Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI PEREMPUAN PRIBUMI DALAM NOVEL RASINA KARYA IKSAKA BANU Nina Nursintawati; Asep Firdaus; Fauziah Suparman
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 1: Agustus 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe how forms of gender injustice are represented in the novel Rasina by Iksaka Banu and how the role of hegemonic power continues to perpetuate gender inequality in the position of indigenous women using feminist and postcolonial approach. The research method used is descriptive qualitative. The research results show that indigenous women experience forms of gender injustice in the form of identity marginalization, physical, psychological, and sexual violence, and a double burden experienced physically and mentally. Gender inequality cannot be separated from the existence of a patriarchal system. The depiction of power in the novel Rasina by Iksaka, apart from the patriarchal system that works, colonialism plays a role in strengthening dual power. Power hegemony plays a role in perpetuating gender inequality in the position of indigenous women in the novel Rasina by Iksaka Banu, described in aspects of social class structure and the legal policy system. The author describes one of the reflections of resistance carried out by indigenous women figures through writing.
A Reprensentasi Kekuasaan Yang Tercermin pada Cerpen “Protes” karya Putu Wijaya dan Cerpen “Ruang Isolasi untuk Si Gila” karya Han Gagas Shefira Medina Hidayat; David Setiadi; Fauziah Suparman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur teks, bentuk hegemoni kekuasaan, dan oposisi biner dalam cerpen Protes karya Putu Wijaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks tertulis dari cerpen tersebut. Fokus analisis mencakup tiga aspek utama, yaitu struktur cerpen, manifestasi hegemoni kekuasaan, dan bentuk oposisi biner yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan poskolonial untuk memahami relasi kekuasaan yang tersirat dalam teks, terutama dalam konteks dominansi suatu kelompok terhadap kelompok lain yang lebih lemah. Dalam cerpen Protes, tergambarkan secara jelas adanya ketimpangan kekuasaan antara kaum yang berkuasa dan kaum yang tertindas, yang menjadi refleksi dari dinamika sosial pascakolonial.