Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN BULELENG FESTIVAL DALAM PERKEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN BULELENG Komang Aristi .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Buleleng festival dalam perkembangan pariwisata Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu Pemerintahan Daerah Kabupaten Buleleng dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng. Data dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik snowball dengan informan kunci yaitu Bapak Ir. Nyoman Sutrisna.MM selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng sekaligus ketua panitia Buleleng festival. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara yang menghasilkan jenis data primer dan telaah dokumen yang menghasilkan data sekunder. Data dianalisis melalui 4 tahap yaitu (1) pengambilan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Buleleng festival berperan dalam melestarikan atraksi wisata budaya di Kabupaten Buleleng yaitu dapat dilihat dari adanya penambahan jenis atraksi wisata budaya yang berbeda setiap tahunnya sesuai dengan maisng-masing tema yang diambil saat Buleleng festival, (2) Buleleng festival berkontribusi dalam promosi objek wisata yaitu dapat dilihat dari adanya upaya pemerintah dengan mendirikan stand khusus untuk promosi objek wisata yang berupa objek wisata alam dan objek wisata budaya (peninggalan sejarah, kerajinan tangan, dan kuliner) dalam bentuk brosur dan penjualan secara langsung , (3) Buleleng festival berperan dalam menarik wisatawan ke Kabupaten Buleleng yang dapat dilihat dari adanya wisatawan saat Buleleng festival diadakan dan mengalami peningkatan setiap tahunnya serta dilihat dari kunjungan wisatawan sebelum dan setelah diadakannya Buleleng festival.Kata Kunci : Atraksi wisata budaya, Buleleng festival, objek wisata, wisatawan The aim of this research was to describe the roles of Buleleng festival in the development of tourism district Buleleng. The current research was a description research with the located in government of Buleleng specially Government Tourism Office and Cultural Office of Buleleng Regency. The data in this study were taken by snowball technique with the first informant is Mr. Nyoman Sutrisna.MM as head of the Tourism Government and chairman of the Buleleng festival committee. The data collected by interview method that result a primary data and document review that result a secondary data. Data were analyzed with the 4 steps, there are (1) data retrieval, (2) data reduction, (3) presented of data, (4) conclusion. The results of this study are (1) Buleleng festival is contribute to conserve cultural attractions in Buleleng regency which can be seen from the addition of different types of cultural attractions each year according to each theme taken during te Buleleng festival, (2) Buleleng festival is contribute to promoted of tourism object in Buleleng regency which can be seen from the government efforts by establishing a special stand for the promotion of natural and cultural attractions (historical relics, handicrafts, and culinary) in the form of brochures and sales promotion, (3) Buleleng festival is contribute to attracted tourist to visit Buleleng which can be seen the tourists who come during the Buleleng festival and increased of each year, and seen the difference of tourists visit before and after the Buleleng festival. keyword : Buleleng festival, cultural attractions, tourist, tourism object.
UJI KUALITAS TEPUNG BIJI RAMBUTAN Komang Suki Wiriani .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung biji rambutan (2) kandungan zat gizi tepung biji rambutan (3) kualitas tepung biji rambutan dilihat dari warna, tekstur dan aroma. Objek penelitian ini adalah proses pembuatan tepung biji rambutan, kandungan zat gizi pada tepung biji rambutan dan kualitas tepung biji rambutan dilihat dari aspek warna, tekstur dan aroma. Panelis terdiri dari 5 orang dimana panelis yang dipilih adalah panelis pencicip terbatas. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data tentang kualitas tepung biji rambutan dikumpulkan melalui uji laboratorium dan uji organoleptik mutu hedonik dengan skala 3 tingkatan dan selanjutnya data hasil penelitian akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa (1) proses pembuatan tepung biji rambutan dilakukan dengan penyortiran, pencucian, perendaman, perebusan, pemotongan, penjemuran, penggilingan, pengayakan, dan pengemasan (2) kandungan zat gizi tepung biji rambutan meliputi karbohidrat 58,16%, lemak 13,00%, protein 9,32%, pati 5,56% dan kadar air 12,74% (3) kualitas tepung biji rambutan dilihat dari aspek warna berada pada kategori baik dengan warna yang dikehendaki yaitu putih kekuningan, dari aspek tekstur berada pada kategori baik yaitu halus, dari aspek aroma berada pada kategori baik memiliki aroma khas tepung biji rambutan.Kata Kunci : biji rambutan, kualitas, tepung biji rambutan The purpose of this study is to know (1) the process of rambutan seed flour (2) the nutrient contents of rambutan flour (3) the quality of rambutan