Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stres Pengasuhan pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Rahman, Puspa Rahayu Utami; Dimala, Cempaka Putrie; Tourniawan, Irwan; Ramadan, Regi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.771

Abstract

Pengasuhan anak bukan tugas yang mudah untuk dilakukan sehingga dapat menimbulkan stres. Stres pengasuhan adalah situasi penuh tekanan yang terjadi pada pelaksanaan tugas pengasuhan anak yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan anak terlebih anak berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial, efikasi diri, dan resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak tiga ratus tiga puluh empat responden. Teknik pengumpulan data menggunakan empat skala yaitu Parental Stress Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support, General Self-Efficacy Scale, The Connor-Davidson Resilience Scale. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh dukungan sosial, efikasi diri, dan resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus.
Penerimaan Diri Orang Tua Yang Memiliki Anak Tunagrahita: Adakah Pengaruh Dukungan Sosial? Badriah, Elih; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Aisha, Dinda
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.468

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap penerimaan diri orang tua yang memiliki anak tunagrahita. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiasi kausal. Populasi dalam penelitian ini merupakan orang tua dari siswa tunagrahita SLB X di Karawang. Teknik sampling menggunakan nonprobability sampling dengan teknik sampel jenuh sebanyak 122 responden. Skala yang digunakan yaitu Multidimensional Scale of Perceived Sosial Support (MSPSS) dan Berger’s Self-Acceptance Scale. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai signifikan sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya ada pengaruh dukungan sosial terhadap penerimaan diri orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB X karawang. Pengaruh dukungan sosial terhadap penerimaan diri orang tua yang memiliki anak tunagrahita pada SLB X di Karawang sebesar 34,4%, sisanya 65,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Ketahanan Remaja Pasca Putus Cinta: Adakah Pengaruh Dukungan Sosial Dan Religiusitas? Alwidyatmiko, Nandy; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Aisha, Dinda
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara dukungan sosial dan religiusitas terhadap resiliensi pada remaja akhir pasca putus cinta. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan jumlah responden yang didapatkan sebanyak 290 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan The Centrality of Religiosity (CRS) digunakan untuk mengukur religiusitas, dan The Connor-Davidson Ressillience Scale (CD-RISC) digunakan untuk mengukur resiliensi. teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama dukungan sosial dan religiusitas berpengaruh terhadap resiliensi sebesar 21,8%. Selanjutnya 78,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
CYBERBULLYING PADA EMERGING ADULTHOOD: PERAN SELF ESTEEM SEBAGAI MODERATOR Rahman, Puspa Rahayu Utami; Aisha, Dinda; Dimala, Cempaka Putrie; Marwah, Siti
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 10 No. 1 (2025): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v10i1.28672

Abstract

Cyberbullying diakui sebagai masalah sosial yang berpotensi mengakibatkan konsekuensi serius dan berkepanjangan bagi kehidupan seseorang. Individu yang mendapatkan cyberbullying di masa kanak-kanak atau remaja akan melakukan cyberbullying kepada orang lain di masa dewasa muda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran self-esteem sebagai moderator dalam pengaruh cyberbullying victimization terhadap cyberbullying perpetration. Populasi dalam penelitian ini adalah individu dewasa muda yang berusia 18 sampai 25 tahun di Jawa Barat. Adapun metode sampel adalah non-probability sampling. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 385 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan skala cyberbullying dan self-esteem. Uji analisis data dengan uji regresi dan uji moderasi. Hasil penelitian menunjukan nilai p = 0.001 < 0.05, Ha diterima dan H0 ditolak, artinya self-esteem berperan sebagai moderator antara cyberbullying victimization terhadap cyberbullying perpetration.
DECISION-MAKING IN ADOLESCENTS AT RISK FOR NON-SUICIDAL SELF-INJURY (NSSI) BEHAVIOR Aisha, Dinda; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Putrie, Cempaka
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 10 No. 1 (2025): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v10i1.29077

