Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR TATA HIDANG SISWA KELAS XI TATA BOGA DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Erniasih, Erniasih; Panti, Risa; Suriani, Made
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i3.22140

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar tata hidang. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Singaraja pada siswa kelas XI Tata Boga. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Non equivalent Control Group Design). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Tata Boga di SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2018/2019 berjumlah 4 kelas Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode non tes untuk mengetahui hasil belajar psikomotor siswa dan metode tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan analisis dengan statis-tic deskriptif diperoleh nilai rata-rata psikomotor siswa kelas eksperimen 86,75, kelas kontrol 85,8 dan nilai rata-rata kognitif kelas eksperimen sebesar, 82,92 kontrol sebesar 75,51. Berdasarkan hasil perhi-tungan uji-t diperoleh thitung sebesar 3,34 sedangkan ttabel 2,00 dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,00. Hal ini berarti, thitung>ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar tata hidang siswa kelas XI Tata Boga di SMK Negeri 2 Singaraja.Kata kunci : Hasil Belajar, Project Based Learning, Tata Hidang.
KAJIAN POTENSI WISATA DI DESA MUNDUK KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG ., Aditya Darmawan; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9910

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata yang ada di Desa Munduk Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dimana data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi wisata di Desa Munduk adalah potensi alam, manusia dan budaya. Kajian potensi wisata berdasarkan analisis SWOT yaitu : a) Kekuatan yang cukup besar berupa potensi alam, potensi manusia dan potensi budaya yang beranekaragam. b) Kelemahan potensi wisata Desa Munduk yaitu Potensi alam : Beberapa sarana belum mendukung, karakteristik alam di Desa Munduk pada musim hujan. Potensi manusia : Sumber tenaga kerja sebagai local guide, keterampilan masyarakat seadanya. Potensi budaya : Belum optimalnya kemampuan pengelolaan atraksi seni dan budaya, belum efektifnya networking diantara para pengelola atraksi seni dan budaya daerah. c) Peluang potensi wisata Desa Munduk yaitu Potensi alam : Adanya perubahan trend pariwisata, wisatawan lebih menikmati dan menghargai panorama alam pedesaan. Potensi manusia : Meningkatkan kapasitas bagi pengelola dan pemandu wisata, meningkatnya hubungan kerjasama dengan pelaku wisata. Potensi budaya : Desa Munduk beberapa kali ditunjuk dalam Pesta Kesenian Bali, kecenderungan wisatawan Eropa terhadap pariwisata budaya. d) Ancaman yang dapat merusak potensi wisata di Desa Munduk yaitu Potensi alam : Sampah, penebangan pohon, penggunaan air. Potensi manusia : Sulitnya lapangan pekerjaan, makin berkurangnya nilai budaya gotong royong setiap individu. Potensi budaya : Masuknya budaya modern dan akulturasi budaya. Kata Kunci : Potensi alam, manusia, budaya This qualitative study aimed to determine the potential of tourism in Munduk village, Banjar sub district, Buleleng regency. Data collection methods used in this research is the method of observation and interviews. Data were analyzed using qualitative descriptive technique in which the data obtained will be analyzed using SWOT. This study has shown that the potential for tourism in the Munduk village is the potential of natural, human and cultural. Assessment of tourism potential by SWOT analysis are a) A large enough force in the form of natural potential, human potential and the potential of diverse cultures. b) Munduk village tourism potential weaknesses that Natural potential :some means not yet support, the Munduk village natural characteristics during the rainy season. Human potential : as a local guide source of labor, people skill is sufficiently. Cultural potential : optimal capability of the management of arts and cultural attractions, yet effective networking among the managers of local arts and cultural attractions. c) Munduk village tourism potential opportunities that Natural potential : any changes in tourism trends, more travelers to enjoy and appreciate the natural scenery of the countryside. Human potential : increase the capacity for managers and local guide, increased partnerships with tour players. Cultural potential : several times at shows in the party art Bali, European travelers tendency towards cultural torism. d) Munduk village tourism potential threat that Natural potential : waste, tree logging, water usage. Human potential : difficult jobs, the less value of culture and than community work each. Cultural potential : the entry of modern culture and acculturation. keyword : Natural potential, Human potential, Cultural potential
