Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

FUNGSI PAGUYUBAN PONOROGO DALAM MELESTARIKAN KESENIAN REOG PONOROGO DI DESA ABADI JAYA KECAMATAN MAGINTI KABUPATEN MUNA Siti Ummi Latifah; NAsruddin Suyuti; Ashmarita Ashmarita
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 6 No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3, Oktober 2017
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.974 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v6i3.500

Abstract

This study aims to identify and to describe the activities carried out by the Ponorogo Paguyuban in an effort to preserve the art of Reog in the Abadi Jaya Village, Maginti District, West Muna District. This research uses structural functionalism theory. The method is the ethnographic method with collection data by using both observational techniques, in-depth interviews, and Purposive Sampling informant selection techniques. The results show that the activities carried out by the Ponorogo Paguyuban in an effort to preserve the Reog Ponorogo arts included training activities for Jathil dancers performed twice a week, monthly social gathering and hospitality activities. Whereas the function of the Ponorogo Circle of Friends is carried out in an effort to preserve the art of Reog in the form of internalizing Jathil dancers in the art of Reog ponorogo, embracing the younger generation in an effort to preserve the art of Reog and performing to introduce Reog ponorogo art to the general public. So that this study recommends for some parties, namely community members to collaborate with schools in Abadi Jaya Village to make Reog ponorogo art as one of the subjects of local content so that efforts to preserve Reog art can run optimally.
MERANTAU PADA ORANG WANCI Irwanuddin Irwanuddin; Nasruddin Suyuti; Hasniah Hasniah
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 7 No 2 (2018): Volume 7 Nomor 2, Juni 2018
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.471 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v7i2.524

Abstract

This study aims to find out the reason for the Wanci in Wandoka Village to migrate and describe the economic life of the nomads' families before migrating and after migrating. Data collection techniques are taken through observation (observation) and in-depth interviews (in-depth interviews). Data analysis was carried out descriptive qualitative. The results of the study show that the reason for the Wanci going to wander is due to two main factors, namely (1) the natural condition (geographical) and the topography of the land / land that is not so fertile as agricultural land; (2) family economic factors, where people feel they cannot depend on farming and fishing activities; (3) employment that is relatively very rare; (4) educational factors; and (5) psychological factors. Keywords: family of wander, Wanci’s people
MODEL PENANGANAN KONFLIK SOSIAL DI KECAMATAN KATOBU KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Nasruddin Suyuti; La Ode Aris
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Februari 2016
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4436.501 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v5i1.581

Abstract

This article is the result of research with the title “analysis of social conflict in Muna society implemented in Katobu District Muna Regency”. Objective of this study was to determine the cause of social conflict in the Katobu District Muna Regency, and to know how to make a model of handling of social conflicts that occurred in the Katobu District, The study was planned for two years. The first year was 2015 had been implemented. The results of the first year of research showed that the cause of social conflict in Muna is the consumption of alcohol, misunderstanding between youths, planned violence, and conflict of interest. While the second year is 2016, the writer is trying to create a model format on handling social conflicts in Muna. This research method used in this study is a qualitative research method. To get the field data, the techniques used were techniques of observation, interviews, and documentation. While the source of the data used are primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly on the object of study or directly to the public, while secondary data is data obtained from documents or previous research results. These results indicate that the handling of social conflicts in Katobu District Muna Regency is through improving the skills of youth, opening of new jobs, and increase the intensive communication between communities. While the model of conflict resolution after extensive research it is necessary to disseminate to the government about the findings of the field in accordance with the possibility of social conflict that can be occured, after that government should make policies to implement some of the findings from the field, so that social conflict can be minimized or even eliminated.
DINAMIKA MATA PENCAHARIAAN SUKU BAJO DI DESA JAWI-JAWI KECAMATAN BUNGKU SELATAN KABUPATEN MOROWALI Intan Nurma Gandi; Nasruddin Suyuti
KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1, Januari - Juni 2021
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.746 KB) | DOI: 10.33772/kabanti.v5i1.1100

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan dinamika mata pencaharian Suku Bajo di Desa Jawi-Jawi Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali dan untuk mengetahui alasan terjadinya dinamika mata pencaharian Suku Bajo di Desa Jawi-Jawi Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali. Teori yang digunakan adalah teori Strategi Adaptasi dari John W. Bennet.Dan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang dilakukan dengan mengumpulkan data melalui pengamatan (observasi) dan wawanvara (interview) sehingga data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dinamika mata pencaharian yang terjadi pada masyarakat Suku Bajo di Desa Jawi-Jawi disebabkan oleh faktor kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat, peralatan tangkap yang kurang memadai, sumber daya laut semakin berkurang, dan faktor alam. Dari beberapa faktor tersebut membuat masyarakat Suku Bajo di Desa Jawi-Jawi melakukan beberapa pekerjaan lain dengan alasan akan menggunakan waktu kosong saat tidak melakukan pekerjaan menjadi nelayan ketika terjadi cuaca yang kurang baik, tetapi tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai nelayan. Dari pekerjaan sebelumnya sebagai nelayan terbentuk beberapa jenis pekerjaan, anatara lain yaitu, budidaya rumput laut, petani, pertukangan, pedagang.
KELOR (BHANGGAI) PADA ORANG MUNA DI DESA MASALILI KECAMATAN KONTUNAGA KABUBUPATEN MUNA Nur Haliza; Nasruddin Suyuti
KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2, Juli - Desember 2021
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.389 KB) | DOI: 10.33772/kabanti.v5i2.1282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan alasan orang Muna di Desa Masalili tidak mengembangkan kelor sebagai ketahanan ekonomi keluarga dan untuk mengetahui upaya pemerintah setempat dalam mengembangkan tanaman kelor sebagai ketahanan ekonomi keluarga. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember-Februari 2020. Penelitian ini menggunakan teori Ekonomi Subtantif dari Scott Cook, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penelitian lapangan dengan dua metode yakni pengamatan (observation) dan wawancara mendalam (indeepth interview). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan metode penelitian etnografi.Hasi penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat Desa Masalili belum mengetahui manfaat dan nilai ekonomis dari tanaman kelor dan juga mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai pengrajin tenun, sementara Pemerintah Desa Masalili Kecamatan Kontunaga masih berupa perencanaan untuk mengembangkan dan membudidayakan tanaman kelor agar menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakt. Penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Masalili perlu dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mengembangkan tanaman kelor sebagai ketahanan ekonomi keluarga.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS BUDAYA : (STUDI PADA OBJEK WISATA TAMBORASI DI DESA TAMBORASI KECAMATAN IWOIMENDAA KABUPATEN KOLAKA Aminadap Aminadap; Nasruddin Suyuti
KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi Vol. 7 No. 1 (2023): Volume 7, Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemerintah dan masyarakat desa Tamborasi dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya pada Objek Wisata Tamborasi di Desa Tamborasi, Kecematan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka. Informan dalam penelitian ini adalah 13 orang yang telah lama bertempat tinggal di sekitar objek wisata Tamborasi serta perangkat pemerintah Kabupaten Kolaka yang berada di Desa Tamborasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif sehingga pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatis dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran Pemerintah Daerah dan Masyarakat Desa Tamborasi dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya pada Objek Wisata Tamborasi di Desa Tamborasi Kecamatan Iwoimendaa Kabupaten Kolaka yakni dengan memanfaatkan sumber daya dan peluang yang dimiliki, memberikan pendidikan tentang kepariwisataan kepada masyarakat, meningkatkan kerjasama dengan pemerintah, meningkatkan promosi, menetapkan Perdes untuk sterilasi kawasan wisata, meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan objek wisata, pengelolaan dan penataan sarana dan prasarana, bekerja sama dengan pemerintah dan swasta, serta menjaga budaya masyarakat yang sudah ada. (2) Faktor pendukung dalam pengembangan Objek Wisata Tamborasi yakni potensi alam, kondisi keamanan yang baik, suasana objek wisata yang memberikan kenyamanan, dan keadaan jalan yang sudah baik. Sedangkan faktor penghambatnya yakni jarak tempuh yang jauh dengan kota Kendari, promosi objek wisata yang masih kurang, program pengembangan objek wisata yang masih sederhana, keterbatasan anggaran untuk biaya sarana dan prasarana objek wisata, serta kurangnya tenaga kerja profesional dalam pengelolaan objek wisata.
Pemberdayaan Kelompok Lansia Dalam Mengolah Sampah Plastik Rumah Tangga Menjadi Paving Block Di Desa Toli-Toli Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe Aso, La; Sifatu, Wa Ode; Marhadi, Akhmad; Suyuti, Nasruddin; Laxmi, Laxmi; Muh. Zulfikar, La Ode
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 10, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.10.1.35-42.2024

