Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEMESTER I SD NO 5 SELAT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Putu Menaka Dewi; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., UNDIKSHA
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) pada siswa kelas IV SD No 5 Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus terdiri atas tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi/evaluasi, tahap refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV semester I Tahun pelajaran 2015/2016, yang berjumlah 20 orang. Objek penelitian adalah Hasil belajar IPA dan Penerapan Model NHT. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes isian. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Penerapan Model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV semester I SD No 5 Selat Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Hasil belajar pada siklus I menunjukkan 66,75% dengan tingkat hasil belajar berada pada kategori sedang. Kemudian pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar siswa meningkat menjadi 88,25% dengan tingkat hasil belajar berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV semester I SD No 5 Selat Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016. Disarankan kepada seluruh guru sekolah dasar agar menerapkan Model pembelajaran Tipe Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran IPA. Kata Kunci : Pendekatan Model kooperatif tipe NHT, Hasil belajar IPA This study aims to determine the learning outcome IPA after applying cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) in the fourth grade students of SD No. 5 Strait, District Sukasada, Buleleng, in the academic year 2015/2016. This type of study is classroom action research conducted in two cycles consisting of the planning phase, the implementation phase of action, observation / evaluation, reflection stage. Subjects were students in the fourth grade the first semester of school year 2015/2016, totaling 20 people. The object of research is to learn science and Implementation Results NHT Model. Data collection method used is the field test. The data were analyzed by quantitative descriptive analysis. The results show that with the adoption of NHT learning model can improve learning outcomes IPA in the first half of the fourth grade students SD No. 5 Strait Sukasada subdistrict, Buleleng. Results of study on the first cycle showed 66.75% to the level of learning outcomes in middle category. Then in the second cycle the average value of student learning outcomes increased to 88.25% with the level of learning outcomes at the high category. Based on these results it can be concluded that the application of NHT learning model can improve learning outcomes IPA in the first half of the fourth grade students SD No. 5 Strait Sukasada subdistrict, Buleleng regency in the academic year 2015/2016. It is suggested to all primary school teachers in order to implement the type of learning model Numbered Head Together (NHT) in science teaching.keyword : NHT type cooperative model approach, learning outcomes IPA
Sinkretisme Hindu-Buddha (Konghuchu) di Pura Batu Meringgit, Desa Candikuning, Tabanan, Bali (Studi tentang Sejarah dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah) ., I Putu Sandiasa Adiawan; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., UNDIKSHA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagaimanakah latar belakang keberadaan Pura dan Kongco Batu Meringgit di Banjar Pemuteran, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan. (2) Mengetahui aspek apa sajakah yang terdapat di Pura dan Kongco batu Meringgit yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Heuristik (Pengumpulan Data), (2) Kritik Sumber, (3) Interpretasi, (4) Historiografi (Penulisan Sejarah). Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Pura dan Kongco Batu Meringgit merupakan bangunan yang bercorak Hindu-Buddha, di mana bangunan ini menunjukkan adanya semacam sinkritisme budaya Hindu-Buddha. Sejarah keberadaan Pura dan Kongco Batu Meringgit di Desa Pakraman Candikuning adalah kemungkinan dibangun pada masa perjalanan Ida Rsi Madura yang diduga kuat mendirikan Pura Batu Meringgit ini pada abad ke 11-12 Masehi. Kongconya sendiri diduga dibangun oleh Jaya Kasunu yang merupakan keturunan dari Jaya Pangus. Beliau mendirikan Kongco dengan tujuan untuk menghormati Jaya Pangus yang menikah dengan perempuan Cina. (2) Aspek yang terdapat di Pura dan Kongco Batu Meringgit yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah antara lain, (a) Aspek historis, (b) Aspek sinkretisme, (c) Aspek bentuk fisik bangunan, (d) Aspek gotong royong dan kebersamaan, dan (e) aspek religius.Kata Kunci : Pura Batu Meringgit, Sinkretisme, Sumber Belajar Sejarah This research aimed at: (1) knowing the history of the existence of Batu Meringgit Temple and Kongco in Candikuning village, Baturiti, Tabanan. (3) knowing the aspect which contined in Batu Meringgit Temple and Kongco that can be develop as a sources to learn history. The method used in this study was historical research method, using descriptive qualitative approach by doing some steps as follows. (1) heuristic (gathering data), (2) source criticism, (3) Interpretation, (4) historiografi. This research resulted in findings, among others: (1) the Batu Meringgit temple is a Hindu-Buddhist style building, where the building shows the cultural syncretism. History of the possibility of the existence of this temple is built during the trip Ida Rsi Madura isallegedly founded the temple in the 11-12 th century. About the Kongco allegedly built by Jaya Kasunu who is a descendant of the Jaya Pangus. He set up a goal for Kongco with respect Jaya Pangus who married with Chinese women. (2) the aspect which can be develop as a source to learn history such as, (a) historical, (b) syncretism, (c) the shape of the building (d) togetherness, and (e) religious.keyword : Batu Meringgit temple, syncretism, a sources to learn history
