This Author published in this journals
All Journal e-GIGI
Juliatri .
Universitas Sam Ratulangi

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERBEDAAN INDEKS PLAK SEBELUM DAN SESUDAH PENGUNYAHAN BUAH APEL Penda, Preazy Agung C.; Kaligis, Stefana H. M.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9631

Abstract

Abstract: Teeth and mouth are important parts in human body. In order to perform its function properly, dental and oral hygiene need to be considered. Dental and oral hygiene can be observed from the formation of plaque. The effort to prevent plaque formation is called plaque control. Plaque control can be done naturally by masticating fibrous foods, inter alia apple. This study aimed to determine whether there were any difference in plaque index between before and after masticating an apple. Samples were collected by using total sampling method. There were 44 samples, obtained from 72 students of Senior High School Sorong, West Papua. The results showed that the average of plaque index before and after masticating an apple was 2.1 and 1.2. The paired sample t-test showed a P value of 0.000. Conclusion: There was a significant difference in plaque index before and after masticating an apple.Keywords: plaque index, masticating, appleAbstrak: Gigi dan mulut merupakan bagian penting dalam tubuh manusia.Agar dapat menjalankan fugsinya dengan baik, kesehatan gigi dan mulut perlu diperhatikan.Tingkat kebersihan gigi dan mulut dapat dilihat dari pembentukan plak.Upaya pencegahan timbulnya plak disebut dengan kontrol plak.Kontrol plak dapat dilakukan secara alamiah yaitu dengan mengunyah makanan berserat, salah satunya adalah buah apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan indeks plak sebelum dan sesudah pengunyahan buah apel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Pra eksperimental dengan rancangan pretest and posttest one group only yang dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sorong Papua Barat. Metode pengambilan sampel yang digunakan ialah total sampling dengan jumlah responden 44 dari 72 siswa. Hasil penelitian menunjukkan rerata indeks plak sebelum pengunyahan buah apel ialah 2,1 dan rerata indeks plak sesudah pengunyahan buah apel ialah 1,2. Analisis data menggunakan uji paired t-test menunjukkan P = 0,000. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara indeks plak sebelum dengan sesudah pengunyahan buah apel.Kata kunci: indeks plak, pengunyahan, buah apel
STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SISWA SMA NEGERI 9 MANADO PENGGUNA ALAT ORTODONTIK CEKAT Momongan, Ravenske E. C; Lampus, Benedictus S.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6409

Abstract

Abstract: Fixed orthodontic appliance has been widely used in society, but they are often not aware of the risk of the use of fixed orthodontic appliances such as dental and oral hygiene problems. Design tool fixed orthodontic makethe dental cleaning procedure becomes more difficult. Oral hygiene is maintained in the user less dental appliance, such as the user orthodontic appliances can cause periodontal tissue damage and increasing the number of caries during treatment. This study is a descriptive study in order to determine the status of oral and dental hygiene students of Public Senior High School 9 Manado users fixed orthodontic appliances. The study population is the students of Public Senior High School 9 Manado fixed orthodontic appliance users who were attending school classes XI and XII. Samples numbered 39 people and sampling carried out with total sampling method. The research instrument was a check list form and interview. Assessment of dental and oral hygiene status was obtained by measuring the score Simplified Oral Hygiene Index (OHI-S). The results showed that the average of OHI-S scores in SMA Negeri 9 Manado was 1,22. By sex as much as 3 boys (7,7%) had a score of OHI-S 0,83 and a total of 36 girls (92,3%) had a score of OHI-S 1,23; based on the socio-economic level as much as 6 students (15,4%) with moderate socioeconomic level had OHI-S score of 1,97 and a total of 33 students (84,6%) in the high socioeconomic level had OHI-S score of 1,06. Period of <1 year usage by 25 students (64,1%) had a score of OHI-S 1.05; 1-2 years as many as 12 respondents (30.8%) had a score of OHI-S 1,15 and >2 years two respondents (5, 1%) had a score of OHI-S 1.5.Oral hygiene status of the student-sex male and female average is fair. Oral hygiene statuses of students with socio-economic level of parents are on average quite good and students with low socioeconomic level average moderate. Oral hygiene status of students who use a fixed orthodontic appliance under 1 year and 1-2 years on average quite good and more than 2 years on average moderate. Oral hygiene status of the student users fixed orthodontic appliances in general quite good. Keywords : Fixed orthodontic, dental and oral hygiene.Abstrak: Alat ortodontik cekat sudah banyak digunakan dalam masyarakat, namun mereka sering tidak menyadari risiko penggunaan alat ortodontik cekat seperti masalah kebersihan gigi dan mulut. Desain alat ortodontik cekat menyebabkan prosedur pembersihan gigi dan mulut menjadi lebih sulit. Kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga pada pengguna dental appliance, seperti pada pengguna alat ortodontik dapat menyebabkan kerusakan jaringan periodontal dan meningkatnya jumlah karies selama perawatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut siswa SMA Negeri 9 Manado pengguna alat ortodontik cekat. Populasi penelitian yaitu siswa SMA Negeri 9 Manado pengguna alat ortodontik cekat yang duduk dibangku sekolah kelas XI dan XII. Sampel berjumlah 39 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Instrumen penelitian berupa formulir check list dan wawancara. Penilaian status kebersihan gigi dan mulut diperoleh dengan pengukuran skor Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Hasil penelitian menunjukkan skor OHI-S rata-rata siswa SMA Negeri 9 Manado sebesar 1,22. Berdasarkan jenis kelamin sebanyak 3 siswa laki-laki (7,7%) memiliki skor OHI-S 0,83 dan sebanyak 36 siswa perempuan (92,3%) memiliki skor OHI-S 1,23; berdasarkan tingkat sosial ekonomi sebanyak 6 siswa (15,4%) dengan tingkat sosial ekonomi sedang memiliki skor OHI-S 1,97 dan sebanyak 33 siswa (84,6%) pada tingkat sosial ekonomi tinggi memiliki skor OHI-S 1,06. Lama penggunaan < 1 tahun sebanyak 25 siswa (64,1%) memiliki skor OHI-S 1,05; 1 ? 2 tahun sebanyak 12 responden (30,8%) memiliki skor OHI-S 1,15 dan > 2 tahun ada 2 responden (5, 1%) memiliki skor OHI-S 1,5. Status kebersihan gigi dan mulut siswa berjenis kelamin laki-laki dan perempuan rata-rata tergolong baik. Status kebersihan gigi dan mulut siswa dengan tingkat sosial ekonomi orang tua sedang rata-rata tergolong baik dan siswa dengan tingkat sosial ekonomi rendah rata-rata tergolong sedang. Status kebersihan gigi dan mulut siswa yang menggunakan alat ortodontik cekat di bawah 1 tahun dan 1- 2 tahun rata-rata tergolong baik dan lebih dari 2 tahun rata-rata tergolong sedang. Status kebersihan gigi dan mulut siswa pengguna alat ortodontik cekat pada umumnya tergolong baik.Kata kunci: alat ortodontik cekat, kebersihan gigi dan mulut.
Status periodontal pelajar umur 12 – 14 tahun di SMP Negeri 2 Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Sompie, Grace M. M.; Mintjelungan, Christy N.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13767

Abstract

Abstract: The growth and developmemental process of adolescence to the adult stage is marked by the presence of physiological and hormonal changes as well as mental and mindset maturity. Adolescents should aware of the needs of dental and oral hygiene in order to prevent the occurence of periodontal diseases. This study aimed to obtain the periodontal status of students aged 12-14 years at SMP Negeri 2 Ranoyapo South Minahasa. This was a descriptive study with a cross sectional design. There were 64 students obtained by using total sampling method. Community Periodontal Index of Treatment Needs (CPITN) was evaluated on them. The results showed that of 64 students aged 12-14 years, 8 had (12.5%) healthy periodontal tissue (Score 0); 3 (4.6%) had gingival bleeding without calculus (score 1); 44 (68.7%) had gingival bleeding associated calculus (Score 2); 9 (14.0%) had periodontal pockets sized 3.5-5.5 mm; and no one had periodontal pocket sized >5.5 mm. Conclusion: Based on CPITN evaluation, most of the students at SMP Negeri 2 Ranoyapo South Minahasa showed gingival bleeding associated with calculus.Keywords: periodontal status, youth, CPITNAbstrak: Proses tumbuh kembang dari masa remaja sampai ke tahap dewasa ditandai dengan adanya perubahan fisiologis dan hormonal serta kematangan mental dan pola pikir. Anak remaja seharusnya memiliki kesadaran terhadap kebutuhan kebersihan gigi dan mulut guna untuk mencengah terjadinya penyakit periodontal, karena itu jika anak remaja kurang kesadaran terhadap kebersihan gigi dan mulut akan memiliki resiko terhadap penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status periodontal pelajar umur 12-14 tahun di SMP Negeri 2 Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan dengan subjek penelitian sebanyak 64 orang yang diperoleh dengan metode total sampling. Community Periodontal Index Treatment Needs (CPITN) dievaluasi pada setiap subyek. Hasil penelitian menunjukkan dari 64 subyek penelitian, skor CPITN tertinggi sebanyak 43 orang (67,2%) yang mengalami perdarahan gingiva disertai kalkulus dan skor CPITN terendah yaitu 4 orang (6,2%) yang mengalami perdarahan gingiva tidak disertai kalkulus. Simpulan: Penilaian status periodontal dengan CPITN mendapatkan sebagian besar pelajar mengalami perdarahan gingival disertai kalkulus.Kata kunci: status periodontal, remaja, CPITN
UKURAN DAN BENTUK LENGKUNG GIGI RAHANG BAWAH PADA SUKU MINAHASA Alpiah, Dwi R. A.; Anindita, P. S.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9629

Abstract

Abstract: Mandibular dental arch size and form are required to establish proper diagnosis and treatment plans in order to achieve maximum stability of treatment outcomes. This study aimed to determine the means of mandimular dental arch size and form in Minahasa ethnic. This study used 25 models of mandibular from Minahasan students at Dentistry Sam Ratulangi University selected by inclusion and exclusion criterion. The models were measured in sagittal (dental arch length) and transversal (dental arch width) direction based on Raberin’s method. The result of the dental arch length means of mandibular arch of Minahasan students in sagittal direction L31, L61, and L71 were 5.12, 23.47, and 38.78 mm consecutively, while the dental arch width in transversal direction L33, L66 and L77 were 26.02, 46.86, and 55.90 mm. The distribution of mandibular dental arch form were mid 36%, narrow 24%, wide 20%, flat 12%, and pointed 8%.Keywords: dental arch length and width, dental arch form, mandibular, Minahasan ethnicAbstrak: Ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah sangat diperlukan dalam menentukan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan stabilitas hasil perawatan yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rerata ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah pada suku Minahasa.Penelitian ini menggunakan 25 model studi rahang bawah yang diperoleh dari mahasiswa suku Minahasa di PSPDG FK Unsrat yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Model studi yang diperoleh diukur dalam arah sagital (panjang) dan transversal (lebar) berdasarkan metode Raberin. Setelah dilakukan pengukuran, diperoleh rerata panjang lengkung gigi rahang bawah mahasiswa suku Minahasa dalam arah sagital yaitu L31, L61 dan L71 berturut-turut 5,12; 23,47; dan 38,786 mm, sedangkan rerata lebar lengkung gigi dalam arah transversal yaitu L33, L66 dan L77 sebagai berikut 26,02; 46,86; dan 55,90 mm. Distribusi bentuk lengkung gigi rahang bawah pada mahasiswa suku Minahasa di PSPDG FK Unsrat ialah mid 36%, narrow 24%, wide 20%, flat 12%, dan pointed 8%.Kata kunci: panjang dan lebar lengkung gigi, bentuk lengkung gigi, rahang bawah, suku Minahasa
Uji daya hambat ekstrak biji kopi robusta (Coffea robusta) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis secara in vitro Tilaar, Vilani A. M.; Kaseke, Marie M.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13491

Abstract

Abstract: Enterococcus faecalis is commonly found in the root canal especially in failing treated root canal. These bacteria is resistant against many antibacterials. Recently, natural antibacterials have been developed as alternative antibacterials particularly for oral infection such as Robusta coffee seed extract (Coffea robusta) which contains antibacterial compounds (caffeine, volatile acid, and phenol). This study aimed to obtain the inhibition ability of Robusta coffee seed extract against growth of Enterococcus faecalis in vitro. This was a true experimental study with a post test only control group design. This study used agar diffusion method with well modified technique with 5 times of repetitions. The positive control was chlorhexidine 2% and the negative control was aquades. The results showed that Robusta coffee seed extract could inhibit the growth of Enterococcus faecalis with an average diameter of inhibition zone of 13.8 mm.Keywords: enterococcus faecalis, coffea robustaAbstrak: Enterococcus faecalis sering ditemukan di dalam saluran akar terutama yang gagal terhadap perawatan. Bakteri ini telah resisten terhadap banyak bahan antibakteri. Saat ini telah banyak dikembangkan bahan antibakteri alami sebagai alternatif pengobatan antibakteri khususnya untuk infeksi rongga mulut, yaitu antara lain kopi robusta (Coffea robusta) yang mengandung senyawa antibakteri (kafein, asam volatil, dan fenol). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak biji kopi robusta terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis secara in vitro. Jenis penelitian ialah eksperimental murni (true experimental design) dengan post test only control grup design. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar dengan teknik sumuran. Pengulangan dilakukan sebanyak lima kali. dengan kontrol positif chlorhexidine 2% dan kontrol negatif aquades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi robusta (Coffea robusta) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis dengan rerata diameter zona hambat 13,8 mm.Kata kunci: Enterococcus faecalis, Coffea robusta