UJI KUALITAS TEPUNG KULIT SINGKONG ., Kadek Harumini; ., Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung kulit singkong (2) kualitas tepung kulit singkong dilihat dari warna, aroma, tekstur dan daya simpan. Panelis terdiri dari 3 orang di mana panelis yang dipilih adalah panelis pencicip terbatas yang melakukan uji kualitas selama empat minggu yang di laksanakan seminggu sekali. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data tentang kualitas tepung kulit singkong dikumpulkan melalui uji organoleptik mutu hedonik dengan skala 3 tingkatan dan selanjutnya data hasil penelitian akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa (1) proses pembuatan tepung kulit singkong dilakukan dengan penyortiran, pencucian, perendaman, pemotongan, penjemuran, penggilingan, pengayakan, dan pengemasan (2) kualitas tepung kulit singkong dilihat dari aspek warna berada pada kategori cukup dengan warna yang dikehendaki yaitu putih kecoklatan, dari aspek aroma berada pada kategori baik yaitu tidak apek dan beraroma khas tepung singkong, dari aspek tekstur berada pada kategori baik memiliki tekstur agak kasar dan tidak menggumpal, dilihat dari aspek daya simpan berada pada kategori baik dengan daya simpan yang dikehendaki yaitu tidak ada pigmen warna dan tidak ada penyimpangan dari aroma dan tekstur. Kata Kunci : kulit singkong, kualitas, tepung kulit singkong This research aimed at ascertaining (1) the process of producing cavasa peel flour (2) quality of cavasa peel seen from the color, texture, and the storability. There were three expert panelists who the panelists are selected were the tester panelists. The quality test was conducted for four weeks and it carried on once a week. This research was experiment research. The method of this research was observation method. The data was collected by hedonic quality organoleptic test by using scale of three levels. The results of the data were analyzed by using descriptive analysis qualitative and quantitative method. Based on the results of the research, there were (1) the process of producing casava peel conducted by sorting, washing, soaking, cutting, drying, grinding, sieving, and packaging (2) the quality of casava peel flour seen from the color aspect was in sufficient category with beige color. Meanwhile, from the flavour aspect was in neat category which the cavasa peel was not musty and the flavor is typically like cassava. Seen from the texture aspect was in neat category. It has slightly rough texture and it does not clot, seen from storability in neat category with storability which there was no pigment and no deviation from the aroma and texture. keyword : Casava peel, quality, casava peel flour
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN MINAT MAKAN ANAK USIA DINI TERHADAP MAKANAN SEHAT DI TK BUDHIYASA SANGSIT ., Ni Kadek Kurnia Dewi; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6809

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab penurunan minat makan anak usia dini terhadap makanan sehat di TK Budhiyasa Sangsit. Faktor penyebab penurunan minat makan dikaji dari faktor internal dan faktor eksternal. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode Angket dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar pernyataan angket dan pedoman wawancara yang melibatkan 34 orang tua siswa, 34 orang siswa dan 6 orang guru. Selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab dari penurunan minat makan anak usia dini terhadap makanan sehat di TK Budhiyasa Sangsit ini adalah dominan dipengaruhi oleh faktor ekternal atau faktor dari luar diri siswa yaitu 51,5% factor ekonomi, 61,7% faktor pengetahuan tentang makanan untuk anak usia dini, 67,6% faktor sosial budaya dan 75% faktor lingkungan. Kata Kunci : Minat Makan, faktor internal, dan eksternal This descriptive study aimed to determine factor causing the deline in interest I early hildhood to eat heaalty food at Budhiyasa Kindergarten in Sangsit regency. This problem assesses from internal factors and external factor. The data collection mehod were questionnaire and interviews methods. The research instruments were questionnaire sheet and interview guide which was tasted to 34 parents of students, 34 students and 6 teacher. Furthermore, the data were analyzed by qualitative technique. The result showed the causes of the decline in the interest in early childhood to eat healthy food at Budhiyasa Kindergarten was external factors such as from the student itself, 51,5% economic factor, 61,7% education about food for early childhood factor, 67,6% social and cultural studies and 75% environmental factor. keyword : interest in eating, internal and external factors.
UJI KUALITAS KUE SATU BERBAHAN TEPUNG KARA KRATOK (PHASEOLUS LUNATUS L) ., Komang Eva Suryastini; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.21636

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue satu berbahan tepung kara kratok (Phaseolus lunatus L) yang dilihat dari aspek (1) aroma, (2) rasa, dan (3) tekstur. Panelis dalam penelitian ini menggunakan panelis terlatih yang terdiri dari 20 orang panelis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kualitas kue satu berbahan tepung kara kratok dilihat dari aspek aroma berada dalam kategori baik (3,00), sesuai dengan tolok ukur yaitu khas kacang kara kratok. (2) Kualitas kue satu berbahan tepung kara kratok dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik (2,85), sesuai dengan tolok ukur yaitu manis. (3) Kualitas kue satu berbahan tepung kara kratok dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik (2,85), sesuai dengan tolok ukur yaitu rapuh.Kata Kunci : Tepung Kara Kratok, Kue Satu, Aroma, Rasa, Tekstur This experimental study aims to determine the quality of kue satu made from kara kratok flour (Phaseolus lunatus L) which is seen from the aspects of (1) aroma, (2) taste, and (3) texture. Panelists in this study used trained panelists consisting of 20 panelists. The data collection method used in this study is the observation method using an instrument in the form of an organoleptic test sheet with 3 levels: good, enough, less. Data were analyzed using quantitative descriptive data analysis techniques. The results of this study indicate (1) The quality of kue satu made from kara kratok flour viewed from the aspect of aroma is in the good category (3.00), which is typical of kara kratok beans. (2) The quality of kue satu made from kara kratok flour viewed from the aspect of taste is in the good category (2.85), which is sweet. (3) The quality of kue satu made from kara kratok flour viewed from the aspect of texture is in the good category (2.85), which is fragile.keyword : Kara Kratok Flour, Kue Satu, Aroma, Taste, Texture
PEMANFAATAN KULIT BUAH NAGA MENJADI PERMEN JELLY KERING Nilawati, Ni Komang; Suriani, Made; Panti, Risa
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v10i2.22133

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas permen jelly kering kulit buah naga dilihat dari (1) aspek rasa,(2) tekstur (3) warna. Penelitian ini menggunakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis, Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunaka instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik,cukup,dan kurang. Data dianalissis dengan menggunakan tehnik deskritif kuantitatif. Hasil penelitia ini menunjukan kualitas permen jelly kulit buah naga dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik, dengan skor 2,44, ditinjau dari aspek tekstur berada pada kategori baik dengan skor 2,61, ditinjau dari aspek warna berada dalam kategori baik dengan skor 2,71. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa limbah kulit buah naga dapat dimanfaatkan menjadi produk olahan permen. Kata kunci : kulit buah naga, kualitas permen jelly. Abstract This experimental study aims to find out the quality of dried jelly candy dragon fruit skin viewed from (1) aspect of taste (2) textures (3) colour. This study used trained panelists consisting of 25 panelists. The method of data collection used in this study was the observation method using instruments the from of organoleptic test sheets with 3 levels good, sufficient and less. Data were analyzed using descriptive quantitative techniques. The results of this study shows the quality of dragon fruit skin jelly candy seen from the aspect of taste in the good . category, with score of 2,44, in terms of the texture aspect in the good category with a score of 2,61, in terms of color aspects in the good category with a score of 2,71 based on the result of this study it can be concluded that dragon fruit skin waste can be used as processed candy products. Keywords: Dragon fruit, quality, jelly candy.
PEMANFAATAN SORTIR BUAH ANGGUR MENJADI MANISAN ., Ni Kadek Sumariyani; ., Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd.; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan anggur dari aspek warna (2) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan anggur dari aspek rasa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan uji panelis berupa lembar uji kualitas. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis konsumen yang terdiri dari 50 orang mahasiswa Fakultas Teknik dan Kejuruan Universitas Pendidikan Ganesha. Hasil penelitian menunjukkan (1) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan sortir anggur dari aspek warna berada dalam katagori suka dengan perolehan persentase sebesar 72% (36 orang) dari 50 orang panelis.(2) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan sortir anggur dari aspek rasa berada dalam katagori suka dengan perolehan persentase sebesar 80% (40 orang) dari 50 orang panelis.Kata Kunci : Sortir anggur, Manisan, Tingkat Kesukaan This study aims to determine (1) Level A panelist against candied grapes from the aspect of color (2) Level A panelist against candied grapes from the aspect of taste. This research is an experimental research and data collection methods used in this study is the observation method to test panelists form sheet quality test. Data were analyzed using quantitative descriptive technique. Panelists in this study is a consumer panelists consisting of 50 students of the Faculty of Technical and Vocational Education University Ganesha. The results showed (1) Level A panelist against candied grape sort of aspect of color are in the category of love with the acquisition of a percentage of 72% (36 people) of 50 panelists. (2) Level A panelist against candied grape sort of aspect of a sense of being in Like the category with the acquisition of a percentage of 80% (40 people) of 50 panelists.keyword : Sort grape, candied, Level passions
MODIFIKASI TIGA VARIETAS UBI JALAR TERHADAP KUALITAS BOLU KUKUS Gusti Ayu Mahadewi .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.2465

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) kualitas bolu kukus ubi ungu dilihat dari aspek rasa, tekstur dan tingkat kemekaran. 2) kualitas bolu kukus ubi kuning dilihat dari aspek rasa, tekstur dan tingkat kemekaran. 3) kualitas bolu kukus ubi putih dilihat dari aspek rasa, tekstur dan tingkat kemekaran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan uji organoleptik mutu hedonik yang diujikan kepada 25 orang panelis terlatih. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kualitas bolu kukus ubi ungu dilihat dari aspek rasa, berada dalam katagori baik (95%), tekstur berada dalam kategori baik (100%), tingkat kemekaran berada dalam kategori baik (100%). 2) kualitas bolu kukus ubi kuning dilihat dari aspek rasa berada dalam katagori baik (95%), tekstur berada dalam kategori baik (95%), tingkat kemekaran berada dalam kategori baik (97%). 3) kualitas bolu kukus ubi putih dilihat dari aspek rasa berada dalam katagori baik (89%), tekstur berada dalam kategori baik (97%), tingkat kemekaran berada dalam kategori baik (100%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ubi ungu,ubi kuning dan ubi putih dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan bolu kukus. Kata Kunci : Kata kunci : kualitas, bolu kukus, ubi jalar This research was aimed to investigate 1) purple sweet potato spongecake quality seen from taste, texture and blooming level 2) yellow sweet potato spongcake quality seen from taste, texture and blooming level 3) white sweet potato spongcake quality sen from taste, texture and blooming level. Data collection method that was used in this study was observation method by using organoleptic test of hedonic quality that was applied to 25 trained panelists. Then, data collection was analyzed by using descriptive quantitatif analysis. The result of the study showed that 1) purple sweet potato spongecake quality seen from taste level was catagorized as good (95%), the texture level was catagorized as good (100%), blooming level was catagorized as good (100%). 2) yellow sweet potato spongecake quality seen from taste level was catagorized as good (95%), the texture level was catagorized as good (95%), blooming level was catagorized as good (97%). 3) white sweet potato spongecake quality seen from taste level was catagorized as good (89%), the texture level was catagorized as good (97%), blooming level was catagorized as good (100%). Based one the result of the study, it can be concluded that purple sweet potato, yellow sweet potato and white sweet potato can be used to make spongecake. keyword : Keywords: Quality, Spongecake, Sweet potato
STUDI EKPERIMEN TEPUNG LABU KUNING MENJADI BROWNIES Komang Nopi Purnama Dewi .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.2516

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas brownies tepung labu kuning dengan formulasi 75% tepung labu kuning dan 25% tepung terigu dilihat dari aspek 1) rasa, 2) aroma dan 3) tekstur. Penelitian ini adalah penelitian jenis eksperimen dengan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. Brownies tepung labu kuning dari aspek rasa, aroma dan tekstur telah diuji oleh 25 orang panelis terlatih. Instrumen pengumpulan data adalah lembar uji mutu hedonik dengan 3 kriteria (baik, cukup dan kurang). Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kualitas brownies dengan formulasi 75% tepung labu kuning memperoleh persentase rasa sebesar 97,3% pada kategori baik dengan kriteria manis, terasa coklat dan khas labu kuning. 2) Aroma sebesar 94,6% pada kategori baik dengan kriteria khas coklat dan labu kuning. 3) Tekstur 88% pada kategori baik dengan kriteria lembut, berpori-pori halus dan berminyak. Kata Kunci : Kata kunci : Kualitas, Brownies, Tepung Labu Kuning This study aims to determine the quality of flour pumpkin brownies with flour formulations75%and 25 % pumpkin flour from the aspects 1 ) taste , 2 ) scent and 3 ) texture. This research is a kind of experiment with methods of data collection used the method of observation . Brownies pumpkin flour from the aspect of flavor , aroma and texture has been tested by 25 trained panelists . Data collection instruments are hedonic quality test sheet with 3 criteria ( good , sufficient and less ) . Furthermore, the data were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results showed ( 1 ) Quality formulations brownies with 75 % flour pumpkin flavor percentage gain of 97.3 % in both categories with criteria sweet , tasted chocolate and pumpkin typical . 2) The smell of 94.6 % in both categories with criteria typical brown and yellow squash . 3 ) Texture 88 % in both categories with criteria soft , smooth pores and oily . keyword : Keywords : Quality , Brownies , Pumpkin Wheat Yellow
PEMANFAATAN TEPUNG CASAVA MENJADI JAJANAN BASAH KUE BAPEL (WAFFLE) Komang Suartini .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) formulasi resep baku jajanan basah kue bapel dari tepung casava (2) kualitas jajanan basah kue bapel dari tepung casava dilihat aspek aroma, rasa, warna dan tekstur. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sungguhan (true-ekperimen research) Bentuk desain eksperimen yang digunakan yaitu pre-experimental. Sedangkan jenis rancangan eksperimen yang digunakan yaitu One-shot Case Study, yaitu dengan pemberian perlakuan atau treatment terhadap jajanan basah kue bapel dari tepung casava kemudian diobservasi hasilnya. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi dengan menggunakan uji organoleptik mutu hedonik yang diujikan kepada 25 orang panelis pencicip terlatih. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode deskritif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) formulasi resep baku jajanan basah kue bapel yaitu: 450 gr tepung casava, 6 kuning telur, 2 putih telur, 300 gr gula pasir, 500 cc susu tawar cair, 1 sendok makan margarin cair, 11gr ragi instan (2) kualitas jajanan basah kue bapel dilihat dari aspek aroma termasuk pada katagori baik memiliki aroma khas tepung casava, dari aspek rasa termasuk pada katagori baik memiliki rasa manis, dari aspek warna termasuk pada katagori baik memiliki warna kuning kecoklatan, dari aspek tekstur termasuk pada katagori baik memiliki tekstur lembut dan berpori rata. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tepung casava bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengganti pada tepung terigu dalam pembuatan kue bapel.Kata Kunci : Kualitas, Kue bapel, Tepung casava. This research inent to know (1) the standart recipe formulation waffle wet made from casava floour (2) quality of waffle wet cake made from casava flour seen in tester, colour, taste an texture. Study design thet use in this research is true exsperiment research the design of experiment use is pre experimental. Although the types of experimental design use is one shot case study, that is give treatment to wet cake waffle from casava flour and than tehe result will be observation. Methods use to obtain the data is observation method by using organoleptic hedonic quality tested to 25 panelists taster, rated of tester, flavor, colour an texture aspeets. Then the data analyzed by descriptive quantitative method. Research result show (1) that the formulation recipe of waffle which using where: 450 gr of casava flour that has been slifted, 2 yellow eggs, 2 white eggs, 300 gr white sugar, 600 cc of condenstate milk, 1 tea spoon of liquid margarine, and 11 gr yeast instant. In context in the good category has flaver casava flavor typical, in the taste in good category has a sweet taste, in aspect colour in the good category has a brownish yellow colour, and the texture in the good category has soft texture and porously flat. Based on this research it can be conchided that casava flour can be used as a substitute for wheat flour into make waffle cake.keyword : Quality, cake waffle, casava flour.
