati Purwakarta. Considering that early childhood cognitive development is characterized by symbolic and imaginative thinking, this period is regarded as a golden age for the introduction of early literacy skills. Method: This study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through classroom observations, interviews, and documentation of learning activities. Results and Discussion: The findings indicate that the singing-based approach enhances children’s ability to recognize numbers and letters in an enjoyable and meaningful way. Songs combined with body movements and visual media were found to improve memory, concentration, and active engagement in the learning process. Teachers implemented learning activities systematically, beginning with the selection of theme-appropriate songs and continuing through to the evaluation of children’s development. In addition to cognitive benefits, this approach also contributed positively to the development of children’s musicality and social-emotional skills. Conclusion: The singing-based approach represents an effective and appropriate alternative teaching method in early childhood education, particularly for introducing numbers and letters in a fun and meaningful manner.
Pelatihan “Pupuh Dangdanggula” Berbasis Metode Demonstrasi dan Teknik Ngabeo dalam Pembelajaran Seni Tradisi Sunda: Studi kasus pada siswa SMP Pasundan 1 Cimahi Latifatuzzahra, Hilmia; Sukmayadi, Yudi; Sella, Fensy
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18753744

Abstract

Pupuh sebagai warisan sastra dan seni vokal Sunda menghadapi tantangan keberlanjutan akibat menurunnya minat generasi muda, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang relevan dalam pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses dan efektivitas pelatihan nembang Pupuh Dangdanggula berbasis metode demonstrasi dan teknik ngabeo pada siswa SMP Pasundan 1 Cimahi dalam persiapan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi demonstrasi, teknik ngabeo, dan notasi sederhana secara signifikan meningkatkan penguasaan melodi, ketepatan ornamentasi vokal (dongkari), ekspresi musikal, serta kepercayaan diri siswa, yang tercermin dalam capaian Juara Harapan I pada lomba FTBI. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis transmisi lisan yang dipadukan dengan strategi pedagogis terstruktur efektif untuk materi pupuh yang bersifat kompleks. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pelatihan pupuh yang kontekstual dan adaptif dengan menjembatani tradisi lisan Sunda dan pembelajaran seni di sekolah formal, sehingga memperkuat posisi pupuh sebagai praktik pedagogis yang berkelanjutan.
Pembelajaran Teknik Bowing dan Fingering pada Permainan Biola Anak Usia Sekolah Dasar di Purwacaraka Music Studio Mangga Ihsan, Muhamad; Sukmayadi, Yudi; Sella, Fensy
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18754369

Abstract

Pendidikan musik berperan penting dalam mendukung perkembangan motorik halus dan konsentrasi anak usia sekolah dasar, salah satunya melalui pembelajaran biola yang menuntut koordinasi tangan kanan dan kiri secara presisi. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pembelajaran teknik dasar bowing dan fingering, kemampuan siswa dalam menerapkan kedua teknik tersebut, serta kendala dan faktor pendukung yang muncul dalam konteks pendidikan musik nonformal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap pengajar dan peserta didik di Purwacaraka Musik Studio Mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bowing dan fingering dilaksanakan secara bertahap melalui pengenalan instrumentasi, pembiasaan posisi tubuh dan bow, serta latihan teknik dasar yang terstruktur dengan mengacu pada Suzuki Violin Book Grade I. Temuan utama mengindikasikan bahwa kestabilan bowing dan ketepatan fingering merupakan tantangan utama bagi anak usia sekolah dasar, terutama pada aspek kontrol gesekan dan intonasi, namun dapat diatasi melalui strategi pedagogis yang menekankan latihan refleks, pengulangan bertahap, dan penyesuaian pembelajaran sesuai kemampuan individu siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pedagogis yang sistematis dan adaptif dalam pembelajaran biola tidak hanya berkontribusi pada penguasaan teknik bermain, tetapi juga mendukung perkembangan motorik halus dan disiplin belajar anak, sehingga memperkaya kajian pedagogi musik anak dalam konteks pendidikan non-formal.