Abstract

Desa Toli-toli merupakan pusat lalu lintas masyarakat dari Kota Kendari ke berbagai destinasi wisata alam, seperti pantai Toronipa, Air terjun Wonua Momahe, Pantai Batu Gong, dan sebagainya. Untuk itu perlu pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan pemberdayaan kelompok LANSIA dan di Sulawesi Tenggara (Sultra) LANSIA belum menjadi perhatian. Melalui kegiatan pengabdian ini, masyarakat dan pemerintah setempat diberikan pemahaman dan praktik mengolah sampah rumah tangga menjadi Paving Blok berbahan plastik yang tertolak oleh pemulung sampah lainnya. Metode pelaksanaannya ; praktek atau penerapannya yang berupa contoh yang langsung dipraktikkan. Solusi yang ditemukan warga dari kelompok LANSIA dan Aparat Desa Toli-toli sangat bersemangat dan antusias telah mendapatkan pelatihan mengenai cara mengolah sampah plastik menjadi Paving Block. Target luaran yang ingin dicapai dalam kegiatan ini antara lain anggota kelompok LANSIA memiliki pemahaman yang baik mengenai bahaya sampah plastik juga berserahkan di lingkungan mereka. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah: 1) penyuluhan mengenai bahaya sampah plastik bagi kehidupan di Bumi, 2) pemberian contoh cara pembuatan Paving Blok dari plastik.
Makna Simbolik Tradisi MAPPACCI Winda, Nur Hikmah; Suyuti, Nasruddin; Purwitasari, Paramitha
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 4 No. 3 (2024): September - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v4i3.1994

Abstract

This study investigates the symbolic meaning of tradition and tries to explain the Mappacci symbols of Bugis Traditional weddings in Pomburea Village, East Kolaka Regency, Lambandia District. The employed qualitative descriptive research methodology in this research is Charles Sanders Pierce's semiotic analysis. The research data comes from the symbols used in the Bugis Traditional Mappacci wedding procession from the Pomburea Village community. This study shows that mapacci is used in three main stages: Mapacci, Barasanji, and Khamatal Al-Qur'an. 2) The Mappacci ceremony, which is interpreted as "clean" and "holy", aims to cleanse the soul and body of the bride and groom before starting household ark by cleaning everything, including "Mappaccing ati" (clean heart), "Mappaccing nawanawa" (clean mind), "Mappaccing pangkaukeng" (clean actions and behavior), and "Mappaccing ateka" (clean faith) and the symbolic meaning of the Mappacci process is: (1) The pillow represents honor, glory, dignity, and mutual respect (sipakatau); (2) the silk sarong represents self-respect, sitat istikamah, and perseverance; (3) the leaves of banana shoots represent mutual connection or continuous life; (4) the leaves of jackfruit represent noble ideals or hope and honesty; (5) the leaves of pacci represent cleanliness or purity; and (6) rice represents well-developed, blooming, and good living creatures.(8), means unity, (9) young coconut and brown sugar: both represent sweetness
VARIASI BENTUK DAN MOTIF GAMBAR CADAS GUA METANDUNO DAN GUA LIANG KOBORI Rasyidu, Muhammad; Dirman, Laode; syahrun, Syahrun; Suyuti, Nasruddin; laxmi, Laxmi; Sifatu, Wa ode; la aso, La Aso
Jurnal Penelitian Budaya Vol 9, No 1 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v9i1.47855

Abstract

Munculnya seni cadas terutama pada gua metanduno dan liang kobori disebabkan kecenderungan manusia untuk memilih gua dan tempat khusus sebagai tempat tinggal karena kebutuhan akan tempat tinggal yang lebih aman, pada panil–panil di gua tersebut memiliki variasi gambar bervariasi gambar abstrak gambar manusia, benda budaya dan gambar motif binatang Tujuan Penelitian ini adalah: Menganalisis variasi bentuk dan motif gambar cadas pada kawasan situs Metanduno dan Liang Kobori,. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, lapangan (observasi), wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara melalui tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa terdapat variasi motif bentuk kuda sebanyak 40 gambar pada gua metanduno, dengan variasi gambar berpenunggang, berpenunggang dengan senjata atau memegang sesuatu, dan juga motif kuda tidak berpenunggang, berdasarkan jenis warna bahan 15 berwarna merah kehitaman dan 25 berwarna motif berwarna jenis kuning kecoklatan, gua kobori terdapat 12 gambar kuda, variasi bentuk dengan penunggang. Motif manusia di gua Metanduno 114 motif variasi bentuk menaiki perahu, dan kuda, dan juga motif individu manusia, gua kobori untuk motif manusia terdapat 59 gambar dengan variasi warna coklat kekuningan 7 motif dan hitam 1 motif dan merah kehitama 51. Motif Perahu pada gua metanduno gambar perahu ada 24 gambar motif, mendominasi variasi warna dominan warna coklat kekuningan, variasi warna coklat kemerahan dengan bentuk tanpa layar dan pada gua kobori terdapat 3 motif dengan variasi bentuk menggunakan layar dan dayung
Performativitas Gender dan Narasi Queer dalam Film: Kajian Komparatif atas "Portrait of a Lady on Fire," "Brokeback Mountain," dan "Memories of My Body" Berdasarkan Pemikiran Judith Butler Al Farisi, Salman; Suyuti, Nasruddin; rasiah, Rasiah; la aso, La Aso
Jurnal Penelitian Budaya Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v8i2.46786

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi performativitas gender dan narasi queer dalam tiga film berbeda, yaitu "Portrait of a Lady on Fire," "Brokeback Mountain," dan "Memories of My Body." Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran Judith Butler untuk menganalisis bagaimana karakter-karakter dalam film-film tersebut membentuk identitas gender melalui tindakan performatif. Metode kajian komparatif digunakan untuk mengeksplorasi perbedaan dan kesamaan dalam representasi performativitas gender dan narasi queer di ketiga film tersebut. Analisis film ini difokuskan pada cara ketiga film menggambarkan konstruksi identitas gender, pengelolaan performativitas gender, dan realisasi narasi queer. Hasil penelitian ini menunjukkan variasi dalam performativitas gender dan narasi queer antara ketiga film tersebut. Interpretasi karakter dalam konteks pemikiran Judith Butler memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana keberagaman pengalaman gender dan queer tercermin dalam karya seni visual seperti film. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman representasi gender dan queer dalam konteks seni visual dan menggambarkan pentingnya pemikiran teoretis Judith Butler dalam menganalisis performativitas gender. Kata kunci: performativitas gender, narasi queer, "Portrait of a Lady on Fire," "Brokeback Mountain," "Memories of My Body," Judith Butler