Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Siklus Menstruasi Berdasarkan Kebiasaan Makan Junk Food dan Status Gizi Mahasiswi Selama Pandemi Covid-19 Suryaalamsah, Inne Indraaryani; Permatasari, Tria Astika Endah; Sugiatmi, Sugiatmi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.2.197-205

Abstract

Selama pandemi Covid-19, pembatasan kegiatan di luar rumah memungkinkan terjadinya perubahan pola makan dan aktivitas mahasiswa yang pada akhirnya akan memengaruhi status gizi dan keteraturan siklus menstruasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan kebiasaan makan junk food dan status gizi dengan siklus menstruasi mahasiswi di masa pandemi Covid-19. Desain penelitian yaitu cross sectional study dengan 107 orang mahasiswi Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur berupa kuesioner online (google form), disusun oleh peneliti mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang. Kebiasaan makan junk food diukur menggunakan food frequency questionnaire (FFQ). Status gizi diukur dengan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan chi-square dengan nilai p < 0.05. Hasil dari penelitian ini yaitu siklus menstruasi responden umumnya (78.5%) tergolong dalam kategori teratur. Mayoritas responden (84.1%) memiliki kebiasaan makan junk food dalam kategori sering. Sebagian besar responden memiliki status gizi yang normal (82.2%). Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan junk food dan status gizi dengan siklus menstruasi. 
Analisis Faktor Risiko Malnutrisi pada Balita Daerah Pesisir Jakarta Tahun 2022 Sugiatmi, Sugiatmi; Herlinah, Lily; Rudiatin, Endang; Wredatami, Putri
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.1.65-73

Abstract

Malnutrisi pada anak tetap menjadi salah satu penyebab terpenting morbiditas dan mortalitas di dunia. Di Indonesia, malnutrisi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk menilai proporsi malnutrisi dan faktor-faktor terkait diantara balita di daerah pesisir Jakarta. Desain penelitian ini adalah cross sectional berbasis masyarakat dilakukan pada 177 balita berusia 6-59 bulan dan dipilih secara purposive sampling dengan waktu penelitian selama 6 bulan. Hasil analisis univariat menunjukkan terdapat 25 balita (14.1 %) memiliki status gizi malnutrisi berdasarkan indeks BB/PB atau BB/TB. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara pendidikan ibu (p value = 0,76), status pekerjaan ibu (p value = 1,00), pendapatan keluarga (p value = 0,24), riwayat penyakit ISPA (p value = 0,36), tingkat pengetahuan ibu (p value = 0,82), asupan energi (p value = 0,51), karbohidrat (p value = 0,88), lemak (p value = 1,00), dan protein  (p value = 0,52) balita dengan kejadian malnutrisi pada balita. Diharapkan kepada ibu balita agar lebih variatif dalam memilih menu untuk konsumsi balita.
Risk Factors Related to COVID-19 Deaths at Fatmawati Hospital in 2021 Utomo, Muhammad Wiji; Purnamawati, Dewi; Almaududi, Abul A’la; Akaputra, Risky; Sugiatmi, Sugiatmi
Muhammadiyah Medical Journal Vol 5, No 1 (2024): Muhammadiyah Medical Journal (MMJ)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mmj.5.1.42-50

Abstract

Background: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) has a risk of death. The risk of death increases in patients with several factors, such as age, gender, and comorbidities. Purposes: This study aims to determine the risk factors for the cause of death in patients with COVID-19 at Fatmawati Hospital in 2021. Methods: This study uses a quantitative approach with a case-control design without matching with a ratio of 1:1. Cases were identified as deaths due to COVID-19 as many as 109, and controls were COVID-19 sufferers who lived or recovered during the treatment period as many as 109 respondents. Data were collected from medical record data and analyzed multivariately with logistic regression. Result: The bivariate modeling showed that Age, Diabetic, Pneumonia, and Acute Respiratory Syndrome (ARDS) have significantly affected COVID-19 mortality (p ≤ 0.05). Multivariate modeling showed the ARDS variable (p=0.0001; OR=53.067) and age variable (p=0.028; OR=2.8) to be risk factors for COVID-19 death at Fatmawati Hospital Jakarta with an Attribute Risk (AR) value of 92,7% and the value of Population Attribute Risk (PAR) 58%. Conclusion: This model can predict 62.1% of COVID-19 deaths; the rest is due to other factors not studied in this study. ARDS is the dominant factor causing the death of COVID-19 at Fatmawati Hospital, Jakarta.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif, Pola Asuh Ibu dan Pendapatan Keluarga terhadap Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Bekasi: The Relationship of Exclusive Breastfeeding, Mother's Parenting Patterns and Family Income on Undernutrition in Toddlers at Puskesmas Bahagia Bekasi Rochmano, Ferina Putri; Sugiatmi, Sugiatmi
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 4 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.4.287-292

