Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS JAMUR MIKROSKOPIS PADA RHIZOSFER DI LAHAN PERKEBUNAN STROBERI (Fragaria ananassa var. rosa linda) DAN DI HUTAN DASONG, DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG, BALI Putu Cindy Arista .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.7917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni dan keanekaragaman genus jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan stroberi (Fragaria ananassa var. rosa linda) dan di Hutan Dasong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Metode yang digunakan yakni survei, pengambilan sampel, uji laboratorium, dan eksplorasi. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan dan di Hutan Dasong, sedangkan obyek adalah isolat jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan dan di Hutan Dasong. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap purifikasi, tahap identifikasi, dan analisis data. Berdasarkan hasil uji hipotesis terdapat perbedaan jumlah koloni jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan stroberi dan Hutan Dasong. Jumlah koloni jamur pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan lebih banyak daripada di Hutan Dasong, namun keanekaragaman genusnya berbanding terbalik. Pada lahan perkebunan diperoleh 9 (sembilan) isolat jamur rhizosfer antara lain Fusarium (1 isolat), Penicillium (1 isolat)¸ Scopulariopsis (1 isolat)¸ Epicoccum (1 isolat)¸ Trichoderma (3 isolat)¸ Mucor (1 isolat)¸ dan Aspergillus (1 isolat). Sedangkan dari hasil isolasi di Hutan Dasong, diperoleh 12 (dua belas) isolat jamur rhizosfer yang termasuk ke dalam genus Penicillium (3 isolat), Mucor (1 isolat), Fusarium (1 isolat), Trichoderma (2 isolat), Verticillium (1 isolat), Rhizopus (1 isolat), Aspergillus (2 isolat), dan Gliocladium (1 isolat). Sehingga total jumlah genus jamur rhizosfer yang ditemukan di lahan perkebunan stroberi dan Hutan Dasong adalah 10 (sepuluh) genus dengan satu isolat yang memiliki ciri makroskopis dan mikroskopis yang sama yaitu isolat K9 dan H10.Kata Kunci : jamur mikroskopis, rhizosfer, perkebunan stroberi, Hutan Dasong This study aims to determine the differences number of colonies and the diversity genus of microscopic fungi in rhizosphere strawberry farm (Fragaria ananassa var. rosa linda) and Dasong Forest. This research is a descriptive exploratory. The method used are surveys, sampling, laboratory testing, and exploration. The subjects in this study are all microscopic fungi in the rhizosphere of strawberry farm and rhizosfer of plant in Dasong Forest, while the object is a microscopic fungal isolates in the rhizosphere of strawberry farm and rhizosfer of plant in Dasong Forest. Stages of this study consisted of preparation stage, implementation stage, purification, identification, and analysis of data. Based on the results of hypothesis testing there are differences in the number colonies of microscopic fungi in the rhizosphere of plants in strawberry farm and Dasong Forest. The number of fungal colonies in the rhizosphere strawberry farm more higher than in Dasong forest, but the diversity of the genus inversely. On the strawberry farm acquired 9 (nine) fungal isolates include Fusarium (1 isolate), Penicillium (1 isolate) ¸ Scopulariopsis (1 isolate) ¸ Epicoccum (1 isolate)¸ Trichoderma (3 isolates)¸ Mucor (1 isolate)¸ and Aspergillus (1 isolate). While the results of the isolation in the Dasong Forest, obtained 12 (twelve) fungal isolates belong to the genus Penicillium (3 isolates), Mucor (1 isolate), Fusarium (1 isolate), Trichoderma (2 isolates), Verticillium (1 isolates ), Rhizopus (1 isolate), Aspergillus (2 isolates), and Gliocladium (1 isolate). So the total number of rhizosphere fungi genus were found in strawberries and forest plantations Dasong is 10 (ten) genus with one isolate has a characteristic macroscopic and microscopic same that isolates K9 and H10. keyword : microscopic fungi, rhizosphere, strawberry farm, Dasong Forest
