Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : FIKkeS

PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN LOW BACK PAIN PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANGSERANG KABUPATEN PEKALONGAN Amien Dyah Nawang Wulan; Tri Hartiti; Machmudah -
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.203 KB)

Abstract

Penduduk lansia merupakan salah satu kelompok penduduk yang potensial menjadi masyarakat rentan, sehingga perlu diciptakan suatu kondisi fisik maupun nonfisik yang kondusif untuk pembinaan kesejahteraannya. Salah satu masalah fisik sehari-hari yang sering ditemukan pada lansia adalah nyeri punggung bawah atau LBP. Senam lansia diharapkan dapat menurunkan LBP pada lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan LBP pada lansia, jenis penelitian quasi experiment dengan menggunakan rancangan one grouppretest-posttest design. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2011 di Puskesmas Kandangserang dengan metode accidental sampling, jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan sebelum senam lansia 30% responden mengalami nyeri ringan dan 70% sisanya mengalami nyeri sedang. LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang kabupaten Pekalongan sesudah senam lansia, responden mengatakan nyeri ringan 73,3%, sedangkan sisanya nyeri sedang yaitu sebanyak 26,7%. Ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan (p<0.05)Kata kunci : lansia, LBP, senam lansia.
KADAR TRIGLISERID PADA PEMAKAIAN DEPOMEDROKSI PROGESTERON ACETAT PESERTA KB DIWILAYAH JATISARI Ttri Hartati; Machmudah -
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1795.264 KB)

Abstract

Kontrasepsi hormonal jenis KB suntik di lndonesia semakin banyak dipakai karena cara kerjanya yang efektif, pemakaiannya praktis dan harganya relatif murah serta aman. Cara ini mulai disukai masyarakat kita dan diperkirakan setengah juta pasangan memakai kontrasepsi suntik ini untuk mencegah kehamilan. Hasil penelitian dilapangan oleh BKKBN menyatakan bahwa kontrasepsi suntik dimulai tahun 1965 dan sampai sekarang diseluruh dunia diperkirakan berjuta-juta wanita memakai cara ini untuk tujuan kontrasepsi. Efek samping dari pemakaian kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Acetat ( DPMA ) berupa gangguan haid yaitu amenorea, spotting ( bercak darah ), menorragia. Juga dijumpai keluhan mual, sakit kepala, pusing, muntah, rambut rontok, peningkatan tekanan darah serta kenaikan Berat Badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penambahan berat badan pada pemakai Kotrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Acetat ( DPMA ) karena meningkatnya kadar Trigliserid dalam darah sebagai akibat menggunakan kontrasepsi tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, explanatory research . metode yang digunakan adalah survai dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional populasi pada penelitian ini adalah peserta KB suntik DPMA yang mendapatkan suntik DPMA di Bidan Swasta di Jatisari Jatingaleh dan Perumahan Pondok Majapahit, dan samplenya seiumlah 19 orang. Rerata pemakaian Depomedroksi Progesteron adalah 54,9 bulan atau 4,5 tahun dengan lama pemakaian terpendek 12 bulan atau 1 tahun dan pemakaian terlama 169 bulan 14 tahun 1 bulan. Rerata umur responden adalah 36 tahun dengan umur termuda 24 tahun dan umur tertua 42 tahun Rerata kadar Trigliserid adalah 193,5 mgr/dcliter dengan kadar terendah 76,7 mgr/dcliter dan kadar trigliserid tertinggi 437,7 mgr/dcliter Rerata Beret Badan ibu sebelum menggunakan Depomedraksi Progesteron adalah 51 ,263 kg Berat badan terendah 44 kg dan tertinggi 62 kg. Namun setelah menggunakan Depomedroksi Progesteron rerata naik menjadi 60,368 kg dan BB terendah menjadi 48 kg dan BB tertinggi menjadi 82 kg Semakin Lama menggunakan KB Suntik DPMA maka semakin meningkat kadar air dalam darah yang ditunjukkan dengan kenaikan Berat Badan dan Semakin Lama menggunakn KB Suntik DPMA maka kadar lemak dalam darah juga meningkat yang ditunjukkan kadar trigliserid dalam darah yang meningkat Kata Kunci : trigliserid pada pemakaian depomedroksi progtesteron acetat
HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMED CONSENT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Anna Rohmawati; Tri Hartiti; Machmudah -
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.428 KB)