Abstract

Malnutrition is still one of the health problems in developing countries, including Indonesia. According to WHO standards, the nutritional situation in Indonesia has exceeded the normal threshold, namely, undernutrition >10%. Meanwhile, the prevalence of nutritional status (BB/U) in children under five in West Java according to Riskesdas 2018 is 10.6%. Undernutrition is caused by two different factors, namely direct causal factors and indirect causal factors. Congenital diseases and diet are direct causal factors, while parenting, family income, family food security, access to health services, and environmental health are indirect causal factors. Knowing the relationship between exclusive breastfeeding, maternal parenting and family income on the incidence of malnutrition in toddlers aged 6-59 months at Puskesmas Bahagia Bekasi. This research is an observational study with a cross-sectional approach, the number of research subjects was 106 respondents selected by probability sampling. The research was conducted in July for 4 days in the working area of the Bahagia Bekasi Puskesas. The instruments used were anthropometry (measurement of height and weight of toddlers), questionnaires and interviews with parents/caregivers of toddlers. Data analysis using chi-square test with IBM SPSS Statistics 26 application. The results of the study based on gender characteristics were mostly male as many as 60 respondents and the age of toddlers in this study was mostly aged 12-24 toddlers with 29 respondents. The results of this study showed a significant relationship (p<0.05) between exclusive breastfeeding (p=0.034), maternal parenting (0.011) and family income (p=0.00) at Puskesmas Bahagia Bekasi. There is a significant relationship between exclusive breastfeeding, maternal parenting and family income.
Hubungan Status Gizi dan Stres terhadap Siklus Menstruasi Remaja Putri di Indonesia Maedy, Farhah Salsabila; Permatasari, Tria Astika Endah; Sugiatmi, Sugiatmi
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 3, No 1 (2022): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.3.1.1-10

Abstract

Latar Belakang: Gangguan siklus menstruasi pada remaja putri berdampak pada kesehatan reproduksi di masa kehidupan selanjutnya. Siklus menstruasi yang tidak teratur berisiko menyebabkan terjadinya infertilitas. Tujuan penulisan artikel ini ialah menganalisis hubungan status gizi dan stres terhadap siklus menstruasi remaja putri di Indonesia. Metode: Studi literatur atau review artikel dilakukan dengan memanfaatkan database Google Scholar, GARUDA, Neliti dan PubMed dengan terbitan tahun 2011-2021. Didapat 11 artikel yang terdiri dari 9 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional. Hasil: Dari 11 artikel diketahui bahwa siklus menstruasi remaja putri dipengaruhi oleh berbagai variabel, antara lain status gizi, stres, aktivitas fisik, kecukupan zat gizi makro, dan gangguan endokrin. Namun, terdapat dua faktor utama yang berkaitan dengan siklus menstruasi, yaitu status gizi dan stres. Remaja yang memiliki masalah gizi kurang dan gizi lebih beresiko mengalami gangguan siklus menstruasi. Remaja dengan stres sedang dan berat juga beresiko mengalami gangguan siklus menstruasi. Simpulan: Status gizi dan stres secara bermakna berhubungan terhadap siklus menstruasi remaja putri di Indonesia. Pengaturan gaya hidup sejak masa remaja sangat diperlukan untuk mencapai status gizi optimal dan mencegah terjadinya stres sehingga terjaganya siklus menstruasi secara normal.
Hubungan Konsumsi Sayuran dengan Tekanan Darah Pada Remaja di Tangerang Selatan Sugiatmi, Sugiatmi; Fauziah, Munaya
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 1, No 1 (2020): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.503 KB) | DOI: 10.24853/mjnf.1.1.18-23

Abstract

Latar Belakang: Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko timbulnya penyakit kardiovaskular. Tujuan: Penelitian cross sectional ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi prehipertensi/hipertensi dan hubungan konsumsi sayuran dengan tekanan darah remaja di Tangerang Selatan. Metode: Penelitian berlangsung selama 8 bulan (Januari – Agustus 2018) di SMA Negeri 6 Tangerang Selatan Tahun Ajaran 2017/2018 terhadap 220 siswa yang dipilih secara propotional stratified random sampling. Data konsumsi sayur dikumpulkan menggunakan kuesioner FFQ, sedangkan tekanan darah diukur oleh tenaga terlatih menggunakan alat ukur tekanan darah digital dan dikelompokkan menjadi normal dan prehipertensi/hipertensi. Analisis data deskriptif untuk menggambarkan variabel konsumsi sayuran dan tekanan darah, dan uji Chi Square untuk menguji hubungan konsumsi sayur dengan prehipertensi/hipertensi dengan tingkat kemaknaan (alpha) 0,05 dan selang kepercayaan (CI) 95%. Hasil: Hasil penelitian 10,5% ramaja menderita prehipertensi/hipertensi. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi sayuran dengan prehipertensi/hipertensi pada remaja (p0,05).
Obesitas, Pola Diet, dan Aktifitas Fisik dalam Penanganan Diabetes Melitus pada Masa Pandemi Covid-19 Ardiani, Hasnabila Esti; Permatasari, Tria Astika Endah; Sugiatmi, Sugiatmi
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 2, No 1 (2021): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.437 KB) | DOI: 10.24853/mjnf.2.1.1-12

