Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PKM COHESI Collaborative Health Scientific Activities: Sikat Gigi Pagi dan Malam Senyum Sehat Setiap Saat Mariyam , Mariyam; Chanif, Chanif; Pohan, Vivi Yosafianti; Alfiyanti, Dera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2724

Abstract

Kebiasaaan menjaga kebersihan gigi dan mulut perlu ditanamkan pada anak. Anak usia sekolah memiliki risiko mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Sikat gigi kurang dari dua kali sehari dapat menyebabkan terjadinya karies gigi. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang kesehatan gigi dan mulut pada sswa kelas 3 SDIT Assalam Bandungan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada jumat, 20 Juni 2025 di SDIT Assalam Bandungan. Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan koordinasi dengan sekolah, penandatanganan kesepakatan kegiatan, dan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan demontrasi menggunakan alat peraga. Media yang digunakan adalah poster, pop up book, dan alat peraga gigi. Pendidikan kesehatan diikuti oleh 25 siswa. Materi yang disampaikan antara lain macam-macam gigi anak, proses gigi bisa berlubang, makanan yang baik dan buruk untuk kesehatan gigi dan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut serta demostrasi bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Setelah diberikan penjelasan tentang kebersihan gigi dan mulut, dilakukan evaluasi dengan memberikan beberapa pertanyaan. Mayoritas anak telah mampu mengenal macam-macam gigi 95%, mayoritas juga telah mampu menyebutkan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut. Siswa juga berani maju ke depan untuk praktik cara menyikat gigi yang baik dan benar.
EFFLEURAGE MASSAGE WITH VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TO PREVENT DECUBITUS ULCERS IN IMMOBILIZED PATIENTS: A CASE STUDY Nuzulullail, Agung Subakti; Pranata, Satriya; Armiyati, Yunie; Chanif, Chanif
Journal of Vocational Nursing Vol. 4 No. 1 (2023): MAY 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v4i1.44070

Abstract

Introduction: Some of the problems that arise due to incomplete mobilization, the most common are decubitus ulcers. Massage effleurage (ME) is used as a non-pharmacological intervention that can be given to patients who are immobilized, aiming to keep the skin moist. In the final scientific work of this nurse. The author purpose was to determine the effect of giving ME with Virgin Coconut Oil (VCO) in patients at risk of pressure sores. Methods: This case study uses a descriptive method with a nursing care approach. The case study will be carried out in December 2022, in the Rajawali Room 3A RSUP Dr. Kariadi Semarang on 2 respondents. The respondent's inclusion criteria were immobilized patients for more than 2 weeks with a risk of developing pressure sores. Giving massage with VCO is done 2 times a day for 5 days, on areas of pressure such as the sacrum, scapula, and heels with a total duration of 45 minutes. The instrument used in this case study is the Braden Scale to measure the risk of pressure sores, the fewer scores obtained, the higher the risk of decubitus. Results: After 5 days of intervention, first responders experienced a decrease from a score of 8 (very high risk) to a score of 13 ( high risk), then for the second respondent from a total score of 7 (very high risk) to a score of 9 (very high risk), the higher the score obtained, the lower the risk of decubitus. Conclusions: Administering ME with VCO has a positive effect on reducing decubitus risk scores in immobilized patients.
LAVENDER AROMATHERAPY FOR FATIGUE AND ANXIETY IN CKD PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS: A CASE STUDY Putri Alya, Syafika; Pranata, Satriya; Armiyati, Yunie; Chanif, Chanif
Journal of Vocational Nursing Vol. 4 No. 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v4i2.47643

Abstract

Introduction: Patients with Chronic Kidney Disease (CKD) on hemodialysis can experience various problems, both physical and psychological due to their disease and hemodialysis therapy. Some of the problems that arise as a result of the most common complications of hemodialysis are fatigue and anxiety. Lavender aromatherapy is used as a non-pharmacological intervention given to hemodialysis patients with fatigue and anxiety, to control and maintain quality of life. This nurse's final scientific work aims to determine whether there is a decrease in patient fatigue and anxiety by administering lavender aromatherapy. Methods: The case study uses a descriptive method with a nursing process approach. The case study was carried out in January 2023, in the Hemodialysis Room of RSUP Dr. Kariadi Semarang. The inclusion criteria for study subjects were patients undergoing hemodialysis for no more than 3 months with fatigue and anxiety problems. Giving lavender aromatherapy was carried out for 4 hemodialysis periods, carried out every intradialytic. The instruments used in this case study were the Fatigue Severity Scale and the Beck Anxiety Inventory to measure fatigue and anxiety scores. Results: The results of the study showed that the intensity of fatigue and anxiety before the intervention was moderate and the intensity after the intervention was mild. Conclusions: Lavender aromatherapy has a positive effect on reducing fatigue and anxiety scores in CKD patients undergoing hemodialysis. It is hoped that lavender aromatherapy can become a recommendation in services at health facilities to improve the quality of life of patients undergoing hemodialysis.
Perspektif Maqāṣid Al-Syarī‘ah dalam Penyelesaian Dilema Euthanasia: Literatur Review : Penelitian Adriani, Vita; Safwan, Sudarwati; Masbait, Ermayati; Winarni, Dyah; Karlistiyaningsih, Beta; Chanif, Chanif; Suprapto, Rohmat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5444

Abstract

Euthanasia merupakan persoalan bioetika paling kompleks dalam praktik medis modern karena melibatkan pertentangan antara nilai kemanusiaan, hukum, dan agama. Dalam konteks Islam, isu ini menimbulkan dilema etis yang memerlukan pendekatan komprehensif berbasis Maqāṣid al-Syarī‘ah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam penyelesaian dilema euthanasia. Metode penelitian literature review menggunakan studi kepustakaan dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional terbitan tahun 2021–2026 yang relevan dengan tema euthanasia, bioetika Islam, dan Maqāṣid al-Syarī‘ah. Sebanyak 11 artikel terpilih dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi tema utama dan pola argumentasi. Hasil kajian menunjukkan adanya konsensus kuat bahwa euthanasia aktif, baik sukarela maupun non-sukarela, bertentangan dengan Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya prinsip perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs). Sementara itu, euthanasia pasif dalam bentuk penghentian terapi medis yang tidak lagi bermanfaat masih membuka ruang ijtihad dengan syarat ketat dan tidak dimaksudkan untuk mempercepat kematian. Pendekatan Maqāṣid al-Syarī‘ah juga sejalan dengan prinsip hak asasi manusia, terutama hak untuk hidup, serta mendorong penguatan perawatan paliatif sebagai solusi etis dalam perawatan akhir hayat.
Pengaruh Penerapan Bundle Know terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Perawat dalam Pencegahan Phlebitis Hastuti, Eka Puji; Chanif, Chanif; Soesanto, Edy; Pohan, Vivi Yosafianti; Astuti, Rahayu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22278