seed powder seen from color, texture and aroma. The object of this study is process of rambutan seed flour, nutrient content in rambutan seed flour and quality of rambutan seed flour seen from the aspect of color, texture and aroma. Panelists consist of five persons in which the selected panelists are limited taster panelists. type of this study is experimental research. The method used in this study is the method of observation. The Data was collected through laboratory test and organoleptic test of hedonic quality with scale 3 levels and then the data of this study was found some result will be analyzed by using qualitative and quantitative descriptive analysis method. Based on the results of data analysis, it was found (1) the process of making rambutan seed flour was done by sorting, washing, soaking, boiling, cutting, drying, milling, sieving, and packing, ( 2) the nutrient contents of rambutan seed flour covering by carbohydrate 58,16% , fat 13,00%, protein 9,32%, starch 5,56% and water content 12,74% (3)the quality of rambutan seed powder seen from color aspect is good category with the desired color there are yellowish white, from the aspect texture is in the good category is smooth, from the aspect of the aroma is good category has a distinctive aroma of rambutan seed flour. keyword : rambutan seeds , quality, rambutan seed flour
PEMANFAATAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK MENJADI PIE SUSU Ketut Suartini .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12298

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pie susu tepung terigu dan pie susu tepung kulit pisang kepok ditinjau dari aspek aroma, rasa dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Penelitian ini melibatkan panelis terlatih Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas pie susu tepung kulit pisang kepok dan pie susu tepung terigu dari aspek aroma menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara aroma pie susu tepung terigu dan aroma pie susu tepung kulit pisang kepok. Hasil uji t dari aspek rasa menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasa pie susu tepung terigu dan rasa pie susu tepung kulit pisang kepok. Hasil uji t dari aspek tekstur menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tekstur pie susu tepung terigu dan tekstur pie susu tepung kulit pisang kepok. Dari ketiga aspek yang diteliti tersebut maka hasil dari penelitian ini yaitu H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian maka kualitas dari pie susu tepung terigu tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan pie susu tepung kulit pisang kepok baik dari aspek aroma, rasa dan tekstur. Kata Kunci : Uji kualitas, pie susu, tepung kulit pisang kepok This experimental research aims to know the different quality between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from aroma, flavor and texture. This research is experimental research and the technique of data collection used in this research is observation method. The panelists in this research trained panelists. The result of this research shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the aroma, t test results shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the flavor, t test results shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the texture. So, from three aspects the result of this research is H0 is accepted and H1 is rejected. Therefor , there is no significant difference of the quality of egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the aroma, flavor and texture. keyword : Quality test, egg tart, kepok banana peel
PENGEMBANGAN PAKET WISATA ALAM DI DESA LEMUKIH KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG Nyoman Sudiksa .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek wisata alam di Desa Lemukih dan melakukan suatu pengembangan paket wisata alam di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga metode yaitu metode wawancara, observasi dan diskusi, untuk pengambilan sampel menggunakan “Snowball Sampling” karena dalam metode ini responden atau informan tidak di tentukan sebelumnya, selain informan kunci. Informan kunci dalam penelitian ini yaitu Kepala Desa dan Ketua POKDARWIS. Banyaknya responden atau informan pada kelengkapan informasi penelitian ini adalah tujuh orang informan. Hasil penelitian ini yaitu (1) Potensi Objek Wisata alam di Desa Lemukih memiliki 6 air terjun, selain itu Desa Lemukih juga mempunyai Air Prosotan (Water Slide), pemandangan sawah (Rice Field) dan Sumber Air Panas yang sangat di sakralkan sehingga masyarakat setempat tidak ingin mempublikasikan kemasyarakat lainnya. (2) Pengembangan paket wisata alam yang telah dibuat peneliti dalam penelitian ini dua paket wisata alam yang terdiri dari package trakking I dan package trakking II. Aktifitas dari package trakking I yaitu pertama wisatawan belajar menari dan megambelan bali, kedua belajar memasak masakan bali (Baliness Food Cooking Class), ketiga menanam padi, keempat mengunjungi pemandangan sawah (Rice Field), kelima memandikan sapi dan, yang keenam