Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Satuan Ruang Parkir Terhadap Daya Tampung Maksimal Mahasiswa di Universitas Tanri Abeng Hendrik Poltak; Dony Johan Arif Wicaksono
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 1 No 1 (2019): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.542 KB)

Abstract

Universitas Tanri Abeng merupakan sebuah universitas swasta di kawasan selatan Jakarta. Saat ini area parkir untuk warga kampus sudah disediakan, namun jumlah satuan ruang parkir yang ada saat ini masih hanya cukup menampung kendaraan dari warga kampus yang ada saat ini saja. Kedepannya Universitas Tanri Abeng masih akan melakukan penambahan fasilitas-fasilitas lainnya termasuk ruang-ruang kelas untuk menampung lebih banyak lagi mahasiswa, untuk itu dikarenakan oleh adanya perkiraan jumlah mahasiswa yang akan meningkat maka dari itu diperlukan juga luasan area yang lebih besar untuk menampung satuan ruang parkir yang akan jauh meningkat dibandingkan dengan sekarang. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari jumlah satuan ruang parkir yang nantinya dibutuhkan apabila kampus Tanri Abeng mencapai daya tampung mahasiswa maksimal. Dengan memperkirakan jumlah daya tampung mahasiswa maksimal lalu mencocokkan dengan literatur yang ada maka dapat diperoleh jumlah satuan ruang parkir yang dibutuhkan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa jumlah satuan ruang parkir sekarang tidak akan dapat menampung jumlah kendaraan pribadi roda empat sehingga nantinya diperlukan penambahan luas area parkir
Studi Kecukupan Pencahayaan Buatan Pada Permukaan Area Kerja Dapur Rumah Tinggal Sederhana Astrid Hapsari Rahardjo; Hendrik Poltak Doloksaribu
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 01 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i01.310

Abstract

Penelitian tentang pencahayaan pada area kerja dapur pada rumah tinggal belum banyak ditemukan padahal hal ini penting mengingat tingkat kompleksitas dan detail kegiatannya yang cukup tinggi. Aspek terkait efisiensi pelaksanaan kegiatan, kenyamanan visual dan keselamatan kerja sangat penting untuk dipertimbangkan dalam perancangan pencahayaan di dapur, terutama pada area kerja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran pencahayaan pada area kerja dapur. Fokus penelitian ini ditekankan pada pencahayaan buatan dikarenakan karakteristiknya yang stabil dan juga mengingat kegiatan di dapur dapat dijalankan sewaktu-waktu. Lokus penelitian dipilih berdasarkan tipe konfigurasi dasar dapur. Adapun ruangan dapur tanpa jendela di perimeternya dipilih agar tidak terjadi bias pencahayaan alami. Tiap lokus juga dibatasi dengan beberapa keadaan terutama dengan adanya kabinet di atas area kerja sehingga penyediaan pencahayaan setempat atau task lighting dapat disediakan di sisi bawah kabinet tersebut. Pengukuran tingkat pencahayaan rata-rata (iluminasi) dilakukan dalam dua kondisi yakni ketika task lighting tersebut dimatikan dan dinyalakan. Nilai iluminasi yang diperoleh kemudian akan dibandingkan kesesuaiannya dengan standar yang ada. Di sini kemudian dapat diketahui apakah task lighting hendaknya disediakan pada perancangan dapur terutama yang terkait dengan area kerjanya dan bila disediakan berapa tingkat iluminasi yang dibutuhkan agar kondisi kerja yang efisien, nyaman dan aman dapat dicapai. Penelitian bersifat sederhana namun memiliki nilai urgensi. Dapur merupakan jantung dari sebuah rumah tinggal di mana kegiatan persiapan berbagai kebutuhan penghuninya banyak dilakukan. Tingkat ketelitian menyangkut kebersihan atau higienitas dan keselamatan sangat terbantu dengan adanya penyediaan pencahayaan yang cukup. Diharapkan kedepannya agar penelitian yang lebih kompleks dengan lokus penelitian yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengedepankan kesadaran pentingnya area kerja dapur pada rumah tinggal yang layak guna, efisien, nyaman dan aman.
Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Pendayagunaan Tiang Flyover Kendaraan Pada Area Paths di Kota Jakarta Hendrik Poltak
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 02 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i02.360

