Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peningkatan tingkat kesadaran pasien stroke melalui penerapan Familiar Auditory Sensory Training (FAST) di Intensive Care Unit (ICU) Chanif, Chanif; Nashikha, Athik Dina; Safitri, Dwi Nur Rahmantika Puji
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v5i1.16795

Abstract

Stroke adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu yang menyebabkan kerusakan pada jaringan otak dan mengakibatkan perubahan neurologis. Stroke disebabkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak yang mengakibatkan pasien stroke mengalami penurunan kesadaran. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan FAST untuk meningkatkan tingkat kesadaran pada pasien stroke di ruang ICU. Intervensi ini dilakukan setiap pagi selama tiga hari berturut-turut. FAST terdiri dari 3 sesi, sesi pertama berdurasi satu menit, dimana keluarga menceritakan awal mula pasien mengalami penurunan kesadaran, termasuk waktu dan tempat pasien mengalami serangan stroke. Sesi kedua berdurasi empat menit, dimana keluarga menceritakan kenangan indah yang pernah dialami bersama pasien. Sesi ketiga berdurasi lima menit, dimana keluarga diminta berbicara mengenai hal-hal yang akan dilakukan ketika pasien sadar, dan mendorong pemulihan pasien dengan kata-kata yang menjanjikan. Pengukuran tingkat kesadaran menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penerapan FAST selama 3 hari berturut-turut dapat meningkatkan skor GCS sebanyak 3 poin. Terapi FAST dapat dijadikan intervensi non farmakologi untuk meningkatkan tingkat kesadaran pada pasien stroke.
Discharge Planning and Its Impact on Patient Outcomes: A Systematic Review Rahman, Wahyudin Abd; Chanif, Chanif; Samiasih, Amin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48014

Abstract

Latar Belakang: Discharge planning adalah proses penting dalam transisi perawatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien, mengurangi rehospitalisasi, dan memperkuat kesiapan pasien serta keluarga. Namun, implementasinya di berbagai fasilitas kesehatan belum optimal. Metode: Studi ini merupakan systematic review berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar, ProQuest, PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink dengan kata kunci: “discharge planning” OR “hospital discharge” OR “patient outcomes” OR “readmission” OR “rehospitalization”, dalam rentang tahun 2020–2024. Dari 294 artikel, 10 artikel dipilih setelah melalui proses seleksi. Hasil: Discharge planning berdampak positif terhadap kualitas hidup, kesiapan pulang, dan penurunan rehospitalisasi. Faktor pendukungnya meliputi motivasi perawat, supervisi, dan kepemimpinan. Hambatan utama adalah beban kerja tinggi dan kurangnya dokumentasi. Kesimpulan: Discharge planning yang efektif membutuhkan dukungan sistem, keterlibatan perawat, dan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan pasien. Implementasi yang terstruktur dapat meningkatkan luaran pasien dan efisiensi layanan kesehatan. Kata Kunci: Discharge planning, rehospitalisasi, kesiapan pulang, luaran pasien, supervisi keperawatan Abstract Introduction: Discharge planning is a critical process in care transition aimed at improving patients’ quality of life, reducing rehospitalization, and enhancing the readiness of both patients and families. However, its implementation remains suboptimal across various healthcare facilities. Methods: This study is a systematic review conducted based on the PRISMA guidelines. Article searches were performed in Google Scholar, ProQuest, PubMed, ScienceDirect, and SpringerLink using the keywords: “discharge planning” OR “hospital discharge” OR “patient outcomes” OR “readmission” OR “rehospitalization”, with a publication range from 2020 to 2024. Out of 294 identified articles, 10 were selected after screening and eligibility assessment. Results: Discharge planning has a positive impact on quality of life, discharge readiness, and reduced rehospitalization rates. Supporting factors include nurse motivation, supervision, and leadership. Main barriers are high workload and lack of documentation. Conclusion: Effective discharge planning requires system support, active nurse involvement, and a patient-centered approach. Structured implementation can improve patient outcomes and healthcare service efficiency. Keywords: Discharge planning, rehospitalization, discharge readiness, patient outcomes, nursing supervision.
PKM COHESI Collaborative Health Scientific Activities: Sikat Gigi Pagi dan Malam Senyum Sehat Setiap Saat Mariyam , Mariyam; Chanif, Chanif; Pohan, Vivi Yosafianti; Alfiyanti, Dera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2724

Abstract

Kebiasaaan menjaga kebersihan gigi dan mulut perlu ditanamkan pada anak. Anak usia sekolah memiliki risiko mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Sikat gigi kurang dari dua kali sehari dapat menyebabkan terjadinya karies gigi. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang kesehatan gigi dan mulut pada sswa kelas 3 SDIT Assalam Bandungan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada jumat, 20 Juni 2025 di SDIT Assalam Bandungan. Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan koordinasi dengan sekolah, penandatanganan kesepakatan kegiatan, dan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan demontrasi menggunakan alat peraga. Media yang digunakan adalah poster, pop up book, dan alat peraga gigi. Pendidikan kesehatan diikuti oleh 25 siswa. Materi yang disampaikan antara lain macam-macam gigi anak, proses gigi bisa berlubang, makanan yang baik dan buruk untuk kesehatan gigi dan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut serta demostrasi bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Setelah diberikan penjelasan tentang kebersihan gigi dan mulut, dilakukan evaluasi dengan memberikan beberapa pertanyaan. Mayoritas anak telah mampu mengenal macam-macam gigi 95%, mayoritas juga telah mampu menyebutkan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut. Siswa juga berani maju ke depan untuk praktik cara menyikat gigi yang baik dan benar.
Gangguan Metabolik dalam Fokus Keperawatan Global: Pemetaan Pengetahuan dan Peluang Riset Masa Depan Winarni, Dyah; Pranata, Satriya; Chanif, Chanif
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lanskap ilmiah keperawatan terkait gangguan metabolik melalui pendekatan bibliometrik. Dengan menganalisis 391 dokumen dari total 657 publikasi yang teridentifikasi dalam periode 1953–2025, studi ini mengungkap tren pertumbuhan tahunan sebesar 3,25%, dengan rata-rata sitasi 16,51 per dokumen. Analisis ko-okurensi kata kunci menggunakan VOSviewer menghasilkan tiga klaster utama: (1) aspek klinis akut, (2) hubungan gangguan metabolik dengan penyakit kronis, dan (3) dimensi psikososial dan farmakologis. Hasil overlay dan density visualization menunjukkan bahwa tema seperti metabolic disorder dan water-electrolyte imbalance mendominasi, sementara beberapa topik strategis seperti insulin sensitivity dan neuroleptic agent masih kurang mendapat perhatian. Analisis kontribusi penulis dan negara menyoroti peran signifikan United States, Brasil, dan negara-negara Eropa dalam pengembangan literatur ini. Selain itu, artikel yang paling berpengaruh umumnya berasal dari jurnal bereputasi tinggi (Q1), dengan fokus pada intervensi keperawatan dalam penanganan pasien lansia dan kritis. Temuan ini menunjukkan perlunya revitalisasi riset keperawatan yang lebih kontekstual, integratif, dan berbasis teknologi. Studi ini memberikan arah strategis bagi penguatan kapasitas ilmiah, pengembangan praktik keperawatan berbasis bukti, serta kolaborasi global dalam menghadapi tantangan gangguan metabolik secara holistik.
EFFLEURAGE MASSAGE WITH VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TO PREVENT DECUBITUS ULCERS IN IMMOBILIZED PATIENTS: A CASE STUDY Nuzulullail, Agung Subakti; Pranata, Satriya; Armiyati, Yunie; Chanif, Chanif
Journal of Vocational Nursing Vol. 4 No. 1 (2023): MAY 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v4i1.44070

Abstract

Introduction: Some of the problems that arise due to incomplete mobilization, the most common are decubitus ulcers. Massage effleurage (ME) is used as a non-pharmacological intervention that can be given to patients who are immobilized, aiming to keep the skin moist. In the final scientific work of this nurse. The author purpose was to determine the effect of giving ME with Virgin Coconut Oil (VCO) in patients at risk of pressure sores. Methods: This case study uses a descriptive method with a nursing care approach. The case study will be carried out in December 2022, in the Rajawali Room 3A RSUP Dr. Kariadi Semarang on 2 respondents. The respondent's inclusion criteria were immobilized patients for more than 2 weeks with a risk of developing pressure sores. Giving massage with VCO is done 2 times a day for 5 days, on areas of pressure such as the sacrum, scapula, and heels with a total duration of 45 minutes. The instrument used in this case study is the Braden Scale to measure the risk of pressure sores, the fewer scores obtained, the higher the risk of decubitus. Results: After 5 days of intervention, first responders experienced a decrease from a score of 8 (very high risk) to a score of 13 ( high risk), then for the second respondent from a total score of 7 (very high risk) to a score of 9 (very high risk), the higher the score obtained, the lower the risk of decubitus. Conclusions: Administering ME with VCO has a positive effect on reducing decubitus risk scores in immobilized patients.
LAVENDER AROMATHERAPY FOR FATIGUE AND ANXIETY IN CKD PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS: A CASE STUDY Putri Alya, Syafika; Pranata, Satriya; Armiyati, Yunie; Chanif, Chanif
Journal of Vocational Nursing Vol. 4 No. 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v4i2.47643

Abstract

Introduction: Patients with Chronic Kidney Disease (CKD) on hemodialysis can experience various problems, both physical and psychological due to their disease and hemodialysis therapy. Some of the problems that arise as a result of the most common complications of hemodialysis are fatigue and anxiety. Lavender aromatherapy is used as a non-pharmacological intervention given to hemodialysis patients with fatigue and anxiety, to control and maintain quality of life. This nurse's final scientific work aims to determine whether there is a decrease in patient fatigue and anxiety by administering lavender aromatherapy. Methods: The case study uses a descriptive method with a nursing process approach. The case study was carried out in January 2023, in the Hemodialysis Room of RSUP Dr. Kariadi Semarang. The inclusion criteria for study subjects were patients undergoing hemodialysis for no more than 3 months with fatigue and anxiety problems. Giving lavender aromatherapy was carried out for 4 hemodialysis periods, carried out every intradialytic. The instruments used in this case study were the Fatigue Severity Scale and the Beck Anxiety Inventory to measure fatigue and anxiety scores. Results: The results of the study showed that the intensity of fatigue and anxiety before the intervention was moderate and the intensity after the intervention was mild. Conclusions: Lavender aromatherapy has a positive effect on reducing fatigue and anxiety scores in CKD patients undergoing hemodialysis. It is hoped that lavender aromatherapy can become a recommendation in services at health facilities to improve the quality of life of patients undergoing hemodialysis.
Family Support Interventions in Hemodialysis Patients :A Systematic Review Kasan, Nur; Armiyati, Yunie; Chanif, Chanif
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52383

Abstract

Introduction: Patients undergoing hemodialysis in hospitals are often faced with a variety of complex physical, psychological and social challenges. Family support has been identified as a key factor in improving patients' quality of life and adherence to therapy. Family support interventions for hemodialysis patients can help address issues related to the decline in quality of life. Objective: This study aims to examine the relationship between family support interventions and self-care behaviors and the quality of life of chronic kidney patients undergoing hemodialysis. Methods: This study was conducted using nine articles obtained between April 2 and May 18, 2025. Results: A total of nine relevant research articles were identified and analyzed, revealing a positive relationship between family support interventions and both self-care behavior and the quality of life of chronic kidney patients undergoing hemodialysis. Several factors were found to influence the effectiveness of these interventions, including patient characteristics, family conditions, the type and intensity of the intervention, socioeconomic factors, and the role of healthcare professionals. However, some aspects remain underexplored, such as family emotional intelligence, multigenerational family dynamics, the role of technology in family support, family spirituality, caregiver burnout, and family perceptions and expectations regarding treatment outcomes. Conclusion: Family support interventions can enhance self-care behavior and improve the quality of life of hemodialysis patients.
Model Penyelesaian Kasus Maqashid Syariah Kasus Fertilisasi Buatan Asmi, Asmi; Muliani, Muliani; Taliki, Verawaty; Iriantono, Galuh; Amelina, Suzanna; Suprapto, Rohmat; Chanif, Chanif
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23530

