Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Pelayanan Publik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Banten dalam Perspektif Peningkatan Literasi Masyarakat Siti Vinna Fadillah; Qotrun Nida; Ronni Juwandi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3116

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui rendahnya tingkat masyarakat provinsi Banten khususnya masyakat kabupaten Lebak. Penelitian ini dilakukan di lima lokasi yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Banten, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Banten, Perpustakaan Umum Saidja Adinda Kabupaten Lebak, Perpustakaan Desa Sajira Mekar, dan TBM Kedai Proses. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat literasi di provinsi Banten khususnya di kabupaten Lebak ini dengan mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung literasi, serta peran pemerintah dalam menumbuhkan literasi masyarakat. Yang dimana faktor penghambat gerakan literasi yaitu kebiasaan membaca yang belum dimulai dari rumah, perkembangan teknologi yang makin canggih, sarana dan prasarana, dan ketersediaan dana. Untuk pendukung gerakan literasi yaitu sarana prasarana dan bahan bacaan. Untuk peran pemerintah sendiri yaitu orang tua mengambil peran utama, perpustakaan lebih inovatif menyediakan bahan bacaan, kerjasama pemerintah, penulis, dan publisher, mengadakan lomba literas, memebentuk komunitas literasi, dan mengadakan pelatihan. Kesimpulan dalam penelitian ini peran orang tua, masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan literasi.Kata Kunci: Faktor Penghambat, Faktor Pendukung, Peran Pemerintah AbstractThe purpose of this study is to determine the low level of society in the province of Banten, especially the people of Lebak district. This research was conducted in five locations, namely the Banten Provincial Library and Archives Service, Banten Province Education and Culture Office, Saidja Adinda Public Library, Lebak Regency, Sajira Mekar Village Library, and TBM Kedai Process. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques in this study used interview, observation and documentation techniques. The results showed that the literacy level in Banten province, especially in Lebak district, was to know the inhibiting and supporting factors of literacy, as well as the role of the government in growing community literacy. Where the inhibiting factors for the literacy movement are reading habits that have not been started from home, increasingly sophisticated technological developments, facilities and infrastructure, and the availability of funds. To support the literacy movement, namely infrastructure and reading materials. For the role of the government itself, namely parents take the main role, libraries are more innovative in providing reading materials, cooperation with the government, writers, and publishers, holding literacy competitions, forming literacy communities, and conducting training. The conclusion in this study is that the role of parents, society, and government is very important to improve literacy. Keywords: Inhibiting Factors, Supporting Factors, Government Role
PERAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MEMBENTUK SIKAP KOMUNIKATIF PESERTA DIDIK (STUDI DESKRIPTIF PADA KELAS VII C DI MTSN 1 PANDEGLANG) Nayla Zulvia Rachma; Ria Yuni Lestari; Qotrun Nida
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14470

Abstract

Pancasila Education learning plays an important role in shaping students' communicative attitudes as part of strengthening character and citizenship competency. However, in its implementation, students are still found to lack confidence in expressing opinions, have not been able to build arguments appropriately, and do not respect the opinions of others in the learning process. This study, conducted from January to March 2026, aims to describe the role of Pancasila Education learning in shaping the communicative attitudes of class VII C students at MTsN 1 Pandeglang using the perspective of Jürgen Habermas's communicative action theory. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model which includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Pancasila Education learning through the debate method plays a role in shaping students' communicative attitudes through a dialogue process that provides opportunities for students to express opinions, build arguments, listen, respect the views of others, and justify their opinions rationally. Based on Habermas's communicative action perspective, the learning process encourages the creation of communication that is oriented towards mutual understanding, so that students' communicative attitudes develop through aspects of clarity, accuracy, honesty, listening skills, respect for other people's opinions, courage to speak, and responsibility in communicating. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk sikap komunikatif peserta didik sebagai bagian dari penguatan karakter dan kompetensi kewarganegaraan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan peserta didik yang kurang percaya diri menyampaikan pendapat, belum mampu membangun argumentasi secara tepat, serta kurang menghargai pendapat orang lain dalam proses pembelajaran. Penelitian yang dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam membentuk sikap komunikatif peserta didik kelas VII C di MTsN 1 Pandeglang dengan menggunakan perspektif teori tindakan komunikatif Jürgen Habermas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui metode debat berperan dalam membentuk sikap komunikatif peserta didik melalui proses dialog yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapat, membangun argumentasi, mendengarkan, menghargai pandangan orang lain, serta mempertanggungjawabkan pendapatnya secara rasional. Berdasarkan perspektif tindakan komunikatif Habermas, proses pembelajaran tersebut mendorong terciptanya komunikasi yang berorientasi pada saling memahami (mutual understanding), sehingga sikap komunikatif peserta didik berkembang melalui aspek kejelasan, ketepatan, kejujuran, kemampuan mendengarkan, penghargaan terhadap pendapat orang lain, keberanian berbicara, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi.