Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Work Life Balance terhadap Komitmen Organisasi pada Petugas Pemadam Kebakaran Ratu Dalfa Fauziah; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10037

Abstract

Abstrack. The Rapid development in the industrial world necessitates organizations to have human resources committed to their organization (Rini & Indrawati, 2019). Organizational commitment in the context of the relative strength of identification and involvement in individuals towards a particular organization, can be characterized by three aspects: identification, involvement, and loyalty (Mowday et al. 1982). One of the factors that can influence organizational commitment is work life balance. Work life balance is the effort made by an individual to balance two or more roles they are engaged in (Fisher, 2009). This research aims to examine the extent of the influence of work life balance on organizational commitment among 195 firefighters in the city of Bandung. The measurement tools utilized include the Work Life Balance Scale (WLBS) based on Fisher’s theory (2009) and the Organizational Commitment Scale (OCS) referencing Mowday’s theory (1982). The sampling technique employed is purposive sampling. The method used is the quantitative causality method with regression analysis technique. The results of this study indicate that work life balance has a significant impact on organizational commitment by 53%. Abstrak. Perkembangan yang pesat dalam dunia industri membuat organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang berkomitmen terhadap organisasinya (Rini & Indrawati, 2019). Komitmen Organisasi sebagai konteks dalam hal kekuatan yang relatif dari identifikasi dan keterlibatan pada individu terhadap organisasi tertentu yang dapat dicirikan dengan tiga aspek yaitu identifikasi, keterlibatan dan loyalitas (Mowday et al., 1982). Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi komitmen organisasi ialah work life balance. Work life balance yaitu upaya yang dilakukan seseorang untuk menyeimbangkan dua peran atau lebih yang dijalani oleh individu tersebut (Fisher, 2009). Penelitian ini bertujuan untuik melihat seberapa besar pengaruh work life balance terhadap komitmen organisasi pada 195 petugas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan yaitu Work Life Balance Scale (WLBS) yang mengacu pada teori Fisher, (2009) dan Organizational Commitment Scale (OCS) yang mengacu pada teori Mowday et al. (1982). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif kausalitas dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi sebesar 53%.
Pengaruh Work Family Conflict terhadap Komitmen Organisasi pada Single Mother di Kota Bandung Alya Nur Nisrina Suhendar; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12797

Abstract

Abstract. In a globalized organizational world with high levels of competition, it cannot be denied that companies need employees who are qualified and committed to the company (Rini & Indrawati, 2019). Organizational commitment is a behavioral dimension to evaluate the continuity of employee commitment in the organization and the possibility of employees to survive and remain members of the organization. This is seen from three aspects: identification, involvement and loyalty as explained by Mowday et al., 1982. Factors involved which has the potential to influence organizational commitment is work family conflict. Work family conflict is a conflict between roles (interrole conflict) where demands in the work domain and the family domain clash with each other (Greenhaus & Beutell 1985). This research aims to determine the effect of work family conflict on organizational commitment among single mothers in the city of Bandung. This research is a non-experimental research that uses the causality method, involving 100 single mothers in the city of Bandung. Purposive sampling technique was used in this research as a sampling technique. Multiple linear regression was used to analyze the data in this study. The result is an R Square value = 0.287 with a sig value of 0.000 < 0.05. It can be interpreted that work family conflict has an effect of 28.7% on single mother organizational commitment in the city of Bandung. Abstrak. Dalam dunia organisasi yang mengglobal dengan tingginya tingkat persaingan, tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan membutuhkan karyawan yang berkualitas dan berkomitmen terhadap perusahaan (Rini & Indrawati, 2019). Komitmen organisasi merupakan dimensi perilaku untuk mengevaluasi kelangsungan komitmen karyawan dalam organisasi dan kemungkinan karyawan untuk bertahan dan tetap menjadi bagian dari anggota organisasi, hal ini dilihat dari tiga aspek: identifikasi, keterlibatan dan loyalitas seperti yang dijelaskan oleh Mowday et al., 1982. Faktor yang berpotensi memberikan pengaruh kepada komitmen organisasi adalah Work family conflict. Work family conflict merupakan konflik antar peran (interrole conflict) di mana tuntutan pada domain pekerjaan dan domain keluarga saling berbenturan (Greenhaus & Beutell 1985). Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work family conflict terhadap komitmen organisasi pada single mother di Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang menggunakan metode kausalitas, dengan melibatkan 100 single mother di Kota Bandung. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini sebagai teknik untuk pengambilan sampel. Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini. Hasilnya nilai R Square = 0.287 dengan nilai sig 0,000 < 0,05. Dapat diartikan work family conflict berpengaruh sebesar 28,7% terhadap komitmen organisasi single mother di Kota Bandung.
Pengaruh Work Family Conflict terhadap Turnover Intention pada Dosen Wanita di Kota Bandung Radityo Satya Wicaksana; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12836

Abstract

Abstract. Female lecturers are faced with various challenges and demands in the workplace.The scope of lecturers' duties in the teaching aspect is quite varied, starting from designing teaching syllabi according to class characteristics and different student characteristics, providing teaching, as well as compiling and evaluating student assignments, these demands are carried out simultaneously with taking care of the family which can cause conflict, especially for female lecturers. who plays a dual role as a mother and career woman. If work-family conflict is not handled, it can lead to turnover intention, namely someone's thoughts about leaving their current job. This research aims to examine the influence of Work Family Conflict on Turnover Intention among female lecturers in the city of Bandung. This research uses a quantitative causality approach with simple linear regression techniques and the subjects in this research were 355 people. The Work Family Conflict Scale measuring tool was compiled by Carlson, Kacmar, & William (2000) and has been adapted into Indonesian by Soca (2018) and the Turnover Intention measuring tool uses the Turnover Intention Scale based on the theory of Mobley, Horner, and Hollingsworth (1978) which consists of three aspects and was modified from the turnover intention scale of Yin-Fah (2010) and has been adapted into Indonesian by Gevia (2020). Apart from that, the coefficient of determination test shows an R-Square value of 0.463, so it can be said that the Work Family Conflict variable has a contribution of 46.3% to Turnover Intention, so it can be concluded that Work Family Conflict has a significant effect on Turnover Intention, the rest is influenced by other variables not examined in this research. Abstrak. Dosen wanita dihadapkan dengan berbagai tantangan dan tuntutan di tempat kerja.Cakupan tugas dosen dalam aspek pengajaran cukup bervariasi, dimulai merancang silabus pengajaran sesuai dengan karakteristik kelas dan karakteristik mahasiswa yang berbeda ,memberikan pengajaran, serta menyusun dan mengevaluasi tugas mahasiswa, tuntutan tersebut dilakukan secara bersamaan dengan mengurus keluarga yang mana dapat menimbulkan konflik terutama pada dosen wanita yang menjalani peran ganda sebagai ibu dan wanita karier. Work-family conflict yang dialami apabila tidak ditangani dapat mengarah ke turnover intention yaitu pemikiran seseorang untuk keluar dari pekerjaannya sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Work Family Conflict terhadap Turnover Intention pada dosen wanita di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas dengan teknik regresi linier sederhana dan subjek pada penelitian ini berjumlah 355 orang. Alat ukur Work Family Conflict Scale yang disusun oleh Carlson, Kacmar, & William (2000) dan telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Soca (2018) dan alat ukur Turnover Intention menggunakan dari Skala intensi turnover disusun berdasarkan teori dari Mobley, Horner, dan Hollingsworth (1978) yang terdiri dari tiga aspek dan dimodifikasi dari skala intensi turnover Yin-Fah (2010) dan telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Gevia (2020). Selain itu pada uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R-Square 0,463 sehingga dapat dikatakan bahwa variable Work Family Conflict memiliki kontribusi sebesar 46.3% pada Turnover Intention, sehingga dapat disimpulkan bahwa Work Family Conflict berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention,sisanya dipengaruhi variable lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengaruh Work Life Balance terhadap Work Engagement pada Perawat Lansia Noli Saraswati Dewi; Anna Rozana
Jurnal Riset Psikologi Volume 4, No. 1 Juli 2024, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v4i1.3887

Abstract

Abstract. Work engagement is a positive state of mind and fulfillment related to work that has the characteristics of vigor, dedication, and absorption (Shaufeli et al., 2002). One of the factors that can enhance work engagement is work-life balance. Work-life balance is the effort to balance two or more roles that one engages in (Fisher, 2009). This study aims to determine the influence of work-life balance on work engagement among elderly caregivers at Nursing Homes in the city of Bandung. The measurement tools used are the Work-Life Balance Scale (WLBS), referring to Fisher et al.'s theory (2009), adapted by Gunawan et al. (2019), and the Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9), referring to Schaufeli et al.'s theory (2002), adapted by Kristiana et al. (2018). The sampling technique used is saturation sampling with a total of 37 respondents. The method used in this study is a quantitative causal method, employing multiple linear regression analysis techniques. The results of this study indicate that, simultaneously, work-life balance has a significant effect on work engagement, accounting for 60.4%. Meanwhile, on a partial basis, the dimension of Personal Life Interference with Work (PLIW) contributes to an effect of 34.8%, and the dimension of Personal Life Enhancement of Work (PLEW) contributes to an effect of 18.4%. Abstrak. Work Engagement merupakan suatu keadaan pikiran yang positif serta pemenuhan yang berkaitan dengan pekerjaan yang memiliki karakteristik vigor, dedication, dan absorption (Shaufeli et al., 2002). Salah satu faktor yang dapat meningkatkan work engagement yaitu work life balance. Work life balance adalah upaya menyeimbangkan dua peran atau lebih yang dijalani (Fisher, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work life balance terhadap work engagement pada perawat lansia di Panti Jompo Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan yaitu Work Life Balance Scale (WLBS) yang mengacu pada teori Fisher et al., (2009) yang diadaptasi oleh Gunawan et al., (2019) dan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) yang mengacu pada teori Schaufeli et al., (2002) yang diadaptasi oleh Kristiana et al., (2018). Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dengan responden sebanyak 37 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif kausalitas dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, secara simultan work life balance berpengaruh signifikan terhadap work engagement sebesar 60.4%. Sedangkan secara parsial yang memberikan pengaruh yaitu dimensi Personal Life Interference with Work (PLIW) sebesar 34.8% dan dimensi Personal Life Enhancement of Work (PLEW) sebesar 18.4%.
The Impact of Al-Shabr-Based Reframing Techniques on The Self-Esteem of Workplace-Bullying Victims Diaz, Anna Bella; Nugraha, Suci; Rozana, Anna
International Journal of Emerging Issues in Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Research Synergy Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31098/ijeiis.v4i2.2830

Abstract

Bullying occurs not only among children but also among adults, especially in the workplace. Rejection, negative treatment, and a lack of appreciation in the work environment can affect self-esteem. It is crucial to enhance self-esteem in the context of work because work takes up a significant portion of an individual’s life and can impact their well-being. The application of Al-Shabr (commonly known as patience) with reframing techniques, focusing on resilience, perseverance, and steadfastness, aims to build confidence and optimism, develop resilience in facing challenges, and make efforts to overcome issues by setting new goals. This study, conducted on three workers experiencing workplace bullying and the resulting low self-esteem, used a one-group pre-test post-test design and was analyzed using the Wilcoxon test. The statistical results indicate that there are differences in results after implementing Al-Shabr-based reframing techniques, but the effect is not significant in terms of increasing the self-esteem of workers who experience bullying. The increase in scores showed that Al-Shabr-based reframing techniques had an impact on improving the self-esteem of workers who experienced bullying. Al-Shabr-based reframing techniques are promising and easy to implement but need to be tested on a wider sample.
Terapi Sabar dalam Menurunkan Stres Akademik pada Mahasiswa yang Mengerjakan Skripsi di Kota Padang Dwi Putri, Rahma; Yusuf, Umar; Rozana, Anna
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 1 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i1.1863

Abstract

Stres merupakan respons umum yang dialami mahasiswa saat mengerjakan skripsi. Pada umumnya, mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengelola emosi pada saat mengalami kekhawatiran dalam menyelesaikan skripsi, seperti cemas, sulit berkonsentrasi, susah tidur dan hilangnya motivasi dalam mengerjakan skripsi. Terapi sabar, dengan fokus pada pengembangan kesadaran diri dan manajemen emosi, menawarkan pendekatan holistik dalam mengatasi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas terapi sabar dengan menggunakan terapi kelompok dalam menurunkan tingkat stres akademik pada mahasiswa yang menyelesaikan skripsi di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest- Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Psikologi Upi YPTK Padang yang sedang mengerjakan skripsi dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan academic stress Scale dari dengan nilai validitas sebesar 0,862 dan reliabilitas sebesar 0,977. Hasil pengukuran pada pretest-posttest menunjukkan penurunan tingkat stres akademik dari Tingkat stres akademik tinggi ke Tingkat stres akademik rendah sebanyak 35%. Adapun analisa statistika dengan uji Paired Samples Test menunjukan skor p value = 0,013 < 0,05 yang berarti terapi kesabaran secara signifikan berpengaruh dalam menurunkan tingkat stres akademik mahasiswa Psikologi Upi YPTK Padang yang sedang mengerjakan skripsi. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ukuran sampel dan desain penelitian, sehingga pada penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sampel penelitian.