PENGEMBANGAN APLIKASI AUGMENTED REALITY MARKERLESS PENGENALAN DAN TEKNIK DASAR BOLA BASKET ., Bagus Harry Agatha P. I Gst Ag; ., I Gede Mahendra Darmawiguna, S.Kom., M.S; ., UNDIKSHA
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v6i3.12058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) merancang dan mengimplementasikan aplikasi Augmented Reality Markerless Pengenalan Dan Teknik Dasar Bola Basket(2) mengetahui respon pengguna terhadap Augmented Reality Markerless Pengenalan Dan Teknik Dasar Bola Basket. Penelitian ini menggunakan proses SDLC (System Development Life Cycle) dengan model ADDIE. Model ADDIE terdiri dari 5 fase, yaitu Analysis (Analisis), Design(Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluate (Evaluasi). Aplikasi ini menggunakan Library Vuforia dengan teknik user defined target yang mampu menampilkan animasi objek 3 dimensi dari gerakan teknik dasar bola basket ke dalam sebuah lingkungan nyata dengan menggunakan bantuan objek nyata. Hasil akhir berupa aplikasi Augmented Reality Markerless dengan teknik user defined target (UDT) yang mampu menampilkan animasi objek 3 dimensi dari gerakan teknik dasar bola basket tepat di atas suatu objek yang dideteksi lengkap dengan suara narasi penjelasan gerakan teknik dasar bola basket dalam Bahasa Indonesia serta diiringi musik pengiring. Berdasarkan data uji responden yang telah dilakukan, didapatkan hasil rata-rata presentase yaitu 90,57% dengan tingkat pencapaian sangat baik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu aplikasi ini dapat menjadi media pembelajaran pengenalan dan teknik dasar bola basket.Kata Kunci : Augmented Reality Markerless, Pengenalan dan Teknik Dasar Bola Basket, User Defined Target (UDT), Model penelitian ADDIE This study aimed to (1) design and implement the application of Augmented Reality Markerless Introduction and Basic Techniquesof Basketball (2) to know the user's response to Augmented Reality Markerless Introduction and Basic Techniques of Basketball. This research uses SDLC (System Development Life Cycle) process with ADDIE model. The ADDIE model consists of 5 phases, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluate. This application uses Library Vuforiawith user defined target techniquewhich is able to display 3-dimensional object animations from basic basketball techniques movements into reality that is supported by a real object. The final result is an Augmented Reality Markerless application with user defined target (UDT) technique which is able to display 3-dimensional object animation from basic basketball technique movements above of the object that is detected with narrative sound that explanation about movement of basketballbasic techniques in Bahasa Indonesia and accompanied by music.Based on the data of respondents that have been done, result that is obtained shows thatthe average percentage of 90.57% with a very good level of achievement. It can be concluded that this application can be used as media in learning introduction and basic techniques of basketball.keyword : Augmented Reality Markerless, Introduction and Basic Basketball Techniques, User Defined Target (UDT), ADDIE Research Model
ANALISA PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT ( STUDI PT. BPR NUR ABADI ) Syahson Nawawi .; Nyoman Trisna Herawati, S.E.Ak., M.Pd. .; UNDIKSHA .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.12280

Abstract

Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat saat ini didirikan badan usaha berbentuk bank perkreditan rakyat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan prinsip – prinsip Good Corporate Governane dalam pemberian kredit, dengan mengacu kepada POJK No.04 - POJK.03-2015 dan mengetahui hubungan antara penerapan prinsip tata kelola perusahaan (GCG) terhadap prosedur pemberian kredit dalam perusahaan. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan data kualitatif yang diperoleh dari wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis yang dilakukan yaitu dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan prinsip – prinsip GCG dalam pemberian kredit pada PT. BPR Nur Abadi telah cukup memadai. Dimana peneliti mendapatkan prinsip – prinsip GCG dalam prosedur kredit hanya sebagian adanya prinsip tersebut. Kata Kunci : Good Corporate Governance, Prosedur pemberian kredit To improve the living standard, the community is now established a business entity in the form of rural banks. The purpose of this research is to know the application of Good Corporate Governance principles in lending, with reference to POJK No.04 - POJK.03-2015 and to know the relation between applying GCG principles to company credit procedure. The design of this research is descriptive with qualitative data obtained from interviews, documentation and observation. The analysis is done by descriptive qualitative. The results of this study can be concluded that the application of GCG principles in the provision of credit at PT. BPR Nur Abadi has been sufficient. Where researchers get GCG principles in credit procedures is only part of the principle. keyword : Good Corporate Governance, Procedure of crediting
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THING PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR LOMPAT JAUH SISWA KELAS V MIN SINGARAJA TAHUN AJARAN 2013 / 2014 Almawardhi .; I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes .; UNDIKSHA .