ANALISIS JAMUR MIKROSKOPIS PADA RHIZOSFER DI LAHAN PERKEBUNAN STROBERI (Fragaria ananassa var. rosa linda) DAN DI HUTAN DASONG, DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG, BALI Putu Cindy Arista .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.7918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni dan keanekaragaman genus jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan stroberi (Fragaria ananassa var. rosa linda) dan di Hutan Dasong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Metode yang digunakan yakni survei, pengambilan sampel, uji laboratorium, dan eksplorasi. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan dan di Hutan Dasong, sedangkan obyek adalah isolat jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan dan di Hutan Dasong. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap purifikasi, tahap identifikasi, dan analisis data. Berdasarkan hasil uji hipotesis terdapat perbedaan jumlah koloni jamur mikroskopis pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan stroberi dan Hutan Dasong. Jumlah koloni jamur pada rhizosfer tanaman di lahan perkebunan lebih banyak daripada di Hutan Dasong, namun keanekaragaman genusnya berbanding terbalik. Pada lahan perkebunan diperoleh 9 (sembilan) isolat jamur rhizosfer antara lain Fusarium (1 isolat), Penicillium (1 isolat)¸ Scopulariopsis (1 isolat)¸ Epicoccum (1 isolat)¸ Trichoderma (3 isolat)¸ Mucor (1 isolat)¸ dan Aspergillus (1 isolat). Sedangkan dari hasil isolasi di Hutan Dasong, diperoleh 12 (dua belas) isolat jamur rhizosfer yang termasuk ke dalam genus Penicillium (3 isolat), Mucor (1 isolat), Fusarium (1 isolat), Trichoderma (2 isolat), Verticillium (1 isolat), Rhizopus (1 isolat), Aspergillus (2 isolat), dan Gliocladium (1 isolat). Sehingga total jumlah genus jamur rhizosfer yang ditemukan di lahan perkebunan stroberi dan Hutan Dasong adalah 10 (sepuluh) genus dengan satu isolat yang memiliki ciri makroskopis dan mikroskopis yang sama yaitu isolat K9 dan H10.Kata Kunci : jamur mikroskopis, rhizosfer, perkebunan stroberi, Hutan Dasong This study aims to determine the differences number of colonies and the diversity genus of microscopic fungi in rhizosphere strawberry farm (Fragaria ananassa var. rosa linda) and Dasong Forest. This research is a descriptive exploratory. The method used are surveys, sampling, laboratory testing, and exploration. The subjects in this study are all microscopic fungi in the rhizosphere of strawberry farm and rhizosfer of plant in Dasong Forest, while the object is a microscopic fungal isolates in the rhizosphere of strawberry farm and rhizosfer of plant in Dasong Forest. Stages of this study consisted of preparation stage, implementation stage, purification, identification, and analysis of data. Based on the results of hypothesis testing there are differences in the number colonies of microscopic fungi in the rhizosphere of plants in strawberry farm and Dasong Forest. The number of fungal colonies in the rhizosphere strawberry farm more higher than in Dasong forest, but the diversity of the genus inversely. On the strawberry farm acquired 9 (nine) fungal isolates include Fusarium (1 isolate), Penicillium (1 isolate) ¸ Scopulariopsis (1 isolate) ¸ Epicoccum (1 isolate)¸ Trichoderma (3 isolates)¸ Mucor (1 isolate)¸ and Aspergillus (1 isolate). While the results of the isolation in the Dasong Forest, obtained 12 (twelve) fungal isolates belong to the genus Penicillium (3 isolates), Mucor (1 isolate), Fusarium (1 isolate), Trichoderma (2 isolates), Verticillium (1 isolates ), Rhizopus (1 isolate), Aspergillus (2 isolates), and Gliocladium (1 isolate). So the total number of rhizosphere fungi genus were found in strawberries and forest plantations Dasong is 10 (ten) genus with one isolate has a characteristic macroscopic and microscopic same that isolates K9 and H10. keyword : microscopic fungi, rhizosphere, strawberry farm, Dasong Forest
ANALISIS PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN AIR REBUSAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor) TERHADAP KADAR ASAM OKSALAT TERLARUT I Made Oka Suardyana .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8015

Abstract

Bayam adalah salah satu sayuran yang terkenal memiliki kandungan serat yang sangat tinggi. Bayam juga kaya karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Dibalik manfaatnya, bayam mengandung senyawa alergik yang tidak baik bagi tubuh manusia, yaitu senyawa purin, goitrogen, dan oksalat. Asam oksalat merupakan senyawa kimia yang mudah larut dalam air dan dapat mengakibatkan pembentukkan batu ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Terkait dengan bahaya yang ditimbulkan oleh senyawa asam oksalat pada air rebusan bayam, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perbedaan kadar asam oksalat terlarut pada sayur bayam yang direbus dengan durasi waktu yang sama akibat lama waktu penyimpanannya yang berbeda, (2) lama waktu