Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

TRANSFERABLE SKILL DAN PEMAHAMAN KONSEP PADA BLENDED LEARNING TERINTEGRASI TRI KAYA PARISUDHA PADA MATA KULIAH PROBSTAT I Putu Oktap Indrawan
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 16 No. 1 (2019): Edisi januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.032 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v16i1.16622

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan transferable skill mahasiswa sebelum dan sesudah implementasi blended learning terintegrasi tri kaya parisudha; (2) ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep mahasiswa sebelum dan sesudah implementasi blended learning terintegrasi tri kaya parisudha.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretset-postest design dipilih untuk tujuan mengetahui efektivitas atau pengaruh perlakuan terhadap variabel dependen (Sugiyono, 2013). Dalam penelitian ini satu kelompok subjek diberikan perlakuan blended learning terintegrasi tri kaya parisudha. Hal yang dinilai pada subjek ini adalah nilai transferable skill dan nilai pemahaman konsep mahasiswa. Penilaian nilai transferable skill dan nilai pemahaman konsep mahasiswa dilakukan sebelum implementasi blended learning terintegrasi tri kaya parisudha dilambangkan dengan O1, dan penilaian setelah implementasi blended learning terintegrasi tri kaya parisudha dilambangkan dengan O2. Perbedaan hasil pengukuran yang timbul dianggap sebagai akibat dari blended learning terintegrasi tri kaya parisudha yang diterapkan. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial dengan t pair test jika yang dikomputasi menggunakan IBM SPSS 20 for WIndows. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan nilai transferable skill sebelum dan sesudah blended learning terintegrasi tri kaya parisudha (p<0,05) dengan nilai rerata transferable skill mahasiswa setelah implementasi blended learning terintegrasi tri kaya parisudha (87,11) lebih besar dibandingkan sebelumnya (55,11); (2) terdapat perbedaan signifikan nilai pemahaman konsep sebelum dan sesudah blended learning terintegrasi tri kaya parisudha (p<0,05) dengan nilai rerata pemahaman konsep setelah implementasi blended learning terintegrasi tri kaya parisudha (87,48) lebih besar dibandingkan sebelumnya (55,46).
KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER NIRKABEL DENGAN CAPTIVE PORTAL DAN WPA/WPA2 DI POLITEKNIK GANESHA GURU Gede Arna Jude Saskara; I Putu Oktap Indrawan; Putu Maha Putra
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 16 No. 2 (2019): Edisi Juli 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.368 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v16i2.18559

Abstract

Pada Revolusi Industri 4.0 saat ini perkembangan jaringan komputer sudah semakin pesat. Dilihat dari media penghubung antara komputer satu dengan komputer satunya yang sebelumnya masih menggunakan kabel, sekarang ini sudah berubah menjadi tanpa menggunakan perantara kabel atau istilahnya nirkabel atau wireless. Salah satu instansi swasta yaitu Politeknik Ganesha Guru banyak memanfaatkan teknologi jaringan komputer yang bersifat nirkabel atau wireless. Penggunaan jaringan komputer nirkabel diinstansi dibangun untuk mendukung kegiatan administrasi hingga kegiatan perkuliahan di Politeknik Ganesha Guru. Perkembangan jaringan tersebut berjalan lurus dengan keamanan jaringan. Pada jaringan nirkabel banyak user dapat terhubung ke dalam jaringan sehingga dibutuhkan lapisan keamanan agar sistem maupun server yang terdapat di instansi aman. Untuk mengamankan jaringan nirkabel terdapat beberapa teknologi yang dapat digunakan untuk mengamankan jaringan beberapa diantaranya adalah menambahkan Captive Portal, RADIUS hingga Authentication dengan kriptografi seperti WPA dan WPA2. Kemanan jaringan di Politeknik Ganesha Guru sudah menerapkan lapisan keamanan Captive Portal, RADIUS dan juga Authentication dengan WPA. Untuk menguji kemanan jaringan di instansi menggunakan pengujian dengan Vulnerability Assessment dan juga Penetration Test. Dari hasil pengujian didapatkan jaringan nirkabel di Politeknik Ganesha Guru yang hanya menggunakan Captive Portal dan RADIUS, user masih dapat melakukan penyerangan terhadap jaringan, sedangkan setelah ditambahkan authentication dengan WPA, user tidak dapat melakukan serangan.
E-Learning Terintegrasi Kearifan Lokal Bali Berbasis 4c pada Mata Pelajaran IPA I Putu Oktap Indrawan; I Gede Jaka Mahendra
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v4i3.41415

Abstract

Integrasi kearifan lokal dalam e-learning belum dilakukan secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesain, melakukan uji coba, dan mengevaluasi hasil implementasi e-learning terintegrasi Kearifan Lokal Bali yang komperehensif berbasis 4C. Jenis penelitian yang dipilih adalah Research and Development (R&D) prosedur mengikuti Borg dan Gall. Subjek uji coba adalah 66 siswa pada kelas 8A5 dan 8A10 dengan fokus materi “Struktur dan Fungsi Tumbuhan”. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner dan tes. Data yang terkumpul akan dianalisis secara kualitatif dengan tehnik analisis Interactive data Analysis Model Miles & Huberman dan analisis kuantitatif dengan Wilcoxon Signed Rank Tes. Hasil penelitian menunjukkan desain e-learning sudah mengintegrasi kearifan lokal Bali secara komprehensif serta mengembangkan 4C dengan kualitas masuk kualifikasi sangat baik berdasarkan penilain ahli materi dan e-learning. Hasil uji coba e-learning melalui pengujian Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan signifikan antara data nilai pre-test dan post-test. Evaluasi e-learning melalui respon siswa dan guru berdasarkan CCAF masuk kriteria sangat baik. Peneliti dan guru dapat menggunakan ini sebagai alternatif model dan melakukan eksperimen dengan mempertimbangkan gaya belajar dan pengukuran detail pada 4C pada siswa.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Rintisan Kawasan Rumah Pangan Lestari Agil Lepiyanto; I Putu Oktaf Indrawan; Widya Sartika Sulistiani; Fatchur Rohman
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.688

Abstract

Permasalahan pangan menjadi di masa depan sulit dihindari, banyaknya lahan pertanian menjadi lahan pemukiman, kawasan industri berpotensi menurunnya produksi lahan pertanian. Solusi untuk mengatasi krisis pangan adalah mengoptimalkan lahan pekarangan setiap rumah untuk lebih produktif. Permasalahannya adalah banyak lahan pekarangan yang belum dioptimalkan pemanfaatannya. Kondisi ini dapat yang menjadi alasan mengapa kegiatan pengabdian ini dilaksanakan. Adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih memahami bagaimana mengoptimalkan lahan pekarangan bernilai ekonomi sehingga dapat menjadi rintisan kawasan rumah pangan lestari. Kegiatan ini melibatkan 1 kelompok wanita tani yaitu KWT Tunas makmur. Kegiatan pengabdian dilaksanakan bulan Maret-Mei  2022. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu sosialisasi materi, pendampingan dan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terdapat 33 jenis tanaman yang dibudidayakan. Masyarakat memiliki pemahaman yang baik terkait budidaya tanaman dalam pot, vertikultur, dan KRPL. Empowerment of Women Farmers Groups in Using Yard Land as a Pilot Area for Sustainable Food Houses Food problems are difficult to avoid in the future, many agricultural lands become settlements, and industrial areas may decrease agricultural land production. The solution to overcome the food crisis is to optimize the yard of each house to be more productive. The problem is that many yards have not been optimized for use. This condition can be the reason why this service activity is carried out. Some activities are expected by the community to better understand how to optimize their yards that have economic value so that they can become pioneers of sustainable food house areas. This activity involved 1 group of women farmers, namely KWT Tunas prosperous. Service activities are carried out in March-May 2022. Activities carried out in community service are material socialization, mentoring and monitoring, and evaluation. The results of the activity showed that there were 33 types of plants cultivated. The community has a good understanding of potted plant cultivation, viticulture, and KRPL Keywords: KWT, KRPL
The Implementation Profile of The Science Literacy Movement in Elementary Schools I Made Wiguna Yasa; I Komang Wisnu Budi Wijaya; I Putu Oktap Indrawan; Ni Made Muliani; Ni Wayan Sri Darmayanti
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 6 No 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v6i2.45174

Abstract

The Science Literacy Movement was programmed by the Ministry of Education and Culture in 2017. In fact, the scientific literacy of Indonesian students is still in the low category, still below the average PISA completeness score. Based on these problems, it is important to understand the Science Literacy Movement in schools, especially elementary schools. This study aims to analyze the process, quality, and constraints of the implementation of the Science Literacy Movement in Elementary Schools. This research is classified as a mixed method. The mixed research design used by the researcher is an explanatory design. The subject of this research is the Science Literacy Movement program in each educational unit in the research location. The research instrument used was an evaluation questionnaire on the implementation of the Science Literacy Movement and interview guidelines. Data were analyzed descriptively. The results of the study stated that all schools had implemented the Science Literacy Movement but had not touched all aspects of the Science Literacy Movement; the quality of the implementation of the scientific literacy movement in schools as a whole is good; and the constraints experienced related to the Covid-19 pandemic situation, limited budget, limited infrastructure, low learning motivation, and lack of guidance from various parties. The implication of this research is that the Science Literacy Movement needs to be done holistically and creatively so that it can be implemented in offline and online learning.
Kesulitan Belajar Daring Mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Undiksha pada Masa Pandemi COVID-19 I Putu Oktap Indrawan; I Gede Arjana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 4 No. 2 (2021): JPPSI, Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v4i2.33396

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) berbagai variabel kesulitan belajar daring mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA pada masa penademi COVID-19; (2) berbagai faktor kesulitan belajar daring mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA pada Pandemi COVID-19; (3) keluhan mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA selama pembelajaran daring pada Pandemi COVID-19; (4) saran terkait pengembangan dan/atau pembelajaran daring dari mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi (Mixed Method) dengan model Concurent Embedded Strategy. Metode sampel yang digunakan adalah sampling insidental. Data diambil dengan menggunakan googleform dari 36 responden mahasiswa Pendidikan Fisika UNDIKSHA. Data kuantitatif dianalisis dengan metode analisis faktor dan data kualitatif dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) berbagai variabel kesulitan belajar daring mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA pada masa penademi COVID-19 antara lain Variabel Perangkat (X1), Geografis (X2), SDM (X3), Sosiaslisasi (X4), Finansial (X5), Kesehatan (X6), dan Konten (X7); (2) Faktor utama kesulitan belajar daring mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA pada Pandemi COVID-19 adalah Faktor Pendukung yang terdiri dari variabel perangkat, geografis, dan finansial; (3) keluhan mahasiswa selama pembelajaran daring pada Pandemi COVID-19 sebenarnya sudah masuk ke dalam variabel yang diteliti, namun ada temuan baru yaitu kendala lingkungan sosial; (4) saran terkait pengembangan pembelajaran daring dari mahasiswa antara lain: perlu adanya kebijakan/aturan/komitmen antara mahasiswa dan dosen terkait pembelajaran daring, pengembangan materi, pengembangan media daring yang lebih efektif dan efisien, pengembangan jaringan yang merata di semua daerah, dan peningkatan kesiapan pelaksanaan pembelajaran daring.
Penumbuhan Literasi Lingkungan di Sekolah Dasar I Putu Oktap Indrawan; Agil Lepiyanto; Ni Wayan Mega Juniari; I Nyoman Intaran; Anak Agung Istri Raka Sri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 5 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v5i1.47385

Abstract

Pengembangan dan penumbuhan literasi lingkungan pada siswa SD memerlukan komitmen dan dukungan berbagai pihak. Komitmen dan dukungan untuk penumbuhan literasi lingkungan sangat diperlukan baik dari kepala sekolah, guru, orang tua, masyarakat sekitar, dan pihak-pihak terkait lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis-jenis program penumbuhan literasi lingkungan siswa, kendala implementasi penumbuhan literasi lingkungan, dan usaha menanganinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dengan kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data deskriptif kualitatif mengadaptasi dari Becker dan Geer melalui:membandingkan data yang diperoleh dari responden; mencocokkan tanggapan yang diberikan dalam wawancara; menganalisis perbedaan data, memperhatikan frekuensi kemunculan data dari responden; merakit dan merepresentasi berbagai data yang diperoleh secara deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih dengan purposive sampling. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan antara lain: berbagai program penumbuhan literasi lingkungan antara lain: eco activity, program lingkungan, empowerment of waste, gardening, dan out door learning (ODL); kendala penumbuhan literasi lingkungan siswa antara lain: keterbatasan waktu; kurangnya sarana dan prasarana; kurang siapnya civitas sekolah; dan kesenjangan pemahaman dalam penumbuhan literasi lingkungan pada peserta didik dan kebermanfaatanya. Upaya mengatasi kendala-kendala tersebut melalui pemanfaatan waktu luang siswa, usaha kreatif guru memanfaatkan alat dan bahan di lingkungan sekitar, kolaborasi dengan  green books, dan kerja sama yang melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaan program khususnya sukarelawan (volunteer).
Kesulitan Belajar Daring Mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Undiksha pada Masa Pandemi COVID-19 I Putu Oktap Indrawan; I Gede Arjana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 4 No. 2 (2021): JPPSI, Oktober 2021
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v4i2.33396

