Abstrak: Program Kosabangsa di Desa Oepuah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, dilaksanakan sebagai upaya mengatasi rendahnya produktivitas usaha rumah tangga dan tingginya prevalensi stunting yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses pangan bergizi dan pengelolaan usaha berbasis teknologi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, manajemen, dan pemasaran kelompok industri rumah tangga berbasis ikan, serta memperkuat peran Posyandu dalam pengelolaan pangan lokal bergizi dan digitalisasi layanan gizi balita. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, pendampingan, dan penerapan teknologi tepat guna yang dilaksanakan secara partisipatif. Peserta kegiatan terdiri atas Kelompok Industri Rumah Tangga Nekmese sebanyak 27 orang dan kader Posyandu Desa Oepuah Selatan sebanyak 20 orang. Evaluasi program dilakukan melalui observasi langsung, angket kepuasan mitra, dan analisis capaian indikator kinerja program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis dan manajerial mitra industri sebesar 40% pada aspek produksi dan pengemasan, serta peningkatan penjualan produk olahan ikan sebesar 30%. Pada mitra Posyandu, sebanyak 80% kader mampu mengoperasikan sistem pencatatan gizi berbasis digital secara mandiri, disertai peningkatan kesadaran gizi masyarakat. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, memperkuat kapasitas layanan gizi masyarakat desa, serta menjadi model kolaborasi pemberdayaan berbasis teknologi dan potensi lokal yang berkelanjutan.Abstract: The Kosabangsa Program in Oepuah Selatan Village, North Central Timor Regency, was implemented to address low household business productivity and high stunting prevalence resulting from limited access to nutritious food and inadequate technology-based enterprise management. This program aimed to enhance production capacity, managerial competence, and marketing of fish-based home industries, as well as to strengthen the role of Posyandu in managing nutritious local food and digitalizing child nutrition services. The implementation methods included socialization, training, workshops, mentoring, and the application of appropriate technology through a participatory approach. The program participants consisted of 27 members of the Nekmese Home Industry Group and 20 cadres of the Oepuah Selatan Posyandu. Program evaluation was conducted through direct observation, partner satisfaction surveys, and performance indicator analysis. The results demonstrated a 40% increase in technical and managerial competencies related to production and packaging, along with a 30% increase in sales of processed fish products. Among Posyandu partners, 80% of cadres were able to independently operate digital nutrition recording systems, accompanied by increased community nutrition awareness. This program contributes to enhancing the economic value of local products, strengthening community-based nutrition services, and providing a sustainable model of technology-driven and locally grounded empowerment.