penyimpanan yang paling berpengaruh terhadap kadar asam oksalat terlarut pada sayur bayam yang direbus dengan durasi waktu yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Populasi pada penelitian ini adalah bayam sebanyak 250 gram/1200 ml yang tergolong bayam cabut (Amaranthus tricolor) yang terdapat di Desa Gesing Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah rebusan bayam yang telah diberikan 6 perlakuan yaitu disimpan selama: 0 jam, 2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam dan 10 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Kadar asam oksalat paling rendah terdapat pada penyimpanan 0 jam (P0) sebesar 94,85 ppm (2) Kadar asam oksalat tertinggi terdapat pada penyimpanan 10 jam (P5) sebesar 301,77 ppm. (3) lama penyimpanan air rebusan bayam mempengaruhi kadar asam oksalat pada air rebusan bayam Kata Kunci : lama penyimpanan, air rebusan bayam dan kadar asam oksalat terlarut Spinach is a kind of vegetable that is known to have very high fiber content. Spinach is also rich in carbohydrate, protein, fat and vitamins. Behind of its benefits, spinach contains allergic compound that is not good for health because it contains purine compound, goitrogen and oxalate. Oxalic acid is a chemical compound that is readily soluble in water and can lead to the formation of kidney stone if consumed in large quantity. Related to the danger posed by the oxalic acid compound in spinach stew, the study aims to determine: (1) the difference in levels of oxalic acid dissolved in spinach stew boiled in the same duration due to the variation of storage duration, (2) the most influencing storage duration on the levels of oxalic acid dissolved in spinach stew boiled in the same duration. This study is an experimental research. The population of this study was the spinach that is classified as Amaranthus tricolor, as much as 250 gram boiled in 1,200 mililitre of water, obtained from Gesing village of Banjar District of Buleleng Regency. While the sample of the study was spinach stew that has been given of six treatments that was kept for : 0 hours, 2 hours, 4 hours, 6 hours, 8 hours and 10 hours. The result of this study indicates that: (1) the lowest levels of oxalic acid contained in storage duration of 0 hours (P0) contained 94.85 ppm (2) The highest levels of oxalic acid contained in the stew resulted from the storage duration of 10 hours (P5) that is 301.77 ppm. (3) The storage duration affect the oxalic acid levels in spinach stew.keyword : storage duration, spinach stew, dissolved oxalic acid concentration
ANALISIS KETERAMPILAN BERTANYA GURU DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA DI KOTA SINGARAJA Kadek Krisna Dwi Mahartini .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8166

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kemampuan bertanya guru Biologi dalam pembelajaran berbasis Keterampilan Proses Sains. Penelitian ini dilakukan di SMA Kota Singaraja dengan melibatkan tujuh orang guru sebagai informan. Data dikumpulkan dengan empat teknik, yaitu angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau simpulan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bertanya guru belum optimal. Jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru Biologi SMA di Singaraja dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu pertanyaan diklasifikasikan (1) menurut maksudnya yang didominansi dengan 37,20% pertanyaan retoris, (2) berdasarkan taksonomi Bloom yang didominasi pertanyaan kognitif tingkat rendah yakni 40% merupakan pertanyaan pengetahuan, sebanyak 32% merupakan pertanyaan pemahaman, sebanyak 16% merupakan pertanyaan penerapan dan (3) berdasarkan luas sempitnya jawaban didominansi dengan 61,06% pertanyaan Konvergen. Teknik bertanya guru dalam observasi ada yang diterapkan secara maksimal dan ada juga yang belum maksimal diterapkan dalam proses belajar mengajar. Hambatan yang dialami guru dalam mengajukan pertanyaan, yaitu pemahaman tentang jenis-jenis pertanyaan yang masih kurang, kurangnya perencanaan pertanyaan yang akan diajukan, kurangnya pelatihan tentang keterampilan bertanya, keadaan siswa yang berbeda disetiap kelasnya dan kurangnya kesadaran guru akan hambatan yang dialaminya. Aktivitas belajar siswa dengan keterampilan bertanya pada pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses Sains sudah dikatakan baik, siswa sudah dapat memahami konsep-konsep yang diajarkan oleh guru, dengan aktif menjawab, kegiatan