Program pengabdian masyarakat dengan judul “Inovasi Edukasi Berbasis WhatsApp sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Keluarga Berencana yang Berwawasan Budaya Lokal dan Konservasi Sosial di Desa Sukamulya” di Desa Sukamulya berfokus pada peningkatan partisipasi program KB melalui edukasi digital berbasis WhatsApp. Survei awal mengungkap hambatan utama berupa pandangan konservatif, keterbatasan informasi, dan minimnya pendampingan langsung. Implementasi grup WhatsApp yang melibatkan kader, tokoh masyarakat, dan keluarga muda memungkinkan penyampaian materi interaktif yang disesuaikan dengan budaya lokal. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 48% menjadi 78% (kenaikan 30%) serta meningkatnya akses informasi dan komunikasi dengan tenaga kesehatan. Pelaksanaan program menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan akses teknologi bagi sebagian warga, perbedaan tingkat pemahaman yang menyebabkan penyerapan materi kurang merata, kesibukan peserta yang mengurangi konsistensi keikutsertaan, serta keterbatasan kapasitas kader dalam menangani pertanyaan kompleks. Meski demikian, program terbantu oleh dukungan pemerintah desa dan tenaga kesehatan, antusiasme masyarakat, ketersediaan teknologi bagi mayoritas warga, serta keterlibatan aktif kader dan tokoh masyarakat yang memperkuat kepercayaan dan mempermudah adopsi edukasi digital. Secara keseluruhan, inovasi berbasis WhatsApp terbukti efektif dalam memperluas jangkauan edukasi KB dan meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menerima informasi kesehatan reproduksi.