Abstract

Latar belakang: Penyakit diabetes melitus (DM) dapat meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19. Diabetes melitus merupakan merupakan penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Penyakit dengan multi etiologi ini disebabkan oleh beberapa determinan utama mencakup obesitas, pola diet, dan aktifitas fisik. Insiden kasus diabetes melitus secara global terus meningkat secara signifikan di berbagai negara. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus menurut hasil pemeriksaan gula darah meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% di Indonesia. Prevalensi penyakit ini tidak hanya meningkat pada kelompok usia dewasa namun juga pada kelompok usia remaja yaitu usia 15 tahun. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menelaah secara ilmiah penanganan DM dari faktor obesitas, pola diet, dan aktifitas fisik. Hasil: Penderita diabetes melitus mengalami insufisiensi fungsi insulin akibat terjadinya gangguan atau produksi insulin dalam pankreas, sehingga insulin mengalami kesulitan dalam mengubah glukosa menjadi energi. Kadar glukosa dalam darah memiliki hubungan signifikan dengan jumlah lemak dalam tubuh yang terkait dengan obesitas, pola makan, serta pengambilan energi dari aktifitas fisik.  Keberhasilan penanganan diabetes melitus dengan mengontrol berbagai determinan juga ditentukan oleh kondisi psikososial serta dukungan dari keluarga. Kesimpulan: Penanganan diabetes melitus dapat dilakukan secara optimal melalui pengaturan pola hidup sehat yaitu dengan mempertahankan status gizi normal dan mencegah obesitas, pengaturan pola makan yang sehat melalui asupan gizi seimbang, serta melakukan aktifitas fisik terutama dengan berolahraga secara rutin.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI INHIBITOR, ENHANCER ZAT BESI DAN FAKTOR LAINNYA DENGAN KEJADIAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMPN 2 GUNUNGSINDUR BOGOR Alifiah, Nursyifa; Sugiatmi, Sugiatmi
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2024.8.2.12804

Abstract

Anemia is a significant nutritional issue faced by many developing countries, including Indonesia. Anemia can lead to decreased concentration and developmental disorders, negatively impacting the academic performance and quality of life of adolescent girls. This study aims to analyze the relationship between inhibitor and enhancer iron consumption patterns and other factors with the occurrence of anemia in adolescent girls at SMPN 2 Gunungsindur Bogor. This research is quantitative research with the design of a cross-sectional study. The sample consisted of 72 adolescent girls selected through proportional simple random sampling. The data analysis was conducted with univariate tests and bivariate test with Chi-square. The Result found the prevalence of anemia among adolescent girls at SMPN 2 Gunungsindur was 43.1%. The study found significant relationships between anemia occurrence and consumption patterns of inhibitor iron (p=0,000), consumption patterns of enhancer iron (0,000), nutritional status (p=0,000), knowledge about anemia (p=0,023), and family income (p=0,024). Therefore, additional efforts is needed to increase awareness and knowledge among adolescent girls about anemia by implementing healthy dietary behavior and paying attention to adequate nutritional intake.
The Role of LP3H in Increasing the economic Value through Assistance with Halal Certification Hidayati, Lutfi; Sugiatmi, Sugiatmi; Aini, Nur; Yulika Go, Ratna
Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Vol. 8 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN STS Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ijoieb.v8i1.1719

Abstract

Indonesian government is targeting one million halal product certification in 2023. And the government is targeting that by 2024 all products in Indonesia will be halal certified. This certainly needs support from various parties. Indonesian government through the Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH) appoints the Halal Product Process Assistance Agency (LP3H) which acts as an extension and assists business actors (micro - small) through assistance in the halal certification process. However, data on the halal information system shows that only 749,971 products have been declared halal in 2022 and there is still a need for massive socialization efforts so that government programs are realized. To support this program, LP3H ITB AD conducts activities for prospective Halal Product Process (PPH) assistants to help verify and validate the halal process for business actors. The aim of the research is to disseminate basic information and knowledge to prospective PPH assistants regarding the legal basis, verification, validation, materials and processes for halal certification. The method used in this research is descriptive quantitative. Data collection was obtained from the results of the questionnaire. The results of this study show that on average 66% of the participants understand the information material related to the halal process and 79% are very satisfied with the presentation of the resource persons.