Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyediaan Air Bagi Masyarakat Pesisir Terdampak Kekeringan dengan Teknologi Desalinasi Air Laut Sederhana Andreas W. Krisdiarto; Amallia Ferhat; Mohammad
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sendang di Kec Donorojo, Kab Pacitan merupakan daerah terdampak kekeringan di musim kemarau, dan termasuk desa tertinggal sehingga menjadi prioritas ditumbuhkembagkan oleh pemerintah. Di desa ini terdapat tempat wisata pantai Klayar. Meskipun ada penyediaan air dari PDAM, namun masih sangat terbatas, masyarakat sering kekurangan air bersih, sehingga kebutuhan untuk pertanian dan kawasan wisata sering terganggu. Tanaman banyak yang mati karena cekaman kekurangan air, sehingga menimbulkan kerugian. Saat ini sudah berkembang teknologi desalinasi air laut yang bisa diaplikasikan sebagai solusi kekurangan air di kawasan tersebut. PKM ini bertujuan meningkatkan harkat masyarakat desa Sendang dengan membantu penyediaan air di saat kemarau dari air laut. Sebagai pendukung aplikasi teknologi tersebut agar berkelanjutan, diadakan pelatihan dan pendampingan, baik teknis maupun organisatoris. Teknologi yang diterapkan bersifat sederhana, serta dapat dibuat dan dirawat masyarakat setempat. Sasaran penerima manfaat program adalah masyarakat, secara khusus kelompok sadar wisata, dengan kelompok pendukung generasi muda dan lembaga pendidikan (SD). Hasil alat destilasi prisma kaca menunjukkan tingkat destilasi 100ml per hari dari ukuran kotak destilasi 50x50x30 cm dengan sudut kaca prisma 45° dan lama penyinaran ±8 jam. Suhu di dalam kotak destilasi berkisar 50-60°C pada siang hari. Air hasil destilasi memenuhi kualitas sebagai air bersih, yakni berkadar garam 20-40 ppm.
Unraveling the Legal Labyrinth: An In-depth Review of Domestic Violence Regulation in Indonesia Rohaya, Nizla; Suartini; Mohammad; Prosper Maguchu; Gufroni
Nurani Vol 24 No 1 (2024): Nurani: jurnal kajian syari'ah dan masyarakat
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/nurani.v24i1.20011

Abstract

Domestic violence cases continue to increase every year, due to factors such as economic problems, fatigue due to traffic congestion, increasing life demands, and many other factors. Nowadays, news about domestic violence incidents is increasingly common. To date, Indonesia has four laws and regulations governing domestic violence. However, the existence of these four laws and regulations has created a new problem, namely over-regulation or excessive regulation which has caused several negative impacts which are the subject of discussion in this paper.   The research method used in this research is qualitative through normative legal research. The data obtained is analyzed using a conceptual approach to understand the concept of domestic violence in four different laws and regulations in Indonesia. This research focuses on the harmony of norms and ideas of domestic violence in Indonesian law. The purpose of this research is to find a conception to simplify the regulations governing domestic violence in Indonesia by unifying the four regulations above. Based on the results and discussion, the author provides recommendations in terms of streamlining regulations related to domestic violence.  Simplification of regulations is needed to help reduce barriers in handling domestic violence, increase protection for victims, and support prevention efforts. Therefore, it is important to involve stakeholders, legal experts, human rights activists, and other communities in designing changes to domestic violence laws to make them more effective.
DIALEKTIKA HAM DAN SYARIAT ISLAM: ANALISIS FATWA MUI 1980 TENTANG PERNIKAHAN BEDA AGAMA Mohammad; Tri Wahyu Hidayat
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 20 No. 2 (2025): Oktober: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v20i2.318

