Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Metode Pengelolaan Obat Rusak dan Kadaluarsa di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2024 Julita, Yoza Silfia; Erpidawati, Erpidawati; Redha, Pratiwi Soni
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2025): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, November 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v1i3.1263

Abstract

Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di instalasi farmasi RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh pada tahun 2023, terdapat disana banyaknya penumpukan obat rusak dan kadaluarsa yang belum dilakukan pengelolaan untuk dimusnahkan hal ini tentu saja bisa berdampak terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pengelolaan obat rusak dan kadaluarsa di instalasi farmasi RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa metode pengelolaan obat rusak dan kadaluarsa di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh yaitu metode obat dikembalikan ke produsen atau pabrik sudah sesuai dengan SOP nya namun metode ini belum maksimal dilakukan karena tidak semua pabrik menerima return obat kadaluarsa dan metode dibuang langsung ke TPA sudah sesuai dengan SOP nya, namun karena terkendala izin incinerator menyebabkan metode ini tidak dapat dilakukan saat ini yang menyebabkan penumpukan obat rusak dan kadaluarsa di gudang farmasi RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Banjir di SDN 1 Tugu Kebumen: The Relationship Between Knowledge and Attitudes and Flood Preparedness Among Students at SDN 1 Tugu Kebumen Redha, Pratiwi Soni; Kristanti, Melly; Rahmawati, Desie
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i2.386

Abstract

Angka kejadian hidrometrologi termasuk banjir termasuk tinggi yang dapat dipengaruhi oleh Banjir yang terjadi dikarenakan curah hujan, kondisi topografi daerah, kurangnya tingkat kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir. Maka diperlukan peran siswa terkait peningkatanpengetahuan dan sikap dalam kesiapsiagaan banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Siswa Umur 10-12 Tahun terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir di SDN 1 Tugu Kebumen. Jenis dari penelitian   ini yaitu deskriptif kuantitatif.  Desain dalam  penelitian  ini  yaitu cross-sectional.  Subjek  penelitian yaitu 70  siswa yang  dipilih berdasarkan teknik purposive  sampling. Instrumen dalam  penelitian  ini  yaitu kuesioner. Analisis data menggunakan regresi logistic dengan tingkat kepercayaan 95% p-value < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap anak SD setelah dikontrol dengan pengetahuan terhadap kesiapsiagaan <0,001 PR 8,51 95% CI (1,95-11,45). Sikap anak Sekolah Dasar mempengaruhi kesiapsiagaan mereka dalam kebencanaan, selain itu, pengetahuan juga perlu di tingkatkan agar dapat memperbaiki sikap anak SD dalam kesiapsiagaan bencana selama di sekolah. Adanya kerjasama sekolah dengan pihak Badan penanggulangan Bencana Daerah setempat atau pihak volunteer untuk melakukan penanggulangan bencana. The incidence of hydrometeorological disasters, including flooding, is relatively high. Flood events may be influenced by factors such as rainfall intensity, regional topographic conditions, and the lack of preparedness among students in facing flood disasters. Therefore, it is necessary to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding flood preparedness. This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes of students aged 10–12 years and their preparedness for flood disasters at SDN 1 Tugu, Kebumen. This research employed a quantitative descriptive approach with a cross-sectional study design. The study involved 70 students selected through purposive sampling. The research instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using logistic regression with a 95% confidence level and a significance value of p < 0.05. The results showed a significant association between students’ attitudes—after being controlled for knowledge—and their flood preparedness (p < 0.001; PR = 8.51; 95% CI: 1.95–11.45). The attitudes of elementary school students were found to influence their disaster preparedness, and improving students’ knowledge is essential to enhance their attitudes toward disaster preparedness in the school setting. Collaboration between schools and the local Regional Disaster Management Agency or volunteer organizations is recommended to strengthen disaster preparedness efforts. 
Peningkatan Akses Layanan Kesehatan melalui Kegiatan Pengobatan Gratis di Kampung Ghasong, Menteng Pulo, Kecamatan Menteng Atas, Provinsi DKI Jakarta Redha, Pratiwi Soni; Rahmawati, Desie; Rusadi, Rosmala Atina
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/f3tht653

Abstract

Adanya ketidakmerataan dalam jumlah penduduk yang mendiami wuatu wilayah dapat berdampak pada banyak hal. Hal ini banyak terjadi di kota-kota besar, khususnya DKI Jakarta, terdapat masalah pergeseran fungsi lahan untuk pemukiman kumuh atau liar. Suatu bentuk perubahan fungsi sebagian adalah pembuatan pemukiman di lahan pemakaman, termasuk di Kampung Ghasong Pulo Menteng, Kecamatan Menteng Atas. Dimanapekerjaan utama di kampung ini adalah sebagai pemulung. Situasi Ekonomi, bangunan, dan sanitasi yang kurang dapat memengaruhi kehidupan, terutama kesehatan. Hal ini mendorong penyediaan layanan kesehatan masyarakat yang meliputi pengobatan dan pengecekkan secara gratis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan pemimpin desa dan masyarakat, dan data sekunder dikumpulkan melalui wawancara kepada masyarakat. Setelah itu, pendekatan kualitatif digunakan. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang masyarakat, terdiri dari 21 orang berjenis kelamin laki-laki dan 19 orang berjenis kelamin perempuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keluhan utama masyarakat adalah gangguan kulit dan saluran pernapasan (masing-masing 37,5%), serta ditemukan kasus hipertensi (5%) dan diabetes melitus (2,5%). Pemeriksaan kesehatan gratis berperan penting dalam meningkatkan akses layanan, deteksi dini penyakit, dan kesadaran kesehatan, sehingga berpotensi menjadi model intervensi promotif dan preventif berkelanjutan bagi masyarakat rentan.