Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Description Of Post-Dural Puncture Headache In Post-Caesarean Section Patients Undergoing Spinal Anaesthesia At RSUD Cilacap Annisa, Rully; Purwanti, Putri Wahyu
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v13i1.4196

Abstract

The high maternal mortality rate associated with childbirth remains a critical concern in the healthcare sector. One method employed to address delivery complications is the caesarean section. However, the use of spinal anaesthesia in this procedure can result in complications, including Post dural puncture headache (PDPH). PDPH can affect patients' postoperative activities and recovery, necessitating a deeper understanding of its incidence and contributing factors. This study aims to describe the incidence of PDPH in post-caesarean section patients at Cilacap Regional Public Hospital, as well as to understand the factors affecting the occurrence of PDPH and the pain levels experienced by patients postoperatively. A quantitative appchach with a descriptive design was utilized in this study. The research sample comprised post-caesarean section patients who received spinal anaesthesia at the hospital. Data were collected through direct observation and interviews, using observation sheets and the Numerical rating scale (NRS) to measure pain levels. The results indicated that among the total patients who underwent caesarean section with spinal anaesthesia, a portion experienced PDPH with varying pain levels. Specifically, 17 respondents (56.7%) experienced PDPH, while 13 (43.3%) did not. Factors influencing the occurrence of PDPH included age, body mass index (BMI), number of punctures, needle size, and previous history of PDPH. This study concludes that the incidence of PDPH in post-caesarean section patients is significant, with certain factors contributing to the risk of developing PDPH. The findings of this research contribute to a deeper understanding of PDPH complications in post-caesarean section patients and provide a basis for future research development in this field.
Pemberdayaan Badan Usaha dan Amal Nasyiatul Aisyiyah “Al Faza” PCNA Rawalo Kabupaten Banyumas Annisa, Rully; Ching Cing, Marta Tania Gabriel; Winarni, Dwi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Persyarikatan Muhammadiyah merupakan naungan organisasi yang terdiri dari Muhammadiyah –Aisyiyah beserta organisasi otonom lainnya dan amal usaha yang dmiliki. Badan Usaha dan Amal Nasyiatul Aisyiyah (BUANA) diharapkan mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi anggota dan pengurus Nasyiatul Aisyiyah. Manfaat dari berorganisasi tidak hanya berupa keuntungan materi. Anggota juga dapat memperoleh ilmu, informasi, jaringan usaha, serta pengalaman berharga. Pemberdayaan ekonomi umat merupakan upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Islam dari kondisi ketidakmampuan, sekaligus membebaskan mereka dari jerat kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi. Pentingnya kemandirian menjadi fokus utama dalam membangun daya saing dan kesejahteraan umat. Tujuan: Untuk membangun kemandirian ekonomi umat melalui badan usaha. Metode: Metode yang akan digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, pengenalan dan penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program sebagai sebuah solusi. Hasil: Sebagian besar mengalami peningkatan kemampuan peran SDM, sumber daya operasional seperti alat-alat produksi, dan peningkatan produksi. Kesimpulan: Hasil dari Kegiatan pemberdayaan ini dapat dijadikan indikator untuk mencapai tujuan pemberdayaan Sumber daya manusia guna pengembangan Badan Usaha dan Amal Nasyiatul Aisyiyah (BUANA) yang optimal dan baik. Maka dari itu diperlukan keberlanjutan program dengan diadakannya kunjungan berkala dan Focus group discussion (FGD) sebagai evaluasi jangka Panjang. Kata kunci : amal usaha, kader, nasyiatul aisyiyah, pemberdayaan ___________________________________________________________________________ Abstract Background: Muhammadiyah Association is an umbrella organization comprising Muhammadiyah-Aisyiyah, along with other autonomous organizations and charitable businesses. Nasyiatul Aisyiyah Business and Charity Agency (BUANA) is expected to generate economic value while opening employment opportunities for members and administrators of Nasyiatul Aisyiyah. The benefits of organizing extend beyond material benefits. Members can also gain knowledge, information, business networks, and valuable experience. Empowering the economic community is an effort to improve the dignity of the Islamic community from a state of inadequate conditions of inability, while freeing them from the shackles of poverty and economic backwardness. The importance of this independence is a primary focus in building competitiveness and a welfare community. Objective: To build the economic independence of the community through business entities. Method: The methods that will be used include socialization, training, introduction and application of technology, mentoring and evaluation, and program sustainability as a solution. Result: Most experienced an increase in the ability of the role of human resources, operational resources such as production tools, and increased production. Conclusion: The results of this empowerment activity can be used as an indicator to achieve the goal of empowering human resources for the optimal and effective development of the Nasyiatul Aisyiyah Business and Charity Agency (BUANA). Therefore, program sustainability is needed, with regular visits and focus group discussions (FGDs) as long-term evaluations. Keywords: charity, cadres, nasyiatul aisyiyah, empowerment
The Effect of Endorphin Massage on Anxiety Levels in Preoperative Caesarean Section Patients with Spinal Anesthesia at RSI Purwokerto Ananda, Reva; Annisa, Rully
Indonesian Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Health Journal
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/ihj.v4i1.658