bermain air prosotan (Water Slide). Aktifitas dari package trakking II yaitu pertama mengunjungi pemandangan sawah (Rice Field), kedua bermain air prosotan (Water Slide), ketiga mengunjungi Air Terjun Gerombong, dan yang keempat mengunjungi Air Terjun Fiji.Kata Kunci : Objek Wisata, Paket Wisata, Potensi Wisata, dan Wisata Alam. The aimed of this research were to know the potential of the nature of tourist destination in Lemukih Village and developed the nature of tourist destination package at Lemukih Village, Sawan District, Buleleng Regency. In this research, the researcher used three kinds of methods, such as interview guide, observation, and discussion, in taking the sample using “Snowball Sampling” because in this method the respondents and informants were not specified previously, except the main informants. The main informants in this research are the Head of the Village and the Head of POKDARWIS. The researcher found 7 informants to complete the information of this research. The results of this study were (1) The potential of the nature of tourist destination in Lemukih Village had 6 kinds of waterfall. Besides that, Lemukih Village also had view of rice field and source of sacred hot spring that native people won’t publish to other people. (2) The developed of the nature of tourist destination package that made by the researcher in this research divided into two, those are tracking package I and tracking package II. The activities in trackacking package I were dancing lesson and Balinese traditional music which called as gamelan firstly, second one was Balinese cooking lesson, third one was rice planting, fourth one was visiting the view of rice terrace, fifth one was taking a bath of cow, and the last one was water sliding. Moreover, the activities in the tracking package II were visiting the view of rice terreace firstly, second one was water sliding, third one was visiting Gerombong Waterfall, and the last one was visiting Fiji Waterfall.keyword : Tourist Destination, Tour Packet, Tourist Potential, and Nature Destination.
Potensi Objek Wisata Sejarah di Kota Singaraja I Made Dwyka Aryawan .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek wisata sejarah di Kota Singaraja. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga pedoman pengembilan data yaitu pedoman wawancara, observasi dan studi dokumen. Untuk metode pengambilan data menggunakan “snowball sampling” karena dalam metode ini jumlah informan tidak di tentukan sebelumnya, selain informan kunci yaitu kepala pengelola di masing-masing objek bersejarah yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, dan Pelabuhan Buleleng. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan hasil penelitian ini yaitu Kota Singaraja memiliki 3 Objek Bersejarah yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, dan Pelabuhan Buleleng yang memiliki potensi sebagai Objek Wisata Sejarah, adapun potensi tersebut adalah adanya objek yang dapat dilihat (something to see), adanya fasilitas penunjang kegiatan wisata (something to do), adanya sesuatu yang menarik (attraction), dan adanya fasilitas pendukung (amenities). Dapat disimpulkan bahwa objek bersejarah di Kota Singaraja yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, Pelabuhan Buleleng memilili potensi yang baik berdasarkan pada indikator penelitian yaitu adanya objek yang dapat dilihat (something to see), adanya fasilitas penunjang kegiatan wisata (something to do), adanya sesuatu yang menarik (attraction), dan adanya fasilitas pendukung (amenities).Kata Kunci : Objek Bersejarah, Objek Wisata Sejarah, Potensi Objek Wisata. This research aims to determined the potential of historical tourism object in the Singaraja City. In this research, the researcher uses three guidelines for data processing, interview, observation and document study. For the method of data collection using "snowball sampling" because in this method the number of informants is not specified in advance, in addition to informant key are the head of management in each of the historic objects of the Museum Buleleng, Gedong Kirtya, and Buleleng Harbour. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis, and the result of this research is Singaraja City has 3 Historical Objects namely Buleleng Museum, Gedong Kirtya, and Buleleng Harbour which has the potential as a Historical Tourism Object, while the potential is the existence of a viewable object (something to see), the existence of facilities to support tourism activities (something to do), something interesting (attraction), and the existence of facilities support (amenities). The concluded that the historic object in Singaraja City, Buleleng Museum, Gedong Kirtya, Buleleng Harbour has good potential based on the research indicator that there are objects that can be seen (something to see), the existence of the supporting facilities of tourism activities (something to do) the attraction (attraction), and the existence of facilities support (amenities).keyword : Histories Object, Histories Tourism Object, Tourism Object Potency.
