Articles
POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (PPK-BLUD) PADA RSUD DR. H. MOH. ANWAR SUMENEP
Syahril Syahril
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 3 No 1 (2013): Performance : Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.161 KB)
Penelitian ini berjudul Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Pada RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. (Studi Kasus Implementasi Permendagri No. 61 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengelolaan keuangan badan layanan umum pada RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep berdasarkan aturan Permendagri No. 61 Tahun 2007 Tentang PedomanTeknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Jenis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara objektif mengenai yang diteliti dengan menggunakan metode dokumentasi, Observasi dan wawancara pada Bagian Keuangan dan Bagian Informasi dan Evaluasi untuk memperoleh data. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep belum sepenuhnya menerapkan peraturan yang ditetapkan oleh Permendagri No. 61 Tahun 2007, hal ini dapat diketahui dengan adanya beberapa aturan yang belum dipenuhi. Rumah Sakit juga belum menggunakan semua laporan keuangan yang ditetapkan Permendagri No. 61 Tahun 2007 hal ini dapat dilihat dari laporan semesteran. Kata Kunci : Pola, Pengelolaan, Keuangan, Badan, Layanan, Umum dan Daerah.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBIAYAAN MODAL KERJA UMUM KOMERSIAL PADA PT. BPRS BHAKTI SUMEKAR SUMENEP
Syahril Syahril;
MUCH MUCHTAR
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 4 No 2 (2014): Performance : Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.816 KB)
Pembiayaan yang diberikan Bank kepada Debitur sering mempunyai resiko tinggi, karena setiap debitur yang mengajukan pembiayaan ke Bank menghendaki agar pembiayaan yang diajukannya dapat diterima dengan syarat yang seringan-ringannya. Oleh sebab itu, analisa pembiayaan Bank sangatlah penting untuk menilai kondisi perusahaan, karena analisa tersebut ditujukan untuk mengetahui kemampuan debitur dalam pembayaran angsuran secara konsisten sehingga bank dapat mengkategorikan debitur yang layak untuk mendapat pembiayaan. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dibuat oleh bank mempunyai tujuan untuk menghindari adanya resiko yang tinggi dengan tujuan meletakkan kepercayaan dan untuk menghindari resiko pembiayaan macet atau pembiayaan kurang lancar yang mungkin terjadi. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Syariah Bhakti Sumekar Sumenep. Penelitian ini berusaha menjelaskan objek yang diteliti dari sudut pandang peneliti dengan tujuan memperoleh gambaran yang benar tentang obyek tertentu. Analisa yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analisa Standar Operasional prosedur (SOP) dan Analisa 5C. Berdasarkan latar belakang masalah, perumusan masalah dan landasan teori di atas, didapatkan bahwa analisa pembiayaan Bank sangatlah penting untuk menilai kondisi perusahaan, karena analisa tersebut ditujukan untuk mengetahui kemampuan debitur dalam pembayaran angsuran secara konsisten sehingga bank dapat mengkategorikan debitur yang layak untuk mendapat pembiayaan.Kata kunci: Keputusan Pembiayaan, Modal Kerja.
EVALUASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA BANK MANDIRI KANTOR CABANG PEMBANTU (KCP) SUMENEP
Dewi Christiani;
Syahril Syahril
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 5 No 1 (2015): Performance : Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.786 KB)
Perusahaan yang suskses adalah perusahaan yang dapat memenuhi peraturan yang berlaku juga bisa merencanakan aktivitas dengan baik pula.Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan komitmen perusahaan dan media untuk memberikan manfaat serta membangun kualitas kehidupan yang lebik baik bersama dengan para pihak yang terkait utamanya masyarakat disekeliling dan lingkungan sosial dimana perusahaan tersebut berada, upaya untuk memperkuat kinerja perusahaan sekaligus pembangunan yang berkelanjutan.Bank Mandiri KCP Sumenep sebuah perusahaan yang mempunyai kebijakan program CSR dimana kebijakan tersebut merupakan kontribusi sebagai bentuk pelaksanaan CSR dari Bank Mandiri Kantor Pusat, sehingga Bank Mandiri KCP Sumenep tidak mempunyai wewenang sendiri untuk memberikan keputusan secara langsung atas bantuan dana CSR kepada masyarakat atau pihak-pihak yang terkait.Dari hasil penelitian data yang diperoleh menghasilkan bahwa Bank Mandiri KCP Sumenep telah melaksanakan program CSR dengan baik terhadap masyarakat sekeliling dan lingkungan sosial walaupun masih belum dikatakan maksimal sempurna sesuai peraturan yang berlaku, yaitu: berdasarkan Peraturan Menteri Negara “Per-05/MBU/2007 Pasal 11 ayat 2(e)” tentang ruang lingkup bantuan program BL BUMN. Kata Kunci:Corporate Social Responsibility (CSR).