Abstract

Non-Suicide Self Injury (NSSI) or self-harm is being widely discussed and conducted by adolescents in Indonesia. This study was conducted on adolescents in Karawang using 3 measuring instruments, GDMS, DERS-18 and Father Involvement Scale. The purpose is to determine the dynamics of decision making in adolescents who have a tendency to commit NSSI. The population in this study was 116 adolescents age range 12-21 years who live in Karawang. The analysis used JASP by looking at path analysis both directly and indirectly. Decision making is divided into 5 types. The results is a direct influence of spontaneous decision making on NSSI. Showing that individuals who have a tendency to make decisions quickly and without thinking carefully are at higher risk of committing NSSI. Furthermore, emotional regulation plays an important role in mediating the influence of other decision making on NSSI. And also mediates the influence of father involvement on NSSI.
Wanita Dewasa Awal yang Berkarir dan Lajang : Tinjauan atas Psychological Well-Being, Gratitude dan Social Support Zaelani, Asep; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Minarsih, Yulyanti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i5.6544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gratitude dan social support terhadap psychological well-being pada wanita dewasa awal yang berkarir dan lajang Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 215 responden dengan menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Ryyf’s Psychological Well-being scale (RPWBS), Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis data menggunakan uji regresi berganda (uji T dan uji F). Hasil penelitian ini menunjukan nilai sig 0,000 (p< 0,05), yaitu Ha diterima dan H0 ditolak, artinya bahwa gratitude dan social support memiliki pengaruh  terhadap psychological well-being dengan sumbangan pengaruhnya sebesar 98,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat gratitude dan social support yang tinggi dapat memperkuat psychological well-being wanita dewasa awal berkarir dan lajang.
Examining Impact of Internal Problems on Academic Procrastination in Adolescents: Emotion Regulation as Mediator Aisha, Dinda; Dimala, Cempaka Putrie; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Mora, Linda; Hakim, Arif Rahman
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 8 No. 2 (2025): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/0020258651400

Abstract

In current society, academic procrastination has emerged as one of factors contributing to academic failure among youth. They often prioritize leisure activities over fulfilling academic responsibilities. The objective of this study is to examine the role of emotion regulation as a mediator in the relationship between internal problems, including non-suicidal self-injury (NSSI), paternal involvement, and dependent decision-making, on academic procrastination in adolescents in Karawang, West Java, Indonesia. This study used quantitative survey research design involving 148 adolescents who lived in Karawang as participants. The data collection technique was using 4 scales, there are The Self Harm Screening Inventory (SHSI), Brief Version Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-18), Perception of Father Involvement Scale and General Decision-Making Style Questionnaire (GDMS). Research data analyzes by using JASP 0.19.1, an open-source program for statistical analysis. The results demonstrate that the relationship between NSSI and academic procrastination, father engagement and academic procrastination, and dependent decision making and academic procrastination may all be mediated by emotion regulation. Research finding indicates the potential of emotion regulation to function as a mediator in the relationship between variables and academic procrastination. Specifically, NSSI affects academic procrastination through emotion regulation as a mediator. Similarly, father involvement influences academic procrastination when emotion regulation is considered as a mediator. Lastly, dependent decision-making impacts academic procrastination if emotion regulation serves as a mediator. In conclusion, this research contributed to showed the importance of emotion regulation in explaining the reason behind academic procrastination. Especially for vulnerable youth who have less father involvement or have performed NSSI. They may not perform academic procrastination if they have high emotion regulation.
THE ROLE OF SELF-ESTEEM IN SOCIAL MEDIA SELF-PRESENTATION AMONG EMERGING ADULTS: EDUCATIONAL IMPLICATIONS FROM INSTAGRAM USER BEHAVIOR Syahputri, Leydiana; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Aisha, Dinda
EDUCATIONE Volume 3, Issue 2, July 2025
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v3i2.86

Abstract

This study aims to determine the effect of self-esteem on social media self-presentation in emerging adulthood Instagram users. The subjects of this study were men and women aged 18-25 years in Karawang Regency. The determination of the subjects was carried out using a non-probability sampling technique, especially convenience sampling, totaling 204 respondents. This study uses a quantitative method, the data collection technique in this study is using the Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) to measure self-esteem and the Self Presentation on Facebook Questionnaire (SPFBQ) to measure self-presentation on social media. The data analysis technique used is simple regression. The results of this study show a p value = 0.447> 0.05, namely Ho is accepted and Ha is rejected, meaning that self-esteem does not have a significant effect on self-presentation. This finding indicates that self-presentation on Instagram in emerging adulthood is not influenced by self-esteem, but is likely influenced by other factors such as social pressure, peer influence, or motivation to form an ideal self-image. Therefore, further studies considering mediation or moderation variables are suggested to understand more comprehensively the relationship between self-esteem and self-presentation of social media users in this generation.
Parental Stress Pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Ditinjau Dari Efikasi Diri Melalui Dukungan Sosial Sebagai Mediator Tourniawan, Irwan; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Dimala, Cempaka Putrie
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parental stress pada orang tua anak berkebutuhan khusus ditinjau dari efikasi diri melalui dukungan sosial sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling , dengan jumlah partisipan sebanyak 334 orang. Alat ukur yang digunakan untuk parental stress yaitu Parental Stress Scale (PSS) yang diadaptasi dari Kumalasari,dkk (2022), untuk efikasi diri yaitu General Self Efficacy Scale (GSES) yang diadaptasi dari Novrianto,dkk (2019) dan untuk dukungan sosial yaitu Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang diadaptasi dari Laksmita,dkk (2020). Metode analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana, uji parsial dan uji Sobel. Hasil penelitian ini menunjukkan ada keterkaitan antara efikasi diri dengan parental stress (Ha1 diterima) , ada keterkaitan antara efikasi diri dengan dukungan sosial (Ha2 diterima ), dan ada pengaruh dukungan sosial terhadap parental stress (Ha3 diterima). Dari hasil penelitian, juga diperoleh nilai koefisien regresi 0,434 (dengan p 0.000 0.05) dan hasil tes Sobel (t=3,36) yang menunjukkan bahwa Ha4 diterima, berarti parental stress orang tua anak berkebutuhan khusus terbukti dipengaruhi efikasi diri dengan dimediasi dukungan sosial. Hasil penelitian ini juga mendapat nilai R2 sebesar 0,168, yang menunjukkan variabel efikasi diri dengan mediasi dukungan sosial memiliki kontribusi sebesar 16,8% terhadap parental stress, sementara itu 83,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
PERILAKU AGRESIF SISWA SMK: PERAN KELEKATAN ORANG TUA DAN TEMAN SEBAYA Syavira, Tania; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Aisha, Dinda
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.20915

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelekatan orang tua dan kelekatan teman sebaya terhadap perilaku agresif pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 270 siswa berusia 15–18 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan, serta The Buss-Perry Aggression Questionnaire untuk mengukur perilaku agresif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelekatan teman sebaya memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap perilaku agresif dibandingkan kelekatan orang tua. Secara keseluruhan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 12,7% terhadap perilaku agresif, dengan kelekatan orang tua menyumbang sebesar 0,6% dan kelekatan teman sebaya sebesar 12,1%. Sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel yang diteliti. Kata Kunci: Kelekatan Orang Tua, Kelekatan Teman Sebaya, Perilaku Agresif, Siswa SMK  AbstractThis study aims to examine the influence of parental attachment and peer attachment on aggressive behavior among vocational high school (SMK) students. The sample consisted of 270 students aged 15–18 years. The instruments used in this study were the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) to measure attachment, and the Buss-Perry Aggression Questionnaire to assess aggressive behavior. The results of the hypothesis testing indicated that peer attachment had a greater influence on aggressive behavior than parental attachment. Together, the two variables contributed 12.7% to aggressive behavior, with parental attachment accounting for 0.6% and peer attachment 12.1%. The remaining variance is attributed to other unexamined factors. Keywords: Parent Attachment, Peer Attachment, Aggressive Behavior, Vocational High School Students