visual, lisan, mendengarkan, menulis dan kegiatan motorik. Namun ada juga siswa yang cenderung diam tidak mengikuti dan tidak mau berusaha untuk menjawab semua pertanyaan dari guru.Kata Kunci : Jenis Pertanyaan , Kemampuan Bertanya, Keterampilan Proses Sains, dan Tehnik Bertanya The purpose of this reasearch was to analyze deeply the ability questioning the teacher of Biology in Science Process Skills-based learning. This research was conducted at SMA Singaraja involving seven teachers as informants. In collecting the data, the researcher applied four techniques, such as questionnaires, observations, interviews, and documentation with analyzed include data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that ability to asked the teachers did not optimal. Types of questions asked by high school biology teachers in Singaraja grouped into three types of questions classified (1) according to the intentions dominated with 37.20% rhetorical question, (2) based on Bloom's Taxonomy dominated by low-level cognitive questions which 40% is a question of knowledge , 32% is the question as the understanding that 16% is a question penerapandan (3) based on the area of narrowness answer dominated with 61.06% convergent questions. Technique ask the teacher in the last observation applied to the maximum, and some are not maximized applied to the learning process. Barriers experienced teachers to ask questions, which is an understanding of the kinds of questions that are still lacking, a lack of planning questions to be asked, the lack of training on questioning skills, circumstances of different students in each class and the lack of awareness of teachers will be barriers they experienced. learning activities of students with the skills to ask biology of skill-based learning process has been said to be good science, the students understand with concepts being teach by a teacher with an active answer, activities visual, verbal, listening, writing and motor activities. But there are also students who tend to be quiet doesn’t participant and doesn’t answer all questions from the teacher.keyword : Type of Question , Questioning Skill, Questioning Technique And Science Process Skills
ANALISIS TOTAL KOLONI BAKTERI YANG TERDAPAT DI PEMANDIAN AIR PANAS TOYA BUNGKAH KABUPATEN BANGLI Putu Ayu Agustina Saraswadewi .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mengetahui perbedaan jumlah koloni bakteri yang terdapat di aliran air panas Toya Bungkah pada tiga tempat yang berbeda. (2) mengetahui jumlah koloni bakteri terbanyak pada aliran air panas Toya Bungkah.(3) menganalisis genus bakteri yang terdapat di setiap tempat aliran air panas Toya Bungkah. Penelitian ini tergolong penelitian kausal komperatif, yaitu penyelidikan empiris yang sistematis di mana peneliti tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena variabel tersebut pada dasarnya tidak dapat di manipulasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu: persiapan, pelaksanaan, observasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) jumlah koloni bakteri yaitu pada sumber (pancuran) 73, kolam pemandian 194, tempat pembuangan 107. (2) tempat terbanyak terdapat bakteri adalah pada kolam pemandian. (3) hasil identifikasi bakteri diperoleh 6 genus bakteri yaitu Listeria, Enterococcus, Streptococcus, Pseudomonas, Enterobacter, dan Bacillus.Kata Kunci : Air panas, pemandian, total koloni bakteri. This research aimed at: (1) to know the difference amount of bacteria colonies of Toya Bungkah hot water stream flow on three different areas; (2) to know the greatest number of bacteria colony at Toya Bungkah hot stream flow; (3) to analyse the genus of bacteria at each areas hot water stream flow at Toya Bungkah. This research is a causal comparative research, that is a systematic emphiric research ini which the researcher did not control the independent variabele since thi variable could not be manipulated. Data collection of this research was conducted in three steps: preparatin, implementation, observation. The result of this research indicated that (1) the total amount of bacteria colony, that is the source (fountain) 73, swimming pool 194, and on water spillyway 107. The greatest number of bacterias are found at swimming pool. The identification of bacteria resulted 6 genus of bacteria, they are: Listeria, Enterococcus, Streptococcus, Pseudomonas, Enterobacter, dan Bacillus.keyword : Hot Water, bathing place, total colonies of bacteria.
