Claim Missing Document
Check
Articles

Reinventarisasi Makanan Tradisional Khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Sebagai Upaya Pelestarian Seni Kuliner Bali Geck Indah Pradnyawati .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reinventarisasi makanan tradisional khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey, dengan menerapkan metode purposive sampling dalam menentukan lokasi penelitian dan menerapkan metode purposive sampling, accidental sampling dan snowball sampling dalam menentukan informan. Penelitian reinventarisasi makanan tradisional khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ini menunjukkan, 1) makanan pokok meliputi nasi tulen, nasi moran jagung sela sawi, nasi cacah jagung, nasi moran sela sawi, nasi moran keladi, dan nasi moran sela bun, 2) lauk pauk meliputi pesan be mengida, be mengida megoreng, pesan be tuna sambel bongkot, lawar klungah udang galah, sate be pasih goreng, rawon kebo, sate kebo, sabrang, sate nyuh, urap gerang, srondeng, bandut, kekomoh, serapah kebo, abon kebo, lawar kebo, dan timbungan lindung, 3) sayuran meliputi don sela basa sereh, lawar don sela, jukut sawi sambel nyuh, jukut papah keladi mekuah, jukut don papasan, jukut paku kacang jongkok, jukut kekara, dan urap kekara, 4) jajanan meliputi bulung, ketan menyahnyah/empuk, jaja karud, jaja orog-orog, jaja tining, dan sumping sela, 5) minuman meliputi loloh gamongan+yeh kuud, loloh don blimbing wuluh+klungah, pule, loloh paye gamongan, teh gaharu, dan jamu don sirsak, 6) sambal meliputi sambal lublub dan sambal gerang kecarum dan 7) amikan atau makanan pelengkap meliputi kerupuk kebo, kerupuk coklat dan keripik keladi. Dengan reinventarisasi makanan tradisional khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng diharapkan dapat memberikan konstribusi dalam upaya pelestarian seni kuliner Bali.Kata Kunci : reinventarisasi, makanan tradisional khas, seririt. This research intend to determine the inventory of traditional food district of Seririt, Buleleng regency. The method used in this research is survey research, by applying the purposive sampling method in determining the location of research and applying the purposive sampling method, accidental sampling and snowball sampling in determining the informant. The results obtained in the study of traditional food inventory district of Seririt, Buleleng regency are 1) staple foods are nasi tulen, nasi moran jagung sela sawi, nasi cacah jagung, nasi moran sela sawi, nasi moran keladi, and nasi moran sela bun, 2) side dishs are pesan be mengida, be mengida megoreng, pesan be tuna sambel bongkot, lawar klungah udang galah, sate be pasih goreng, rawon kebo, sate kebo, sabrang, sate nyuh, urap gerang, srondeng, bandut, kekomoh, serapah kebo, abon kebo, lawar kebo, and timbungan lindung, 3) vegetables are don sela basa sereh, lawar don sela, jukut sawi sambel nyuh, jukut papah keladi mekuah, jukut don papasan, jukut paku kacang jongkok, jukut kekara, and urap kekara, 4) snacks are bulung, ketan menyahnyah/empuk, jaja karud, jaja orog-orog, jaja tining, dan sumping sela, and 5) the drinks are loloh gamongan+yeh kuud, loloh don blimbing wuluh+klungah, pule, loloh paye gamongan, teh gaharu, and jamu don sirsak, 6) sauce are sambal lublub and sambal gerang kecarum and 7) amikan or side dish are kerupuk kebo, kerupuk coklat and keripik keladi. With an inventory of traditional food District of Seririt Buleleng regency is expected to contribute in the efforts to conserve the culinary arts of Bali.keyword : inventory, traditional food, seririt
PEMANFAATAN AMPAS TAHU MENJADI ABON Widhury Soetopo .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6549

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan mengetahui kualitas abon ampas tahu dengan bahan utama ampas tahu sebesar 100% dilihat dari; (1) aspek warna. (2) aspek tekstur. (3) aspek aroma dan (4) aspek rasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan yaitu; baik, cukup dan kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang guru Sekolah Menengah Kejuruan diantaranya; 13 orang guru SMK N 2 Singaraja, 5 orang guru SMK Triatmajaya dan 7 orang SMK N 1 Seririt. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Kualitas abon ampas tahu dilihat dari aspek warna dengan perolehan skor rata-rata (3,00) dalam kategori baik sesuai tolok ukur yaitu berwarna coklat. (2) Kualitas abon ampas tahu dilihat dari aspek tekstur dengan perolehan skor rata-rata (2,84) dalam kategori baik sesuai dengan tolok ukur yaitu kering dan berserat. (3) Kualitas abon ampas tahu dilihat dari aspek aroma dengan perolehan skor rata-rata (2,92) dalam kategori baik sesuai dengan tolak ukur yaitu beraroma khas bahan utama. (4) Kualitas abon ampas tahu dilihat dari aspek rasa dengan perolehan skor rata-rata (2,96) dalam kategori baik sesuai dengan tolok ukur yaitu manis, gurih dan terasa bahan utama. Kata Kunci : ampas tahu, kualitas, abon The aim of this type of experiment research to determine the quality of shredded pulp out with the main ingredient pulp out of 100% of the visits; (1) aspects of color. (2) aspects of texture. (3) aspects of the aroma