PENGOLAHAN TEPUNG BIJI KELUWIH MENJADI KUE KERING I Putu Oka Januarta .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13450

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas kue kering tepung biji keluwih dengan menggunakan subtitusi 50% tepung terigu dengan 50% tepung biji keluwih dilihat dari aspek warna,rasa, dan tekstur. Metode pengumpulan data yang menggunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa uji lembar organoleptik dengan 3 tingkat yaitu baik, cukup, dan buruk. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 15 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan kualitas kue kering tepung biji keluwih dengan menggunakan subtitusi 50% tepung terigu dengan 50% tepung biji keluwih dilihat dari aspek (1) warna dengan skor rata-rata 2,66 berada pada kategori baik sesuai dengan tolak ukur warna coklat muda, (2) aspek rasa dengan skor rata-rata 2,53 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki rasa manis dan khas tepung biji keluwih, (3) aspek tekstur dengan skor rata-rata 2,86 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki tekstur renyah.Kata Kunci : Kue Kering, kualitas, Tepung, Biji Keluwih, This experimental research is aimed to find out (1) the quality of the cookies with the flour of seeds breadfruit tree using 50% wheat flour substitution with 50% flour of seedlings derived from the aspect of color, taste, and texture. Data collection method that use in this research that is observation method by using instrument in the form of organoleptik sheet test with 3 level that is good, enough and bad. The panelists in this study were trained panelists consisting of 15 panelists. Data analysis technique used quantitative descriptive technique. The results of this study showed the quality of the pastry cake flour seeds by using the substitution of 50% wheat flour with 50% flour seeds derived from aspect (1) the color with an average score of 2.66 is in good category according to yellow color, (2) the taste aspect with the average score of 2.53 is in the good category with the benchmark has a sweet taste and typical of the flour of seeds, (3) texture aspect with average score 2,86 is in good category with the benchmark has crunchy texture.keyword : Dried Cake, Quality, flour of seeds, breadfruit tree.
PARTISIPASI MASYARAKAT DESA WANAGIRI DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN BANYUMALA DI KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG Winda Harmoni Ni Putu .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13597

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wanagiri dengan tujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat desa Wanagiri dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Banyumala. Teknik penentuan responden menggunakan cluster sampling. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, angket. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa daftar pertanyaan atau angket langsung tertutup dengan menggunakan skala likert yang diolah melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat pada tahap pengambilan keputusan berupa memberikan informasi dan ikut dalam mengidentifikasi potensi objek wisata Air Terjun Banyumala, partisipasi masyarakat pada tahap pelaksanaan berupa menjaga keamanan, keindahan di lingkungan objek wisata Air Terjun Banyumala dan terlibat dalam mempromosikan objek wisata Air Terjun Banyumala, partisipasi masyarakat pada tahap memanfaatkan hasil berupa mendukung kegiatan pariwisata yang telah ditentukan dengan baik dalam pengembangan objek wisata, partisipasi masyarakat pada tahap evaluasi adalah berupa mengawasi kegiatan pariwisata di objek wisata Air Terjun Banyumala dan mengawasi tindakan negatif yang dapat merusak objek wisata dan kenyamanan wisatawan berkunjung. Partisipasi masyarakat desa Wanagiri dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Banyumala tergolong baik dengan rata-rata persentase 57%, dimana pada tahap pengambilan keputusan persentase masyarakat hanya 58%, pada tahap pelaksanaan 57%, tahap memanfaatkan hasil 55% dan pada tahap evaluasi 57%. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi masyarakat dalam berpartisipasi yaitu bahasa, pemahaman masyarakat mengenai pariwisata masih kurang, terbatasnya pendanaan.Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Objek Wisata. This research was conducted in Wanagiri Village with the aim to analyze the participation of Wanagiri villagers in the development of Banyumala Waterfall object. Determination technique of respondents using cluster sampling. In this research, data collection technique is done by observation method, interview, questionnaire. While the instruments used in the collection of data in the form of a list of questions or questionnaires directly closed using a likert scale processed through descriptive analysis. The results of this study indicate that community participation in the decision-making phase in the form of providing information and participate in identifying the potential attractions Banyumala Waterfall, community participation in the implementation stage in the form of maintaining security, beauty in the tourist attraction Banyumala Waterfall and involved in promoting attractions Waterfall Banyumala, community participation at the stage of utilizing the results in the form of supporting tourism activities that have been well defined in the development of tourism objects, community participation in the evaluation stage is in the form of supervising tourism activities in Banyumala Waterfall attractions and oversee the negative actions that can damage tourist attractions and tourist comfort visit. The participation of Wanagiri villagers in the development of Banyumala Waterfall object is good with the average percentage of 57%, where in the decision making stage the percentage of the community is only 58%, at the implementation stage of 57%, the stage utilizes 55% and 57% evaluation stage. However, there are some obstacles faced by the community in participating in the language, public understanding of tourism is still lacking, limited funding.keyword : Participation, Community, Tourist Attraction.