STUDI PENGGUNAAN BUKLET DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 SAWAN TAHUN AJARAN 2015/2016 Ismiatul Wardah .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok kelas yang dibelajarkan menggunakan buklet setting NHT dan tanpa menggunakan buklet setting konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu (quasi experimental research) dengan rancangan non-equivalent pretest posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas X semester genap SMA Negeri 1 Sawan tahun ajaran 2015/2016. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik acak (random sampling). Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X7 dan X8 SMA Negeri 1 Sawan. Data penelitian diperoleh dari tes hasil belajar ranah kognitif siswa. Teknik analisis data yang digunakan dua teknik analisis yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik Independent Sample T-test. Pengujian dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil penelitian yaitu: terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok kelas yang dibelajarkan menggunakan buklet setting NHT dan tanpa menggunakan buklet setting konvensional.Kata Kunci : animalia, buklet, NHT. This study was aimed to identify diversity of biology learning result between learning groups with NHT setting booklet and without conventional setting. This study was a quasi experimental research with non-equivalent pre-test post-test control group design. Population of this study were second semester X grade students of SMAN 1 Sawan academic year 2015/2016. Sample were choosen through random sampling. The sample of this study were X7 and X8 of SMAN 1 Sawan. Data were collected through students' learning result with cognitive test. The Data were analyzed using two analysis technique, descriptive analysis and statistic analysis with Independent Sample T-test. The test was done with 5% significancy. Based on data analysis, the result of this study were: there was a significant effect of biology learning result between learning groups with NHT setting booklet and without conventional setting.keyword : animalia, booklet, NHT
Pengaruh Masa Simpan terhadap Jumlah Koloni Bakteri Jamu Gendong Beras Kencur di Pasar Banyuasri Singaraja Erfiana Febry Puspitasari .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8217

Abstract

Perilaku pembuat jamu gendong dalam mengolah jamu gendong masih kurang memperhatikan faktor higienis. Begitu juga jamu gendong yang dijual di pasar Banyuasri mudah terpapar sinar matahari dan kemasannya kurang hiegenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama penyimpanan (0 jam, 12 jam, 24 jam dan 36 jam) terhadap jumlah koloni bakteri dan jumlah koloni yang paling banyak mengontaminasi jamu gendong. Jenis penelitian ini adalah true experimental. Data utama berupa jumlah koloni bakteri dan data penunjang berupa genus bakteri. Teknik analisis data utama dengan menggunakan ANAVA one-way dengan taraf signifikansi 5% dan data penunjang dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa taraf signifikansinya 0,000 < 0,05 yang berarti ada erbedaan pengaruh lama penyimpanan terhadap jumlah koloni bakteri. Hasil pengamatan data penunjang ditemukan 4 genus bakteri yaitu Escherichia, Micrococcus, Pseudomonas dan Bacillus.Kata Kunci : beras kencur,genus bakteri, jamu gendong, jumlah koloni bakteri, masa simpan Behavior carrying medicinal maker in the process carrying medicinal still less attention to hygiene factors. Likewise, carrying medicinal sold in the market Banyuasri easily exposed to sunlight and less hygienic packaging. This study aims to determine the effect of different storage time (0 hours, 12 hours, 24 hours and 36 hours) to the number of bacterial colonies and the number of colonies that most contaminating carrying medicinal. This type of research is true experimental. The main data such as the number of bacterial colonies and supporting data in the form of a genus of bacteria. The main data analysis techniques using one-way ANOVA with a significance level of 5% and the supporting data were analyzed descriptively. Based on data analysis showed that the level of significance 0.000
HUBUNGAN VARIASI KONSENTRASI GETAH KAMBOJA (Plumeria acuminata W.T. Ait) TERHADAP PERBEDAAN DIAMETER ZONA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Agus Putu Adi Wyadnya Yoga .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) adanya pengaruh konsentrasi getah kamboja (Plumeria acuminata W.T. Ait) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan (2) konsentrasi getah kamboja (Plumeria acuminata W.T. Ait) yang paling efektif diberikan untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan (true experimental research). Terdapat tiga jenis variabel pada penilitian ini, diantranya variabel terikat, variabel bebas dan variabel kontrol. Variabel terikat pada penilitian ini ialah pertumbuhan Staphylococcus aureus dalam bentuk diameter zona hambatan, sedangkan variabel bebasnya adalah konsentrasi getah dari pohon kamboja dengan konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80%. Untuk variabel kontrol terdiri dari beberapa variabel berbeda yaitu lingkungan tempat inkubasi meliputi suhu, kelembaban, lama perlakuan dan pH. Pengaruh konsentrasi getah kamboja dianalisis menggunakan analisis oneway ANOVA . Untuk mengetahui keefektivan getah kamboja digunakan uji MIC dan uji MBC. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh konsentrasi getah kamboja terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Pengaruh ini ditunjukkan dengan perbedaan rerata diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Secara berturut-turut dari konsentrasi ekstrak 20%, 40%, 60% dan 80% didapatkan rerata zona hambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 0,85 cm, 1,15 cm, 1,42 cm dan 1,73 cm. Sedangkan berdasarkan hasil uji MIC dan MBC menunjukkan bahwa konsentrasi paling efektif dari ekstrak kasar getah kamboja untuk membunuh bakteri adalah konsentrasi 35%.Kata Kunci : Efektivitas, Kamboja(Plumeria acuminata W.T. Ait), Konsentrasi, Pertumbuhan, Staphylococcus aureus This research was aimed to know: (1) the effect of frangipani latex towards the growth of Staphylococcus aureus and (2) the concentration of frangipani (Plumeria acuminata W.T. Ait) latex which was the most effective to be given to hamper the growth of Staphylococcus aureus. This kind of research is a true experimental research). There were three kinds of variabels in this research. There were bounded variable, free variable and controlled variable. Bounded variable were the growth of Staphylococcus aureus in form of diameter of zone obstacle, however free variabel was latex concentration from frangipani tree with 20%, 40%, 60%, and 80% of concentration. Control variable consisted of some different variables which were the environment of incubator that consisted of climate, humidity, the treatment duration and pH. The effect of concentration of frangipani latex was analyzed by using oneway ANOVA analysis. To know the effect of the essential of rough frangipani latex was done using MIC test and MBC test. The research result shows that there was an effect of concentration of frangipani latex towards the growth Staphylococcus aureus bacteria. This effect is shown by the difference of the average diameter vapid zone of Staphylococcus aureus bacteria growth gradually from essential concentration 20%, 40%, 60%, and 80% got from the average diameter vapid zone of Staphylococcus aureus which is 0.85 cm, 1.15 cm, 1.42 cm and 1.73 cm. However, based on the MIC and MBC test, it shows that the concentration that is the most effective from rough essential of frangipani latex to kill the bacteria is 35% concentration.keyword : effective, frangipani (Plumeria acuminata W.T. Ait), Concentration, Growth, Staphylococcus aureus
EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI SRIKAYA (Annona squamosa) PADA KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli I Putu Andy Putra .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 3 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i3.11978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan pertumbuhan bakteri Escherichia coli akibat pemberian ekstrak biji Srikaya (Annona squamosa) dengan konsentrasi yang berbeda, (2) Konsentrasi ekstrak biji Srikaya yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experimental research). Perlakuan yang diberikan berupa ekstrak biji Srikaya dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Akibat perlakuan merupakan zona hambatan pertumbuhan bakteri. Rancangan dasar yang dipergunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh bakteri Escherichia coli dari stok kultur di Laboratorium Mikrobiologi yang dibiakan kembali pada media NB (Nutrient Broth), sedangkan sampelnya adalah bakteri Escherichia coli yang diberikan perlakuan ekstrak biji Srikaya dengan konsentrasi yang berbeda. Selain itu juga dilakukan Uji MIC (Minimum Inhibitor Concentration), Uji MBC (Minimum Bactericidal Concentration), dan Uji Koefisien Fenol sebagai data penunjang. Hasil penelitian adalah: (1) Ada perbedaan pertumbuhan bakteri Escherichia coli akibat pemberian ekstrak biji Srikaya dengan konsentrasi yang berbeda berdasarkan hasil uji hipotesis dengan angka signifikansi, 0,000 < 0,05 dan Fhitung (164,415) > Ftabel (2,87), (2) Konsentrasi ekstrak biji Srikaya (Annona squamosa) yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah konsentrasi 50%. Nilai MIC adalah 25%, nilai MBC 35%, dan Koefisien fenolnya adalah 125:25.Kata Kunci : Efektivitas, Biji Srikaya (Annona squamosa), Konsentrasi, Zona Hambatan The purpose of this research is to find out: (1) Growth differences of Escherichia coli bacteria due to the custard apple (Annona squamosa) seed’s extract in different concentrations, (2) The concentration of srikaya seed’s extract was most effective in inhibiting the growth of the bacteria. This research are used true experimental research. The treatment was given to Custard Apple (Annona squamosa) seed’s extract by 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% concentrations. The effect of the treatment was the inhibition of bacterial growth in the form of the average diameter of the inhibition zone. The basic design used is Completely Randomized Design. The population of this research was all Escherichia coli bacteria from the stock culture in Microbiology Laboratory which growth on Nutrient Broth medium, while the sample was Escherichia coli bacteria that given Custard Apple seed’s extract in different concentration. MIC (Minimum Inhibitor Concentration) test and MBC (Minimum Bactericidal Concentration) test were also used as supporting data. Moreover, the results of the research are: (1) There are a growth difference of Escherichia coli bacteria due to the custard apple (Annona squamosa) seed’s extract with different concentration based on hypothesis test with significance number, 0,000 < 0.05 and Fcount (164.415)> Ftable (2.87), (2) The concentration of seed extract of custard apple (Annona squamosa) which is most effective in inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria is 50% concentration. Furthermore, the MIC value is 25%, the MBC is 35%, and Coefficient of Phenol is 125:25.keyword : Effectiveness, Custard Apple’s Seed (Annona squamosa), Concentration, Inhibition Zone
UJI TOKSISITAS EKSTRAK BIJI SRIKAYA (Annona Squamosa) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex vishnui Putu Paramesti Nopitayani .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.11980

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak biji srikaya dengan konsentrasi berbeda dan (2) konsentrasi ekstrak biji srikaya yang paling efektif dari ketiga variasi konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm terhadap mortalitas larva nyamuk. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah larva nyamuk Culex vishnui instar III. Larva dikembangbiakan di laboratorium zoologi. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) Ada perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak biji srikaya dengan konsentrasi berbeda. Hal ini berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah menunjukkan nilai signifikansi 0,000 dan memiliki nilai F 16,91. Angka signifikansi tersebut < 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 (5%) dan nilai F hitung 16,91 > F tabel 3,47 maka H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak biji srikaya yang paling efektif dari ketiga variasi konsentrasi penyebab mortalitas larva nyamuk Culex vishnui adalah konsentrasi 150 ppm dengan nilai rerata mortalitas larva paling besar yaitu 8,25.Kata Kunci : Mortalitas, Ekstrak biji srikaya, Culex vishnui The purpose of this study was to determine (1) the difference in mortality of Culex vishnui mosquito larvae due to the extract of srikaya seed extract with different concentration and (2) the most effective concentration of srikaya seed extract from the three variations of concentration 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm on mosquito larva mortality. The type of research conducted is a real experimental study with Completely Randomized Design (RAL) posttest-only control group design. The study population was Culex vishnui instar III mosquito larvae. Larvae are breeding in zoological laboratories. Data were analyzed using one way ANOVA statistic test. The results showed (1) There was a difference in mortality of Culex vishnui mosquito larvae due to the extract of srikaya seed extract with different concentration. This is based on statistical test results of one-way ANOVA indicates a significance value of 0,000 and has a value of F 16.91. The significance number is F table 3.47 then H0 is rejected and H1 is accepted. (2) the most effective concentration of srikaya seeds extract from the three variations of concentration causing mortality of Culex vishnui mosquito larvae was the concentration of 150 ppm with the highest larval mortality rate of 8.25.keyword : Mortality, Srikaya Seed Extract, Culex vishnui
Co-Authors ., Agus Putu Adi Wyadnya Yoga ., Azizah Nurmala ., Erfiana Febry Puspitasari ., Gede Sedana Putra ., I Made Ada Wiguna ., I Made Gita Pramana Putra ., I Made Oka Suardyana ., I Putu Andy Putra ., IRQAMI RACHMA DWI D ., Ismiatul Wardah ., Kadek Krisna Dwi Mahartini ., KADEK KUSUMA DEWI ., Kadek Pina Destrya Lestari ., Kadek Tirta Yasa ., Komang Sani Willyarsa ., N L PT S ARYANINGSIH ., Ni Komang Deny Julyeda ., NI KOMANG SURYANI ., Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih ., Ni Luh Sinta Kusuma Wardani ., Ni Putu Febri Ardiantari ., Ni Putu Oka Milarika ., Ni Wayan Pradnyawati Kartika ., Putu Ayu Agustina Saraswadewi ., Putu Cindy Arista ., Putu Paramesti Nopitayani ., RIRIS SUDURI ., Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri Agus Putu Adi Wyadnya Yoga . Azizah Nurmala . Cokorda Istri Ayu Setyawati . Desak Ayu Putu Agustini . Desak Ayu Putu Agustini ., Desak Ayu Putu Agustini Desak Made Citrawathi Drs.I Ketut Artawan,M.Si . Erfiana Febry Puspitasari . Fransiska Yunita Sembung Gede Sedana Putra . Gst. Ayu Md. Juniasmita Parsandi . Heri Budiatmoko . Heri Budiatmoko ., Heri Budiatmoko I Dewa Ketut Sastrawidana I Gede Astra Wesnawa I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ngurah Yuda Pranata . I M G. P. Putra I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Ada Wiguna . I Made Gita Pramana Putra . I Made Oka Riawan I Made Oka Suardyana . I Nyoman Wijana I Putu Andy Putra . I Putu Parwata I Wayan Sukra Warpala I Wayan Suparyanta . I Wayan Suparyanta ., I Wayan Suparyanta Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana IKA DINI HARYANTI . IRQAMI RACHMA DWI D . Ismiatul Wardah . Kadek Krisna Dwi Mahartini . KADEK KUSUMA DEWI . Kadek Pina Destrya Lestari . Kadek Tirta Yasa . Komang Sani Willyarsa . Luh Putu Amelia Rahayu Made List Metriani . N L PT S ARYANINGSIH . Ni Kadek Pinawati . Ni Komang Deny Julyeda . NI KOMANG SURYANI . Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Luh Sinta Kusuma Wardani . Ni Putu Febri Ardiantari . Ni Putu Oka Milarika . Ni Putu Risitiati Ni Putu Ristiati Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Gunia Prastuti Ni Wayan Pradnyawati Kartika . Ni Wayan Sri Santika Dewi . Ni Wayan Sri Santika Dewi ., Ni Wayan Sri Santika Dewi Putra, I M G. P. Putu Ayu Agustina Saraswadewi . Putu Cindy Arista . Putu Indah Rahmawati Putu Paramesti Nopitayani . RIRIS SUDURI . Risitiati, Ni Putu S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri . Siti Maryam Virginia Suvranita . Virginia Suvranita ., Virginia Suvranita Yundari, Yundari