Abstract

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ditetapkan pada 26 Mei–1 Juni 1980 menyatakan bahwa perkawinan antara wanita Muslimah dengan laki-laki non-Muslim hukumnya haram. Larangan serupa juga diberlakukan bagi laki-laki Muslim untuk menikahi wanita non-Muslim, termasuk Ahlul Kitab, dengan pertimbangan bahwa potensi mafsadat yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan maslahatnya. Fatwa ini menimbulkan perdebatan, terutama ketika dikaitkan dengan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) yang menekankan kebebasan individu, termasuk dalam menentukan pasangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi fatwa tersebut dalam perspektif HAM dan hukum syariat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif melalui studi literatur yang mencakup kajian hukum Islam, dokumen HAM internasional, serta peraturan perundang-undangan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun fatwa MUI dinilai bertentangan dengan prinsip kebebasan menikah dalam HAM, keberadaannya tetap relevan dalam kerangka maqashid al-syari‘ah. Larangan pernikahan beda agama dipandang penting untuk menjaga agama (ḥifẓ al-dīn) dan keturunan (ḥifẓ al-nasl), sekaligus melindungi ketertiban sosial dan moral masyarakat Muslim. Dengan demikian, fatwa MUI 1980 dapat dipahami sebagai bentuk pembatasan kebebasan yang sah menurut perspektif syariat Islam, sekaligus sejalan dengan prinsip HAM yang mengakui adanya batasan demi perlindungan moral, ketertiban umum, dan keberlangsungan komunitas keagamaan.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Pelatihan Pemasaran Digital dan Analisis Biaya Produk di desa gedangan sidoarjo Moh; Mohammad; Hanifah
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): OKTOBER
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v2i4.62

Abstract

Keterbatasan kemampuan pemasaran dan pencatatan biaya produksi masih menjadi permasalahan utama bagi pelaku usaha mikro di Desa Gedangan, Sidoarjo. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing produk dan ketidakmampuan pelaku usaha dalam menentukan harga jual yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan pemasaran digital dan analisis biaya produk bagi pelaku UMKM di Desa Gedangan. Metode pelaksanaan meliputi (1) pemetaan awal kondisi usaha melalui wawancara dan kuesioner, (2) penyuluhan mengenai konsep dasar pemasaran digital dan komponen biaya produksi, (3) pelatihan praktik pembuatan akun dan konten pemasaran di media sosial/marketplace, serta (4) pendampingan penyusunan perhitungan biaya produk dan penetapan harga jual berbasis cost plus pricing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pemasaran digital dan analisis biaya produk yang tercermin dari perbandingan nilai pre-test dan post-test, serta adanya penerapan langsung berupa pembuatan akun bisnis dan konten promosi oleh peserta. Selain itu, sebagian pelaku usaha mulai menyusun perhitungan biaya produksi sederhana sebagai dasar penentuan harga jual. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kemandirian ekonomi dan daya saing UMKM di Desa Gedangan secara berkelanjutan.
Kajian Dampak Bank Sampah Terhadap Perbaikan Lingkungan Negeri Hatu Maluku Tengah Taufik, Mohammad; Fatonah, Siti; Ramadani, Aisyah Hadi; Mohammad; Siti
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 7 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v7i2.14934

Abstract

Negeri Hatu is an area at the level of a village or sub-district located in Central Maluku Regency, Maluku Province. Negeri Hatu is located far from the city center and the center of the Maluku Tengah regency government, resulting in no reach of waste management services from the local DLH. The absence of waste management facilities in this area was reinforced by the lack of public awareness about environmental cleanliness which triggered the idea of ​​establishing a waste bank by the manager of the Hasoma smart home. The waste bank that was established was an implementation of environmental literacy to the community in Hatu Country. The waste bank has had a significant impact on environmental change and the improvement of the community's economy. However, this needs to be studied further in accordance with the context of the character of the community in each region. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of environmental literacy through waste banks and to analyze the potential of waste banks in improving environmental quality in Hatu Country. The research was conducted with a qualitative descriptive approach where data were taken from in-depth interviews and analyzed to obtain a value for the effectiveness of the activity. The results showed that the environmental literacy practice implemented by the Hasoma smart house was able to open people's environmental insight in terms of the impact of waste on health, the importance of sorting waste according to its type and increasing participation in caring for environmental cleanliness. Waste banks are able to reduce domestic waste generation by 0.17% in Hatu Country and are able to reduce carbon emissions by 2702.35 gCO per month. The activities of the waste bank at Hasoma Hatu's smart home can change the social community in Negeri Hatu. This change can be seen from the high participation of the younger generation in the initial weighing of the waste bank.