TRADISI NYACAHIN DI DESA WISATA TARO, KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR Ni Kadek Ayu Handayani .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui makna dari tradisi Nyacahin, (2) mengetahui hidangan yang diolah pada tradisi Nyacahin ditinjau dari jenis hidangan, teknik pengolahan, dan teknik penyajian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Teknik penentuan sample menggunakan Snowball Sampling yaitu Suardika selaku informan kunci. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Lembar observasi dan pedoman wawancara digunakan sebagai instrumen penelitian, dan studi dokumen digunakan untuk melengkapi data berupa foto, sedangkan analisis data dilakukan secara deksriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) makna tradisi nyacahin terdiri dari nilai sosial dan nilai religius, (2) jenis-jenis hidangan yang diolah pada saat nyacahin ialah tipat sebagai hidangan pokok. Lauk-pauk berupa sate. Sayuran berupa pesan lawar, lawar putih, dan tum kacang hijau. Jajan berupa rengginang, kiping, penyon, dan bantal. Proses pengolahan hidangan bali pada saat nyacahin menggunakan teknik direbus, dikukus, dan digoreng. Teknik penyajiannya menggunakan wanci. Kata Kunci : Hidangan Bali, Nyacahin, Pengolahan dan Penyajian This study aims to (1) know the meaning of the traditions Nyacahin, (2) to know the dishes processed in the tradition Nyacahin in terms of the types of hydration, processing techniques, and serving techniques. This research is a qualitative descriptive research that takes place in Taro Village, Tegallalang District, Gianyar Regency. The technique of determining sample using Snowball Sampling is Suardika as the key informant. The method used to collect data is the method of observation, interview, and document study. The observation sheets and interview guides were used as research instruments, and document studies were used to complement the data in the form of photographs, while the data analysis was done qualitative descriptive. The results of this study indicate that (1) the meaning of traditions Nyacahin filled with social values,and religious values, (2) the types of dishes that are processed at Nyacahin is tipat as the main dish. Side dish of sate. Vegetable in the form of lawar message, white lawar, and green bean tum. Snacks such as rengginang, kiping, penyon, and pillow. Processing of Balinese dishes at the time of hiscin using boiling technique, steamed, and fried. Techniques serving using wanci. keyword : Balinese Dish, Nyacahin, Processing and Serving
PENGOLAHAN PIESUSUBERBAHAN DASAR TEPUNG GAYAM(INOCARPUS FAGIFERUS) Juliandanu H.a .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.14641

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas pie tepung buah gayam dengan menggunakan substitusi 40% tepung terigu dengan 60% tepung buah gayam dilihat dari aspek warna, rasa, dan tekstur. Metode pengumpulan data yang menggunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa uji lembar organoleptik dengan 3 tingkat yaitu baik, cukup, dan buruk. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 23 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan kualitas pietepung buah gayam dengan menggunakan subtitusi 40% tepung terigu dengan 60% tepung buah gayam dilihat dari aspek (1) warna dengan skor rata-rata 2,8 berada pada kategori baik sesuai dengan tolak ukur warna coklat muda, (2) aspek rasa dengan skor rata-rata 2,88 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki rasa gurih dan khas tepung buah gayam, (3) aspek tekstur dengan skor rata-rata 2,68 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki tekstur renyah.Kata Kunci : Kualitas , Pie, Tepung Buah Gayam. This experimental research is aimed to find out (1) the quality of pepper fruits by using 40% substitution of wheat flour with 60% of gayam fruit flour seen from the aspect of color, taste, and texture. Data collection method that use in this research that is observation method by using instrument in the form of organoleptik sheet test with 3 level that is good, enough and bad. Panelists in this study are trained panelists consisting of 23 panelists. Data analysis technique used quantitative descriptive technique. The results of this study showed the quality of pie tepung gayam fruit by using substitution 40% wheat flour with 60% fruit flour gayam seen from aspect (1) color with average score 2.8 is in good category according to yellow color gauge, (2 ) flavor aspect with an average score of 2.88 is in good category with a benchmark having a savory taste and typical of gayam fruit flour, (3) texture aspect with an average score of 2.68 is in good category with the benchmark has a crunchy texture. keyword : Quality, Pie, Gayam Fruit Flour
UJI KUALITAS TEPUNG KARA KRATOK Ni Putu Erni Widia Astuti .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung kara kratok (2) zat gizi pada tepung kara kratok(3) kualitas tepung kara kratok dari aspek warna, aroma dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi dan laboratorium. Tepung kara kratok dari aspek warna, aroma dan tekstur diuji oleh 5 panelis terbatas dengan menggunakan intrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, buruk. Kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan (1) proses pembuatan tepung kara kratok melalui tahap: sortirisasi, perendaman, pengupasan kulit ari, perebusan, pengeringan,penggilingan dan pengayakan. (2) kandungan gizi tepung kara kratok karbohidrat 53,09%, protein 29,94%, lemak 1,88%, abu 3,94%, air 11,12% dan pati 34,66% (3) kualitas tepung kara kratok dilihat dari aspek warna berada dalam kategori baik dengan skor (2,60), aroma berada dalam katagori baik dengan skor (3,00), tekstur berada dalam katagori baik dengan skor (3,00). Kata Kunci : Kara kratok, kualitas, tepung kara kratok. This experimental research is aimed to find out (1) the process of making kara kratok flour (2) nutrients in kara kratok (3) quality of kara kratok flour from the aspect of color, aroma and texture. this research is experimental research. methods used to obtain data are observation and laboratory methods. Kratok flour from the aspect of color, aroma and texture is tested by 5 limited panelists by using the instrument in the form of organoleptic test sheet with 3 levels this is good, enough, bad. Then analyzed through descriptive analysis of quantitative and qualitative. The results show (1) the process of making kratok flour through the steps is: sorting, soaking, stripping, boiling, drying, grinding and sieving. (2) nutrient content of kratok flour is: carbohydrate starch 53,09%, protein 29,94%, fat 1,88%, ash 3,94%, water 11,12% and starch 34,66% (3) quality of kratok flour seen from the aspect of color is in good category with score (2,60), aroma is in good category with score (3,00), texture is in good category with score (3,00).keyword : Kara kratok, quality, kratok kara kratok flour.