and (4) the aspect of taste. Data collection method used in this research is the method of observation. Instruments used in this research that hedonic quality test sheets with three levels, namely; good, sufficient and less. Panelists in this study is trained panelists consisting of 25 people including Vocational High School teacher; 13 teachers from SMK N 2 Singaraja, 5 vocational teachers Triatmajaya and 7 SMK N 1 Seririt. Data were analyzed using quantitative descriptive technique. Results of this study were (1) Quality of shredded tofu seen from the aspect of color with the acquisition of the average score (3.00) in both categories corresponding benchmarks are brown. (2) Quality of shredded tofu seen from the aspect of texture with the acquisition of the average score (2.84) in both categories in accordance with the benchmarks are dry and fibrous. (3) Quality of shredded pulp from the aspect of scent with the acquisition of the average score (2.92) in both categories in accordance with the measures, flavorful typical main ingredient. (4) Quality of shredded pulp from the aspect of flavor with the acquisition of the average score (2.96) in both categories in accordance with the benchmarks of sweet, savory and was the main ingredient. keyword : pulp, quality, shredded
PEMANFAATAN SORTIR BUAH ANGGUR MENJADI MANISAN Ni Kadek Sumariyani .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan anggur dari aspek warna (2) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan anggur dari aspek rasa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan uji panelis berupa lembar uji kualitas. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis konsumen yang terdiri dari 50 orang mahasiswa Fakultas Teknik dan Kejuruan Universitas Pendidikan Ganesha. Hasil penelitian menunjukkan (1) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan sortir anggur dari aspek warna berada dalam katagori suka dengan perolehan persentase sebesar 72% (36 orang) dari 50 orang panelis.(2) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan sortir anggur dari aspek rasa berada dalam katagori suka dengan perolehan persentase sebesar 80% (40 orang) dari 50 orang panelis.Kata Kunci : Sortir anggur, Manisan, Tingkat Kesukaan This study aims to determine (1) Level A panelist against candied grapes from the aspect of color (2) Level A panelist against candied grapes from the aspect of taste. This research is an experimental research and data collection methods used in this study is the observation method to test panelists form sheet quality test. Data were analyzed using quantitative descriptive technique. Panelists in this study is a consumer panelists consisting of 50 students of the Faculty of Technical and Vocational Education University Ganesha. The results showed (1) Level A panelist against candied grape sort of aspect of color are in the category of love with the acquisition of a percentage of 72% (36 people) of 50 panelists. (2) Level A panelist against candied grape sort of aspect of a sense of being in Like the category with the acquisition of a percentage of 80% (40 people) of 50 panelists.keyword : Sort grape, candied, Level passions
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN MINAT MAKAN ANAK USIA DINI TERHADAP MAKANAN SEHAT DI TK BUDHIYASA SANGSIT Ni Kadek Kurnia Dewi .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6809

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab penurunan minat makan anak usia dini terhadap makanan sehat di TK Budhiyasa Sangsit. Faktor penyebab penurunan minat makan dikaji dari faktor internal dan faktor eksternal. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode Angket dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar pernyataan angket dan pedoman wawancara yang melibatkan 34 orang tua siswa, 34 orang siswa dan 6 orang guru. Selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab dari penurunan minat makan anak usia dini terhadap makanan sehat di TK Budhiyasa Sangsit ini adalah dominan dipengaruhi oleh faktor ekternal atau faktor dari luar diri siswa yaitu 51,5% factor ekonomi, 61,7% faktor pengetahuan tentang makanan untuk anak usia dini, 67,6% faktor sosial budaya dan 75% faktor lingkungan. Kata Kunci : Minat Makan, faktor internal, dan eksternal This descriptive study aimed to determine factor causing the deline in interest I early hildhood to eat heaalty food at Budhiyasa Kindergarten in Sangsit regency. This problem assesses from internal factors and external factor. The data collection mehod were questionnaire and interviews methods. The research instruments were questionnaire sheet and interview guide which was tasted to 34 parents of students, 34 students and 6 teacher. Furthermore, the data were analyzed by qualitative technique. The result showed the causes of the decline in the interest in early childhood to eat healthy food at Budhiyasa Kindergarten was external factors such as from the student itself, 51,5% economic factor, 61,7% education about food for early childhood factor, 67,6% social and cultural studies and 75% environmental factor. keyword : interest in eating, internal and external factors.
IDENTIFIKASI HIDANGAN KHAS LOMBOK DI KECAMATAN PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT Haulaini .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan hidangan, peralatan, proses dan penyajian khas Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur meliputi hidangan pokok, lauk pauk, sayuran, sambal, jajanan dan hidangan minuman sehari-hari. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pringgabaya pada 3 Desa yaitu Desa Pringgabaya, Apitaik dan Desa Kerumut dengan sumber informan yaitu ibu-ibu rumah tangga, penjual makanan tradisional dan ibu-ibu PKK. Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi dan (2) wawancara, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) lembar observasi dan (2) panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hidangan khas Kecamatan Pringgabaya yaitu (1) hidangan pokok meliputi topat pelecing, topat jagung, peralatan rombong, jangkeh, proses pengolahan direbus, teknik penyajian menggunakan piring, daun pisang (2) hidangan lauk pauk meliputi pepes kerujuk, pencok, pindang laurok, fajar goreng, sate ikan, peralatan wajan, panci, pemanggang, proses pengolahan digoreng, teknik penyajian piring, mangkok (3) hidangan sayuran meliputi pelalah rebong,beberuk terong, pelecing kuah pindang, pelecing pucuk ambon, peralatan panci, cobek, proses pengolahan direbus, teknik penyajian menggunakan piring, daun pisang (4) sambal meliputi sambal sebie odak, peralatan wajan, proses pengolahan digoreng, teknik penyajian menggunakan piring kecil (5) jajanan meliputi pelemeng, songkong, jaja gedang, puntik siong, jaja sagu, putri nyelem, lempok, peralatan rangseng, proses pengolahan dikukus, teknik penyajian menggunakan piring, daun pisang (6) minuman meliputi, es nyiur, es kenyamen, peralatan baskom, panci, proses pengolahan direbus, teknik penyajian menggunakan gelas. Kata Kunci : Identifikasi,Hidangan khas, Kecamatan Pringgabaya This study aims at identifying traditional dishes,equipment, process, and serve of Pringgabaya Sub-District, East Lombok which consists of any daily, vegetable, sauce, snacks and beverage. The study took in three villages within the same sub-district:Apitaik and Kerumut village. The information sources were varied from the local housewives, traditional food seller and women of the local Family Welfare organization. The data were collectedthrough (1) observation and (2) interview technique, in which they were powered by the instruments: (1) observation sheet and (2) interview guidline. The data analysis was done by using descriptive qualitative method. Results indicate that Pringgabaya’s special traditional dishes consist of (1) the main course which includes topat pelecing, topat jagung,rombong equipment, jangkeh, processed through boiling technique, and served in plates and banana leaves , (2) the side dishes which cover pepes kerujuk, pencok, pindang laurok, fajar goreng, fish satay, supported by utensils such as frying pan, grill and pot, processed in frying technique, and served in bowls and plates(3) the vegetable which includespelalahrebong, beberukterong, pelecing kuah pindang, pelecing pucuk ambon, supported by pot, and grinder, processed through boiling technique and served in plates and banana leaves, (4) the sauces which include sambal sebie odak, supported by pan, processed through frying technic and served in small plates (5) the snacks which cover pelemeng, songkong, jaja gedang, puntik siong, jaja sagu, putri nyelem, lempok, supported by rangseng equipment, processed through steaming, and served in banana leaves and plates, (6) the beverage which includes nyiurice, kenyamenice, supported by bowls and pot, processed through boiling technique and served in glasses. keyword : identification, traditional dishes ,Pringgabaya Sub-district
