Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS EKSTRAK KASAR DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP DAYA HAMBAT KOLONI BAKTERI DARI RONGGA MULUT MANUSIA I Wayan Suparyanta .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5541

Abstract

Kesehatan rongga mulut tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kebersihannya yang kurang baik dapat menimbulkan gangguan yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Kebersihan rongga mulut dapat dijaga dengan menggosok gigi, penggunaan obat kumur, serta bahan alami yang salah satunya berasal dari tanaman kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui ada tidaknya perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda, (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif dari tiga variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% terhadap daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia, (3) mengidentifikasi karakteristik genus bakteri yang diisolasi dari rongga mulut manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah polikultur bakteri dari rongga mulut manusia. Bakteri ditumbuhkan pada media Nutrient Agar digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara random sederhana. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) ada perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah yakni angka signifikansi < 0,05 dengan taraf signifikansi 5%, serta nilai F hitung 288,751 > F tabel 3,47 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif adalah konsentrasi 30% dengan rerata koloni bakteri 16,5. (3) genus bakteri yang ditemukan pada rongga mulut manusia adalah Staphylococcus, Bacillus, Neisseria, dan Lactobacillus.Kata Kunci : Efektivitas, Ekstrak kasar daun kelor (Moringa oleifera), Rongga mulut manusia. Healty of oral cavity cannot separated from overall body health. Poor hygine of oral cavity can cause disease generaly caused by bacteria. Oral cavity hygiene could care by brush teeth, mouthwash, and also natural material which one from moringa plant (Moringa oleifera). The purpose of this research was (1) to know absence or present the differences against inhibition colonies of bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration, (2) to know moringa leaf crude extract that most effective from three variance concentration 10%, 20%, and 30% to inhibition colonies of bacteria from human oral cavity, (3) to identified characteristic bacterial genus that isolated from human oral cavity. This research was true experimental research with Complete Random Design (CRD) posttest-only control group design. Population of this research was bacterial polyculture from human oral cavity. Bactery was grown on Nutrient Agar as sample on this research collected by simple random sampling. Data analysis tecniques was one way ANOVA. The result of the research there are (1) present the differences against inhibition colonies bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration based from one way ANOVA statistical test result was
PENGARUH PENAMBAHAN GULA AREN DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP BERAT NATA DARI LIMBAH CAIR UBI JALAR (Ipomoea batatas L. Var. Jago) Desak Ayu Putu Agustini .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5617

Abstract

Nata merupakan produk fermentasi bakteri Acetobacter xylinum yang membentuk selulosa di luar sel. Nata dapat dibuat dari air kelapa, limbah cair tahu atau sari buah (nanas, jeruk, melon, stroberi, pisang, jambu biji dan lain-lain). Bahan lain yang dapat digunakan untuk membuat nata adalah limbah cair ubi jalar (Ipomoea batatas. L.). Limbah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan nata karena masih mengandung karbohidrat. Dalam pembuatan nata itu sendiri perlu adanya tambahan sumber karbon berupa gula, salah satu jenis gula yang dapat ditambahkan yaitu gula aren. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis perbedaan berat nata dari penambahan gula aren dengan konsentrasi berbeda (2) Mengetahui berapakah konsentrasi gula aren yang paling optimum (3) Mengetahui kualitas nata yang dihasilkan dari ubi jalar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variasi perlakuan dalam penelitian ini ada empat yaitu konsentrasi gula aren 0%, 0,5%, 1%, dan 1,5% dengan masing-masing 6 kali pengulangan. Dari hasil penelitian ini kemudian dilakukan pengukuran berat dan uji organoleptik berupa warna, tekstur, dan aroma. Data utama yang diperoleh berupa berat nata diuji menggunakan statistik ANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan berat nata dari limbah cair ubi jalar dilihat dari hasil uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, (2) berat nata optimum didapatkan pada konsentrasi gula aren 1,5% yaitu sebesar 19,9 gr, (3) uji organoleptik berupa tektur, warna, dan aorma didapatkan pada semua katagori tergolong normal dengan rerata masing-masing yaitu 2,5 , 3,1, dan 2,6. Kata Kunci : Nata, Ubi jalar, Konsentrasi Gula aren Nata is a product made from fermentation of Acetobacter xylinum bacteria that forms cellulose outside of the cell. Nata can be made from coconut water, wastewater of tofu or juice (pineapple, oranges, melons, strawberries, banana, guava and others). Other materials that can be used to make nata is the liquid waste of sweet potato (Ipomoea batatas. L.). Those waste materials can be used as ingredient for making nata because they still contain carbohydrates. In the process of making nata , an additional of carbon is needed like sugar, one type of sugar that can be added namely palm sugar. The purpose of this study were (1) to analyze the weight difference by adding a different concentrations of palm sugar (2 ) to know which concentration is the most optimum (3) to know the quality nata produced from sweet potato. The type of this research is an experimental study using a completely randomized design (CRD). This study used 4 treatment variations, they area concentration of 0%, 0.5%, 1%, and 1.5% with six repetition in each concentrations. From the result of this research, then continued by weight measurement and organoleptic test in the form of color, texture, and aroma. The main data obtained (weight of nata) tested one way ANOVA with a significance level of 5%. The results of this study are (1) there is a weight diferences nata since the results of ANOVA showed significant value 0.000
UJI PEMBERIAN EKSTRAK KASAR DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP MORTALITAS LARVA Sitophilus oryzae Virginia Suvranita .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5931

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan anggota Arthropoda, berasal dari keluarga Curculionidae. Larva Sitophilus oryzae bersifat merugikan bagi petani dan pedagang beras dengan merusak kualitas beras. Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, tannin, acetogenins, dan flavonoid yang berfungsi sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan mortalitas Sitophilus oryzae terhadap pemberian ekstrak kasar daun sirsak (A. muricata L.) dengan konsentrasi yang berbeda (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun sirsak (A. muricata L.) yang paling efektif terhadap mortalitas larva Sitophilus oryzae. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pemberian ekstrak kasar daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda, Variasi konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30%, 40%, dan 50%. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu mortalitas larva Sitophilus oryzae. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik non parametrik dengan uji Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) ada perbedaan mortalitas larva Sitophilus oryzae yang sangat signifikan setelah pemberian ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda, (2) konsentrasi ekstrak daun sirsak yang paling efektif terhadap mortalitas larva Sitophilus oryzae adalah 50%. Kata Kunci : Larva Sitophilus oryzae, Mortalitas, Sirsak (Annona muricata L.). Sitophilus oryzae is a member of Arthropods, originated from the family of Curculionidae. Sitophilus oryzae larvae are harmful to farmers and rice traders with damaging the quality of the rice. Soursop (Annona muricata L.) is one of plants that contains secondary metabolites such as alkaloids, tannins, acetogenins, and flavonoids that have functions as an insecticide. This study aims to (1) analyze the differences in mortality Sitophilus oryzae with rough extract of soursop’s leaves (A. muricata L.) with different concentrations (2) determine the concentration of crude extract of leaves of soursop (A.muricata L.) which are most effective against the larvae mortality Sitophilus oryzae. This type of research is experimental research using completely randomized design (CRD). The variables of this study consisted of independent variables, namely the provision of crude extract of soursop leaves with different concentrations, Variations in the concentrations that is used in this study was 30%, 40%, and 50%. The dependent variable in this study is Sitophilus oryzae larval mortality. Results of the study are analyzed by using the statistic test non- parametric with Kruskal Wallis test followed by Mann-Whiteney test or the Least Significant Difference (LSD) at 5% significance level. The results of the study as follows: (1) there are differences in the mortality of larvae Sitophilus oryzae highly significant after soursop leaf extract with different concentrations, (2) the concentration of soursop leaf extract is most effective against the larvae of Sitophilus oryzae mortality was 50%.keyword : Sitophilus oryzae larvae, Mortality, Soursop (Annona muricata L.)
UJI VIABILITAS DAN KEMAMPUAN DEGRADASI MINYAK SOLAR OLEH KONSORSIUM BAKTERI HASIL PRESERVASI TERHADAP KADAR ASAM n-OKTANOAT Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7364