Abstract

ABSTRACT Phlebitis remains a major concern in nursing care as it reflects the quality of hospital services. Low knowledge and compliance of nurses are the main causes of phlebitis, thus efforts to improve nurses’ understanding and compliance in the management of peripheral intravenous catheters are essential. to determine the effect of implementing Bundle Know on nurses’ knowledge and compliance in preventing phlebitis. a quasi-experimental pretest-posttest with control group design was conducted on 99 nurses. The intervention group (n=50) received Bundle Know training (module and workshop) consisting of four components: Keep it Clean, Need for Device, Observe and Secure, Work Together. The control group (n=49) only received standard IM bundle socialization. Instruments included a knowledge questionnaire and a compliance observation checklist. Wilcoxon test showed an increase in the median knowledge score in the intervention group from 24 to 26 (p=0.000), and in the control group from 23 to 24 (p=0.000). Friedman test revealed improved compliance in the intervention group from a median of 9 to 13 (mean rank 1.21 to 4.10;χ²=159.85; p=0.000), and in the control group from 8 to 10 (mean rank 1.82 to 3.93; χ²=79.63; p=0.000). Mann-Whitney tests showed significant differences in posttest knowledge (p=0.001) and compliance (p=0.000) favoring the intervention group. The implementation of Bundle Know effectively improved nurses’ knowledge and compliance in preventing phlebitis. Keywords: Bundle Know, Phlebitis, Knowledge, Compliance Nursing.  ABSTRAK phlebitis masih menjadi perhatian utama dalam pelayanan keperawatan karena mencerminkan mutu pelayanan rumah sakit. Rendahnya pengetahuan dan kepatuhan perawat menjadi penyebab utama phlebitis, sehingga upaya peningkatan pemahaman dan kepatuhan perawat dalam manajemen kateter intravena perifer menjadi sangat penting. Mengetahui pengaruh penerapan Bundle Know terhadap pengetahuan dan  kepatuhan perawat dalammencegah phlebitis. kuasi-eksperimental pretest-posttest with control group pada 99 perawat. Kelompok intervensi (n=50) mendapat pelatihan Bundle Know (modul dan workshop) dengan 4 komponen: Keep it Clean, Need for Device, Observe and Secure, Work Together. Kelompok kontrol (n=49) hanya menerima sosialisasi bundle IM standar.Instrumen: kuesioner pengetahuan dan lembar observasi kepatuhan. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan median pengetahuan kelompok intervensi dari 24 ke 26 (p=0,000), kontrol dari 23 ke 24 (p=0,000). Uji Friedman pada kelompok intervensi: kepatuhan meningkat dari median 9 ke 13 (mean rank 1,21 ke 4,10; χ²=159,85; p=0,000). Pada kontrol: meningkat dari 8 ke 10 (mean rank 1,82 ke 3,93; χ²=79,63; p=0,000). Uji Mann-Whitney: pengetahuan intervensi (median=2; IQR=2,25; mean rank=59,29) signifikan lebih tinggi dari kontrol (p=0,001). Kepatuhan juga lebih tinggi (median=30,8 dibandingkan dengan 20,0;p=0,000). Penerapan Bundle Know berpengaruh meningkatkanpengetahuan dan kepatuhan perawat dalam mencegah phlebitis. Kata Kunci: Bundle Know, Phlebitis, Pengetahuan, Kepatuhan Perawat.
MODEL PENYELESAIAN MASALAH BERBASIS MAQĀṢID ASY-SYARIAH DALAM ETIKA KESEHATAN PADA PASIEN TERMINAL: A LITERATURE REVIEW Ariska, Siti Linda; Windarti, Yuli; Putri, Ratna Sari; Wahyu, Wahyu; Tristiyaningrum, Diana; chanif, Chanif; Suprapto, Rohmat
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i2.24653

Abstract

Abstrak: Latar Belakang: Pasien terminal menghadapi dilema etika kompleks dalam pengambilan keputusan klinis, perawatan paliatif, dan akhir hayat. Pendekatan etika kesehatan konvensional belum sepenuhnya mengakomodasi nilai religius dan spiritual pasien Muslim. Tujuan: Literature review ini bertujuan menganalisis model penyelesaian masalah etika kesehatan pada pasien terminal berbasis maqāṣid asy-syarī‘ah. Metode: Penelitian ini menggunakan literature review naratif terhadap artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2021–2024. Sumber data diperoleh dari PubMed, Google Scholar, BMC Medical Ethics, dan jurnal Islam internasional. Delapan artikel utama dan tujuh artikel pendukung dianalisis secara kritis. Hasil: Pendekatan maqāṣid asy-syarī‘ah terbukti mampu mengintegrasikan prinsip bioetika modern dengan nilai Islam melalui pemeliharaan jiwa (hifẓ al-nafs), penghormatan terhadap martabat manusia, dan peningkatan kualitas hidup pasien terminal. Model ini meliputi pengkajian holistik, analisis maslahat–mafsadat, penentuan prioritas maqāṣid, serta pengambilan keputusan bersama antara tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga. Kesimpulan: Pendekatan maqāṣid asy-syarī‘ah merupakan kerangka etika yang komprehensif dan aplikatif dalam pelayanan pasien terminal serta berpotensi mendukung pengembangan praktik dan kebijakan perawatan paliatif berbasis kemaslahatan.