Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : WACANA

Pengaruh Pelatihan Pengenalan Diri Terhadap Peningkatan Harga Diri Remaja Panti Asuhan Pamardi Yoga Surakarta Restuti, Novialita; ., Machmuroch; Abdul Hakim, Mohammad
Wacana Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.178 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i2.86

Abstract

Pengaruh Pelatihan Pengenalan Diri Terhadap Peningkatan Harga Diri Remaja Panti Asuhan Pamardi Yoga Surakarta The Influence of Self Knowing Training to Increase The Self Esteem Of Orphan Adolescent in Pamardi Yoga Surakarta Orphanage Novialita Restuti, Machmuroch, Moh. Abdul Hakim Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Salah satu permasalahan yang dihadapi anak panti asuhan adalah kecenderungan untuk rendah diri, terlebih anak panti asuhan yang menginjak usia remaja dimana sedang terjadi masa transisi dan anak mulai mencari jati diri. Hal ini dapat diatasi di antaranya dengan memberikan pelatihan pengenalan diri untuk meningkatkan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengenalan diri positif terhadap peningkatan harga diri remaja penghuni Panti Asuhan Pamardi Yoga. Pelatihan pengenalan diri positif merupakan suatu rangkaian pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan untuk mengenali diri berikut kelebihan serta kelemahannya sehingga peserta dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki. Pelatihan pengenalan diri positif menggunakan metode ceramah, diskusi kasus, dan simulasi. Penelitian ini merupakan quasi eksperiment dengan desain penelitian adalah non-randomized pretest-postest control group design. Jumlah subjek penelitian sebanyak 20 orang remaja.Pelatihan pengenalan diri dan restrukturisasi kognitif diberikan oleh dua orang fasilitator sebanyak dua kali pertemuan dengan durasi setiap pertemuan selama 100 menit. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala State Self Esteem Scale dengan indeks korelasi bergerak dari 0,320 sampai 0,757 dan koefisian reliabilitas (α) 0,900. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan Independent Sample T Test didapatkan nilai t hitung sebesar 3,899 dan probabilitas (p) signifikansi 0,0005 (uji satu sisi) dengan t tabel 1,743. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel. Oleh karena probabilitas (p) 0,0005 lebih kecil dari = 0,05 dan t hitung sebesar 3,899 > t tabel 1,743 maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan pengenalan diri positif berpengaruh terhadap peningkatan harga diri remaja penghuni panti asuhan Pamardi Yoga. Kata kunci : harga diri, remaja penghuni panti asuhan, pelatihan pengenalan diri.
Peningkatan Motivasi Belajar Dengan Layanan Bimbingan Karir Pada Siswa Kelas V Sdn Sanggrahan Surakarta Shofwan Muis, Ahmad; ., Machmuroch; Nanda Priyatama, Aditya
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.376 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.125

Abstract

ABSTRAK Hasil belajar siswa ditentukan oleh banyak faktor salah satunya motivasi belajar. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena di SDN Sanggrahan yang menempati peringkat akhir ujian nasional di tingkat kota yang ternyata disebabkan oleh rendahnya motivasi belajar siswa.  Melalui layanan bimbingan karir diharapkan dapat meningkatkan motviasi belajar siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan karir yang efektif untuk meningkatka nmotivasi belajar. Subjek penelitian ini adalah 17 siswa kelas V SDN Sanggrahan Surakarta. Desain penelitian yang digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Layanan Bimbingan Karir dengan dua siklus. Para siswa diberikan materi, lembar kerja dan mengikuti pameran karir dengan menghadirkan inspirator berupa 5 praktisi profesi berbeda. Instrumen pelatihan yang digunakan adalah modul yang berisi arahan materi dan lembar kerja siswa. Metode pengumpulan data penelitian yaitu berupa skala motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan persentase dengan skala motivasi belajar untuk menunjukkan tingkat motivasi belajar siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar dan perubahan positif pada siswa. Siklus 1, tingkat motivasi siswa meningkat dari 66,1% menjadi 75%. Siklus 2, tingkat motivasi belajar siswa meningkat menjadi 82,2%. Hasil tersebut diperkuat dengan penuturan siswa yang menyebutkan bahwa mereka menyukai layanan bimbingan karir yang digunakan.   Kata kunci : Layanan Bimbingan Karir, Motivasi Belajar, Siswa.
Hubungan antara Materialisme dan Penghargaan terhadap Suami dengan Kepuasan Pernikahan pada Guru Profesional di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar Rizki Setyasri Nugrahani; Machmuroch .; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.713 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i1.122

