Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENGGUNAAN GYM BALL DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN PADA KALA I FASE AKTIF Erna Kasim; Mutiara Tolago; Sanghati; Ekayanti Hafidah Ahmad; Matilda Martha Paseno
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.629

Abstract

Latar belakang: Persalinan didefinisikan sebagai periode yang dimulai dari munculnya kontraksi uterus yang teratur hingga terjadinya pengeluaran plasenta. Persalinan dikategorikan sebagai normal apabila kehamilan mencapai usia cukup bulan (37–42 minggu), berlangsung secara spontan, dengan presentasi kepala belakang, durasi persalinan tidak melebihi 18 jam, serta tidak disertai komplikasi pada ibu maupun janin. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk Mengidentifikasi penerapan terapi GYM ball untuk mengurangi nyeri pada pasien persalinan kala 1 fase aktif di RS TK II Pelamonia Makassar. Metode: Rancangan yang diaplikasikan dalam penulisan ini adalah studi kasus Pendekatan deskriptif studi kasus yang dilakukan pada 2 orang responden. Hasil: Setelah dilakukan penelitian pada hari ketiga responden I dan II sebelum dilakukan terapi GYM ball mengalami intensitas nyeri berat dan setelah dilakukan terapi GYM ball tingkat intensitas nyeri menurun menjadi intensitas nyeri sedang. Kesimpulan: Setelah melakukan studi kasus, disimpulkan bahwa penggunaan terapi GYM ball dapat mengurangi tingkat nyeri pada pasien post partum normal. Fasilitas kesehatan disarankan untuk menyediakan GYM ball dan memberikan edukasi mengenai penggunaannya sebagai bagian dari persiapan persalinan.
Pengaruh Fisioterapi Dada Terhadap Pengeluaran Sekret Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik diBalai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar Sanghati; Sitti Nurhani
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.126

Abstract

Menurut Word Health Organization (WHO) pada tahun 2015 memperkirakan pada tahun 2020 prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik menjadi meningkat dari urutan keenam menjadi urutan ketiga didunia. Menurut Riskesdas, 2013 Prevalensi penyakit paru obstruktif kronik tertinggi terdapat di nusa tenggara timur (10,0%), Sulawesi Selatan (6,7%). Penyakit Paru Obstruktif Kronik adalah penyakit dengan karakteristik keterbatasan saluran nafas yang tidak sepenuhnya reversible. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap pengeluaran sekret pada pasien penyakit paru obstruktif kronik. Jenis penelitian yang dugunakan adalah Pre-Experimental Design dengan rancangan “One Grup Pretest-Posttest Design” Populasi dalam penelitian ini sebanyak 419 kasus dan sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel “aksidental sampling”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis statistik dengan menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh nilai p (0,005) < α (0,05) yang berarti ada pengaruh fisioterapi dada terhadap pengeluaran sekret pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh fisioterapi dada terhadap pengeluaran sekret pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik. peneliti selajutnya diharapkan untuk meneliti tentang pengaruh non farmakologis tentang pengaruh fisioterapi dada terhadap keefektifan jalan nafas pada pasien penyakit paru obstruktif kronik.
Gambaran Kepatuhan Minum Obat pada Penderita TB Paru di RS. TK.II. Pelamonia Makassar Jufri; Sanghati; Nur Qalbi Sukri
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.249

Abstract

Pada tahun 2018, diperkirakan 7,2 juta orang menderita TB paru (WHO, 2019). Menurut Global Tuberculosis Report 2019, Indonesia berada pada peringkat ke empat tertinggi kejadian TB di dunia setelah China, India, dan Amerika. Dikawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di RS. TK. II Pelamonia Makassar. Jenis penelitian yang dugunakandalam penelitian ini adalah deskriptif” Populasi dalam penelitian ini sebanyak 37 penderita TB Paru, jumlah sampel yaitu 37 responden dengan meggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan baik 36 responden (97,3%), sebagian besar mendapat dukungan keluarga 35 responden (94,6%), sebagian besar merasakan efek samping jika minum obat 30 responden (81,9%,), dan sebagian besar tidak patuh minum obat yaitu 24 responden (64,9%). Kesimpulan dari penelitianini adalah masih ada penderita TB Paru yang tidak patuh minum obat, sebagian besar penderita TB Paru mendapat dukungan dari keluarganya, selajutnya diharapkan untuk pada penderita TB paru agar berupaya patuh menjalankan program pengobatan).
Application of Coloring Play Therapy with Anxiety of Preschool Age Children Masita Dihuma; Andi Arniyanti; Sanghati Sanghati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v12i1.509

Abstract

Introduction: A preschool-age child considers hospitalization to be a scary experience; when a young child is hospitalized, usually, he will not be allowed to move much and will have to rest much treatment in the hospital is called hospitalization. Method: Qualitative research using case studies in the form of case reports. Results: After being given colouring play therapy, the client's results are no longer tense, lethargic, no longer agitated, and she is categorized as experiencing mild anxiety. Conclusion: There was a decrease in anxiety levels in preschool-aged children hospitalized before and after being given play therapy. Nurses need to apply colouring play therapy in preschool-aged children experiencing anxiety.