Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Ners

Efektifitas Aromaterapi Jahe Terhadap Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil di Ruang Kreativa RS Universitas Sebelas Maret Jujuk Endarwati Eka Wardani; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.30305

Abstract

Pregnancy can affect the mother's body and can cause discomfort during pregnancy, one of which is nausea and vomiting (emesis gravidarum). Treatment that can be given to pregnant women who experience emesis gravidarum apart from pharmacological therapy is non-pharmacological therapy by administering ginger aromatherapy. The aim of this research was to determine the effectiveness of ginger aromatherapy against nausea and vomiting in pregnant women in the culture room at Sebelas Maret University Hospital. This research design uses a case study approach (case report). The data sources for this research were obtained through the process of interviews, observations, and documentation studies regarding nausea and vomiting in pregnant women. Nausea and vomiting were measured before and after the intervention using the Pregnant Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) questionnaire. The results of this research on treatment by providing ginger aromatherapy and can be applied to pregnant women who experience nausea and vomiting problems are as expected, the nausea and vomiting decreases with the PUQE value decreasing. The conclusion from this research is that the problem of nausea and vomiting in pregnant women can be resolved by providing ginger aromatherapy and the results are as expected. Ginger aromatherapy can reduce nausea and vomiting in pregnant women in the Culture Room at Sebelas Maret University Hospital.
Case Report: Efektivitas Penerapan Biological Nurturing Baby Led Feeding Terhadap Penurunan Nyeri dan Meningkatkan Kenyamanan Ibu Post Partum Sectio Caesarea Firyal Tsamarah Salsabila; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31070

Abstract

Pembedahan sectio caesarea adalah salah satu metode persalinan yang umum digunakan ketika persalinan pervaginam tidak mungkin atau berisiko bagi ibu atau bayi. Meskipun prosedur ini seringkali diperlukan untuk alasan medis, sectio caesarea dapat meninggalkan dampak fisik dan emosional yang signifikan pada ibu pasca persalinan. Salah satu aspek yang seringkali menjadi perhatian adalah perasaan nyeri pasca operasi ketidaknyamanan ibu pasca persalinan sectio caesarea. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas penerapan metode ini dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan ibu pasca sectio caesarea saat menyusui. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan case report dengan penerapan terapi komplementer Biological Nurturing Baby Led Feeding untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan rasa nyaman setelah operasi Sectio Caesarea pada ibu saat menyusui bayi. Responden penelitian dipilih secara acak accidental sampling sebagai metode pengamblan samplenya yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan. Dari hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa ibu pasca persalinan dengan metode sectio caesarea di ruang Sakura 8 RS Indriati Solo Baru yang menerima intervensi posisi menyusui menggunakan Biological Nurturing Baby Led Feeding mengalami penurunan nyeri dan peningkatan dalam perasaan kenyamanan pada ibu post partum sectio caesarea.
Implementasi Terapi Kompres Dingin Menggunakan Ice Pack dalam Mengurangi Nyeri Perineum pada Ibu Post Partum: Studi Kasus Lyna Galuh Anggar Jantik; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31664

Abstract

Pendahuluan : Berbagai jenis nyeri kronis dapat timbul setelah melahirkan, seperti nyeri bekas luka setelah operasi caesar, nyeri perineum setelah persalinan dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih rendah, mempengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan sehari-hari, terlibat dalam hubungan sosial, dan bahkan berdampak pada kehidupan seksual mereka. Terapi komplementer menawarkan berbagai pilihan untuk mengelola nyeri pasca melahirkan, memberikan wanita alternatif untuk metode penghilang rasa sakit konvensional dan juga dapat mencegah kecacatan, dan meningkatkan kualitas hidup ibu secara keseluruhan pada fase postpartum. Terapi kompres es telah terbukti efektif mengurangi rasa sakit yang signifikan pada ibu pascanatal. Metode : penilaian terhadap hasil implementasi menggunakan metode pre dan post intervensi. Sampel yang digunakan dalam studi ini melibatkan seorang wanita yang dalam perawatan setelah melahirkan dan mengalami permasalahan nyeri. Pasien diberikan terapi kompres dingin menggunakan ice pack selama 10-15 menit setiap hari dalam 3 hari perawatan di ruang perawatan persalinan. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan setelah pemberian terapi menggunakan lembar observasi nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Hasil : terdapat penurunan skala nyeri yang dialami oleh pasien setelah diberikan terapi kompres dingin Kesimpulan : pemberian terapi kompres dingin menggunakan ice pack dapat mengurangi nyeri perineum pada ibu post partum
Efektifitas Efektivitas Mobilisasi Dini Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pasien Post SC di Ruang Cempaka RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Muhammad Riyal Nugraha Pratama; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41861

Abstract

Persalinan dengan operasi caesar dapat menjadi sulit karena berbagai faktor, termasuk penyembuhan luka operasi. Penelitian ini mengeksplorasi dampak mobilisasi dini terhadap penyembuhan luka pasca-operasi caesar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobilisasi dini dapat mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan ukuran sampel 8 pasien pasca-operasi caesar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan prosedur mobilisasi dini setelah operasi caesar sangat penting untuk hasil pascaoperasi yang optimal.
Terapi Foot Massage Untuk Mengurangi Skala Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea : Studi Kasus Febri Raharja; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41862

Abstract

Latar Belakang: Masalah Nyeri akut post sectio caesarea pada ibu, dapat mengganggu aktivitas ibu dan juga proses pemberian asi pada bayi. Keluhan yang dirasakan ibu yaitu nyeri yang berasal dari insisi abdomen, ada berbagai macam penatalaksanaan nyeri yaitu dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Tujuan: penelitian ini untuk menggambarkan penerapan foot massage terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post sectio caesarea (SC). Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan terhadap 5 partisipan. Foot massage diberikan selama 15 menit setelah 1 jam pemberian analgetik selama 3 hari berturut turut. Hasil: setelah dilakukan intervensi pemberian foot massage nyeri menurun dari 5 menjadi 3. Kesimpulan: penerapan foot massage membantu menurunkan nyeri post SC.
Studi Kasus: Manajemen Kecemasan Pada Ibu yang Akan Menjalani Induksi Atas Indikasi IUFD Dengan Kombinasi Hand Massage dan Aromaterapi Lavender Muhammad Iqbal Firmansyah; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42049

Abstract

Kehamilan membawa berbagai perubahan fisiologis dan emosional yang dapat memunculkan kecemasan, terutama saat menghadapi kondisi sulit seperti Intrauterine Fetal Death (IUFD). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kombinasi hand massage dan aromaterapi lavender dalam manajemen kecemasan pada ibu hamil yang akan menjalani induksi persalinan akibat IUFD. Metode penelitian ini melibatkan seorang ibu hamil berusia 39 tahun dengan diagnosa G2P1A0, IUFD, dan Pre Eklamsi Berat, yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro. Intervensi dilakukan sebanyak dua kali sehari dalam dua hari selama 15 menit tiap pertemuan, dengan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan signifikan dalam skor kecemasan dari 39 (kecemasan berat) menjadi 28 (kecemasan sedang) setelah empat kali sesi. Ini mengindikasikan bahwa kombinasi hand massage dan aromaterapi lavender efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien yang mengalami stres tinggi menjelang induksi persalinan. Temuan ini merekomendasikan penggunaan terapi komplementer dalam praktik keperawatan untuk membantu pasien meredakan kecemasan dan mempersiapkan menghadapi proses persalinan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Nutrisi Pada Ibu Hamil Dhesy Hamdan Lafaiz Regitasari; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42412

Abstract

Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang isu-isu kesehatan yang relevan. Salah satu isu penting yang perlu diperhatikan adalah pemahaman mengenai nutrisi yang tepat, khususnya pada ibu hamil. Kehamilan adalah periode yang sangat krusial dalam kehidupan seorang wanita, karena pada tahap ini, kesehatan ibu dan perkembangan janin sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang diterima. Asupan gizi yang baik dan seimbang tidak hanya mendukung kesehatan ibu, tetapi juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan suatu intervensi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan nutrisi pada ibu hamil. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, menggunakan model one group pretest-posttest design. Uji hipotesis dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 pada pretest dan posttest, yang mengindikasikan bahwa pendidikan kesehatan memiliki pengaruh terhadap pengetahuan nutrisi ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil mengenai nutrisi meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Penerapan Terapi Autogenik dalam Menurunkan Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea Charisma Alzura; Sulastri Sulastri; Rusi Anggraini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45914

Abstract

Perkembangan dunia medis saat ini berjalan seiring dengan meningkatnya popularitas pengobatan alternatif yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat. Fenomena ini mengindikasikan bahwa tidak semua penyakit dapat disembuhkan hanya dengan bantuan obat atau teknologi medis modern (Mulyono 2020). Nyeri adalah suatu pengalaman yang tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional, yang bisa diakibatkan oleh kerusakan jaringan atau bahkan tanpa kerusakan (Association for the Study of Pain). Teknik Relaksasi Autogenik berfokus pada kemampuan diri sendiri untuk mencapai keadaan tenang dengan memanfaatkan kata-kata atau kalimat pendek yang mampu menenangkan pikiran. Jenis rancangan serta pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. Sedangkan instrument yang lain digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala nyeri peringkat numerik. Hasil penelitian didapatkan diagnosa keperawatan Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri post sectio caesarea. Menentukan implementasi dengan memberikan dukungan mobilisasi. Setelah dilakukan implementasi didapatkan evaluasi dengan hasil data subjektiv pasien mengatakan takut bergerak karena nyeri post sectio caesarea. Data objektiv pasien tampak dapat melawan rasa takut untuk mobilisasi di tempat tidur.
Pemberian Pijat Oksitosin Untuk Memperlancar Produksi Asi pada Ibu Nifas Sherly Nur Janah; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47882

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alami terbaik yang sangat penting untuk tumbuh kembang bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional, salah satunya disebabkan oleh masalah produksi ASI yang tidak lancar pada ibu nifas. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, termasuk intervensi non-farmakologis seperti pijat oksitosin. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus dengan subjek ibu nifas yang belum pernah mendapat pijat oksitosin dan mengalami hambatan produksi ASI. Intervensi pijat oksitosin dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 10–15 menit setiap sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI yang signifikan, baik secara subjektif maupun objektif, setelah dilakukan pijat oksitosin. Selain itu, ibu juga mengalami penurunan tingkat stres, peningkatan rasa percaya diri, serta pemahaman yang lebih baik mengenai teknik pijat oksitosin sehingga dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Pijat oksitosin memberikan stimulasi pada area punggung yang merangsang pelepasan hormon oksitosin, sehingga refleks let down menjadi lebih optimal dan produksi ASI meningkat. Efek relaksasi yang dihasilkan juga membantu menurunkan hambatan psikologis yang dapat mengganggu produksi ASI. Pijat oksitosin terbukti aman, mudah dilakukan, dan dapat dijadikan bagian dari program edukasi serta promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Keberhasilan intervensi ini juga dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti asupan nutrisi, perawatan payudara, dan dukungan keluarga. Dengan demikian, pijat oksitosin merupakan solusi praktis dan efektif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas dan dapat berkontribusi dalam upaya peningkatan angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia
Studi Hemi-Batik: Hemoglobin Ibu Hamil dan Batita Stunting Diva Rahmawati; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53698

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus stunting, yang merupakan indikator gangguan gizi kronis pada batita. Salah satu faktor risikonya diduga berasal dari kondisi ibu saat kehamilan, termasuk kadar hemoglobinnya, dan tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian stunting pada batita melalui metode yang dikenal studi hemi-batik, yaitu sebagai studi hemoglobin ibu hamil dan batita stunting. Untuk penelitian ini, menggunakan desain observasional analitik pendekatan cross-sectional yang diterapkan pada 88 responden batita yang dipilih secara purposive di wilayah kerja Puskesmas Kartasura. Indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) digunakan untuk menentukan status gizi batita, dan data kadar hemoglobin ibu hamil diperoleh dari buku KIA dengan analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 14,7%, dengan mayoritas ibu berada pada usia reproduktif sehat dan memiliki kadar hemoglobin normal selama kehamilan, serta diperoleh nilai p-value sebesar 0,439 dan 1,000 (p>0,05). Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian stunting pada batita, sehingga stunting dipahami sebagai kondisi multifaktorial yang kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan gizi, infeksi, pola asuh, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi.