Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Nuansa Pedagogis Risalah Rasulullah Saw: Kajian Analitis atas QS. Ali Imran/3: 164 Muchammad, Achmad
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep pendidikan yang ideal merupakan faktor penting dalam membangun suatu peradaban. Sebab, di titik inilah mundur majunya peradaban sangat ditentukan. Dengan demikian, kontribusi pemikiran yang menyuguhkan konsep pendidikan ideal amat mendesak dan dibutuhkan. Salah satu diantara karakteristik pendidikan ideal adalah adanya pola integrasi spirit teosentris-antroposentris, lahiriah-batiniah, serta ilahiah-insaniah, dan spirit inilah yang dilakukan Rasulullah Saw dalam menjalankan risalahnya terutama dalam aspek pedagogi ditinjau dari sisi beliau sebagai pengajar (mu’allim) yang cemerlang. Tulisan ini mencoba memotret nuansa kependidikan yang terdapat dalam Risalah yang beliau emban tersebut. Dengan menggunakan metode kajian analitis (baca: metode tafsir tahlili) atas QS. Al-Baqarah/2: 164, dihasilkan beberapa kesimpulan antara lain pentingnya pendekatan kekeluargaan, intensitas yang tinggi dalam pembacaan ayat-ayat Tuhan, urgensi penyucian jiwa, serta pengajaran berkesinambungan pada al-Kitab dan al-Hikmah. Dengan konsep pendidikan ideal inilah Rasulullah Saw berhasil membangun peradaban luhur yang ditandai dengan lahirnya generasi terbaik, yakni para Sahabat.
Program Bimbingan Belajar Gratis: Upaya Meringankan Beban Ekonomi Orang Tua di Desa Balongsari, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto Muchammad, Achmad; Rohmah, Nova Ainur
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu diantara cara manusia untuk dapat bertahan dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang demikian cepat. Pendidikan di Indonesia tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003. Untuk menggapai tujuan pendidikan dibutuhkan kurikulum yang memudahkan proses pendidikan. Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menelurkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Konsep belajar berbasis kemandirian bertujuan untuk memerdekakan pendidikan melalui pemikiran dan inovasi yang bebas. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, kegiatan bimbingan belajar gratis dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Desa Balongsari yang bertujuan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh bimbingan belajar yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi mereka di sekolah, dengan adanya program ini juga dapat mengurangi beban biaya bagi orang tua serta memberikan akses yang lebih merata pada sumber daya pendidikan. Program bimbingan belajar gratis ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Abstract Education is one of the ways for humans to survive and adapt to the rapidly changing times. Education in Indonesia is outlined in Law No. 20 of 2003. To achieve educational goals, a curriculum that facilitates the educational process is needed. Nadiem Makarim, as the Minister of Education and Culture, introduced the Merdeka Belajar Kampus Merdeka curriculum. (MBKM). The concept of independent-based learning aims to liberate education through free thought and innovation. In an effort to improve the quality of education, free tutoring activities are carried out by KKN students from Balongsari Village, aimed at helping children from underprivileged families obtain the necessary tutoring to enhance their academic performance at school. This program also reduces the financial burden on parents and provides more equitable access to educational resources. This free tutoring program uses lecture, discussion, and question-and-answer methods.
Metode Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur`an: Kajian Analitis-Pedagogis atas QS. Al-Nahl/16: 125-128 dan QS. Yusuf/12: 3-4 Muchammad, Achmad
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur`an mempunyai beragam metode dalam menyampaikan pesannya. Dengan metode dan cara tersebut pesan Ilaiah dapat dicerna para pembacanya dengan mudah, antara lain serangkaian aturan yang bermuatan perintah dan larangan, kisah para Nabi dan Rasul beserta perjalanan dakwahnya, demikian juga dengan episode-episode misi Rasulullah Saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir, dan yang lainnya. Al-Qur`an sebagai kitab yang mengandung nilai-nilai kependidikan memang tidak serta merta menyebut cara penyampaiannya dengan sebutan metode. Akan tetapi, isyarat dan nuansa yang kuat dari eksistensi sebuah metode dapat dengan mudah ditangkap polanya, sehingga untuk disebut sebagai suatu metode agaknya sulit untuk dibantah. Inilah setidaknya yang dideteksi penulis saat mengkaji QS. Al-Nahl/16: 125-128 dan QS. Yusuf/12: 3-4 yakni metode al-hikmah, al-mau’idzat al-hasanah, al-mujadalah, dan metode kisah. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis-pedagogis. Penulis menerapkan metode tafsir tahlili untuk menelaah ayat Al-Qur`an yang akan dibahas, yakni ayat-ayat yang bernuansa kependidikan.
Internalisasi Nilai Kedisiplinan pada Anak melalui Kisah Nabi Sulaiman As: Tafsir Tarbawi atas QS. Al-Naml/27: 15-31 Muchammad, Achmad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.3094

Abstract

Kedisiplinan merupakan salah satu nilai karakter fundamental yang perlu ditanamkan sejak usia dini, khususnya pada anak usia Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah. Namun, proses internalisasi nilai kedisiplinan pada anak sering menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek metode maupun pendekatan pembelajaran yang kurang menarik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji internalisasi nilai kedisiplinan pada anak melalui kisah Nabi Sulaiman As sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Naml/27: 15–31 dengan pendekatan tafsir tarbawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan sumber utama Al-Qur’an serta didukung oleh kitab-kitab tafsir dan literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah Nabi Sulaiman As dan burung Hud-hud mengandung nilai-nilai kedisiplinan yang kuat, antara lain ketertiban, ketepatan waktu, ketegasan dalam menegakkan aturan, tanggung jawab, klarifikasi (tabayyun), serta komitmen dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai tersebut terefleksi dalam sikap Nabi Sulaiman As sebagai pemimpin dan respons burung Hud-hud terhadap teguran dan amanah yang diberikan. Kisah Al-Qur’an terbukti memiliki potensi edukatif yang strategis dalam menanamkan nilai kedisiplinan karena bersifat naratif, menarik, dan sarat dengan dimensi spiritual-transendental. Dengan demikian, pendekatan kisah Qur’ani melalui tafsir tarbawi dapat dijadikan alternatif efektif dalam pendidikan karakter anak, khususnya dalam internalisasi nilai kedisiplinan.