Cahyo Nugroho, Ernes
Program Studi Sistem Komputer, STMIK AUB Surakarta

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengenalan Metamorfosis Sempurna Dan Tidak Sempurna Menggunakan Augmented Reality Budhi Sumboro; Ernes Cahyo Nugroho; Kristono Kristono; Aji Wahyu Novianto
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 29, No 1 (2023): June
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v29i1.203

Abstract

Perkembangan saat ini menjadikan teknologi semakin maju, salah satunya adalah menggunakan augmented reality, menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan  nyata lalu  menampilkan benda-benda  maya tersebut  secara  real time. Dengan menggunakan teknologi augmented reality sebagai sarana pembelajaran menjadikan proses belajar yang lebih menarik, interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi dan memberikan ruang yang lebih bagi anak-anak untuk dapat mengembangkan kreativitas dan kemandirian, sesuai dengan bakat dan minat anak-anak. Metodologi yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi augmented reality metamorfosis lengkap dan tidak lengkap ini adalah metodologi Luther Sutopo. Metodologinya terdiri dari enam fase: konsep, desain, pengumpulan material, perakitan, pengujian, dan distribution. Software yang digunakan dalam merancang aplikasi ini yaitu Unity 3D, Blender, dan Vuforia Engine. Pengujian terhadap sistem berjalan sesuai yang diharapkan penulis, dengan menggunakan metode pengujian black box testing. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang menggunakan augmented reality untuk mendeteksi metamorfosis sempurna dan tidak sempurna serta menampilkan objek 3D disertai penjelasan dan audio, yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan tahapan metamorfosis pada kecoa dan kupu-kupu.
Sistem Keamanan Rumah Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno (ATMega 328) Melalui Short Message Service Agung Koes Indarto; Ernes Cahyo Nugroho; Budhi Sumboro
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 31, No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v31i2.429

Abstract

Dalam ilmu teknologi sudah banyak penemuan yang sangat bermanfaat bagi manusia dengan salah satu penemuan itu adalah berupa sensor. Sensor adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan sering berfungsi untuk mengukur magnitude. Sensor merupakan sejenis transduser yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Kemajuan teknologi tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah sistem keamanan, karena dengan perekonomian yang sulit saat ini membuat orang bertindak kriminal dengan cara melakukan pencurian dengan target rumah-rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya, yang dapat menyebabkan kekhawatiran jika kita pergi meninggalkan rumah. Masalah tersebut di atas mendorong peneliti untuk membuat suatu sistem keamanan rumah menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR) berbasis mikrokontroler, yang dirancang dengan perangkat elektronika terdiri dari sensor PIR, sensor asap (MQ-2), dan mikrokontroler Arduino Uno (ATMega328) yang dapat digunakan sebagai penyimpan dan mengeksekusi data yang telah diprogram terlebih dahulu. Perangkat elektronika ini dapat dibentuk sebagai perangkat yang secara umun dapat mengidentifikasi keberadaan manusia serta asap dan dapat berkomunikasi dengan handphone pemilik rumah dari jarak jauh. Jika sistem ini sudah diaktifkan, maka sensor PIR bekerja mendeteksi pergerakan dan sensor MQ-2 mendeteksi kemunculan asap. Jika sensor-sensor itu mendeteksi adanya pergerakan ataupun asap, maka sensor-sensor itu akan mengirimkan data signal ke mikrokontroler untuk menjalankan script, kemudian mikrokontroler akan mengaktifkan alarm dan mengirim pesan SMS (Short Message Service) yang akan diteruskan oleh modem GSM (Global System for Mobile) untuk dikirimkan ke handphone pemilik rumah. Pemilik rumah pun dapat mengendalikan sistem dari jarak jauh melalui SMS untuk menyalakan, memadamkan, ataupun me-reset sistem ini.