Abstract

Lingkungan perairan laut seringkali digunakan sebagai jalur transportasi air, dengan adanya jalur transportasi air ini tidak menutup kemungkinan juga akan menghasilkan produk samping atau limbah yang dapat mencemari lingkungan. Secara biologis, biodegradasi oleh mikroba merupakan salah satu cara yang tepat, efektif dan hampir tidak ada pengaruh samping pada lingkungan. Dalam penelitian ini, dilakukan dua uji yaitu uji viabilitas bakteri dan uji kemampuan degradasi minyak solar oleh bakteri konsorsium hasil preservasi. Hasil yang diperoleh yaitu ditemukan 4 genus bakteri yang mampu bertahan hidup diantaranya isolat Pseudomonas, Neisseria, Acetobacter dan Halomonas. Pada uji kemampuan degradasi terdapat adanya pengaruh perbedaan kadar Asam n-Oktanoat yang dihasilkan dengan konsentrasi yang berbeda, dilihat dari nilai signifikansi diperoleh < 0,05 yaitu 0,000 dan Fhitung = 14,836 > Ftabel = 5,14, maka terdapat perbedaan konsentrasi konsorsium bakteri dengan perlakuan yang berbeda-beda yaitu 10ml, 20ml dan 30ml pada Media Bushnell Haas Mineral Salts yang ditambahkan susu skim terhadap kadar Asam n-Oktanoat yang dihasilkan oleh bakteri konsorsium hasil preservasi dalam mendegradasi minyak solar. Kata Kunci : Asam n-Oktanoat, Degradasi Minyak Solar, Konsorsium Bakteri Marine environment is often used as a transportation of water, in the presence of water transport lines did not rule out also will generate byproducts or waste that can pollute the environment. Biologically, biodegradation by microbes is one way that is appropriate, effective and virtually no side effects on the environment. In this study, conducted with two trials that test the viability of the bacteria and test capabilities diesel oil degradation by bacteria consortium preservation results.The results obtained are found four genus of bacteria are able to survive among isolates of Pseudomonas, Neisseria, Acetobacter and Halomonas. In the test the ability of degradation there is the effect of different levels of n-octanoic acid is produced with different concentrations, judging from the significant value gained < 0.05 is 0.000 and of F = 14.836 > Ftable = 5.14, then there are differences in the concentration of bacterial consortium with different treatment is 10ml, 20ml and 30ml in Bushnell Haas Media Mineral Salts added skim milk to high levels of n-octanoic acid produced by bacteria consortium preservation results in degrading of diesel oil. keyword : n-octanoic acid, Oil Degradation Solar, Bacterial Consortium
ANALISIS BAKTERI PADA RHIZOSFER HUTAN DASONG DAN PERKEBUNAN STROBERI (Fragaria ananassa) DI DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG, BALI Ni Komang Deny Julyeda .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7373

Abstract

Hutan Dasong di Desa Pancasari, memiliki kondisi tanah yang masih tergolong alami. Tidak jauh dari kawasan Hutan Dasong, terdapat perkebunan stroberi yang diberikan pestisida kimia secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui jumlah koloni, (2) menganalisis karakteristik makroskopis koloni, serta (3) menganalisis Genus bakteri pada rhizosfer Hutan Dasong dan perkebunan stroberi di Desa Pancasari, Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Isolasi bakteri menggunakan media Nutrient Agar dengan metode agar tuang, sedangkan penghitungan jumlah koloni bakteri dengan metode cawan hitung. Data dianalisis menggunakan uji beda. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) adanya perbedaan jumlah koloni bakteri (p=0,037), (2) karakteristik makroskopis koloni bakteri di Hutan Dasong adalah bentuk (sirkuler, tak beraturan, rizoid), margin (mulus, filamentus, lobatus), pigmentasi (putih keabuan, putih pekat, putih, putih pudar, bening, kuning, kuning muda, jingga), dan elevasi (datar, naik, cembung), sedangkan karakteristik makroskopis koloni bakteri di perkebunan stroberi adalah bentuk (sirkuler, tak beraturan), margin (mulus, filamentus, lobatus, bergelombang, bergerigi), pigmentasi (putih pekat, putih, putih pudar, bening, jingga, kuning, putih kehijauan, putih kekuningan), dan elevasi (datar, naik, umbonatus), (3) terdapat 10 Genus bakteri yang terdapat pada rhizosfer Hutan Dasong yang diindikasikan sebagai Genus Ensifer, Rhizobacter, Agrobacterium, Acetobacterium, Arthrobacter, Bacillus, Microbacterium, Azomonas, Myxococcus, dan Micrococcus. Isolat P, Y, dan A1 diindikasikan sebagai Microbacterium lacticum, Microbacterium imperial, dan Micrococcus nishinomiyaensis. Terdapat 6 Genus pada rhizosfer perkebunan stroberi yang diindikasikan sebagai Genus Paracoccus, Arthrobacter, Pseudomonas, Micrococcus, Azotobacter, dan Flavobacterium. Genus Arthrobacter dan Micrococcus terdapat di kedua tempat karena tanah perkebunan stroberi mengambil tanah humus dari Hutan Dasong. Kata Kunci : Analisis Bakteri, Hutan Dasong, Perkebunan Stroberi, Rhizosfer Dasong Forest located in Pancasari Village, had a quite natural soil conditions and diversity of plant species. Near from Dasong Forest area, there was a strawberry farm which supplied by chemical pesticides on an ongoing basis. The purpose of this study was (1) to determine the number of colonies; (2) analyze the macroscopic characteristics of the colonies; and (3) the Genus of bacteria in the rhizosphere of Dasong Forest and strawberry farm in Pancasari Village, Bali. This research was a descriptive. Isolation of the bacteria were performed by Nutrient Agar using pour plate method, while to count the number of bacterial colonies using total plate count method. Data were analyzed by a different test (t-test). The results of this study showed (1) the differences number of bacterial colonies (p=0,037); (2) the macroscopic characteristics of bacteria colonies in Dasong Forest were the shapes (circular, irregular, rhizoid), margins (smooth, filamentous, lobatus), pigmentation (grayish-white, solid white, white, off-white, translucent, yellow, light yellow, orange), and the elevation (flat, rising, convex). Macroscopic characteristics of the bacteria colonies in strawberry farm were the shape (circular, irregular), margins (smooth, filamentous, lobatus, wavy, serrated), pigmentations (solid white, white, off-white, translucent, orange, yellow, greenish white, yellowish white), and elevation (flat, rising, umbonatus); (3) there are 10 genera of bacteria that found in the rhizosphere of Dasong Forest, its can be indicated as Genus of Ensifer, Rhizobacter, Agrobacterium, Acetobacterium, Arthrobacter, Bacillus, Microbacterium, Azomonas, Myxococcus, and Micrococcus. Isolate of P, Y, and A1 can be indicated as Genus of Microbacterium lacticum, Microbacterium imperial, and Micrococcus nishinomiyaensis. While there are 6 genera in the rhizosphere of strawberry farm, that can be indicated as Genus of Paracoccus, Arthrobacter, Pseudomonas, Micrococcus, Azotobacter, and Flavobacterium. Genus Arthrobacter and Micrococcus found in Dasong Forest and strawberry farm, because the soil of strawberry farm takes from soil of Dasong Forest. keyword : Analysis of Bacteria, Dasong Forest, Strawberry Farm, Rhizosphere
UJI KEMAMPUAN DEGRADASI MINYAK SOLAR OLEH KONSORSIUM BAKTERI HASIL PRESERVASI DENGAN KOMBINASI METODE LIOFILISASI DAN METODE GLISEROL I Made Gita Pramana Putra .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7433

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar Asam n-Oktanoat yang dihasilkan oleh konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan the randomized posttest only control group design dengan 8 kali pengulangan pada kelompok perlakuan volume 10 ml, 20 ml, dan 30 ml konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar. Populasi penelitian ini adalah konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi menggunakan kombinasi metode liofilisasi dan metode gliserol. Sampel penelitian adalah cuplikan 5 ml media degradasi minyak solar dari masing-masing unit percobaan. Analisis data menggunakan Uji Anava satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data diperoleh Fhitung (32,615) < Ftabel (3,466) dan nilai signikansi 0,000 < 0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar Asam n-Oktanoat yang dihasilkan oleh konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi. Volume 30 ml konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi adalah volume optimum dalam menghasilkan Asam n-Oktanoat. Hasil identifikasi isolat bakteri, ditemukan empat genus bakteri, yaitu: Neisseria (isolat A dan D), Pseudomonas (isolat B dan E), Acinetobacter (isolat C), dan Halomonas (isolat F).Kata Kunci : konsorsium, bakteri pendegradasi solar, Asam n-Oktanoat The main purpose of this study was to know the differences of n-octanoic acid level produced by an-after period of preservation bacteria consortium to degrade petroleum diesel. This experimental research design was the randomized posttest-only control group design with eight replication in three treatment groups from consortium of diesel oil degrading bacteria volume. The population was an-after period preservation diesel oil degrading bacteria consortium using combination of lyophilization method and glycerol method. Sample is a snippet of 5 ml of fuel oil degradation medium from each experiment unit. Data analysis using One Way Anova test with significance level of 5%. Based on the data analysis obtained Fhitung (32.615) < F tabel (3.466) and significance 0,000 < 0,005 shows that there are significant differences in levels of n-octanoic acid that produced by an-after period of diesel oil degrading bacteria consortium. 30 ml of an-after period preservation of diesel oil degrading bacteria consortium is the optimum volume in producing n-octanoic acid. The observations of secondary data found that there are four genus of six bacterial isolates, such as: Neisseria (A and D isolates), Pseudomonas (B and E isolates), Acinetobacter (C isolate), and Halomonas (F isolates).keyword : consortium, diesel degrading bacteria, n-octanoic acid
PRESERVASI KONSORSIUM ISOLAT BAKTERI PENDEGRADASI MINYAK BUMI DARI PERAIRAN PELABUHAN CELUKAN BAWANG KABUPATEN BULELENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GLISEROL Komang Sani Willyarsa .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7489

Abstract

Kegiatan transportasi banyak menghasilkan limbah sisa minyak bumi yang mencemari tanah dan perairan. Sumber pencemaran yang paling tinggi dewasa ini adalah dari tumpahan minyak bumi. Salah satu langkah yang digunakan untuk mengatasi pencemaran lingkungan yaitu dengan cara biologi menggunakan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimanakah viabilitas preservasi konsorsium isolat bakteri pendegradasi minyak bumi dengan metode gliserol. (2) mengetahui perbedaan kadar asam n-oktanoat hasil degradasi minyak bumi oleh bakteri preservasi dengan konsentrasi yang berbeda. (3) konsentrasi preservasi isolat bakteri yang paling berpengaruh terhadap asam n-oktanoat yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan The Randomized Posttest Only Control Group Design dengan 8 kali pengulangan pada tiga kelompok perlakuan. Populasi penelitian ini adalah konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi menggunakan metode gliserol, sedangkan sampel penelitian adalah cuplikan 5 ml media degradasi minyak solar dari masing-masing unit percobaan. Analisis data menggunakan Uji Anava satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh Fhitung (10,696) > Ftabel (2,920) dan nilai signifikansi 0,001 F table (2.920) and a significant value 0.001
PENGARUH BERAT BIJI LABU (Cucurbita moschata) PADA FERMENTASI KRIM SANTAN KELAPA TERHADAP VOLUME VCO Ni Luh Sinta Kusuma Wardani .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7547

Abstract

Proses pengolahan kelapa menjadi minyak yang ada dimasyarakat masih dilakukan secara tradisional, pengolahan ini masih banyak memiliki kelemahan. Disisi lain pemanfaatan biji labu dalam masyarakat juga belum optimal. Seiring dengan berkembangnya teknologi ditemukan adanya minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO). Salah satu teknik dalam pembuatan VCO adalah dengan cara fermentasi. Fermentasi dilakukan dengan penambahan biji labu (Cucurbita moschata).Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui adanya perbedaan volume VCO hasil fermentasi krim santan kelapa menggunakan biji labu (Cucurbita moschata) dengan berat yang berbeda. (2) mengetahui kualitas VCO yang dihasilkan ditinjau dari bilangan peroksida dan kadar asam lemak bebasnya. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 kali pengulangan untuk masing-masing sampel. Langkah-langkah pengumpulan data terdiri dari tahap persiapan dan pelaksanaan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Anava One Way menggunakan bantuan SPSS 21. Hasil analisis diperoleh nilai p sebesar 0,0001 yang berarti bahwa H1 diterima, yang menyatakan ada perbedaan volume VCO pada fermentasi krim santan kelapa menggunakan biji labu (Cucurbita moschata) dengan berat yang berbeda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa berat biji labu 15 g adalah berat yang optimal untuk volume VCO, karena memberikan hasil volume VCO yang optimal yaitu dengan rata-rata sebanyak 81,5 ml per 250 ml krim santan. VCO yang dihasilkan dalam kualitas baik, karena memiliki rata-rata bilangan peroksida 2,86 meq/Kg oil, dan kandungan rata-rata asam lemak bebas sebesar 0,21%. Kata Kunci : Kata Kunci: Biji Labu, Fermentasi, VCO The processing of coconuts into the oil remaining in the community is still done traditionally, this treatment still has many weaknesses. On the other hand the use of pumpkin seeds in the community is also not optimal. As the technology advances found their pure coconut oil or Virgin Coconut Oil (VCO). One technique in the manufacture of VCO is by fermentation. Fermentation is carried out with the addition of pumpkin seeds (Cucurbita moschata) The purpose of this research is (1) to know the difference in volume VCO creamy coconut milk fermented using pumpkin seeds (Cucurbita moschata) with different weights. (2) determine the quality of the resulting VCO terms of peroxide and free fatty acid levels. Type of this research is experimental research design used was completely randomized design (CRD) with 8 repetitions for each sample. The steps of data collection consists of preparation and conduct of the study. Data were analyzed with One Way Anova test using SPSS 21. The results of the analysis obtained p value of 0.0001, which means that H1 is accepted, stating there are differences in volume VCO fermenting coconut cream using pumpkin seeds (Cucurbita moschata) with weight different. Based on research conducted showed that the weight of 15 g pumpkin seeds are optimal weight for VCO volume, because it provides optimal results VCO volume is by an average of 81.5 ml per 250 ml coconut cream. VCO produced in good quality, because it has an average number of 2.86 meq peroxide / kg oil, and the average content of free fatty acids of 0.21%.keyword : Pumpkin seeds, Fermentation, VCO
PENGGUNAAN ENZIM ALFA-AMILASE DAN WAKTU FERMENTASI DALAM PEMBUATAN BIOETANOL DARI TEPUNG BIJI BUAH DURIAN (Durio zibethinus) Ni Putu Oka Milarika .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.7566

Abstract

Pengembangan energi alternatif bioetanol perlu dilakukan karena tingginya konsumsi dan ketersediaan bahan bakar terbatas. Untuk mengoptimalkan hasil bioetanol yang diperoleh maka diperlukan bahan baku alternatif serta optimalisasi dalam proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan volume bioetanol yang dihasilkan dari tepung biji buah durian (Durio zibethinus) dengan penggunaan enzim α-amilase, waktu fermentasi dan interaksi antara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap berdasarkan pola penyusunan faktorial 4x4. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan enzim α-amilase dan waktu fermentasi sedangkan variabel terikatnya adalah volume bioetanol. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali dengan total sampel 48. Tahapan dari penelitian ini adalah persiapan, pelaksanaan (pretreatment, hidrolisis, fermentasi, destilasi), observasi serta analisis data. Dari hasil uji hipotesis didapatkan bahwa penggunaan enzim α-amilase 0,20 ml menghasilkan volume bioetanol dengan rata-rata tertinggi yaitu 13,3 ml. Volume bioetanol yang dihasilkan tertinggi pada waktu fermentasi 48 jam, serta terdapat interaksi antara penggunaan enzim α-amilase dan waktu fermentasi.Kata Kunci : bioetanol, enzim α-amilase, tepung biji buah durian, waktu fermentasi Development of alternative energy bioethanol was necessary because of high consumption and limited fuel availability. To optimize the results of bioethanol necessary alternatives raw material and optimization process. This study was aims to determine the differences in the volume of bioethanol produced from durian (Durio zibethinus) seeds flour with the use of the α-amylase enzyme, fermentation time and the interaction between them. This study was an experimental study with a randomized complete design based on 4x4 factorial pattern. The independent variables in this study was the use of α-amylase enzyme and fermentation time while the dependent variable was the volume of bioethanol. Repetition done 3 times with a total sample are 48. The stages of this research was preparation, execution (pretreatment, hydrolysis, fermentation, distillation), observation and data analysis. From the results of hypothesis test show that the use of 0.20 ml α-amylase enzyme produces the highest bioethanol with an average 13.3 ml. The highest volume of bioethanol produce in the fermentation time of 48 hours, and there are an interaction between the use of α-amylase enzyme and fermentation time.keyword : bioethanol, α -amylase enzyme, durian (Durio zibethinus) seeds flour, fermentation time
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SINGARAJA Ni Wayan Pradnyawati Kartika .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.7713