Abstract

Pesatnya pembangunan dan besarnya jumlah penduduk yang beraktifitas serta tinggal di Kota Jakarta, adalahakar dari berbagai masalah perkotaan, salah satu permasalahan itu adalah masalah transportasi kendaraandan kemacetan. Untuk mengurai kedua masalah tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangunbanyak Jalan Layang Non Tol (JLNT) dan Mass Rapid Transportation (MRT). Konstruksi keduanya berada di ataspermukaan tanah atau flyover kendaraan, dengan ditunjang oleh tiang-tiang kolom besar di sisi sepanjangjalan yang sudah ada. Penelitian ini ingin mengkaji bagaimana persepsi masyarakat terhadap pendayagunaantiang-tiang kolom besar penunjang konstrusi tersebut, dengan mengambil studi kasus di tiang-tiang JLNT Antasari dan MRT Fatmawati-Lebak Bulus. Metode Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalahMetode Penelitian Kuantitatif. Dari hasil pengamatan dalam penelitian awal, ada tiga jenis pendayagunaantiang-tiang besar tersebut, yaitu sebagai Lukisan Dinding (Mural), Tanaman Rambat (Vertikal) dan Media IklanLuar Ruang (Reklame). Penelitian kemudian dilanjutkan dengan menyebar kuesioner ke sejumlah respondenmasyarakat kota untuk melihat bagaimana persepsi masyarakat terhadap ketiga jenis pendayagunaan tiangtiang flyover kendaraan tersebut.
Fenomena Peran Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terhadap Pelaku dan Dunia Arsitektur Indonesia Mohamad Wisnu Ibadi; Hendrik Poltak Doloksaribu; Astrid Hapsari Rahardjo
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 5 No. 01 (2023): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v5i01.412

Abstract

Pengaruh perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ilmu Arsitektur, dapat dilihat dari artefak bangunan arsitektur mulai dari bangunan kuno seperti kuil Parthenon di Yunani hingga Burj Khalifa di Dubai yang menjadi bangunan modern tertinggi (828 meter) di dunia saat ini. Seiring dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia ilmu Arsitektur ikut berkembang dengan pesat yang menciptakan bangunan-bangunan mega-structure di masa kini yang mustahil dibangun di masa lalu. Fenomena kecendrungan-kecendrungan mutakhir yang muncul di dunia ilmu Arsitektur saat ini membawa persoalan mendasar yang tersembunyi didalamnya. Tulisan ilmiah ini berusaha untuk mengungkap konsekuensi-konsekuensi yang diakibatkan oleh persoalan mendasar tersebut dari pendekatan metode ilmu Filsafat Arsitektur.
Identifikasi Kriteria Happy Design pada Rancangan Interior Gerai Kopi di Tangerang Astrid Hapsari Rahardjo; Hendrik Poltak Doloksaribu
Local Engineering Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v1i2.79

Abstract

Pencapaian kebahagiaan seseorang merupakan respon dari stimulasi dari lingkungannya. Mengingat bahwa manusia menghabiskan sekitar 80%-90% dari waktunya beraktivitas di lingkungan ruang dalam, maka perancangan arsitektur dan ruang dalam (interior) memiliki peran yang sangat besar dalam perolehan kebahagiaan penggunanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kriteria dari teori happy design yang dikemukakan dalam buku happiness, happy design, interior space design, café pada Kafe Fore yang berlokasi di Pusat Perbelanjaan Qbic, Serpong, Tangerang. Tidak semua kriteria pada teori tersebut dapat diimplementasikan dikarenakan adanya keterbatasan kondisi fisik kasus penelitian ataupun ketidaksesuaian fungsi ruang yang ada (misalnya fungsi ruang tidur). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dokumentasi dan pengamatan yang dilakukan di lapangan. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran terkait implementasi kriteria happy design di dalam rancangan arsitektur dan ruang dalam atau interior
Analisa Komparatif Ukuran Desain Tangga Kebakaran Studi Kasus: Apartemen Gading Nias Residences Afriliani, Adelia; Khaliq , Ibnul; Faridwadji, Agus; Poltak, Hendrik
Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi - TANRI ABENG UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/snarstek.v2i1.562

Abstract

In the construction of vertical residences, appropriate architectural standards are very necessary, especially in terms of the safety of building occupants, because unexpected events such as earthquakes and fires can occur at any time, this must be a separate focus when designing a vertical residence, as is one of the facilities Building safety commonly used as an emergency route is a fire ladder. In designing fire stairs, of course, guidance is needed, one of which is DKI Gubernatorial Regulation number 72 of 2021. Assessing the quality of fire stairs design is very important in ensuring the safety of building occupants in the event of a fire. The aim of the research is to analyze the design dimensions of the fire stairs in the Gading Nias Residence Apartment building, North Jakarta. This research was conducted using a comparative analysis method by collecting data, analyzing, evaluating the results and drawing conclusions regarding the suitability of implementation of DKI Gubernatorial Regulation number 72 of 2021 and providing recommendations for improvements if necessary. Through a literature study and comparative analysis of fire stair design measures, this research provides a deeper understanding of effective design principles for overcoming fire hazards. The research steps were carried out by visiting and observing the location directly, then measuring the design of the fire stairs in the Gading Nias Residence apartment and comparing it with DKI Gubernatorial Regulation number 72 of 2021. The research limitation is on the application of fire ladder design dimensions Therefore, it is hoped that the results of this research can contribute to the evaluation of the design of fire stairs and in particular regarding the measurements to make the best fire ladder plan to increase the overall safety of vertical buildings.
Dampak Teknologi Digital Terhadap Evolusi Desain Arsitektur Poltak, Hendrik; Peter Ardianto
Pixel :Jurnal Ilmiah Komputer Grafis Vol 17 No 1 (2024): Vol 17 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Komputer Grafis
Publisher : UNIVERSITAS STEKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pixel.v17i1.1654