Co-Authors ., Aditya Darmawan ., Haulaini ., I Made Dwyka Aryawan ., I Putu Oka Januarta ., IBNU KAMAJAYA ., Ida Ayu Satya Dwikandana ., Ida Bagus Komang Krisnanda w ., Juliandanu H.a ., Kadek Arianti ., Kadek Desi Ariati ., Ketut Suartini ., Komang Eva Suryastini ., Komang Suki Wiriani ., Luh Sri Darmiyani ., Made Yogi Andwika Pangestu ., Ni Kadek Aryan Tunjung Birawa ., Ni Kadek Sri Wahyuni ., NI KOMANG NILAWATI ., Ni Made Ayu Arisna ., Ni Made Sri Arsani ., Ni Putu Erni Widia Astuti ., Ni Wayan Erniasih ., Pt Arsitha Indah y ., Pt Wahyu Manik Fransiska ., PUTU ADI PERIAWAN ., Putu Ellis Octaviyani ., Putu Lilis Ariantini ., Sri Wahyudiani ., Winda Harmoni Ni Putu Aditya Darmawan . Anggita Sari, Luh Vira Angkih, Juliandanu Hadimashari Armabela, Oryza Aryawan, I Made Dwyka Cahyani, Kadek Winda Cok Istri Raka Marsiti Cok.Istri Marsiti Cokorda Istri Raka Marsiti Cokorda Istri Raka Marsiti Cristina D, Elisabeth Damiati - Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari . Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari ., Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari Dwikandana, Ida Ayu Satya EKA OKTAVIANTARI . Ekayani, I. A. P. Hemy Erniasih Erniasih Erniasih, Erniasih Fransiska, Putu Wahyu Manik Fridayana Yudiaatmaja Geck Indah Pradnyawati . Geck Indah Pradnyawati ., Geck Indah Pradnyawati Gusti Ayu Mahadewi . Haulaini . Hellena Patiran Heni Widyasari, Ni Putu I Gede Sudirtha I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi . I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi ., I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi I Komang Murtiasa I Made Dwyka Aryawan I Made Dwyka Aryawan . I Putu Oka Januarta I Putu Oka Januarta . I Wayan Sudarma . I Wayan Suwendra IBNU KAMAJAYA . Ida Ayu Putu Hemy Ekayani Ida Ayu Satya Dwikandana Ida Ayu Satya Dwikandana . Ida Bagus Komang Krisnanda W Ida Bagus Komang Krisnanda w . Jordy, Gede Eka Setiawan Juliandanu H.a . Juliandanu Hadimashari Angkih Kadek Arianti Kadek Arianti . Kadek Desi Ariati . Kadek Dewi Utama Sari . Kadek Harumini . Kadek Harumini ., Kadek Harumini Karismania maulidina Kasih Pratiwi, Ni Luh Putu Mita Kertiani, Putu Ketut Pande Triana d . Ketut Suartini . Komang Aristi . Komang Eva Suryastini Komang Eva Suryastini . Komang Nopi Purnama Dewi . Komang Suartini . Komang Suki Wiriani . Krisnanda W, Ida Bagus Komang Kristianti, Putu Wika Leni Meiliyani . Leni Meiliyani ., Leni Meiliyani Luh Masdarini Luh Sri Darmiyani . Made Riki Ponga Kusyanda Made Yogi Andwika Pangestu . Marsiti, Cok.Istri Martha Lisa Br Tarigan Mila Suryani Kartika . Mila Suryani Kartika ., Mila Suryani Kartika neto, fransiska s.b Ni Desak Made Sri Adnyawati Ni Kadek Aryan Tunjung Birawa . Ni Kadek Ayu Handayani . Ni Kadek Kurnia Dewi . Ni Kadek Kurnia Dewi ., Ni Kadek Kurnia Dewi Ni Kadek Sri Wahyuni . Ni Kadek Sumariyani . Ni Kadek Sumariyani ., Ni Kadek Sumariyani Ni Ketut Widiartini Ni Komang Inparniawati . Ni Komang Nilawati NI KOMANG NILAWATI . Ni Luh Ayu Novitasari . Ni Luh Meliawati . Ni Luh Meliawati ., Ni Luh Meliawati Ni Made Ayu Arisna . Ni Made Sri Arsani . Ni Nyoman Ayu Indah Pratiwi Bimantari . Ni Putu Anna Saputri . Ni Putu Eka Oktaviantari Ni Putu Erni Widia Astuti . Ni Putu Widya Arsani . Ni Wayan Erniasih . Ni Wayan Sukerti Nilawati, Ni Komang Panti, Risa Periawan, Putu Adi Pt Arsitha Indah y . Pt Wahyu Manik Fransiska . Putu Adi Periawan PUTU ADI PERIAWAN . Putu Desinatalia . Putu Ellis Octaviyani . Putu Lilis Ariantini . Putu Melyawati Putu Rinda Rismayanti Putu Wahyu Manik Fransiska R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Risa Panti Risa Panti Risa Panti Ariani Rismayani, Kadek Rismayanti, Putu Rinda Seni Rahayu . Seni Rahayu ., Seni Rahayu Sri Wahyudiani . Suryastini, Komang Eva Tiyoni, Ni Wayan Wibie Verdian Widhury Soetopo . Widhury Soetopo ., Widhury Soetopo Winda Harmoni Ni Putu .