Abstract

ABSTRAK   Peningkatan perceraian pada guru profesional di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar pascasertifikasi  salah  satunya  dikarenakan  pernikahan  yang  tidak  berhasil.  Pernikahan  yang  berhasil memiliki syarat salah satunya kepuasan pernikahan. Kepuasan pernikahan pada guru profesional di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar diantaranya dipengaruhi oleh materialisme dan penghargaan   terhadap   suami.   Tujuan   penelitian   ini   adalah   untuk   mengetahui   hubungan   antara materialisme dan penghargaan terhadap suami dengan kepuasan pernikahan, hubungan antara materialisme dengan kepuasan pernikahan, dan hubungan antara penghargaan terhadap suami dengan kepuasan pernikahan pada guru profesional di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.   Populasi dalam penelitian ini  mencakup 362 guru di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan cluster random sampling sehingga didapatkan responden sebanyak 100 guru. Instrumen yang digunakan adalah skala kepuasan pernikahan, skala materialisme, dan skala penghargaan terhadap suami. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 36,715 (> Ftabel 3,09) dengan sig. 0,000 (p < 0,05) dan nilai R = 0,656. Nilai R2  dalam penelitian ini sebesar 0,431 atau 43,1%, dimana sumbangan efektif materialisme sebesar 0,7% dan sumbangan efektif penghargaan terhadap suami sebesar 42,4%. Secara parsial, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara materialisme dengan kepuasan pernikahan (sig 0,778> 0,05), rx1y  = -0,029; serta terdapat hubungan yang signifikan antara penghargaan terhadap suami dengan kepuasan pernikahan (sig 0,000< 0,05), rx2y = 0,615.   Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara materialisme dan penghargaan terhadap suami dengan kepuasan pernikahan, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara materialisme dengan kepuasan pernikahan, dan terdapat hubungan yang signifikan antara penghargaan terhadap suami dengan kepuasan pernikahan pada guru profesional di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.   Kata kunci: materialisme, penghargaan terhadap suami, kepuasan pernikahan, guru profesional, karanganyar
Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Dukungan Sosial Orangtua dengan Self-Regulated Learning Siswa Kelas XII di SMA Batik 1 Surakarta Astika Permata Sari; Machmuroch .; Selly Astriana
Wacana Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.055 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i1.102

Abstract

Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Dukungan Sosial Orangtua dengan Self-Regulated Learning Siswa Kelas XII di SMA Batik 1 Surakarta   The Relationship Between Emotional Intelligence and Parental Social Support with Self-Regulated Learning the Students of XII Grade in SMA Batik 1 Surakarta     Astika Permata Sari, Machmuroch, Selly Astriana Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Self-regulated learning dapat diartikan sebagai suatu proses di dalam  kegiatan belajar yang membantu siswa untuk mengelola kemampuan yang ada di dalam diri, dalam mengatur waktu belajar, mencapai tujuan belajar dengan mengembangkan pikiran serta perilaku untuk mencapai kesuksesan dalam belajar. Variabel yang berpengaruh terhadap self-regulated learning antara lain adalah kecerdasan emosi dan dukungan sosial orangtua. Tujuan penelitian ini adalah; (1) Mengetahui hubungan antara kecerdasan emosidan dukungan sosial orangtua dengan self-regulated learning, (2) mengetahui hubungan antara kecerdasan emosidan self-regulated learning, dan (3) mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dan self-regulated learning siswa kelas XII di SMA Batik 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling dengan sampel sebanyak 100 siswa kelas XII program IPA dan IPS. Instrumen yang digunakan adalah skala self-regulated learning, skala kecerdasan emosi, dan skala dukungan sosial orangtua. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 20,810 (p < 0,05) dan nilai R = 0,548. Nilai R2 yang diperoleh adalah 0,425 atau 42,5% dengan sumbangan efektif kecerdasan emosi sebesar 31,40 % dan sumbangan efektif dukungan sosial orangtuasebesar 11,19%. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan self-regulated learning (p < 0,05 ; rx1y = 0,515) dan terdapat hubungan signifikan pula antara dukungan sosialorangtuadengan self-regulated learning (p< 0,05; rx2y = 0,445). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosidan dukungan sosial orangtua dengan self-regulated learning siswa kelas XII di SMA Batik 1 Surakarta. Semakin tinggi kecerdasan emosi dan dukungan sosial orangtua yang dimiliki individu, maka self-regulated learning yang dimiliki akan semakin tinggi, begitu pula sebaliknya.   Kata kunci: Kecerdasan emosi, dukungan sosial orangtua, self-regulated learning, siswa SMA.
Hubungan antara Adversity Quotient dan Kematangan Emosi dengan Toleransi terhadap Stres pada Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Sebelas Maret Seta Yovian Aryono; Machmuroch .; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.388 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.108