Abstract

The development of digital technology has significantly influenced the advancement of science and various other aspects. The realm of architectural design, both in the professional and educational fields, is not exempt from the influence of digital technology. Despite the fact that some architects still utilize traditional methods, digital technology has shifted traditional methods in architectural design. This writing aims to examine the role of digital technology in the world of architectural design. The method employed in this writing involves a literature review of several related studies. From the conducted review, it can be concluded that digital technology has made the architectural design process more efficient and straightforward. Additionally, with digital technology, architects can explore geometrical forms with high complexity. This is possible because computers nowadays are not merely used as tools to produce drawings or expedite the design process (computerization), but they actively play a role and are integrated into the architectural design process (computation).
Pendekatan Metode Studi Kasus dalam Riset Kualitatif Poltak, Hendrik; Widjaja, Robert Rianto
Local Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v2i1.89

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memecahkan masalah yang muncul sebagai akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan masalah yang dihadapi umat manusia. Metode ilmiah berasal dari pendekatan ilmiah untuk menjawab masalah tersebut. Jenis penelitian yang berbeda digunakan oleh peneliti untuk memecahkan masalah penelitian. Ada banyak metode penelitian, seperti eksperimen, korelasi, kausal komparatif, deskriptif, evaluasi, kebijakan, tindakan kelas, sejarah, survei, studi kasus, pengembangan, dan kepustakaan. Metode penelitian kepustakaan, atau penelitian kepustakaan, digunakan untuk menyelidiki tulisan ini dengan melakukan pemeriksaan mendalam dan kritis terhadap sumber daya pustaka yang relevan, seperti buku dan jurnal yang dapat diandalkan. Ini adalah fenomena yang menarik untuk dipertanyakan. Studi kasus menjadi berguna apabila seseorang atau peneliti ingin memahami suatu masalah atau situasi secara menyeluruh dan apabila orang dapat mengidentifikasi kasus yang penuh dengan informasi. Ini karena suatu masalah yang signifikan dapat dipelajari melalui beberapa contoh fenomena dan biasanya dalam bentuk pertanyaan.
Kajian Literatur Tersistematis (SLR) Pengaruh Penghijauan untuk Peningkatan Kesehatan Mental dan Performa Siswa di Lingkungan Sekolah Rahardjo, Astrid Hapsari; Bachtiar, Firmansyah; Doloksaribu, Hendrik Poltak
Local Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v3i1.180

Abstract

The concept of biophilia is widely recognized as a way to reconnect humans with the natural environment, based on the understanding that humans are inherently part of nature. Studies have shown that this reconnection can have positive effects, including improved mood. Among school children, this benefit is often reflected in better academic performance. In architecture, the integration of natural elements is commonly linked to biophilic concepts and design patterns. This literature review examines studies conducted across various fields between 2014 and 2024. The final analysis presents methods and key findings of these studies, identifies existing research gaps, and highlights potential directions for future research in architecture.
Dampak Teknologi Digital Terhadap Evolusi Desain Arsitektur Poltak, Hendrik; Peter Ardianto
Pixel :Jurnal Ilmiah Komputer Grafis Vol. 17 No. 1 (2024): Pixel :Jurnal Ilmiah Komputer Grafis dan Ilmu Komputer
Publisher : UNIVERSITAS STEKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pixel.v17i1.1654

Abstract

The development of digital technology has significantly influenced the advancement of science and various other aspects. The realm of architectural design, both in the professional and educational fields, is not exempt from the influence of digital technology. Despite the fact that some architects still utilize traditional methods, digital technology has shifted traditional methods in architectural design. This writing aims to examine the role of digital technology in the world of architectural design. The method employed in this writing involves a literature review of several related studies. From the conducted review, it can be concluded that digital technology has made the architectural design process more efficient and straightforward. Additionally, with digital technology, architects can explore geometrical forms with high complexity. This is possible because computers nowadays are not merely used as tools to produce drawings or expedite the design process (computerization), but they actively play a role and are integrated into the architectural design process (computation).