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) berbagai variabel kesulitan belajar daring mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA pada masa penademi COVID-19; (2) berbagai faktor kesulitan belajar daring mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA pada Pandemi COVID-19; (3) keluhan mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA selama pembelajaran daring pada Pandemi COVID-19; (4) saran terkait pengembangan dan/atau pembelajaran daring dari mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi (Mixed Method) dengan model Concurent Embedded Strategy. Metode sampel yang digunakan adalah sampling insidental. Data diambil dengan menggunakan googleform dari 36 responden mahasiswa Pendidikan Fisika UNDIKSHA. Data kuantitatif dianalisis dengan metode analisis faktor dan data kualitatif dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) berbagai variabel kesulitan belajar daring mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA pada masa penademi COVID-19 antara lain Variabel Perangkat (X1), Geografis (X2), SDM (X3), Sosiaslisasi (X4), Finansial (X5), Kesehatan (X6), dan Konten (X7); (2) Faktor utama kesulitan belajar daring mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNDIKSHA pada Pandemi COVID-19 adalah Faktor Pendukung yang terdiri dari variabel perangkat, geografis, dan finansial; (3) keluhan mahasiswa selama pembelajaran daring pada Pandemi COVID-19 sebenarnya sudah masuk ke dalam variabel yang diteliti, namun ada temuan baru yaitu kendala lingkungan sosial; (4) saran terkait pengembangan pembelajaran daring dari mahasiswa antara lain: perlu adanya kebijakan/aturan/komitmen antara mahasiswa dan dosen terkait pembelajaran daring, pengembangan materi, pengembangan media daring yang lebih efektif dan efisien, pengembangan jaringan yang merata di semua daerah, dan peningkatan kesiapan pelaksanaan pembelajaran daring.
Exploration of Biology Learning Experiences Among Students of SMAN 3 Singaraja: A Review of Offline and Online Learning I Putu Oktap Indrawan; Ilma Wiryanti; Kadek Sudarsini
International Journal of Instructions and Language Studies Vol. 1 No. 2 (2023): International Journal of Instructions and Language Studies
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/ijils.v1i2.3171

Abstract

This study aims to explore the learning experiences of biology students, particularly within the realms of face-to-face and online learning, and to identify solutions for enhancing the quality of education. The research methodology employed is the Convergent Mixed Methods Design. The participants in the study encompassed 43 twelfth-grade students specializing in the natural sciences (IPA) and three biology teachers. Data collection was conducted through questionnaires, interviews, and observations, followed by a comprehensive analysis employing both quantitative and qualitative descriptive techniques. The research findings reveal that the primary challenges faced by students in the realm of biology education include difficulties in recalling scientific terminology, inadequate preparation prior to lessons, limited engagement with everyday biological issues, struggles in time management for studying, a lack of focus during learning, and difficulties in comprehending biological concepts. Over half of the students exhibit a preference for face-to-face learning, though online learning and hybrid modes are also popular. Among the Learning Management Systems (LMS) in use, Google Classroom stands out as the most frequently employed. The principal sources of internet access for the students include home Wi-Fi, tethering from the devices of parents, siblings, or friends, and internet cafes. While internet connectivity at school is generally available, the issue of unstable signals persists. The research outcomes carry significant implications for the development of more effective strategies in biology education, such as interactive approaches, the integration of real-world contexts, and the augmentation of digital infrastructure. Additionally, external factors and social considerations necessitate careful consideration in the development of comprehensive teaching strategies.
Delopment and Validation of a Self-Efficacy Scale for Distance Learning Gede Suwardika; Agus Tatang Sopandi; Indrawan, Putu Oktap
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jere.v8i4.84044

Abstract

Not all students are ready to face changes, primarily related to self-efficacy in the context of entirely technology-based learning. This study aims to develop and validate a reliable and valid Self-Efficacy Scale for Distance Learning/SESDL. This scale is designed to measure self-efficacy in students studying in the context of distance learning. This study involved 151 UPBJJ-UT Denpasar students selected using Cluster Sampling. The instrument developed consisted of 34 statement items covering three dimensions of self-efficacy, namely magnitude, strength, and generality. Validation was done through confirmatory factor analysis (CFA) and the Rasch model. The analysis showed that the SESDL instrument had high reliability, strong construct validity, and good model fit. Educators, researchers, and practitioners can use this scale to accurately measure student self-efficacy in distance learning. The implications of this study are that it significantly impacts various parties in the world of education. For educators and educational institutions, this scale can be used as an evaluation tool to understand student self-efficacy in the context of distance learning. With this understanding, educators can design more targeted strategies and methods to increase students' self-confidence in overcoming the challenges of distance learning, such as improving time management skills, learning independence, and using technology.