Abstract

ABSTRACT Infertility is agrowing health problem that has a major impact on the biological, psychological, and spiritual aspects of married couples, making artificial fertilization(IVF) one of the most widely used medical solutions. However, it stillraises ethical issues and Sharia considerations that must be carefully examined. This study aims to analyze the practice of artificial fertilizationthrough the maqasid asy-Syari'ah approach, identify forms ofIVF that are in line with Islamic law, and formulate a case resolution modelthat can be applied in holistic Islamic nursing services.The research uses a qualitative method with a literature study approachthrough the analysis of various fiqh literature, contemporary literature, fatwas from Islamic institutions, reproductive medicine journals, and nursing practice guidelines related toreproductive bioethics. The results of the study show that artificial fertilization ispermissible according to Sharia law, provided that the entire fertilization processuses sperm and eggs from a legally married couple, is carried outwhile the marriage bond is still valid, and does not involve gamete donors,surrogate wombs, or other processes that could lead to the mixing of masab andviolate the principle of hifz an- nasl. The study also confirms that IVF that complies with Islamic law can support the protection of life, honor, reason, and emotional stability of couples when carried out with comprehensive nursing assistance, both in terms of clinical education, anxiety management, and spiritual guidance. Based on these findings, it is concluded that artificial fertilization can be a medically and sharia-compliant solution if carried out within the limits set by Islam, while nursing staff need to integrate the values of maqasid asy-syariah to ensure a safe, ethical process that provides spiritual peace for patients. Keywords: Artificial Fertilization, IVF, Maqasid Asy-Syariah, Islamic Nursing, Reproductive Bioethics.  ABSTRAK Infertilitas merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan berdampak besar terhadap aspek biologis, psikologis, dan spiritual pasangan suami istri, sehingga fertilisasi buatan (IVF) menjadi salah satu solusi medis yang banyak digunakan, namun tetap memunculkan persoalan etilka serta pertimbangan syariah yang harus dikaji dengan seksama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik fertilisasi buatan melalui pendekatan maqasid asy- Syari’ah, menidentifikasi bentuk bentuk IVF yang sejalan dengan hukum islam, serta merumuskan model penyelesaian kasus yang dapat diterapkan dalam pelayanan keperawatan islam secara holistic. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literature fikih, kontemporer, fatwa lembaga keislaman, jurnal medis reproduksi, dan pedoman praktik keperawatan terkait bioetika reproduksi. Hasil kajian menunjukan bahwa fertilisasi buatan termasuk tindakan yang dibolehkan secara syar’I dengan syarat seluruh proses pembuhan menggunakan sperma dan ovum dari pasangan suami istri yang sah, dilakukan selama ikatan pernikahan masih berlangsung, serta tidak melibatkan donor gamet, rahim pengganti, atau proses lain yang dapat menimbulkan pencampuran masab dan melanggar prinsip hifz an- nasl. Kajian juga menegaskan bahwa IVF yang sesuai syariat dapat mendukung perlindungan jiwa, kehormatan, akal serta stabilitas emosional pasangan apabila dilakukan dengan pendampingan keperawatan yang komperhensif, baik dari aspek edukasi klinis, manajemen kecemasan, maupun bimbingan spiritual. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa fertilisasi buatan dapat menjadi solusi yang sah secara medis dan syariah apabila dilaksanakan dalam batas yang diterapkan islam, sementara tenaga keperawatan perlu mengintegrasikan nilai nilai maqasid asy-syari’ah untuk memastikan proses yang aman, etis, dan memberikan ketenangan spiritual bagi pasien.  Kata Kunci: Fertilisasi Buatan, IVF, Maqasid Asy- Syariah, Keperawatan Islam, Bioetika Reproduksi.