Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

MORUMBANDOLE : PERUBAHAN TRADISI PERNIKAHAN PADA SUKU TOLAKI DI KECAMATAN ABUKI, DI KABUPATEN KONAWE Wulandari, Kiki Reski; Suyuti, Nasruddin; Taalami, La Ode
Jurnal Penelitian Budaya Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.237 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v3i1.7788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pelaksanaan perkawinan morumbandole, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya proses morumbandole, dan implikasi proses pernikahan morumbandole bagi suku Tolaki di Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Data primer dan data sekunder dikumpulkan dan selanjutnya tahap penyeleksian teori untuk mengkaji data. Data yang  telah diseleksi  kemudian dianalisis dan hasilnya dideskripsikan atau dipaparkan sebagai hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pernikahan morumbandole pada suku Tolaki di Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe adalah suatu proses pernikahan dengan cara melakukan 4 tahapan pernikahan, yaitu, mondutudu, melosoako, mowawo niwule, dan mowindahako pada satu waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak keluarga calon mempelai laki-laki dan perempuan. Faktor-faktor penyebab terjadinya morumbandole adalah: (1) faktor ekonomi, (2) faktor waktu, (3) faktor pekerjaan, (4) faktor kesepakatan kedua pihak keluarga, dan (5) perkawinan campuran atau amalgamasi.Implikasi positif dari proses pernikahan morumbadole, yaitu: (1) memudahkan dalam hal penjagaan anak gadis yang telah dilamar, (2) efesiensi ekonomi, (3) efisiensi waktu, (4) tidak merepotkan keluarga kedua pihak calon mempelai. Sedangkan implikasi negatif proses pernikahan morumbandole, yaitu (1) bentuk nilai-nilai simbolik yang mengalami reduksi, (2) masyarakat akan cenderung berpikir lebih instan dalam hal pelaksanaan adat pernikahan, dan (3) pelaksanaan yang berlangsung secara terus-menerus dan cukup lama, mengakibatkan para generasi muda Tolaki kedepannya tidak akan lagi mengetahui tradisi adat pernikahan secara ideal.Kata Kunci:morumbandol, tradisi pernikahan, suku Tolaki
WAHDAH ISLAMIYAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER MASYARAKAT DI KOTA KENDARI Purwana, Nanang; Suyuti, Nasruddin; Momo, Abdul Halim
Jurnal Penelitian Budaya Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.696 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v6i1.15332

