Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISA PERBAIKAN TOP-BOTTOM REJECTION DALAM PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Intan, Clara; Suhadi, Suhadi; Pangastuti, Nova
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4521

Abstract

Abstract: Primary packaging is packaging that comes into direct contact with the product. This packaging serves to protect, preserve, and package the product, as well as provide important information to customers. As the main container, this packaging comes into direct contact with the product and maintains its quality until it reaches the customer. PT XYZ is a leading primary packaging manufacturer. The company produces three different variants of its flagship product, steel drums, which generate the most revenue. The oil, lubricant, food, and chemical sectors use steel drums. A large number of defects in finished products are caused by drum body rejection and top-bottom drum rejection. From the report data of 1,166 units produced in 2024, the most rejections came from the top-bottom production process, which consists of eight phases: pressing, opening, closing, puncture 1, puncture 2, fully open drum head puncture, head coating, and other processes. The results of this study show that UCL=0.00451 and LCL=0.00247. The sigma level is determined by converting the process after the process DPMO value is known. With a value of 436, the company's sigma level is 4.83 when the DPMO value is entered into the sigma-DPMO relationship table.Keyword: quality control; six sigma; DMAIC; rejectAbstrak: Kemasan primer merupakan kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk, kemasan ini berfungsi untuk melindungi, menjaga, dan mengemas produk, serta menyediakan informasi penting bagi pelanggan. Sebagai wadah utama, kemasan ini bersentuhan langsung dengan produk dan menjaga kualitasnya hingga sampai ke pelanggan. PT XYZ, perusahaan yang bergerak di bidang produsen kemasan primer terkemuka, perusahaan tersebut memproduksi tiga varian berbeda dari produknya produk andalannya, drum baja, menghasilkan pendapatan terbesar. Sektor minyak, pelumas, makanan, dan kimia menggunakan drum baja. Jumlah cacat yang besar pada produk jadi disebabkan oleh penolakan badan drum dan penolakan atas-bawah drum. Dari data laporan sebanyak 1.166 unit yang diproduksi pada tahun 2024, penolakan terbanyak berasal dari proses produksi atas-bawah yang terdiri dari delapan fase yaitu penekanan, pembukaan, penutupan, tusukan 1, tusukan 2, tusukan kepala drum terbuka sepenuhnya, pelapisan kepala, dan proses lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UCL=0,00451 dan LCL=0,00247. Tingkat sigma ditentukan dengan mengonversi proses setelah nilai DPMO proses diketahui. Dengan nilai 436, tingkat sigma perusahaan sebesar 4,83 ketika nilai DPMO dimasukkan ke dalam tabel hubungan sigma-DPMO.Kata kunci: pengendalian kualitas; Six Sigma; DMAIC; penolakan
Penerapan Metode AHP Dalam Pemilihan Supplier di PT. Qian Hu Joe Aquatic Indonesia Ruth Veronika Zendrato; Nova Pangastuti; Miwan Kurniawan Hidayat
INSANtek Vol. 4 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v4i2.2399

Abstract

PT. Qian Hu Joe Aquatic Indonesia merupakan perusahaan ekspor impor dimana ikan hias air tawar menjadi komoditi utamanya. Hingga saat ini perusaaan memiliki pasar ekspor di beberapa negara dari 4 benua. Untuk memenuhi permintaan konsumen perusahaan bekerja sama dengan banyak supplier ikan hias dari berbagai daerah di Indonesia. Meskipun memiliki banyak supplier, perusahaan masih mengalami permasalahan dalam memenuhi permintaan konsumen. Ketidaksesuaian ikan hias dari supplier terhadap standar perusahaan sangat berpengaruh terhadap pemenuhan permintaan pasar. Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi kinerja supplier dan menyeleksi dari banyaknya supplier manakah yang paling sesuai dengan standar perusahaan dan layak menjadi supplier prioritas perusahaan. Setelah melakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner, data kemudian diolah dengan metode Analytical Hierarchy process (AHP). Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan kriteria yang paling diperhatikan perusahaan dalam pemilihan supplier secara berurutan yaitu: kualitas, harga, pengiriman, layanan dan terakhir hubungan supplier. Adapun supplier  yang dapat dijadikan sebagai prioritas oleh perusahaan secara berurutan yaitu: supplier Catur dengan bobot 0,363, supplier Laksana Aquarium dengan bobot 0,316, supplier  Jumali dengan bobot 0,315, supplier Rodi dengan bobot 0,301, dan prioritas kelima adalah supplier Argo dengan bobot 0,240