Abstract

Hubungan antara Adversity Quotient dan Kematangan Emosi dengan Toleransi terhadap Stres pada Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Sebelas Maret     Correlation between Adversity Quotient and Emotional Maturity with Stress Tolerance on Students Mountaineering Club of Sebelas Maret Universit     Seta Yovian Aryono, Machmuroch, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Berbagai tuntutan kehidupan mampu menimbulkan stres pada setiap individu, termasuk mahasiswa pecinta alam. Banyaknya peran yang diemban menuntut mereka memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dengan baik terhadap setiap stressor yang datang dari dunia perkuliahan maupun aktivitas alam yang dilakukan. Kemampuan ini disebut dengan toleransi terhadap stres. Toleransi terhadap stres yang baik tidak terlepas dari peran adversity quotient yang membuat individu tetap bertahan menghadapi segala kesulitan. Kematangan emosi juga diperlukan sehingga individu mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional dan tidak lagi menampilkan pola emosi yang kekanak-kanakan.   Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres, hubungan adversity quotient dengan toleransi terhadap stres, dan hubungan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres pada mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta yang aktif berjumlah 246 dan sampel yang digunakan berjumlah 94 mahasiwa pecinta alam yang diambil menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah skala toleransi terhadap stres, skala adversity quotient, dan skala kematangan emosi.   Hasil analisis kuantitatif dengan uji regresi linier berganda membuktikan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta (p=0,000<0,05) dan Fhitung=111,399 > Ftabel=3,09). Hasil analisis kuantitatif dengan uji korelasi parsial juga membuktikan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan toleransi terhadap stres (p=0,001<0,05, Thitung=3,566 > Ttabel=1,985) serta terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi terhadap toleransi terhadap stres (p=0,000<0,05, Thitung= 7,149 > Ttabel=1,985).   Kata kunci:Toleransi terhadap Stres, adversity quotient, kematangan emosi, mahasiswa pecinta alam
Hubungan antara Adversity Quotient dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantauan Tahun Pertama Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta Andrina Nuralisa; Machmuroch .; Selly Astriana
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.653 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.96

Abstract

Hubungan antara Adversity Quotient dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantauan Tahun Pertama Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta     The Relationship Between Adversity Quotient and Peer Group Social Support with Self Adjusment In First Year College Students from Other Region In Technical Faculty Sebelas Maret University Surakarta     Andrina Nuralisa, Machmuroch, Selly Astriana Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Mahasiswa perantau mengalami tantangan yang berbeda dari mahasiswa bukan perantau dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Masa transisi dari SMA ke perguruan tinggi meliputi perpindahan ke struktur sekolah yang lebih besar dan lebih individual, berinteraksi dengan teman yang breasal dari daerah dan latar belakang budaya yang berbeda, fokus peningkatan pada prestasi dan sistem penilaian. Bagi mahasiswa perantauan, masa transisi ini dibarengi dengan perubahan hidup, seperti meninggalkan rumah, berpisah dengan orangtua, menjalin hubungan baru, mengatur tempat tinggal baru, dan mengatur keuangan untuk pertama kali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri mahasiswa perantauan tahun pertama Fakultas Teknik UNS. Penelitian ini merupakan studi populasi, maka sampel yang dipakai adalah keseluruhan populasi yakni mahasiswa yang berasal dari luar Provinsi Jawa Tengah yang sedang duduk di semester dua Fakultas Teknik UNS yang berjumlah 140 mahasiswa.   Instrumen yang digunakan dalam penelitia ini skala penyesuaian diri, skala adversity quotient, dan skala dukungan sosial teman sebaya. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung = 72,104 > Ftabel = 3,06 dengan sig. 0,000 (p < 0,05). Nilai korelasi adversity quotient dan penyesuaian diri 0,560 atau termasuk dalam kategori sedang, nilai korelasi dukungan sosial teman sebaya dan penyesuaian diri 0,221 atau termasuk dalam kategori lemah. Nilai R = 0,716 dan R2 = 0,513 atau 51,3%. Sumbangan efektif adversity quotient sebesar 38,3% dan sumbangan efektif dukungan sosial teman sebaya sebesar 13%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara adversity quotient dan dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri, antara adversity quotient dengan penyesuaian diri, dan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri mahasiswa perantauan tahun pertama Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.   Kata Kunci: adversity quotient, dukungan sosial teman sebaya, penyesuaian diri mahasiswa perantauan tahun pertama.