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERBANKAN SYARIAH DI KABUPATEN SUMENEP
Bambang Hermanto;
Syahril Syahril
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 10 No 1 (2020): Performance : Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/feb.v10i1.973
Research on Community Perceptions of Sharia Banking in Sumenep Regency. Islamic banking implements an interest-free system that aims to create justice, social and economic well-being and protect people's property rights. The purpose of this study is to determine public perceptions of Islamic banking in Sumenep district, with qualitative research methods by describing systematically, factually and accurately about people's perceptions of Islamic banking, by observing, interviewing directly and in depth and documenting it. Whereas the key informants of religious leaders / community leaders who will be interviewed in this study use the method of purposive selection. Sharia Banking in Sumenep Regency is a bank that operates not relying on interest but on the basis of profit sharing in accordance with Islamic Sharia. Sharia Bank is a form of market demand that requires a financial institution with a halal banking system and complies with sharia principles even though it has not been said to be 100% sharia or kaffa.
OPTIMALISASI PENYALURAN ZAKAT PRODUKTIF TERHADAP PEMBERRDAYAAN EKONOMI UMAT
Syahril Syahril;
Faizul Abrori;
Alwiyah Alwiyah;
Moh. Kurdi
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 12 No 2 (2022): Performance:Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/feb.v12i2.2255
The presence of the Amil Zakat Institution (LAZ) must be at the forefront of initiating community empowerment with the funds collected. The potential of ZIS is at least one of the important assets that has been utilized at least not only for consumptive purposes but zakat is managed productively. One of the Amil Zakat Institutions (LAZ) is NU CARE LAZISNU which has an important role as a guardian of the development of stability in society. Currently, NU CARE LAZISNU has a special program that focuses on 4 (four) pillars of the program: education, health, disaster and economic development. On this occasion, NU CARE LAZISNU implements productive zakat and is committed to providing assistance in the development, marketing, and improvement of quality and affordable products. This program provides working capital in the form of revolving capital for mustahiq. This research method uses a case study, which is one type of qualitative research with two types of data, namely primary data and secondary data. The results of the first research, Optimizing the distribution of productive zakat in empowering the economy of the people in LAZISNU East Java, namely maximizing the existence of a system of distributing assistance to the community which is not only consumptive but has also been productive in MSME capital assistance distribution in almost every district/city. Second, the strategy of empowering the people's economy through productive zakat in LAZISNU East Java, namely by using a fundraising program. The first fundraising is driven by a fixed donor coin box, and the second is digital fundraising in collaboration with kitabisa.com.
PENERAPAN AKUNTANSI DALAM PERSPEKTIF BUDAYA MADURA PADA YAYASAN NURUL HORIYAH
Ana Mariana;
Syahril;
Miftahol Arifin
Ar-Ribhu : Jurnal Manajemen dan Keuangan Syariah Vol 4 No 1 (2023): Ar-Ribhu
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Application of accounting is the implementation of activities in collecting and managing transactions. This study aims to determine the culture of Madura in implementing the accounting system at the Nurul Horiyah foundation. This type of research is a qualitative research type using subjective data and document data. Data collection techniques using observation, interview and documentation techniques. From the research results obtained, it can be concluded that the financial reports applied to organizations under the auspices of the Nurul Horiyah foundation in Tobang Village apply the madura culture of Bhupa' Bhabhu' Guru Rato where the accountability of financial statements by respect for the head of the foundation like a parent (bhapa' bhabhu'), respect for Allah SWT in being accountable for reports as a teacher (ghuru), and finally respect for the government (rato). However, reports that are accountable to the government for non-profit organizations are not in accordance with reporting standards based on ISAK 35 which use very simple reports. Keywords : Culture, Madura, Non-Profit Entity, Application of Accounting.
AKUNTANSI BUDAYA KOKOCORAN DIKEPULAUAN KANGEAN KABUPATEN SUMENEP MADURA
Anis Jakfar Nur;
Syahril Syahril
Journal of Accounting and Financial Issue (JAFIS) Vol 3 No 2 (2022): Journal of Accounting and Financial Issue (JAFIS)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/jafis.v3i2.2276
Kokocoran merupakan tradisi budaya dan adat yang ada di pulau kangean yang di bumi manapun tidak ada duanya, yang mana kokocoran tersebut di selenggarakan setelah resepsi pernikahan, kokocoran juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyakat kangean. Hal ini tidak terlepas dari iringan alunan musik gamelan yang di mainkan dan di tambah dengan tarian orang-orang yang membawa sejumlah uang serta mengundang gelak tawa para penonton, biasanya setelah prosesi kokocoran yang di laksanakan pada sore hari, di lanjutkan dengan acara kesenian ludruk atau ajing yang di langsungkan pada malam hari, Kedua mempelai diwajibkan berdandan terlebih dahulu. Setelah kedua mempelai menempati tempat duduk yang telah di sediakan diatas panggung. Sanak saudara berdayun-dayun menaiki panggung secara bergantian sambil menari di iringi musik gamelan untuk melakukan saweran memberikan sejumlah uang kepada kedua mempelai. Namun sejumlah uang yang di diberikan oleh sanak saudara dan hadirin tidak gratis, karena tuan rumah harus mencatat untuk kemudian mengembalikannya ketika di antara para sanak saudara dan hadirin tersebut melakukan hal yang sama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif degan pendekatan etnografi. bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis mengenai fakta, sifat dan hubungan antar fenomena Akuntansi Kokocoran. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa praktik akuntansi pada budaya kokocoran di kepulauan kangean jika dilihat dari segi akuntansinya juga dapat menghasilkan tambahan modal walaupun tambahan modal itu di catat sebagai hutang tetapi kita bisa memanfaatkannya untuk modal usaha sambi menunggu waktu untuk mengembalikan sumbangan akan tetapi masih sangat minim karena pencatatannya masih sangat sederhana karena hanya mencatat bagian pihak yang memberikan sumbangan dan pihak yang mengembalikan sumbangan.
AKUNTANSI SANG KHALIFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ RA
Mobarok, Fajar;
., Syahril
Journal of Accounting and Financial Issue (JAFIS) Vol 4 No 1 (2023): Journal of Accounting and Financial Issue (JAFIS)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/jafis.v4i1.2558
Perkembangan akuntansi islam pada Masa khalifah Abu Bakar tidak banyak mengalami perubahan yang signifikan, seluruh kegiatan perekonomian negara masih dilakukan secara sederhana baik dari pengelolaan pendapatan negara hingga pendistribusiannya, pada masa itu belum dibentuk sistem administrasi, persediaan dana cadangan dan lain sebagainya. dalam penelitian ini adalah studi literatur. Jenis penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai jenis referensi dan teori yang sesuai dengan temuan-temuan yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip keadilan akuntansi islam antara masa Abu Bakar dengan akuntansi islam era modern dalam pengelolaan baitul mall berupa zakat masih sangat relevan salah satu bukti dengan adanya kesamaan tujuan yaitu untuk kesejahteraan umat.
PERAN PERANGKAT DESA DAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN APBDESA BERDASARKAN QS AN-NISA: 58-59 (STUDI KASUS DI DESA LONGOS KECAMATAN GAPURA KABUPATEN SUMENEP)
., Indriyana;
., Syahril
Journal of Accounting and Financial Issue (JAFIS) Vol 5 No 1 (2024): Journal of Accounting and Financial Issue (JAFIS)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/jafis.v5i1.3444
Desa Longos adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Pemerintah desa Longos ini masih 2 tahun menjabat sebagai pengelola desa dan pengabdi masyarakat, pembangunan desa Longos masih sangat diprioritaskan demi meningkatkan perekonomian desa dan mensejahteraan masyarakat desa. Akuntabilitas pengelolaan dana desa dapat diartikan sebagai sifat amanah dari seorang pemimpin terhadap masyarakat yang sesuai dengan kandungan Al-qur’an surah An-Nisa’ ayat 58, masyarakat juga berperan dalam pengelolaan dana desa dengan menyampaikan keluhan dan keinginan mengenai kesejahteraan desa dalam membantu pemerintah desa mengelola desa ini juga dijelaskna dalma Al-qur’an surah An-Nisa’ ayat 59. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran perangkat dan masyarakat desa dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan APBDesa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan serta teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Miles dan Huberman yaitu: Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa diprioritaskan untuk pembangunan desa, peran masyarakat dalam pengelolaan desa ialah dengan memberikan pendapatan maupun keluhan tentang pembangunan desa maupun kesejahteraan masyarakat.
MANAJEMEN INDUSTRI HALAL DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF MAQOSID SYARI’AH
Abrori, Faizul;
., Syahril;
Makki, Mustaqim
Journal of Accounting and Financial Issue (JAFIS) Vol 5 No 2 (2024): Journal of Accounting and Financial Issue (JAFIS)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/jafis.v5i2.3821
Masalah ekosistem merupakan masalah global yang semakin kompleks dan serius yang dihadapi oleh umat manusia di seluruh dunia. Semakin banyak produksi dengan penggunaan teknologi modern untuk mengeksploitasi alam secara terus menerus mengakibatkan semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup. Inti dari green economy adalah low carbon growth, resource efficiency, dan social inclusivity, yang berimplikasi pada pembangunan yang berkelanjutan, manajemen energi, ekonomi hijau di perkotaan, dan juga bisnis hijau. Hal ini sesuai dengan value dalam ekonomi syariah khususnya ditelaah dari sudut pandang maqashid al-shariah. Diseminasi ekonomi bernafaskan nilai-nilai universal Maqashid Syariah (mengaitkan isu-isu lingkungan dengan aspek tujuan syariah) dalam fiqh al-bi’ah mengakibatkan penurunan sikap pasif masyarakat. Basis ekonomi hijau pada permasalahan inequalitas yang diakibatkan distribusi faktor produksi hijau yang tidak merata dapat diatasi berdasarkan prinsip al-adl (keadilan), Maslahah (kepentingan publik) dan Musawah (kesetaraan). Berbagai kendala yang muncul akan teratasi dikarenakan tujuan syariat merupakan konsep yang didasari pedoman- pedoman yang diatur oleh sang Pencipta.