Claim Missing Document
Check
Articles

VARIASI PENGGUNAAN TEPUNG DAUN SERAI (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) TERHADAP MORTALITAS IMAGO KUMBANG TEPUNG (Tribolium castaneum Herbst.) NI KOMANG SURYANI .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.) akibat pemberian variasi berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf), dan (2) berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) yang paling berpengaruh terhadap mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experiment) dengan desain penelitian randomized posttest only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 240 imago kumbang tepung. Perbedaan berat tepung daun serai yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 gram, 6 gram, 9 gram, dan 0 gram (kontrol). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Anova One Way pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) ada perbedaan mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.) akibat pemberian variasi berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf), berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan angka signifikansi 0,000
PEMBERIAN VARIASI SUSPENSI KONIDIOSPORA CENDAWAN ENTOMOPATOGENIK Beauveria bassiana TERHADAP MORTALITAS KUTU PUTIH (Rastrococcus spinosus) Pada Tanaman Cabai Kathur (Capsicum frutescens) KADEK KUSUMA DEWI .; Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan mortalitas kutu putih (Rastrococcus spinosus) akibat pemberian suspensi konidiospora cendawan Beauveria bassiana dengan konsentrasi yang berbeda (2) Konsentrasi suspensi konidiospora Beauveria bassiana yang dapat membunuh 50% (LC50) kutu putih (Rastrococcus spinosus) pada tanaman cabai. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan randomized post test only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 240 nimfa instar III kutu putih. Pemberian suspensi konidiospora yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 seri tingkat pengenceran, dan kontrol. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Anova One Way pada taraf signifikansi 5% dan analisis probit. Hasil penelitian ini adalah: (1) Ada perbedaan mortalitas kutu putih (Rastrococcus spinosus) akibat pemberian suspensi konidiospora cendawan entomopatogenik Beauveria bassiana pada tingkat pengenceran yang berbeda, yaitu pada 10-1. (2) Estimasi pengenceran 28,8 x 10-1 suspensi konidiospora dapat membunuh 50% (LC50) nimfa instar III kutu putih pada tanaman cabai dengan taraf kepercayaan 95%. Kata Kunci : Cendawan entomopatogenik, konidiospora, mortalitas, Beauveria bassiana, Rastrococcus spinosus, tanaman cabai The aims of this research were to determine: (1) Differences mortality of mealybugs (Rastrococcus spinosus) due to administration suspension of conidiospores Beauveria bassiana with different concentrations (2) Concentrations of conidiospores Beauveria bassiana suspention that could kill 50% (LC50) mealybugs (Rastrococcus spinosus) in chili plant. The type of research was a true experimental research with a randomized design post-test only control group design. The samples in this research were 240 third-instar nymphs of Rastrococcus spinosus. This research using 5 series of conidiospora suspension dilutions and controls sprayed directly on the instar nymphs. The data obtained were analyzed by One Way Anova test at 5% significance level and probit analysis. The results of this research were (1) There was a difference mortality of mealybugs (Rastrococcus spinosus) due to administration suspension of conidiospores Beauveria bassiana at different dilution levels at 10-1. (2) Estimated dilution of 28,8 x10-1 suspension conidiospora could kill 50% (LC50) third instar nymphs mealybug in chili plant with 95% confidence level.keyword : Entomopathogenic fungi, conidiospores, mortality, Beauveria bassiana, Rastrococcus spinosus, chili plant
KEEFEKTIVAN EKSTRAK KASAR UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst) TEHADAP MORTALITAS LARVA RAYAP (Coptotermes curvignathus) Kadek Pina Destrya Lestari .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14741

Abstract

Tujuan penlitian ini untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus) akibat pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar umbi gadung (Dioscorea hispida); (2) konsentrasi yang paling efektif terhadap mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus); dan (3) konsentrasi yang efektif dapat mematikan 50% larva rayap (Coptotermes curvignathus) berdasarkan Lethal Concentration. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan desain penelitian Randomized Post Test Only Control Group Design. Perbedaan konsentrasi ekstrak kasar umbi gadung (Dioscorea hispida) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 25%, 50%, dan 75%. Sampel yang digunakan adalah larva rayap (Coptotermes curvignathus) berjumlah 600 ekor. Data mortalitas larva rayap dianalisis dengan menggunakan uji statistik Kruskal Wallis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat perbedaan mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus) akibat pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar umbi gadung (Dioscorea hispida); (2) Konsentrasi yang paling berpengaruh terhadap mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus) adalah konsentrasi 25%; dan (3) Konsentrasi efektif yang dapat mematikan 50% larva rayap (Coptotermes curvignathus) berdasarkan Lethal Concentration adalah konsentrasi 31,34%.Kata Kunci : Ekstrak umbi gadung, Mortalitas larva, Rayap (Coptotermes curvignathus) The purpose of this research to know: (1) difference of termite larvae (Coptotermes curvignathus) mortality due to variation of concentration of crude extract of dioscorea tuber (Dioscorea hispida); (2) the most effective concentrations to mortality of larvae termites (Coptotermes curvignathus); and (3) the effective concentration kill 50% termite larvae (Coptotermes curvignathus) based on Lethal Concentration. This research type is true experimental with research design Randomized Post Test Only Control Group Design. The difference of concentration of crude extract of dioscorea tuber (Dioscorea hispida) used in this research was 0%, 25%, 50%, and 75%. The sample used is larvae termites (Coptotermes curvignathus) of 600 tail. Mortality of larvae termite were analyzed using Kruskal Wallis statistical test. The results of this study show that: (1) there is a difference in mortality of larvae of termite (Coptotermes curvignathus) due to variation concentration of crude extract of dioscorea tuber (Dioscorea hispida); (2) the most effective concentration to mortality of larvae termites (Coptotermes curvignathus) is 25% concentration; and (3) the effective concentration kill 50% larvae of termites (Coptotermes curvignathus) based on Lethal Concentration is 31,34% concentration.keyword : Dioscorea tuber extract, Mortality of larvae, Termites (Coptotermes curvignathus)
Variasi Pemberian Konsentrasi Ekstrak Kasar Bunga Tahi Kotok (Tagetes erecta Linn.) Terhadap Mortalitas Kutu Putih Betina (Paracoccus marginatus) Azizah Nurmala .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14743

Abstract

Tahi kotok (Tagetes erecta Linn.) merupakan tanaman perdu yang memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat dijadikan sebagai pestisida alami. Kutu putih (Paracoccus marginatus) merupakan hama yang menyerang beberapa jenis komoditas tanaman. Kutu putih termasuk hama polifag, hama polifag merupakan hama yang mempunyai banyak jenis tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada perbedaan mortalitas kutu putih akibat variasi pemberian konsentrasi ekstrak kasar bunga tahi kotok. (2) nilai Lethal Concentration (LC50) ekstrak kasar bunga tahi kotok yang efektif terhadap mortalitas kutu putih. Jenis penelitian menggunakan eksperimen sungguhan dengan rancangan penelitian The randomized post-test only control group design, menggunakan lima perlakuan, yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% ekstrak kasar bunga tahi kotok, dengan sebanyak lima replikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Ada perbedaan mortalitas kutu putih akibat variasi pemberian konsentrasi ekstrak kasar bunga tahi kotok dengan nilai signifikansi 0,0001. (2) Nilai LC50 pada ekstrak kasar bunga tahi kotok terhadap mortalitas nimfa instar III kutu putih adalah konsentrasi 7,286%.Kata Kunci : bunga tahi kotok (Tagetes erecta), kutu putih (Paracoccus marginatus), dan mortalitas. Marigold (Tagetes erecta Linn.) is a herbaceous plant which has many benefits, one of which can be used as a natural. Mealybug (Paracoccus marginatus) is a pest that attacks several kinds of crops. Mealybugs including polifag pests, pest polifag is a pest that has many types of host plants. This research aims to determine: (1) there are difference in mortality rates due to variation of mealybugs concentration of crude extract of marigold flower. (2) the value of Lethal Concentration (LC50) of crude extract of marigold flower are effective against mealybugs mortality. This type of research using real experiment with the design of the study The randomized post-test only control group design, using five treatments, ie 0%, 5%, 10%, 15% and 20% of crude extract of marigold flower, with five replication. The results of this study were (1) There was a difference of mealybugs mortality due to variation of concentration of crude extract of marigold flower with significant value 0.0001. (2) The value of LC50 on crude extract marigolds on mortality of third instar nymph mortality mealybug is a concentration of 7.286%.keyword : marigold flower (Tagetes erecta), mealybug (Paracoccus marginatus), and mortality.
UJI EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex quinquefasciatus N L PT S ARYANINGSIH .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14879

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk akibat pemberian ekstrak daun mengkudu dengan konsentrasi yang berbeda dan (2) konsentrasi yang diperlukan untuk dapat membunuh 50% (LC 50) larva nyamuk tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan acak lengkap. Sampel dalam penelitian ini adalah larva instar III nyamuk Culex quinquefasciatus. Jumlah perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 5 yaitu 0% (kontrol), 15%, 30%, 45%, dan 60%. Penelitian ini berlangsung selama 72 jam dan dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Biologi, FMIPA Undiksha. Data dianalisis menggunakan Anava One Away. Hasil penelitian (1) terdapat perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex quinquefasciatus akibat pemberian ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan varian konsentrasi yang berbeda (2) berdasarkan hasil analisis probit, LC50 berada pada konsentrasi 36,78%.Kata Kunci : ekstrak daun mengkudu, larva nyamuk Culex quinquefasciatus, mortalitas The purpose of this study was to determine: (1) the mortality differences of mosquito larvae on given noni leaf extract with difference concentration and (2) the extract concentration is needed to kill 50% (LC 50) larvae. This study is a true experimental study using random sampling design. The samples used were instar III larvae of Culex quinquefasciatus. The treatments in this study were 5, that is 0% (control), 15%, 30%, 45%, and 60%. The research was conducted for 72 hour in the Laboratory of Biology Department of Undiksha. The data obtained were analyzed using Anova One Way test. The result indicate (1) there was difference mortality of Culex quinquefasciatus mosquito was given noni leaf extract with various concentration. (2) Based on the result of probit analysis, LC 50 was concentration at 36.78%.keyword : Culex quinquefasciatus mosquito larvae, mortality, Noni leaf extract
IDENTIFIKASI DAN MEKANISME PENGENDALIAN SERANGGA (Insecta) HAMA TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) DI DESA KINTAMANI, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI Kadek Tirta Yasa .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) famili serangga yang ditemukan pada tanaman jeruk siam, dan (2) mekanisme pengendalian serangga tanaman jeruk siam. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif. Populasi pada penelitian ini serangga bersifat hama. Sampel penelitian ini serangga yang ditangkap menggunakan light trap dan jala serangga sebagai hama. Pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara dengan 10 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) famili serangga yang ditemukan yaitu: Rhagionidae, Bibionidae, Tipulidae, Chloropidae, Cecidomyiidae, Tephritidae, Muscidae, Asilidae, Gryllidae, Tettigoniidae, Noctuidae, Geometridae, Gelechiidae, Pieridae, Braconidae, Pyrrhocoridae, Coccinelidae, Libellulidae. (2) Mekanisme pengendalian serangga sebagai hama pada tanaman jeruk, berdasarkan hasil wawancara yaitu, 10 orang melakukan mekanisme pengendalian serangga hama dengan melakukan penyemprotan insektisida kimia. Kata Kunci : Identifikasi serangga, pengendalian hama, jeruk siam This research aims to know the: (1) the family of insects found on Citrus plant of siam, and (2) the mechanism of insect control citrus plant of siam. To achieve the goal of the research is done using a qualitative approach to the kind of exploratory research. The population of this research on insects are pests. The sample of this research captured insects use light trap nets and insect as a pest. Data collection is done in observation and interviews with 10 people. The data obtained were analyzed are descriptive. The results of this research are (1) the family of insects that are found are: Rhagionidae, Bibionidae, Tipulidae, Chloropidae, Cecidomyiidae, Tephritidae, Asilidae, Muscidae, Gryllidae, Tettigoniidae, Geometridae, Noctuidae, Gelechiidae, Pieris, Braconidae, Pyrrhocoridae, Coccinelidae, Libellulidae. (2) a mechanism for controlling insect pests on crops as citrus, based on the results of the interview, 10 people do the mechanisms controlling insect pests with chemical spraying insecticide conduct.keyword : Identification of insects, pest control, siam citrus.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENGHASIL ANTIBIOTIKA DARI TANAH TAMAN NASIONAL BALI BARAT IRQAMI RACHMA DWI D .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.15077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah koloni bakteri penghasil antibiotika dan (2) genus bakteri penghasil antibiotika dari tanah di zona rimba dan zona budaya religi sejarah Taman Nasional Bali Barat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif dengan menjelaskan hasil jumlah koloni dan genus penghasil antibiotika dengan perbedaan kedalaman 5cm, 10cm, dan 15cm. Uji yang dilakukan dengan uji makroskopik, uji mikroskopik, uji biokimia, dan uji aktivitas dengan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian (1) jumlah koloni bakteri penghasil antibiotika di zona rimba sebesar 4,2 x 109/ ml serta zona budaya religi sejarah sebesar 3,5 x 109/ ml, dan (2) genus bakteri penghasil antibiotika adalah Bacillus dan Streptomyces dari zona rimba dan zona budaya religi sejarah Taman Nasional Bali Barat. Kata Kunci : Antibiotika, Bacillus, Ekosistem, Streptomyces This study to determine (1) the number of colonies of antibiotic-producing bacteria and (2) the genera of antibiotic-producing bacteria from the soil in the jungle zone and the cultural history zone of West Bali National Park. The type of research used is descriptive research by describing the results of the number of colonies and genera producing antibiotics with different depths of 5cm, 10cm, and 15cm. Test performed by macroscopic test, microscopic test, biochemical test, and activity test with Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Research result (1) the number of colonies of antibiotic-producing bacteria in the jungle zone of 4,2 x 109/ ml and the cultural history zone of 3,5 x 109/ ml, and (2) the genera of antibiotic-producing bacteria is Bacillus and Streptomyces from the jungle zone and cultural history zone of West Bali National Park.keyword : Antibiotic, Bacillus, Ecosystem, Streptomyces
Pemberian Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Daun Tembakau Terhadap Mortalitas Larva Ulat Daun (Plutella xylostella) Tanaman Sawi (Brassica juncea) IKA DINI HARYANTI .; Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.15079

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas Plutella xylostella akibat pemberian dari ekstrak daun tembakau dengan variasi konsentrasi yang berbeda, (2) konsentrasi ekstrak daun tembakau yang paling efektif terhadap mortalitas Plutella xylostella dan (3) konsentrasi ekstrak daun tembakau yang dapat membunuh 50% (LC50) Plutella xylostella. Jenis penelitian ini adalah penelitian sungguhan (true experimental) dengan rancangan penelitian Randomized Post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 5 pengulangan dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20% dan kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan mortalitas Plutella xylostella akibat pemberian konsentrasi ekstrak tembakau dengan konsentrasi yang berbeda, berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan angka signifikansi 0,0001
PEMBERIAN VARIASI VOLUME STARTER DALAM PEMBUATAN YOGURT TERHADAP JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI USUS MENCIT (Mus musculus) BALB/C RIRIS SUDURI .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i1.18291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Jumlah bakteri asam laktat (BAL) yang diisolasi dari usus mencit (Mus musculus) balb/c akibat pemberian variasi volume starter dalam pembuatan yogurt., (2) Bakteri yang diidentifikasi dari usus mencit (Mus musculus) balb/c akibat pemberian variasi starter dalam pembuatan yogurt. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experimental research). Variasi volume starter yang digunakan dalam penelitian ini adalah 7ml, 6ml, 5ml, 4ml, 3ml, 2ml dan 1ml. penelitian ini memiliki 2 kelompok kontrol yaitu kontro negatif dan positif dimana kelompok kontrol negatif diberikan pakan berupa pelet dan aquadest diberikan secara adlibitum sedangkan kontrol positif juga diberikan pakan berupa pelet dan aquadest yang ditambahkan bakteri Escherichia coli ATCC8739 diberikan secara sonde. Penelitian ini memiliki 7 kelompok eksperimen sesuai dengan variasi volume starter dalam pembuatan yogurt dimana kelompok ini diberikan pakan berupa pelet, aquadest dan yogurt diberikan secara sonde. Efek perlakuan ini adalah dengan adanya perbedaan jumlah bakteri asam laktat yang diisolasi dari usus mencit balb/c. Rancangan dasar yang dipergunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 36 ekor mencit sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Sedangkan sampelnya adalah mencit (Mus musculus) balb/c dengan diberi perlakuan yogurt dengan variasi volume starter. Selain itu, identifikasi dilakukan dengan uji pewarnaan gram sebagai data penunjang. Hasil penelitian ini adalah: (1) Rerata jumlah bakteri asam laktat yang diisolasi dari usus mencit (Mus musculus) akibat pemberian yogurt dengan variasi volume. berdasarkan dari hasil uji hipotesis bahwa angka signifikansi, 0,000 < 0,05 artinya data berbeda bermakna dan 2) Hasil identifikasi menggunakan teknik pewarnaan gram didapatkan bahwa bakteri asam laktat yang diisolasi dari usus mencit (Mus musculus) Balb/c termasuk gram positif. Kata Kunci : Kata Kunci: Starter, mencit (Mus musculus), variasi, bakteri asam laktat (BAL), usus. The purpose of this research are to find out: (1) The amount of lactic acid bacteria (LAB) isolated from the intestines of mice (Mus musculus) balb / c due to administration various volume of starter of making yogurt. (2) Bacteria identified from the intestines of mice (Mus musculus) balb / c due to the variaous of the yogurt starter. This research is true experimental research. Variations in starter volume used in this study were 7ml, 6ml, 5ml, 4ml, 3ml, 2ml and 1ml. This study has 2 control groups, namely negative and positive controversy where the negative control group was given chicken pellets and distilled water while as positive controls were also given pellets and aquadest, mixed by Escherichia coli ATCC8739 bacteria given through sonde. This study has 7 experimental groups according to various the starter volume of making yogurt where this group was given feed in the form of pellets, aquadest and yogurt which is given through sonde. The effect of this treatment is the difference in the number of lactic acid bacteria isolated from the intestines of mice balb / c. The basic design used Complete Random Design (CRD). The research design used in this study was randomized post test only control group design. The population in this study were 36 mice according to the inclusion and exclusion criteria. While the sample is mice (Mus musculus) balb / c by being treated with yogurt with a various of the starter volume. In addition, identification is done by gram coloring test as supporting data. The results of this study were: (1) The average number of lactic acid bacteria isolated from the intestines of mice (Mus musculus) due to the provision of yogurt with varous volume. Based on the results of hypothesis testing that the number of significance, 0.000
STUDI KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS PADA ZONA INTERTIDAL DI PANTAI DESA BUKTI, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG. Gede Sedana Putra .; Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.18492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kemelimpahan makrozoobenthos di pantai desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Rancngan penelitian menggunakan peneletian survei lapangan yakni dengan pencatatan hasil temuan di lokasi penelitian dan dilanjutkan dengan pengamatan di laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah semua jenis makrozoobenthos yang terdapat di pantai desa Bukti, kecamatan Kubutambahan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah semua makrozoobenthos yang berada di 15 kuadrat pada bentangan 3 line transek. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Komposisi jenis yang ditemukan pada lokasi penelitian berjumlah 15 spesies dengan total individu 447. (2) Indeks keanekaragaman spesies sebesar 2,17 (kategori tingkat sedang), indeks kemerataan spesies sebesar 0,80 dengan kemerataan tinggi, indeks kekayaan spesies 2,29 dengan kategori rendah, dan ditemukan nilai indeks dominansi sebesar 0,15 yang mengartikan bahwa ada spesies yang mendominansi pada lokasi tersebut. Dan (3) Kemelimpahan relatif makrozoobenthos tertingggi dimiliki oleh spesies Littorina littorea dengan nilai 24,61%, kemelimpahan relatif terendah dimiliki oleh spesies Dardanus calidus dengan besar nilai 0,22%, nilai kepadatan spesies tertinggi dimiliki oleh spesies Littorina littorea yakni sebesar 7,33 ind/m2, dan nilai kepadatan spesies terendah dimiliki oleh spesies Dardanus calidus dengan besar nilai 0,07 ind/m2. Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Makrozoobenthos. This research aimed to know the types of compositions, variety and abundance of macrozoobenthos in the beach of Bukti village, Kubutambahan district, Buleleng regency. The types of this research is descriptive explorative. This research used field survey in which the data were collected at the research location and continued by observation in the laboratory. The population in this research using all the types of macrozoobenthos at 15 squares on a stretch of 3 transect lines. The result of this research shows that (1) Types of compositions that found in the research location amount 15 species with 447 individual total, (2) The species diversity index around 2,17 (with a medium level category), species evenness index around 0,80 with the high evenness, species wealth index around 2,29 with a low category, and were founded dominance index value around 0,15 which means there a species as a dominant in the location, (3) The higher relative abundance of macrozoobenthos is from littorina littorea species around 24,61%, the lower relative abundance is from dardanus calidus species around 0,22%, the highest species density value is from littorina littorea around 7,33 ind/m2 and the lowest species density value is from dardanus calidus with the value 0,07 ind/m2.keyword : Diversity, Abudance, Macrozoobenthos
Co-Authors ., Agus Putu Adi Wyadnya Yoga ., Azizah Nurmala ., Erfiana Febry Puspitasari ., Gede Sedana Putra ., I Made Ada Wiguna ., I Made Gita Pramana Putra ., I Made Oka Suardyana ., I Putu Andy Putra ., IRQAMI RACHMA DWI D ., Ismiatul Wardah ., Kadek Krisna Dwi Mahartini ., KADEK KUSUMA DEWI ., Kadek Pina Destrya Lestari ., Kadek Tirta Yasa ., Komang Sani Willyarsa ., N L PT S ARYANINGSIH ., Ni Komang Deny Julyeda ., NI KOMANG SURYANI ., Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih ., Ni Luh Sinta Kusuma Wardani ., Ni Putu Febri Ardiantari ., Ni Putu Oka Milarika ., Ni Wayan Pradnyawati Kartika ., Putu Ayu Agustina Saraswadewi ., Putu Cindy Arista ., Putu Paramesti Nopitayani ., RIRIS SUDURI ., Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri Agus Putu Adi Wyadnya Yoga . Azizah Nurmala . Cokorda Istri Ayu Setyawati . Desak Ayu Putu Agustini . Desak Ayu Putu Agustini ., Desak Ayu Putu Agustini Desak Made Citrawathi Drs.I Ketut Artawan,M.Si . Erfiana Febry Puspitasari . Fransiska Yunita Sembung Gede Sedana Putra . Gst. Ayu Md. Juniasmita Parsandi . Heri Budiatmoko . Heri Budiatmoko ., Heri Budiatmoko I Dewa Ketut Sastrawidana I Gede Astra Wesnawa I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ngurah Yuda Pranata . I M G. P. Putra I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Ada Wiguna . I Made Gita Pramana Putra . I Made Oka Riawan I Made Oka Suardyana . I Nyoman Wijana I Putu Andy Putra . I Putu Parwata I Wayan Sukra Warpala I Wayan Suparyanta . I Wayan Suparyanta ., I Wayan Suparyanta Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana IKA DINI HARYANTI . IRQAMI RACHMA DWI D . Ismiatul Wardah . Kadek Krisna Dwi Mahartini . KADEK KUSUMA DEWI . Kadek Pina Destrya Lestari . Kadek Tirta Yasa . Komang Sani Willyarsa . Luh Putu Amelia Rahayu Made List Metriani . N L PT S ARYANINGSIH . Ni Kadek Pinawati . Ni Komang Deny Julyeda . NI KOMANG SURYANI . Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Luh Sinta Kusuma Wardani . Ni Putu Febri Ardiantari . Ni Putu Oka Milarika . Ni Putu Risitiati Ni Putu Ristiati Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Gunia Prastuti Ni Wayan Pradnyawati Kartika . Ni Wayan Sri Santika Dewi . Ni Wayan Sri Santika Dewi ., Ni Wayan Sri Santika Dewi Putra, I M G. P. Putu Ayu Agustina Saraswadewi . Putu Cindy Arista . Putu Indah Rahmawati Putu Paramesti Nopitayani . RIRIS SUDURI . Risitiati, Ni Putu S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri . Siti Maryam Virginia Suvranita . Virginia Suvranita ., Virginia Suvranita Yundari, Yundari