Abstract

The level of anxiety in preoperative caesarean section patients who receive spinal anesthesia can affect physiological and psychological responses that affect surgical outcomes. Endorphin massage therapy is a relaxation technique that aims to increase endorphin production and reduce anxiety. The purpose of this study was to determine the effect of endorphin massage therapy on the anxiety level of patients before cesarean section with spinal anesthesia at RSI Purwokerto. This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach without a control group. The sample consisted of 30 preoperative caesarean section patients selected using purposive sampling technique. Anxiety level was measured using HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) questionnaire before and after endorphin massage therapy. Data analysis was performed using paired statistical tests. The results showed a decrease in the patient's anxiety level before the massage intervention of 23.23 and after the intervention of 11.90, these results indicate the average difference in anxiety scores in preoperative caesarean section mothers is 11.23. Wilcoxon statistical test showed the result (p<0.05). With the conclusion that endorphin massage therapy effectively reduces anxiety levels in patients undergoing cesarean section with spinal anesthesia. This intervention can be used as a non-pharmacological method to reduce patient anxiety before surgery.
Menjaga Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah Untuk Kesehatan Jantung Dengan Konsumsi Minuman Herbal Teh Hijau Annisa, Rully; Tania, Marta; Kurnia, Dwi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.131

Abstract

Latar belakang: Penyakit jantung koroner adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah arteri koroner jantung. Hal ini terjadi karena Tinggi nya kadar kolesterol dapat menyebabkan aterosklerosis pada pembuluh darah Akibat dari penyempitan pembuluh darah tersebut aliran darah ke jantung akan kekurangan oksigen yang dapat menimbulkan gejala nyeri dada yang merupakan gejala khas penyakit jantung koroner. Penyakit kardiovaskuler termasuk penyakit jantung yang dapat menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Sebuah riset menunjukkan bahwa konsumsi Teh hijau dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat. Selain itu, Teh hijau juga mengandung asam fenolik, yang dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Tujuan: Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang Penyakit jantung koroner dan faktor penyebabnya diantaranya peningkatan kolesterol dan tekanan darah; melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dan tekanan darah selanjutnya akan diberikan terapi pemberian teh hijau. Metode: Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan intervensi pemberian terapi herbal teh hijau yang dapat diseduh dengan air panas dengan suhu 80-90°C lalu diamkan sejenak sampai teh menjadi hangat dan diminum hingga habis. Teh hijau dapat dikonsumsi sebanyak 3-4 kali sehari dan sebaiknya tidak mencampur dengan bahan lain seperti gula atau susu dan pengukuran kolesterol dan tekanan darah dengan pre-test dan post-test. Selanjutnya  Data dianalisis menggunakan paired T-test. Hasil: Didapatkan perbedaan signifikan perubahan kadar kolesterol dan nilai tekanan darah sebelum dan setelah intervensi (p=0,000). Kesimpulan: Pemberian terapi herbal menggunakan teh hijau dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Kata kunci: kolesterol, penyuluhan, teh hijau, tekanan darah tinggi, terapi herbal __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Coronary heart disease is caused by the narrowing of the coronary arteries of the heart. It happens because high cholesterol levels can cause atherosclerosis in blood vessels. The result of the narrowing of these blood vessels, and blood flow to the heart will deprive of oxygen which can cause symptoms of chest pain is a typical symptom of coronary heart disease. Cardiovascular diseases, including heart disease, can cause the highest death in the world. Research shows that consumption of green tea can lower total cholesterol and bad cholesterol. In addition, green tea also contains phenolic acids, which can reduce the risk of coronary heart disease. Objective: This Community Service Program aims to provide knowledge about coronary heart disease and its causative factors, including increased cholesterol and blood pressure; Checking cholesterol levels and blood pressure will then be given green tea therapy. Method: The method used is socialization and intervention in the provision of green tea herbal therapy can brew with hot water at a temperature of 80-90°C, then let stand for a while until the tea becomes warm, and drink it until it runs out. Green tea can be consumed 3-4 times a day and should not mix with other ingredients such as sugar or milk and cholesterol and blood pressure measurements with pre-test and post-test. Furthermore, data were analyzed using paired T-test. Result: Results: There were significant differences in changes in cholesterol levels and blood pressure values before and after the intervention (p=0.000). Conclusion: Giving herbal therapy using green tea can reduce cholesterol levels and high blood pressure. Keywords: cholesterol, counseling, green tea, high blood pressure, herbal therapy
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA TINGKAT II DAN TINGKAT III DALAM MENGHADAPI UJIAN OSCE PRODI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN Amelinda, Fitri; Annisa, Rully; Mahmud, Uus Husni
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): Edisi Januari-Juni 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v9i1.1170

