Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN YOLOv8 DAN EFFICIENTDET UNTUK DETEKSI OBJEK BERGERAK DI VIDEO SURVEILLANCE Luh Putu Ary Sri Tjahyanti; Made Santo Gitakarma
KOMTEKS Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/komteks.v5i1.3003

Abstract

Sistem pengawasan video memerlukan deteksi objek bergerak yang cepat dan akurat, namun model deep learning memiliki karakteristik kinerja yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa YOLOv8 dan EfficientDet untuk deteksi objek bergerak di video surveillance. Metode yang digunakan meliputi preprocessing 5000 frame video dari dataset UA-DETRAC dan VisDrone, pelabelan objek (mobil, sepeda motor, dan pejalan kaki), serta pelatihan model dengan batch size 16 selama 100 epoch. Hasil utama menunjukkan YOLOv8n mencapai kecepatan inferensi 78 FPS dengan mAP 0.72, sedangkan EfficientDet-D3 mencapai 42 FPS dengan mAP 0.81. Pada deteksi objek berukuran kecil (<32×32 piksel), EfficientDet unggul dengan recall 0.68 dibandingkan YOLOv8 sebesar 0.51. Kontribusi utama penelitian ini adalah: (1) menyediakan perbandingan sistematis pertama antara YOLOv8 dan EfficientDet khusus untuk deteksi objek bergerak pada video surveillance; (2) memberikan tolok ukur kuantitatif (FPS, mAP, recall untuk objek kecil) sebagai referensi praktis bagi pengembang sistem pengawasan; serta (3) merumuskan panduan pemilihan model berdasarkan prioritas real-time atau presisi. Kesimpulannya, YOLOv8 direkomendasikan untuk aplikasi real-time (≥60 FPS), sementara EfficientDet cocok untuk skenario yang memprioritaskan presisi tinggi.
Prototipe Sistem Deteksi Polusi Udara Perkotaan Berbasis IoT Menggunakan ESP32 dan Layar P5 Putu Mulyadi Artawan; Made Santo Gitakarma; I Wayan Sutaya
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Undiksha Vol. 14 No. 3 (2025): JPTE Periode Desember 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpte.v14i3.112921

Abstract

Polusi udara perkotaan merupakan permasalahan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat sehingga diperlukan sistem pemantauan kualitas udara yang informatif dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe sistem deteksi polusi udara berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32 dengan tampilan panel LED P5. Sistem mengintegrasikan sensor MQ-135 untuk mendeteksi gas pencemar, sensor PMS5003 untuk mengukur partikel PM1.0, PM2.5, dan PM10, serta sensor DHT22 untuk memantau suhu dan kelembapan udara. Data ditampilkan secara real-time pada LED P5 dan dimonitor melalui aplikasi Blynk IoT. Pengujian sistem dilakukan di wilayah Kota Singaraja pada siang, sore, dan malam menunjukkan konsentrasi gas 637–880 ppm, suhu 28,7–31,0 °C, dan kelembapan 75–80%. Konsentrasi PM2.5 mencapai 28 µg/m³ dan PM10 15 µg/m³. Berdasarkan analisis Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara tergolong baik hingga sedang. Evaluasi menunjukkan RMSE sebesar 1,8 °C, 3%, dan 2 µg/m³, dengan validitas sekitar 90%.
Prototipe Sistem Monitoring Cuaca Melalui Tiga Sensor Berbasis IoT Menggunakan Raspberry Pi dan Protokol MQTT Ketut Adi Gunawan; Made Santo Gitakarma; Ketut Udy Ariawan
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Undiksha Vol. 14 No. 3 (2025): JPTE Periode Desember 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpte.v14i3.113122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji prototipe sistem monitoring cuaca real-time berbasis Internet of Things (IoT) yang diterapkan di area perkebunan. Sistem ini mengintegrasikan tiga sensor utama, yaitu sensor DHT22 untuk suhu dan kelembaban udara, sensor soil moisture untuk kelembaban tanah, serta sensor tipping bucket rain gauge untuk memantau curah hujan secara otomatis. Data sensor diproses oleh Raspberry Pi sebagai unit kendali pusat dan dikirimkan ke platform cloud menggunakan protokol komunikasi MQTT yang efisien. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu beroperasi dengan stabil, memiliki tingkat keberhasilan pengiriman data mencapai 99,2% dengan waktu tunda rata-rata 1,3 detik. Sensor DHT22 memiliki deviasi pengukuran antara 0,1% hingga -7,4%, sementara sensor kelembaban tanah menunjukkan selisih 0,3% hingga 1,5% dibandingkan alat ukur acuan. Prototipe ini layak digunakan sebagai solusi pemantauan cuaca untuk mendukung implementasi pertanian presisi yang terjangkau bagi petani lokal.