Abstract

Tindakan pembedahan merupakan salah satu bentuk terapi dan merupakan upaya yang dapat mendatangkan ancaman terhadap tubuh, integritas dan jiwa seseorang. Pembedahan merupakan stressor yang dapat menimbulkan cemas psikologik dan fisik. Pada pasien pre operasi yang terjadi karena pasien tidak dapat mengekspresikan sesuatu yang tidak diketahui dan antisipasi pada sesuatu yang tidak dikenal dan prosedur-prosedur yang mungkin menyakitkan akan menjadi penyebab utama yang paling umum salah satunya pemberian informed consent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian informed consent dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di Instalasi Rawat Inap RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 32 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji korelasi sperman rank.Hasil uji korelasi sperman rank diperoleh ? value sebesar 0,026 < 0,05 berarti Ada hubungan pemberian informed consent dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di ruang rawat inap RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.Petugas kesehatan sebaiknya lebih menekankan pada komunikasi timbal balik dalam pemberian informed consent pada pasien sehingga dapat mengetahui kebutuhan informasi pasien sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien.Kata kunci : Informed Consent, Tingkat Kecemasan
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA-TANDA SEKS SKUNDER DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PUTRA DAN PUTRI DI SMP NEGERI 1 KARANGAWEN KABUPATEN DEMAK Agung Hidayat; Machmudah -; Sufiati Bintanah
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.524 KB)

Abstract

Remaja merupakan masa seseorang untuk mencari jati diri, dengan pengetahuan tentang tanda-tanda seks sekunder yang baik maka remaja akan berhati dalam pergaulan sehari-hari . Perubahan sekunder pada masa pubertas adalah perubahan-perubahan yang menyertai perubahan primer yang terlihat dari luar . Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul karena adanya dorongan seksual . Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui tingkat pengetahuan tentang tanda-tanda seks skunder dengan perilaku seksual remaja putra dan putri di SMP N 1 Karangawen kab Demak . Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif dengan metode correlation study . Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 1 karangawen kab Demak sebayak 172 , dan pengambilan sempel menngunakan metode stratified random sampling yaitu berjumlah 99 orang. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan prilaku seksual terhadap tanda-tanda seks skunder . Analisa yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman . Berdasarkan hasil data statistik didapatkan jenis kelamin laki-laki 44 siswa (44,4%) dan perempuan 55 siswa (55,6%) Sebagian besar umur rata-rata responden 13,35 tahun . Tingkat pengetahuan remaja putra sebagian besar adalah cukup yaitu sebanyak 28 (63,6%) dan yang baik yaitu sebanyak 4(9,1%) dan yang kurang yaitu sebanyak 12(27,3%) sedangkan tingkat pengetahuan remaja putri sebagian besar adalah cukup yaitu sebanyak 42(76,4%) dan yang baik yaitu sebanyak 9(16,4%) dan yang kurang yatu sebanyak 4(7,3%) . Prilaku seksual putra sebagian besar adalah baik yatu sebanyak 21 (47,7%) dan yang cukup yaitu sebanyak 17 (38,6%) dan yang kurang baik yaitu sebanyak 6 (13,6%) dan prilaku remja putri sebagian besar adalah cukup baik yaitu sebanyak 24 (43,6%) dan yang baik yaitu sebanyak 22 (44,0%) dan yang kurang baik yaitu sebanyak 9 (16,4%). dengan p value sebesar 0,029 < 0,05 , maka ada hubungan pengetahuan tentang tanda-tanda seks sekunder dengan perilaku seksual remaja putra di SMP N 1 Karangawen Kabupaten Demak tahun 2012. sedangkan pada remaja putri didapatkan p value sebesar 0,029 < 0,05 , maka ada hubungan pengetahuan tentang tanda-tanda seks sekunder dengan perilaku seksual remaja putri di SMP N 1 Karangawen Kabupaten Demak tahun 2012Kata kunci : Pengetahuan, remaja, tanda-tanda seks sekunder, prilaku seksual.