Abstract

The purpose of this study is to examine and understand the forms, functions, values, moral change of the people of Kendari City after getting a character education provided by Wahdah Islamiyah. In this study, the data were obtained through structured observation and interviews of 12 administrator of Wahdah Islamiyah Kendari and 17 Kendari City resident who participated in character building in Wahdah Islamiyah of Kendari City, and conducted observations on matters relating to character building carried out by Wahdah Islamiyah towards the people of Kendari City. Furthermore, all research objects were analyzed qualitatively descriptive. The results showed that the character building carried out by Wahdah Islamiyah towards the people of Kendari City is a goal that was not contrary to the goal of character building launched by the Kendari City government towards its people. In order to increase the faith and piety of the people of Kendari City, the government has launched a program to liberate the illiteracy of the Qur'an and improve the morals of the people of Kendari City. In line with what was done by Wahdah Islamiyah who did the character building of the city of kendari by using several coaching approaches namely the mental and spiritual coaching approach, leadership, training, academic, competition, and amaliya. All of these approaches function to make the people of Kendari City have good character values and have strong in faith and devotion to Allah Subhanahu Wata’ala. The character values contained in the character building carried out by Wahdah Islamiyah towards the people of Kendari City are religious values, tolerance, discipline, hard work, honesty, respect for achievement, care for the environment, care for the social and responsibility. The values of the formation of these characters can be identified from the activities carried out by the people who participate in coaching in Wahdah Islamiyah as well as from their attitudes and behavior patterns after they get character development done by Wahdah Islamiyah in Kendari City.Keywords: Formation of character by Wahdah Islamiyah, form, function, and character values of the people of Kendari City.
PELESTARIAN KERAJINAN PERAK (KENDARI WERK): Studi di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tenggara Hayunira, Sasadara; Suyuti, Nasruddin; Taena, La
Jurnal Penelitian Budaya Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.823 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v3i1.7861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan Perak Kendari, dan untuk menganalisis pelestarian dan hambatan Perak Kendari yang dihadapi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan teori adaptasi dengan menerapkan pendekatan berorientasi tindakan untuk mencari jawaban atas pertanyaan penelitian.Data utama dari penelitian ini adalah perak dan pemangku kepentingan terkait, sedangkan data pendukung adalah perak yang digunakan di Perak Kendari. Peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan cara reduksi data, penyajian data, dan sampai pada kesimpulan, berdasarkan akumulasi data dan bukti yang valid untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses kerajinan perak melewati tahap-tahap berikut: perencanaan, menyiapkan bahan dan alat, membuat pola, mengisi pola menggunakan teknik kerawang, menyolder, memotong, membentuk, dan menyelesaikan. Upaya pelestarian yang telah dilakukan oleh Dekranasda Sultra meliputi pelatihan, kerja sama, pemasaran dan peragaan produk, menjadi fasilitator, dan ikut serta dalam pameran dan kontes perhiasan. Di antara kendala yang ditemukan dalam pelestarian adalah kurangnya pengrajin perak, permintaan akan modal besar, dan perkembangan tren perhiasan yang cepat. Kata kunci: Pengembangan, kerajinan perak Kendari, perak                   Kendari
RAGAM DAN FUNGSI PANTUN PADA MASYARAKAT SUKU BAJO DI DESA BOKORI KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Abidin, Marwan; Suyuti, Nasruddin; Ali Basri, La Ode
Jurnal Penelitian Budaya Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.652 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v5i2.14910

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ragam dan fungsipantun pada masyarakat Bajo di Desa Bokori Kecamatan Soropia, KabupatenKonawe. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakanmetode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Desa BokoriKecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Data dari informan langsung dilapanganyang menguasai atau pembicara asli pantun yang menjadi objek penelitian ini.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah peneliti instrumen utama,wawancara, alat perekam dan dokumentasi Teknik analisis data adalah denganmenggunakan teknik pendekatan struktural. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa Pantun pada masyarakat Bajo memiliki ragam: (a) Pantun bertema nasihat,(b) Pantun berhubungan dengan kepercayaan/agama, dan (c) pantun tentangpercintaan. Fungsi pantun itu sendiri adalah:(a) sebagai hiburan, (b) sebagai mediamengungkapkan perasaan, (c) sebagai nasihat, dan (d) sebagai pelestariantradisi/budayaKata Kunci: Ragam, fungsi, pantun, masyarakat Bajo
PERUBAHAN BUDAYA SITULUNG-TULUNG DALAM PROSESI PERKAWINAN PADAMASYARAKAT BUGIS DI DESAMOKUPA KECAMATANLAMBANDIA KABUPATEN KOLAKA TIMUR Hernawati, Hernawati; Suyuti, Nasruddin; Ali Basri, La Ode
Jurnal Penelitian Budaya Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.644 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v5i2.14907

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan dan menganalisisbentuk perubahan situlung-tulung dalam prosesi perkawinan masyarakat Bugis diDesa Mokupa Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur, (2) faktor penyebabperubahan budaya situlung-tulung dalam prosesi perkawinan masyarakat Bugis diDesa Mokupa Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur. Jenis penelitian iniadalah kualitatif. Informan penelitian menggunakan teknik snowball, yaitu carapenentuan informan dilakukan secara bertahap. Metode pengumpulan data dalampenelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan perekamankejadian. Teknis analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini mengacu padamodel analisis Miles dan Haberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bentuk perubahan budayasitulung-tulung dalam prosesi perkawinan masyarakat Bugis di Desa Mokupa, saatini tidak memberlakukan lagi keikhlasan dalam melakukan suatu pekerjaan secarabersama-sama untuk menyelesaikan kepentingan individu atau kelompok, (2) faktorpenyebab perubahan budaya situlung-tulung dalam masyarakat Bugis yakni (a)kemajuan teknologi yang merubah pola fikir, (b) faktor ekonomi yang menuntutmasyarakat mendahulukan kebutuhan pribadi daripada kebutuhan umum.Kata Kunci : Perubahan, budaya situlung-tulung, masyarakat Bugis
Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil di Rampea Jaya Desa Burangasi Rumbia Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara Nasruddin Suyuti
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 Oktober 2012
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1616.963 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v1i1.33

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan persiapan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) pada calon lokasi pemukiman Rampea Jaya, antara lain untuk meningkatkan taraf hidup/kesejahteraan masyarakat melalui program (1) penyediaan sarana dan prasarana sosial ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan dasar Komunitas Adat Terpencil (KAT); (2) penyiapan SDM KAT yang berkualitas dan mandiri agar mampu menyerap nilai-nilai baru yang muncul bersamaan dengan program pembangunan yang diterapkan, tanpa harus melepaskan nilainilai budaya tradisional yang dianut dan telah berakar dalam kehidupan mereka secara turuntemurun; dan (3) peningkatan peran aktif KAT dalam rangka memelihara dan mendaya gunakan potensi pembangunan di bidang sosial, ekonomi dan budaya, serta lingkungan setempat.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik wawancara mendalam dan partisipasi observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kepala keluarga yang tergolong kategori komunitas adat terpencil di Rampea Jaya sebanyak 76 KK (323 jiwa); dengan kondisi kehidupan kominitas adat terpencil (KAT) di Rampea Jaya memiliki rumah kurang layak huni, kehidupan keluarga kurang memenuhi kriteria hidup sehat, kesadaran tentang arti dan manfaat pendidikan formal sangat rendah, pemanfataan lahan kurang maksimal, belum ada bimbingan dan penyuluhan yang intensif dari berbagai sektor; kesediaan calon warga binaan untuk diberdayakan dalam Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil sangat tinggi; pemantapan rencana pemberdayaan komunits adat terpencil di Rampea Jaya, telah didukung oleh surat hibah dari warga yang memiliki lahan yang disaksikan oleh tokoh masyarakat (parabela) serta dukungan dari pemerintah setempat, dan SKPD yang terkait seperti Dinas Kehutanan; dengan mempertimbangkan aspirasi calon warga binaan dan aparat Desa Burangasi Rumbia serta hasil pengkajian/pengamatan lapangan, maka pengkaji menetapkan bahwa calon lokasi pemberdayaan di Rampea Jaya, dinilai layak untuk dijadikan lokasi pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil tahun 2013; dan calon lokasi yang ditetapkan dinilai cukup memiliki berbagai sumberdaya yang potensial dikembangkan untuk mendorong peningkatan kesejahteran warga KAT. Kata kunci : pemberdayaan komunitas adat terpencil, sumber daya yang potensial
Pengobatan Tradisional Suku Bajo di Desa Tanjung Pinang Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Nasruddin Suyuti; La Ode Aris
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 3 No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1, Februari 2014
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6105.969 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v3i1.65

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini terfokus pada pengobatan tradisional suku Bajo di Desa Tanjung Pinang Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pengobatan tradisional yang terdapat pada suku Bajo di Desa Tanjung Pinang Kecamatan Kusambi KabupatenMuna, teknik atau cara dalam meramu atau membuat obat tradisional untuk menyembuhkan suatupenyakit dan efektivitas atau yang dirasakan pasien setelah dilakukan pengobatan. Teknikpengumpulan data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Untuk memperolehdata tersebut dapat menggunakan pedoman wawancara, semantara alat bantu yang digunakanberupa alat perekam dan alat dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian iniadalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa etiologi penyakit dalamkonsepsi orang Bajo di Desa Tanjung Pinang disebabkan oleh dua hal yaitu makhluk halus berupa jinatau setan dan faktor alamiah. Penyakit yang disebabkan oleh jin dan setan hanya dapat disembuhkanmelalui penguatan tradisional melalui perantara seorang dukun, sementara penyakit yang disebabkan oleh faktor alamiah dapat diobati menggunakan pengobatan rumah sakit atau medis modern.Sementara, penyebab penyakit menurut pemahaman orang Bajo disebabkan oleh hukuman dariTuhan, hila sumanga’na (hilang badan halusnya), penyakit kamaluta, dan penyebab penyakit karenadicalla ale nabima di lao. Penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh sistem personalistik yaitumelalui media air putih yang dibacakan mantera, meniup langsung pada bagian tetentu pada sipenderita, atau berkomunikasi dengan si penderita. Sementara pengobatan dengan sistemnaturalistik yaitu melalui ramuan tanaman obat yang ada di lingkungan mereka. Kata kunci: penyakit, pengobatan, suku Bajo.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat pada Objek Wisata Toronipa Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara Nasruddin Suyuti; Hartini .
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 3 No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3, Oktober 2014
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.463 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v3i3.109