Co-Authors ., Aditya Darmawan ., Haulaini ., I Made Dwyka Aryawan ., I Putu Oka Januarta ., IBNU KAMAJAYA ., Ida Ayu Satya Dwikandana ., Ida Bagus Komang Krisnanda w ., Juliandanu H.a ., Kadek Arianti ., Kadek Desi Ariati ., Ketut Suartini ., Komang Eva Suryastini ., Komang Suki Wiriani ., Luh Sri Darmiyani ., Made Yogi Andwika Pangestu ., Ni Kadek Aryan Tunjung Birawa ., Ni Kadek Sri Wahyuni ., NI KOMANG NILAWATI ., Ni Made Ayu Arisna ., Ni Made Sri Arsani ., Ni Putu Erni Widia Astuti ., Ni Wayan Erniasih ., Pt Arsitha Indah y ., Pt Wahyu Manik Fransiska ., PUTU ADI PERIAWAN ., Putu Ellis Octaviyani ., Putu Lilis Ariantini ., Sri Wahyudiani ., Winda Harmoni Ni Putu Aditya Darmawan . Anggita Sari, Luh Vira Angkih, Juliandanu Hadimashari Armabela, Oryza Aryawan, I Made Dwyka Cahyani, Kadek Winda Cok Istri Raka Marsiti Cok.Istri Marsiti Cokorda Istri Raka Marsiti Cokorda Istri Raka Marsiti Cristina D, Elisabeth Damiati - Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari . Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari ., Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari Dwikandana, Ida Ayu Satya EKA OKTAVIANTARI . Ekayani, I. A. P. Hemy Erniasih Erniasih Erniasih, Erniasih Fransiska, Putu Wahyu Manik Fridayana Yudiaatmaja Geck Indah Pradnyawati . Geck Indah Pradnyawati ., Geck Indah Pradnyawati Gusti Ayu Mahadewi . Haulaini . Hellena Patiran Heni Widyasari, Ni Putu I Gede Sudirtha I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi . I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi ., I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi I Komang Murtiasa I Made Dwyka Aryawan I Made Dwyka Aryawan . I Putu Oka Januarta I Putu Oka Januarta . I Wayan Sudarma . I Wayan Suwendra IBNU KAMAJAYA . Ida Ayu Putu Hemy Ekayani Ida Ayu Satya Dwikandana Ida Ayu Satya Dwikandana . Ida Bagus Komang Krisnanda W Ida Bagus Komang Krisnanda w . Jordy, Gede Eka Setiawan Juliandanu H.a . Juliandanu Hadimashari Angkih Kadek Arianti Kadek Arianti . Kadek Desi Ariati . Kadek Dewi Utama Sari . Kadek Harumini . Kadek Harumini ., Kadek Harumini Karismania maulidina Kasih Pratiwi, Ni Luh Putu Mita Kertiani, Putu Ketut Pande Triana d . Ketut Suartini . Komang Aristi . Komang Eva Suryastini Komang Eva Suryastini . Komang Nopi Purnama Dewi . Komang Suartini . Komang Suki Wiriani . Krisnanda W, Ida Bagus Komang Kristianti, Putu Wika Leni Meiliyani . Leni Meiliyani ., Leni Meiliyani Luh Masdarini Luh Sri Darmiyani . Made Riki Ponga Kusyanda Made Yogi Andwika Pangestu . Marsiti, Cok.Istri Martha Lisa Br Tarigan Mila Suryani Kartika . Mila Suryani Kartika ., Mila Suryani Kartika neto, fransiska s.b Ni Desak Made Sri Adnyawati Ni Kadek Aryan Tunjung Birawa . Ni Kadek Ayu Handayani . Ni Kadek Kurnia Dewi . Ni Kadek Kurnia Dewi ., Ni Kadek Kurnia Dewi Ni Kadek Sri Wahyuni . Ni Kadek Sumariyani . Ni Kadek Sumariyani ., Ni Kadek Sumariyani Ni Ketut Widiartini Ni Komang Inparniawati . Ni Komang Nilawati NI KOMANG NILAWATI . Ni Luh Ayu Novitasari . Ni Luh Meliawati . Ni Luh Meliawati ., Ni Luh Meliawati Ni Made Ayu Arisna . Ni Made Sri Arsani . Ni Nyoman Ayu Indah Pratiwi Bimantari . Ni Putu Anna Saputri . Ni Putu Eka Oktaviantari Ni Putu Erni Widia Astuti . Ni Putu Widya Arsani . Ni Wayan Erniasih . Ni Wayan Sukerti Nilawati, Ni Komang Panti, Risa Periawan, Putu Adi Pt Arsitha Indah y . Pt Wahyu Manik Fransiska . Putu Adi Periawan PUTU ADI PERIAWAN . Putu Desinatalia . Putu Ellis Octaviyani . Putu Lilis Ariantini . Putu Melyawati Putu Rinda Rismayanti Putu Wahyu Manik Fransiska R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Risa Panti Risa Panti Risa Panti Ariani Rismayani, Kadek Rismayanti, Putu Rinda Seni Rahayu . Seni Rahayu ., Seni Rahayu Sri Wahyudiani . Suryastini, Komang Eva Tiyoni, Ni Wayan Wibie Verdian Widhury Soetopo . Widhury Soetopo ., Widhury Soetopo Winda Harmoni Ni Putu .