Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Proceeding Biology Education Conference

PENINGKATAN KETERAMPILAN MERANCANG EKSPERIMEN SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI GUIDED INQUIRY DI SMP NEGERI 5 SURAKARTA KELAS VIII F TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Alanindra Saputra; Sri Widoretno; Slamet Santosa
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Hasil observasi pembelajaran di SMP Negeri 5 Surakarta khusus pada kelas VIII-F menunjukkan belum optimal dalam proses pembelajaran dan pemanfaatan potensi yang ada. Pembelajaran pada umumnya masih didominasi oleh guru.  Guru adalah satu-satunya sumber ilmu sehingga siswa cenderung pasif dan hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru, akibatnya siswa tidak mengembangkan kemampuannya untuk menggali segala fenomena alam di bidang biologi. Kegiatan percobaan umumnya jarang dilakukan, apalagi keterlibatan dalam merancang percobaan. Percobaan umumnya sudah tersedia petunjuk pelaksanaan percobaan, sehingga siswa hanya membuktikan yang sudah tersedia pada petunjuk pelaksanaan percobaan. Akibatnya keterampilan siswa dalam merancang eksperimen masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan merancang eksperimen siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Surakarta tahun pelajaran 2011/ 2012 melalui penerapan strategi Guided Inquiry. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIIIF SMP Negeri 5 Surakarta  tahun pelajaran 2011/2012. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket pembelajaran dan observasi. Teknik analisis data adalah dengan teknik analisis deskriptif baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Validasi data dengan menggunakan metode belah dua (split half method). Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan pelaksanaan tindakan kelas melalui penerapan strategi Guided Inquiry dapat meningkatkan keterampilan merancang dan melaksanakan eksperimen dalam pembelajaran Biologi. Hal ini didasarkan pada hasil observasi. Prosentase capaian indikator keterampilan merancang eksperimen berdasarkan hasil observasi siklus I adalah 47,29 (meningkat 32,82%), siklus II 56,53 (meningkat 9,24%), siklus III 71,21 (meningkat 14,68%), dan siklus IV 75,03 (meningkat 3,82%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Guided Inquiry dapat meningkatkan keterampilan merancang eksperimen siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012.   Kata kunci:  Keterampilan merancang eksperimen, Strategi Guided Inquiry.
PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) DI INDONESIA Putri Agustina; Alanindra Saputra
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan mendasar dalam sistem pendidikan di Indonesia terutama pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah belum mampu menghasilkan kualitas SDM yang mempu bersaing dengan bangsa lain. Kualitas yang rendah ini ditandai dengan rendanya keterserapan lulusan di dunia industri sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran dimana yang terbanyak ada pada lulusan SMA. Berdasarkan permasalahan terse-but, diperlukan upaya untuk membekali kemampuan pada siswa agar dapat hidup dan bersa-ing di dunia kerja salah satunya melalui pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup (life skill). Pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dapat dilakukan dengan mengintegrasikan aspek-aspek kecakapan hidup pada mata pelajaran salah satunya Biologi. Permasalahan yang muncul dalam implementasi pembelajaran berbasis kecakapan hidup di-antaranya adalah bagaimana merancang perangkat pembelajaran berbasis kecakapan hidup, bagaimana mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dan bagaimana memahami aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap mata pelajaran serta kesulitan dalam mengintegrasikan setiap aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap pokok materi pelajaran sesuai dengan format yang tersedia.   Kata Kunci: Pembelajaran Biologi, kecakapan hidup, life skill
KOMPOSISI DAN KEMELIMPAHAN ZOOPLANKTON DI LAGUNA GLAGAH KABUPATEN KULONPROGO PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Alanindra Saputra; Enggar Lestari; Suwarno Hadisusanto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi jenis zooplankton  di laguna Glagah; 2) meng-identifikasi kemelimpahan zooplankton di laguna Glagah; 3) mempelajari hubungan faktor fisiko-kimia  lingkungan dengan kemelimpahan zooplankton di laguna Glagah. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2012 di laguna Glagah desa Glagah kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo DIY. Peng-ambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun pengamatan untuk mengidentifikasi faktor fisiko-kimia (pH, DO, dan alkalinitas) dan mengedentifikasi zooplankton. Pengamatan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pa-da pukul 08.00 WIB (pagi) dan 13.00 WIB (siang). Pengujian faktor fisiko-kimia dan identifikasi zoo-plankton dilakukan di laboratorium ekologi Fakultas Biologi UGM.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa zooplankton yang ditemukan di laguna Glagah berjumlah 27 spesies yang dikelompokkan dalam 7 fungsional grup dengan rata-rata kemelimpahan sebesar 689.3333 individu/L pada pagi hari dan 1640.3333 individu/L pada siang hari. Zooplankton yang paling melimpah adalah  Nauplius.  Analisis regresi korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor fisiko-kimia lingkungan dengan kemelimpahan zooplankton yang ditemukan di laguna Glagah.   Kata kunci: Kemelimpahan, Komposisi, Zooplankton, Laguna, Glagah, Fisiko-Kimia