Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Cipta

Motif Batik Buket Buah Kawis Qisthi Maghfiroh
Cipta Vol 1, No 3 (2023): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v1i3.1783

Abstract

Lasem merupakan salah satu sentra industri batik tulis di Indonesia yang mempunyai hasil batikan yang rumit, dengan permainan warna yang indah, serta hasil canthingan yang unik dan khas. Pembuatan motif pada batik tulis Lasem banyak terinspirasi oleh ornamen kebudayaan Cina misalnya burung hong, ornamen kebudayaan barat (Belanda) misalnya buket, dan ornamen kebudayaan keraton misalnya kawung. Pembatik pribumi Lasem dan sekitarnya juga telah menciptakan motif-motif khas Lasem, misalnya latohan, kricakan, gunung ringgit, dan yang lain. Motif-motif khas Lasem terinspirasi dari lingkungan alam di sekitar Lasem, juga peristiwa sejarah yang terjadi pada saat itu. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan proses penciptaan desain motif batik buket buah kawis yang terinspirasi dari buah kawis yang banyak ditemui di lingkungan Lasem. Metode pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian: (1) Kawis merupakan salah satu buah yang tumbuh subur di lingkungan sekitar Lasem, yang dijadikan bahan baku pembuatan sirup kawista, yaitu oleh-oleh khas dari Kabupaten Rembang; dan (2) Pembatik di Lasem belum banyak yang membuat desain batik dengan mengangkat buah kawis sebagai ornamen batik khas Lasem yang unik dan khas.
Perancangan buku ilustrasi Beruang Madu berjudul si kecil pemanjat ulung yang terancam punah Nurpahala, Sukma; Sidhartani, Santi; Maghfiroh, Qisthi
Cipta Vol 2, No 3 (2024): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v2i3.2735

Abstract

Tujuan penelitian untuk memberikan wawasan edukasi kepada masyarakat khususnya anak sekolah dasar dan menengah mengenai beruang madu satwa langka. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan beberapa penelitian merupakan studi literatur dari buku, skripsi, jurnal dan hasil wawancara serta observasi langsung ke lokasi penelitian. Hasil penelitian yang telah didapat yaitu bahwa media yang dibuat berupa buku ilustrasi. Perlunya membuat media melalui buku ilustrasi sebagai upaya untuk edukasi mengenai beruang madu satwa langka kepada generasi penerus bangsa. Melalui edukasi sejak awal tentunya akan memudahkan kita dalam membangun sikap perduli, menimbulkan perkembangan yang baik kedepannya. Khususnya anak yang berusia 7-13 tahun sehingga sesuai segmentasi yang ditetapkan. Konsep desain dilengkapi dengan gambar ilustrasi, dan dilengkapi dengan penjelasan berupa teks narasi sehingga informasi yang didapat lebih jelas. Peneliti berharap dengan adanya media informasi berupa buku ilustrasi kepada masyarakat luas khususnya anak-anak. Buku ini akan dipublikasikan dengan cara dijual pada toko buku seluruh Indonesia. Dalam perancangan ini diharapkan buku ilustrasi ini mampu menimbulkan minat membaca anak-anak khususnya sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama terhadap buku pengetahuan.
Perancangan Buku Ilustrasi Batik Larangan sebagai Artefak Kebudayaan dari Yogyakarta Saputri, Aprilia Nur; Fauzie, Mochamad; Maghfiroh, Qisthi
Cipta Vol 2, No 2 (2023): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v2i2.2399

Abstract

Tujuan penelitian adalah merancang buku ilustrasi yang berjudul Batik Larangan Yogyakarta. Saat ini banyak sekali masyarakat yang menggunakan berbagai motif batik. Namun, masyarakat terkadang memakai motif yang tidak sesuai, hanya berdasar pada alasan suka tanpa memahami peruntukannya, misalnya penggunaan motif untuk upacara kematian pada acara pernikahan. Penggunaan motif batik yang dianggap sakral bagi keraton Yogyakarta, misalnya motif parang rusak barong yang hanya boleh dipakai oleh Raja/Sultan, namun dijadikan untuk desain alas kaki. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah data verbal berupa pengetahuan tentang batik larangan Yogyakarta. Sumber datanya meliputi: pustaka (buku, artikel ilmiah, laman), narasumber (abdi dalem), dan lokasi (keraton Yogyakarta). Teknik pengumpulan data meliputi: studi pustaka, wawancara dan observasi. Hasil pengumpulan data kemudian diolah dan diformulasi menjadi buku ilustrasi. Penelitian ini menghasilkan buku ilustrasi yang berjudul Batik Larangan Yogyakarta yang sesuai didesain dengan karakteristik remaja akhir. Menggunakan gaya ilustrasi kartun, pilihan huruf yang mudah terbaca. Adapun skema warnanya menggunakan komposisi warna analog. Hasil rancangan diharapkan bermanfaat sebagai sumber belajar bagi pembaca