Abstract

PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA TINGKAT II DAN TINGKAT III DALAM MENGHADAPI UJIAN OSCE PRODI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN Fitri Amelinda F1, Rully Annisa2, Uus Husni2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Latar Belakang Penelitian: Rasa cemas sering dialami mahasiswa keperawatan salah satunya saat menghadapi ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE).OSCE adalah suatu format uji untuk mengetahui kompetensi keterampilan mahasiswa. Tata caranya mahasiswa diminta untuk mendemonstrasikan skillsnya di hadapan penguji. OSCE merupakan salah satu stresor yang memicu timbulnya kecemasan pada mahasiwa. Kecemasan adalah suatu keadaan patologis yang ditandai oleh perasaan ketakutan disertai tanda somatik Mahasiswa yang mengalami kecemasan ini dengan rentang cemas tinggi, cemas sedang dan cemas ringan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui adakah perbedaan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat II dan tingkat III dalam menghadapi ujian OSCE Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UMC Metode: menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional, dengan menggunakan pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Dengan Jumlah sampel 76 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan alat ceklis skala TAI-G yang sudah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Teknis analisa menggunakan Uji Independent T-test Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Independent T-tes Nilai p = 0,710 (dimana p>0,05) maka dapat disimpulkan tidak adanya perbedaan kecemasan yang signifikan pada mahasiswa Ilmu Keperawatan FIKES UMC tingkat II dan tingkat III, nilai t hitung -1,235 yang menunjukan bahwa tingkat kecemasan pada tingkat II lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat III dalam menghadapi ujian OSCE Kesimpulan: Pada mahasiswa tingkat II memiliki tingkat kecemasan sedang sebanyak sebanyak 14 responden (53,8%) sedangkan pada tingkat III sebanyak 33 responden (66%). Tidak adanya perbedaan tingkat kecemesan yang sigifikan pada mahasiswa tingkat II dan Mahasiswa tingkat III dalam menghadapi ujian OSCE Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UMC. Kata kunci: Kecemasan, OSCE
Hubungan Lama Terapi Hemodialisa dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon Pauziyah, Pini; Annisa, Rully; Husnul Fauzia, Yuniko Febby
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Edisi Juli-Desember 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i2.1187

Abstract

Hubungan Lama Terapi Hemodialisa dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon Pini Pauziyah1, Rully Annisa2, Yuniko Febby Husnul Fauzia2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit gagal ginjal kronik merupakan salah satu masalah utama kesehatan di dunia, sekitar 1,5 juta orang harus menjalani hemodialisa. Hemodialisa adalah salah satu terapi pengganti ginjal yang dilakukan pada pasien gagal ginjal kronik tahap akhir. Kecemasan dapat terjadi jika seseorang mengalami perasaan takut yang ditandai dengan rasa cemas berlebih serta kekhawatiran akibat penyakit kronis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan lama terapi hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa RS Sumber Waras Cirebon. Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 40 responden. Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan Accidental Sampling yaitu metode ini didasarkan pada kenyataan bahwa mereka kebetulan muncul. Hasil Penelitian : Hasil uji statistik diperoleh p-value ? a dengan nilai (p-value = 0,000) yang menunjukkan bahwa Ha diterima artinya ada hubungan antara lama terapi hemodialisa dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di RS Sumber Waras (p = 0,000, a ? 0,05). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan nilai (p-value: 0,000 a ? 0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara lama terapi hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon. Kata Kunci : Lama Terapi Hemodialisa, Tingkat Kecemasan, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa
Hubungan Motivasi Belajar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa Tingkat III Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon Nopiyanti, Mela; Annisa, Rully; Alfiani, Fitri
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Edisi Juli-Desember 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i2.1189

Abstract

Hubungan Motivasi Belajar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa Tingkat III Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon Mela Nopiyanti1, Rully Annisa2, Fitri Alfiani2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Latar Belakang Penelitian : Salah satu indikator suatu negara dapat dikatakan memiliki pendidikan yang baik apabila Perguruan Tinggi (PT) yang ada didalamnya memiliki prestasi yang baik dan dapat menghasilkan kualitas lulusan sarjana yang kompeten. Kualitas yang baik dapat dilihat dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraihnya. IPK merupakan angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif. Motivasi belajar merupakan kekuatan yang dapat menjadi tenaga pendorong bagi mahasiswa dalam mendayagunakan potensi-potensi yang ada didalam dan diluar dirinya untuk mewujudkan tujuan belajar. Rendahnya motivasi merupakan masalah dalam belajar karena memberikan dampak bagi ketercapaian hasil belajar. Tujuan Penelitian : Mengetahui adakah hubungan motivasi belajar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa tingkat III PSIK FIKES UMC. Metode : Menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan sampel menggunakantotal sampling. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknis analisa menggunakan uji Pearson Exact. Hasil : Hasil penelitian ini sebagian besar mahasiswa memiliki motivasi belajar sedang sebanyak 40,0%, dan sebagian besar mahasiswa memiliki IPK sangat memuaskan sebanyak 56,7%. Berdasarkan Uji Pearson didapatkan P = 0,000 < 0,05, artinya ada hubungan antara motivasi belajar dengan IPK Mahasiswa Tingkat III PSIK FIKES UMC Tahun 2019. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa Tingkat III PSIK FIKES UMC Tahun 2019. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Indeks Prestasi Kumulatif, Mahasiswa.
Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap RS Paru Provinsi Jawa Barat Widyawati, Sri; Mahmud, Uus Husni; Annisa, Rully
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Edisi Juli-Desember 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i2.1193

Abstract

Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap RS Paru Provinsi Jawa Barat Sri Widyawati1, Uus Husni Mahmud2, Rully Annisa2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Latar Belakang :Rumah sakit merupakan salah satu bentuk organisasi penyelenggara pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan rawat darurat. Rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif mencakup semua aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi seluruh lapisan masyarakat . Rumah sakit dituntut harus dan mampu mewujudkan pelayanan yang efisien, efektif dan bermutu serta berorientasi pada kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan .Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap RS Paru Provinsi Jawa Barat tahun 2018.Metode Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional (potong lintang). Jumlah responden nya ada 39 orang. Kesimpulan dari penelitian ada hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap Rumah Sakit Paru Provinsi tahun 2018 dengan p value= 0,005 Kata Kunci : Mutu Pelayanan Keperawatan, Kepuasan Pasien
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Psikososial Anak Usia PraSekolah di Paud Desa Kalibuntu Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes Azizah, Yull; Tejaningsih, Oktiani; Annisa, Rully
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Edisi Juli-Desember 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i2.1195

Abstract

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Psikososial Anak Usia PraSekolah di Paud Desa Kalibuntu Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes Yull Azizah1, Oktiani Tejaningsih2, Rully Annisa2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Latar Belakang: Masa anak-anak merupakan masa keemasan, jendela kesempatan, dan masa kritis bagi perkembangan. Banyaknya gangguan pada anak seperti kurang bersosialisasi, kurang inisiatif dan banyak diam karena takut salah dalam melakukan sebuah tindakan menandakan adanya masalah psikososial pada anak. Oleh sebab itu, pentingnya pola asuh orangtua dalam mendidik anak untuk menanamkan perilaku yang baik secara sosial dan mental perlu dilakukan untuk menyiapkan masa depan yang baik. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ada hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan prikososial anak usia prasekolah di PAUD Desa Kalibuntu Losari-Brebes. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia prasekolah dan orangtua berjumlah 83 anak di PAUD Desa Kalibuntu Losari-Brebes. Sampel penelitian berjumlah 61 responden yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data pola asuh orangtua menggunakan instrumen Parenting Styles and Dimensions Quetionnaire-Short Version (PSDQ) sedangkan data perkembangan psikososial menggunakkan instrumen Veneland Social Maturity Scale (VSMS). Analisa bivariat menggunakkan Uji Chi-Square dan Uji Komogorov-Smirnove. Hasil: Uji statistik menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orangtua di PAUD Desa Kalibuntu Losari-Brebes adalah auhtoritative sebanyak 36 orangtua (59,0%) dan anak yang mengalami perkembangan inisiatif sebanyak 47 anak (77%). Uji Komogorov-Smirnove menunjukkan nilai p= 0,00 (<p=0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan antara pola asuh orangtua dengan perkembangan psikososial anak usia prasekolah di PAUD Desa Kalibuntu Losari-Brebes. Saran: Diharapkan orangtua dapat mendidik anak dalam mengembangkan personal sosial juga perlu diperhatikan dengan mengajarkan anak berbagai pendidikan interaktif yang berhubungan dengan kemandirian dan bersosialisasi. Kata Kunci : Pola Asuh, Perkembangan Psikososial, Anak Usia Prasekolah
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Kepatuhan Dalam Pencegahan HAI’s di Ruang Rawat Inap Rs Sumber Waras Cirebon Tahun 2018 Yulianti, Yuli; Mahmud, Uus Husni; Annisa, Rully
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i1.1196

Abstract

Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Kepatuhan Dalam Pencegahan HAI’s di Ruang Rawat Inap Rs Sumber Waras Cirebon Tahun 2018 Yuli Yulianti1, Uus Husni Mahmud2 dan Rully Annisa2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Latar Belakang : Laporan infeksi nosokomial tahun 2009 – 2012 yang dikeluarkan oleh The Oregon Health Authority (2013) menyebutkan infeksi nosokomial dapat menyebabkan meningkatnya angka kesakitan (morbidity) dan angka kematian (mortality) dirumah sakit. Infeksi yang berasal dari rumah sakit atau disebut juga dengan istilah Hospital Acquired Infection (Health care Assosiated Infections/ HAIS). Insidensi HAI’s di rumah sakit di Dunia mencapai 9% (variasi 3 –21%) atau lebih 1,4 juta pasien rawat inap di rumah sakit seluruh dunia mendapatkan HAI’s. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan dalam pencegahan infeksi yang berasal dari rumah sakit (HAI’s) di ruang rawat inap Rumah Sakit Sumber Waras. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 53 responden. Cara pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (67,9%) dan sebagian besar kepatuhan dalam pencegahan infeksi yang berasal dari rumah sakit (HAI’s) berada pada kategori patuh (83%). Hasil uji statistik dengan menggunakan chi-Square test didapatkan nilai (p-value: 0,000 a ? 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan dalam pencegahan infeksi yang berasal dari rumah sakit (HAI’s) di ruang rawat inap Rumah Sakit Sumber Waras Tahun 2018. Saran : Disarankan pihak rumah sakit dapat meningkatkan pengawasan kepatuhan perawat dalam penerapan pengendalian infeksi yang berasal dari rumah sakit (HAI’s). Kata Kunci : pengetahuan, kepatuhan, infeksi didapat dari rumah sakit