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA AMBENGAN I Wayan Sudarma .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui potensi wisata di Desa Ambengan dan 2) mengetahui strategi yang tepat dalam pengembangan Desa Ambengan sebagai desa wisata. Potensi wisata tersebut meliputi potensi fisik dan potensi non fisik. Strategi pengembangan desa wisata di susun berdasarkan analisis SWOT. Informan ditentukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui, (1) pengumpulan data primer di lapangan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara dan (2) pengumpulan data sekunder dengan menggunakan metode studi dokumen. Data dianalisis dengan (1) reduksi data, (2) display, dan (3) verifikasi. Hasil penelitian ini (1) Potensi wisata yang ada di Desa Ambengan yang meliputi potensi fisik yaitu; keadaan geografis, panorama alam, air terjun, kesenian, kerajinan, keragaman flora dan fauna. Sedangkan potensi non fisik yaitu; kelembagaan, keramahtamahan dan adat istiadat. (2) Strategi pengembangan desa wisata Ambengan sebagai berikut; (a) Strategi SO: meningkatkan kualitas produk Desa wisata Ambengan, menggali potensi alam Desa Ambengan dan mempertahankan sistem subak sebagai warisan budaya, (b) Strategi WO: melengkapi fasilitas dan infrastruktur kepariwisataan, meningkatkan sarana dan prasarana jalan, mengadakan promosi dan kerja sama dengan pelaku jasa pariwisata dan mendirikan Tourism Information Center, (c) Strategi ST: bekerjasama dengan menjalin kemitraan bisnis antara stakeholder pariwisata baik tingkat regional maupun internasional, meningkatkan keamanan lingkungan dengan menjalin kerjasama dengan kepolisian daerah setempat dan menciptakan image yang baik dengan memperdayakan lembaga keamanan masyarakat setempat, (d) Strategi WT: memberikan pelatihan berupa kursus-kursus, memberikan penyuluhan mengenai sadar wisata dan meningkatkan kerjasama dengan Lembaga-lembaga pelatihan pariwisata.Kata Kunci : analisis SWOT, desa wisata, potensi wisata, starategi pengembangan This study aims to 1) determine the potential of tourism in the village Ambengan and 2) determine the appropriate strategy in the development of the village as a tourist village Ambengan. The tourism potential include the potential for physical and non-physical potential. Strategy development of rural tourism in stacking based on SWOT analysis. The informant was determined by purposive sampling. Data collected through (1) the collection of primary data in the field using the method of observation and interviews and (2) secondary data collection using document study. Data were analyzed with (1) data reduction, (2) display, and (3) verification. The results of this study (1) The potential of tourism in the Ambengan village which includes physical potential, namely; geographical location, natural landscapes, waterfalls, arts, crafts, diversity of flora and fauna. While the potential of non-physical, namely; institutional, hospitality and customs. (2) rural tourism development strategy Ambengan as follows; (a) Strategy SO: improve product quality tourist village Ambengan, explore the potential of nature Village Ambengan and maintain a system of Subak as a cultural heritage, (b) Strategies WO: complete the facilities and infrastructure of tourism, improve infrastructure to the road, having a promotion and cooperation with perpetrators of tourism services and set up a tourism Information Center, (c) Strategy ST: working with a business partnership between tourism stakeholders both regional and international levels, improve the security environment by working with the police local area and create a good image to hoodwink security agencies of local communities, (d) WT Strategies: provide training in the form of courses, provide counseling on tourism awareness and improve cooperation with tourism training institutionskeyword : SWOT analysis, tourist villages, tourist potential, development starategi
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENERAPKAN SAPTA PESONA DI KAWASAN BAHARI TANJUNG BENOA Putu Ellis Octaviyani .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8712

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat yang digolongkan ke dalam tiga kelompok masyarakat, yaitu (1) organisasi kemasyarakatan, (2) pelaku usaha wisata dan (3) perangkat desa dalam menerapkan sapta pesona di Kawasan Bahari Tanjung Benoa. Teknik penentuan responden menggunakan (1) Quota Sampling (2) Accidental Sampling dan (3) Purposive Sampling. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode (1) Angket (2) Wawancara. Sedangkan intrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa daftar pertanyaan/pernyataan atau angket langsung tertutup dengan menggunakan skala likert yang diolah menggunakan metode kuantitatif melalui analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Partisipasi organisasi kemasyarakatan dalam menerapkan sapta pesona 85% dengan kategori baik, (2) Partisipasi pelaku usaha wisata dalam menerapkan sapta pesona 88% dengan kategori baik, dan (3) Partisipasi perangkat desa dalam menerapkan sapta pesona 86% yang tegolong ke dalam kategori baik. Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Sapta Pesona, Tanjung Benoa Abstract This study aimed at describing the participation of the society which are classified into three community groups, namely (1) community organization, (2) tourism businessman, and (3) the village officials who implement sapta pesona in Maritime Area of Tanjung Benoa. The techniques used to determine the respondents were by using (1) Quota Sampling, (2) Accidental Sampling, and (3) Purposive Sampling. In this study, the collection data technique was done through (1) Questionnaire and (2) Interview method. Whereas, the instrument used in collecting data was question list/statement or direct-closed questionnaire by using likert type scale which was processed by using quantitative method through descriptive statistics in percentages. The result of the study showed that (1) The participation of community organization in implementing sapta pesona was 85% with a good category, (2) The participation of tourism businessman in implementing sapta pesona was 88%, with a good category, and (3) The participation of village officials in implementing sapta pesona was 86% which were categorize as good. keyword : Society Participation, Sapta Pesona, Tanjung Benoa
STUDI EKSPERIMEN PENGOLAHAN TEPUNG BUAH GAYAM MENJADI MUFFIN Sri Wahyudiani .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas muffin tepung buah gayam dengan bahan utama tepung buah gayam dilihat dari aspek warna, aspek rasa dan aspek tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan yaitu: baik, cukup, dan kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis diantaranya, 4 orang dosen jurusan PKK (Tata Boga) UNDIKSHA, 12 orang guru SMK N 2 Singaraja, 4 orang guru SMK Triatmajaya, 5 orang guru SMK N 1 Seririt. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan kualitas muffin tepung buah gayam dengan menggunakan bahan utama tepung buah gayam dilihat dari aspek warna berada dalam katagori baik (3,00) sesuai dengan tolak ukur yaitu coklat muda, kualitas muffin tepung buah gayam dilihat dari aspek rasa berada dalam katagori baik (2,92) sesuai dengan tolak ukur yaitu manis dan terasa khas gayam, kualitas muffin tepung buah gayam dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik (2,76) sesuai dengan tolak ukur yaitu beremah. Kata Kunci : Kualitas, Muffin, Tepung Buah Gayam. This study aims to determine the quality of the gayam flour fruit muffin the main ingredients flour gayam fruit viewed from the color, taste and texture aspects. Data collection methods used in this research is the method of observation. The instrument used in this study is the form of sheet quality test hedonic with three levels, namely good, sufficient and less. Panellists in this study is a panelist trained composed and 25 panelists, they are 4 lecturer in PKK (Catering) UNDIKSHA, 12 teachers in SMK N 2 Singaraja, 4 teachers in SMK Triatmajaya, 5 teachers in SMK N 1 Seririt. Data were analyzed using descriptive techniques of quantitative. Research shows the quality gayam flour fruit muffin the using main ingredients flour fruit gayam seen from the aspect of color are in the category of good (3,00) according to the measures brown, quality gayam flour fruit muffin from the aspect of being in the category of good taste (2.92) according to the indicator of sweet and tasted typical gayam, the quality of the fruit muffin gayam be seen from the aspect of texture in both categories (2.76) in according to the measures beremah. keyword : Quality, Muffin, Gayam Flour Fruit.
Proses Pembuatan Tepung Gadung Secara Tradisional Ni Kadek Sri Wahyuni .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9890

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung gadung secara tradisional dan (2) kandungan gizi yang terdapat pada tepung gadung yang dibuat secara tradisional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Variabel penelitian adalah proses pembuatan tepung gadung secara tradisional. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) proses pembuatan tepung gadung secara tradisional dilakukan dengan proses memanen gadung, pengupasan, pemotongan, pencampuran dengan abu dapur, perendaman, pencucian, penjemuran, penggilingan dan pengayakan (2) berdasarkan hasil uji laboratorium didapatkan hasil kandungan gizi tepung gadung adalah kandungan air sebanyak 17,36%, kandungan abu 0,3448%, kandungan protein 4,8808%, kandungan lemak 1,6257%, kandungan karbohidrat 75,7887%, dan kandungan pati sebesar 2,7719%. Kata Kunci : kandungan gizi, proses, tepung gadung. Abstract This experimental study aims to determine (1) the process of making traditional yam flour and (2) the nutrients contained in yam flour is made traditionally. This research was conducted in the village of Temukus, Banjar District, Buleleng. Variable research is the process of making traditional yam flour. Methods of data collection using interviews and observation. The research instrument is observation and interview sheet. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results showed (1) the process of making flour yam is traditionally done with the harvest yam, stripping, cutting, mixing with ash kitchen, soaking, washing, drying, milling and sieving (2) based on the results of laboratory tests showed the nutritional content of flour gadung is a water content of as much as 17.36%, ash content of 0.3448%, 4.8808% protein content, fat content of 1.6257%, 75.7887% carbohydrate content and starch content of 2.7719%. keyword : nutrient content, process, yam flour.
Uji Kualitas Biji Lamtoro Gung Menjadi Yoghurt (Flaxseedghurt) Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan Ni Made Ayu Arisna .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9891

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas yoghurt biji lamtoro gung (Flaxseedghurt) dilihat dari aspek aroma, rasa dan konsistensi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas yoghurt biji lamtoro gung (Flaxseedghurt) dilihat dari aspek aroma dengan skor rata-rata 2,68 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur yaitu aroma segar dan khas yoghurt, aspek rasa dengan skor rata-rata 2,76 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur yaitu rasa susu dan khas yoghurt, dan aspek konsistensi dengan skor rata-rata 2,68 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur yaitu kental, homogen (tidak pecah / menyatu).Kata Kunci : biji lamtoro gung, kualitas, yoghurt ABSTRACT The aimed of this experimental study is to determine the quality of flaxseed yogurt (Flaxseedghurt). The quality of flaxseed yogurt (Flaxseedghurt) was seen from the aspects of flavor, taste, and consistency. Furthermore, this study used observation methods to collect the data and organoleptic testing was used as the instrument of this study. The organoleptic testing consists of three levels, namely good, average, and lack. The judgments of this study are an expert of this matter, which are consists of 25 judges. Then, the data obtained was analyzed by descriptive techniques. The results showed that the quality of flaxseed yogurt (Flaxseedghurt) viewed from the aspect of flavor, the average score was 2,68. It was in good category in accordance with the fresh flavor and distinctive of yoghurt. Furthermore, from the aspect of taste, the average score was 2,76. It was in good category in accordance with the taste of milk and distinctive of yoghurt. Then, from the aspect of consistency, the average score was 2,68. It was in good category in accordance with the condensed of yogurt and homogeneous (blend).keyword : Flaxseed, Quality, Yogurt
Co-Authors ., Aditya Darmawan ., Haulaini ., I Made Dwyka Aryawan ., I Putu Oka Januarta ., IBNU KAMAJAYA ., Ida Ayu Satya Dwikandana ., Ida Bagus Komang Krisnanda w ., Juliandanu H.a ., Kadek Arianti ., Kadek Desi Ariati ., Ketut Suartini ., Komang Eva Suryastini ., Komang Suki Wiriani ., Luh Sri Darmiyani ., Made Yogi Andwika Pangestu ., Ni Kadek Aryan Tunjung Birawa ., Ni Kadek Sri Wahyuni ., NI KOMANG NILAWATI ., Ni Made Ayu Arisna ., Ni Made Sri Arsani ., Ni Putu Erni Widia Astuti ., Ni Wayan Erniasih ., Pt Arsitha Indah y ., Pt Wahyu Manik Fransiska ., PUTU ADI PERIAWAN ., Putu Ellis Octaviyani ., Putu Lilis Ariantini ., Sri Wahyudiani ., Winda Harmoni Ni Putu Aditya Darmawan . Anggita Sari, Luh Vira Angkih, Juliandanu Hadimashari Armabela, Oryza Aryawan, I Made Dwyka Cahyani, Kadek Winda Cok Istri Raka Marsiti Cok.Istri Marsiti Cokorda Istri Raka Marsiti Cokorda Istri Raka Marsiti Cristina D, Elisabeth Damiati - Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari . Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari ., Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari Dwikandana, Ida Ayu Satya EKA OKTAVIANTARI . Ekayani, I. A. P. Hemy Erniasih Erniasih Erniasih, Erniasih Fransiska, Putu Wahyu Manik Fridayana Yudiaatmaja Geck Indah Pradnyawati . Geck Indah Pradnyawati ., Geck Indah Pradnyawati Gusti Ayu Mahadewi . Haulaini . Hellena Patiran Heni Widyasari, Ni Putu I Gede Sudirtha I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi . I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi ., I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi I Komang Murtiasa I Made Dwyka Aryawan I Made Dwyka Aryawan . I Putu Oka Januarta I Putu Oka Januarta . I Wayan Sudarma . I Wayan Suwendra IBNU KAMAJAYA . Ida Ayu Putu Hemy Ekayani Ida Ayu Satya Dwikandana Ida Ayu Satya Dwikandana . Ida Bagus Komang Krisnanda W Ida Bagus Komang Krisnanda w . Jordy, Gede Eka Setiawan Juliandanu H.a . Juliandanu Hadimashari Angkih Kadek Arianti Kadek Arianti . Kadek Desi Ariati . Kadek Dewi Utama Sari . Kadek Harumini . Kadek Harumini ., Kadek Harumini Karismania maulidina Kasih Pratiwi, Ni Luh Putu Mita Kertiani, Putu Ketut Pande Triana d . Ketut Suartini . Komang Aristi . Komang Eva Suryastini Komang Eva Suryastini . Komang Nopi Purnama Dewi . Komang Suartini . Komang Suki Wiriani . Krisnanda W, Ida Bagus Komang Kristianti, Putu Wika Leni Meiliyani . Leni Meiliyani ., Leni Meiliyani Luh Masdarini Luh Sri Darmiyani . Made Riki Ponga Kusyanda Made Yogi Andwika Pangestu . Marsiti, Cok.Istri Martha Lisa Br Tarigan Mila Suryani Kartika . Mila Suryani Kartika ., Mila Suryani Kartika neto, fransiska s.b Ni Desak Made Sri Adnyawati Ni Kadek Aryan Tunjung Birawa . Ni Kadek Ayu Handayani . Ni Kadek Kurnia Dewi . Ni Kadek Kurnia Dewi ., Ni Kadek Kurnia Dewi Ni Kadek Sri Wahyuni . Ni Kadek Sumariyani . Ni Kadek Sumariyani ., Ni Kadek Sumariyani Ni Ketut Widiartini Ni Komang Inparniawati . Ni Komang Nilawati NI KOMANG NILAWATI . Ni Luh Ayu Novitasari . Ni Luh Meliawati . Ni Luh Meliawati ., Ni Luh Meliawati Ni Made Ayu Arisna . Ni Made Sri Arsani . Ni Nyoman Ayu Indah Pratiwi Bimantari . Ni Putu Anna Saputri . Ni Putu Eka Oktaviantari Ni Putu Erni Widia Astuti . Ni Putu Widya Arsani . Ni Wayan Erniasih . Ni Wayan Sukerti Nilawati, Ni Komang Panti, Risa Periawan, Putu Adi Pt Arsitha Indah y . Pt Wahyu Manik Fransiska . Putu Adi Periawan PUTU ADI PERIAWAN . Putu Desinatalia . Putu Ellis Octaviyani . Putu Lilis Ariantini . Putu Melyawati Putu Rinda Rismayanti Putu Wahyu Manik Fransiska R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Risa Panti Risa Panti Risa Panti Ariani Rismayani, Kadek Rismayanti, Putu Rinda Seni Rahayu . Seni Rahayu ., Seni Rahayu Sri Wahyudiani . Suryastini, Komang Eva Tiyoni, Ni Wayan Wibie Verdian Widhury Soetopo . Widhury Soetopo ., Widhury Soetopo Winda Harmoni Ni Putu .