Abstract

This article is the result of research on community-based tourism development strategy conducted on one of the tourism object, Toronipa beach, in Konawe Southeast Sulawesi Province. The problem of this research is to develop the potential of natural resources and human resources in the vicinity of the object Toronipa to support the development of community-based tourism in Konawe. The next problem is how to implement a strategy to support the development of tourism. To obtain field data, the study used two types of data; primary and secondary data. Methods of data collection using the method of observation and interviews, while the analysis of data using qualitative data analysis. The results indicate that a wide range of facilities available, such as a villa owned by the former Governor Ali Mazi, gazebo, public toilets, trash cans, guardhouse, and the lighting. While various types of businesses developed by the community in the form of a kiosk business, tire leasing, leasing mat, canoe and inflatable boats rentals. Community-based tourism development strategy in the tourism oject of Toronipa is community involvement in the development of the maximum attraction. Communities can perform a variety of good businesses that supply foods and beverages, various types of businesses as well as with regard to the comfort of tourists in the tour. While the strategy of community involvement in tourism development include planning development, attraction marketing, and management of a tourist attraction. Keywords: strategy development, tourism object, community.
Nelayan Rumpon (Rompo) di Desa Holimombo Jaya Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Darmin .; Nasruddin Suyuti; La Janu
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 6 No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2, Juni 2017
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2282.124 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v6i2.141

Abstract

This study aims at finding and describing the activities of rumpon fishermen in the village of Holimombo Jaya, Pasarwajo Subdistrict, Buton Regency. This research uses the functional theory of Bronislaw Malinowski that all human activities are actually to satisfy a series of needs of human beings instincts associated with their lives. Ethnographic method is the method used in this research that is using participant observation technique and indepth interview, then the data is analyzed to be described as research report. The results show that the activities of fishermen of the clumps of fishermen were conducted all the time, both in the east monsoon season (musino cimburu) of the west season (musino bhara), both day and night. Therefore, rumpon fishermen need the sacrifice of time, energy and material are not small. First, prepare the raw material for FADs; second, to make FADs; third, prepare equipment such as ship (kapala), machine (masina), newspaper (mina) and jaring (jare); fourth, take the catch; fifth, the distribution of catch and the sixth, the allocation of production. Keywords: activities, rumpon fishermen
ANALISIS KONFLIK SOSIAL YANG TERJADI PADA MASYRAKAT MUNA DI KECAMATAN KATOBU KABUPATEN MUNA Nasruddin Suyuti; La Ode Aris
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 4 No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3, Oktober 2015
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.774 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v4i3.232

Abstract

This study is an analysis of the social conflict which happens in Muna society at Katobu District of Muna Regency. The objective of this study was to determine the causes of social conflict and how to handle that social conflicts. This study used a qualitative approach. To get the data field was used several techniques that were observation, interviews, and documentation. The data sources used the primary and secondary data. Primary data is data obtained directly on the object of study or directly to the public, while secondary data is data obtained from documents or the results of studies that have been done by others. These results indicated that the social conflict in Muna society at Katobu caused by several things, such as: conflict of interest between several parties, alcohol consumption, the misunderstanding among youth, as well as acts of planned violence. Keywords: konflik, sosial, masyarakat.