Abstract

Dalam pembelajaran, berbagai masalah yang sering dijumpai diantaranya siswa kurang mampu memahami materi pelajaran yang disampaikan guru sehingga hasil belajar siswa kurang sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 357 orang dan terbagi menjadi 12 rombongan belajar. Pemilihan sampel yang digunakan dilakukan dengan menggunakan undian. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII B5 sebagai kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan kelas VII B7 sebagai kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar IPA. Selanjutnya hasil tes dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji-t. Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel pada taraf signifikansi yang diperoleh 0,000 < 0,05. Nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division yaitu 85,84>72,16. Hal ini berarti terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja. Kata Kunci : model pembelajaran GI, model pembelajaran STAD, dan hasil belajar There was various problems that are found during the lesson, for examples students were less able to understand the subject matter that taugh by teachers, so the learning outcomes lower than expected. This study aims to know significant differences of learning outcomes in Science subjects between students who learned using cooperative learning model type Group Investigation (GI) and students who learned using the cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD). This study was a quasi-experimental research (quasi experiment), that used a pretest-posttest non-equivalent control group design. The population in this study were all students of class VII SMPN 6 Singaraja in academic year 2015/2016, amounting to 357 people and divided into 12 classes. The technique that used to select the samples is done by simple random sampling technique using a lottery. The samples in this research is class VII B5 as classroom that learning use cooperative learning model type Group Investigation (GI) and class VII B7 as classroom that learning use cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD). The data in this research collect used the test results of science subjects. Furthermore, the test results were analyzed using descriptive analysis and t-test. From the results of the hypothesis test obtained thitung> ttable with value of the significance level 0.000 72.16). This means that the implementation of cooperative learning model type Group Investigation (GI) has an effect on learning outcomes in Science subjects at the seventh grade students of SMP Negeri 6 Singaraja.keyword : learning model GI, learning model STAD, and learning outcome
Co-Authors ., Agus Putu Adi Wyadnya Yoga ., Azizah Nurmala ., Erfiana Febry Puspitasari ., Gede Sedana Putra ., I Made Ada Wiguna ., I Made Gita Pramana Putra ., I Made Oka Suardyana ., I Putu Andy Putra ., IRQAMI RACHMA DWI D ., Ismiatul Wardah ., Kadek Krisna Dwi Mahartini ., KADEK KUSUMA DEWI ., Kadek Pina Destrya Lestari ., Kadek Tirta Yasa ., Komang Sani Willyarsa ., N L PT S ARYANINGSIH ., Ni Komang Deny Julyeda ., NI KOMANG SURYANI ., Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih ., Ni Luh Sinta Kusuma Wardani ., Ni Putu Febri Ardiantari ., Ni Putu Oka Milarika ., Ni Wayan Pradnyawati Kartika ., Putu Ayu Agustina Saraswadewi ., Putu Cindy Arista ., Putu Paramesti Nopitayani ., RIRIS SUDURI ., Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri Agus Putu Adi Wyadnya Yoga . Azizah Nurmala . Cokorda Istri Ayu Setyawati . Desak Ayu Putu Agustini . Desak Ayu Putu Agustini ., Desak Ayu Putu Agustini Desak Made Citrawathi Drs.I Ketut Artawan,M.Si . Erfiana Febry Puspitasari . Fransiska Yunita Sembung Gede Sedana Putra . Gst. Ayu Md. Juniasmita Parsandi . Heri Budiatmoko . Heri Budiatmoko ., Heri Budiatmoko I Dewa Ketut Sastrawidana I Gede Astra Wesnawa I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ngurah Yuda Pranata . I M G. P. Putra I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Ada Wiguna . I Made Gita Pramana Putra . I Made Oka Riawan I Made Oka Suardyana . I Nyoman Wijana I Putu Andy Putra . I Putu Parwata I Wayan Sukra Warpala I Wayan Suparyanta . I Wayan Suparyanta ., I Wayan Suparyanta Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana IKA DINI HARYANTI . IRQAMI RACHMA DWI D . Ismiatul Wardah . Kadek Krisna Dwi Mahartini . KADEK KUSUMA DEWI . Kadek Pina Destrya Lestari . Kadek Tirta Yasa . Komang Sani Willyarsa . Luh Putu Amelia Rahayu Made List Metriani . N L PT S ARYANINGSIH . Ni Kadek Pinawati . Ni Komang Deny Julyeda . NI KOMANG SURYANI . Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Luh Sinta Kusuma Wardani . Ni Putu Febri Ardiantari . Ni Putu Oka Milarika . Ni Putu Risitiati Ni Putu Ristiati Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Gunia Prastuti Ni Wayan Pradnyawati Kartika . Ni Wayan Sri Santika Dewi . Ni Wayan Sri Santika Dewi ., Ni Wayan Sri Santika Dewi Putra, I M G. P. Putu Ayu Agustina Saraswadewi . Putu Cindy Arista . Putu Indah Rahmawati Putu Paramesti Nopitayani . RIRIS SUDURI . Risitiati, Ni Putu S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri . Siti Maryam Virginia Suvranita . Virginia Suvranita ., Virginia Suvranita Yundari, Yundari