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v2i1.3902

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar gerak dasar lompat jauh pada siswa kelas V MIN Singaraja Tahun Pelajaran 2013 / 2014. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V MIN Singaraja Tahun Pelajaran 2013 / 2014 sebanyak 20 orang yang terdiri dari laki – laki 8 orang dan perempuan 12 orang. Data aktivitas dan data hasil belajar dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif. Data hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I adalah aktivitas belajar siswa berada pada ketagori aktif, yaitu 7,5 dan hasil belajar siswa secara klasikal adalah 66,7% berada pada katagori cukup baik, belum dianggap tuntas karena belum mencapai ketuntasan secara klasikal 76%. Pada siklus II, aktivitas belajar siswa berada pada katagori sangat aktif, yaitu 9,5 dan hasil belajar secara klasikal adalah 90,9% berada pada katagori sangat baik. Data tersebut bisa diketahui terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke Siklus II sebesar 2,0 dan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 24,2%. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, aktivitas dan hasil belajar gerak dasar lompat jauh meningkat melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe TPS pada siswa kelas V MIN Singaraja Tahun Pelajaran 2013 / 2014. Kata Kunci : Kata kunci: Model pembelajaran kooperetif tipe TPS, aktivitas belajar, hasil belajar, Gerak dasar lompat jauh. ABSTRACT This study aims to improve the activity and learning basic motion long jump in class V MIN Singaraja Academic Year 2013/2014 . This study is a classroom action research was conducted in two cycles , each cycle consisting of planning, action , observation / evaluation , and reflection . Subjects were students of class V MIN Singaraja Academic Year 2013/2014 of 20 people consisting of men - boys and girls 8 to 12 people. Data activity and learning outcomes data collected and analyzed descriptively . The data analysis results showed that in the first cycle is the students' learning activities are at ketagori active , ie 7.5 and student learning outcomes are classically 66.7 % are in the category of pretty good , have not considered complete because it has not reached mastery in the classical 76 % . In the second cycle , students' learning activities are very active in the category , namely 9.5 and the results in the classical learning was 90.9 % in the excellent category . Such data can be known to an increase in the activity of student learning from the first cycle to the second cycle of 2.0 and improving student learning outcomes from the first cycle to the second cycle of 24.2 % . Based on the results of the data analysis and discussion, it can be concluded that , activity and learning basic motion long jump increased through the implementation of cooperative learning model TPS in class V MIN Singaraja Academic Year 2013/2014 keyword : Keywords : Model pembelajaran kooperetif tipe TPS, aktivitas belajar, hasil belajar, Gerak dasar lompat jauh.
Kerajinan Dream Catcher (Penangkap Mimpi) di Kampung Bugis, Tuban,Bali I Gusti Ayu Komala Dewi .; Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; UNDIKSHA .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4220

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui keunikan kerajinan dream catcher di kampung Bugis, Tuban, Bali. Tujuan untuk mengetahui tentang (1) Bahan dan alat (2) Proses pembuatan dan (3) Nilai estetik. Manfaat penelitian ini bagi lembaga sebagai literatur kepustakaan, sedangkan masyarakat, dan peneliti untuk mengetahui kerajinan dream catcher. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bahan dan alat meliputi; bahan, antara lain: potongan pipa paralon, benang nylon, kain suede, manik-manik, rakota, manik tulang, manik kulit kerang, lem, bulu. Sedangkan alat meliputi gunting, cutter, penggaris, dan korek gas. (2) Proses pembuatan kerajinan dream catcher meliputi penyiapan bahan dan alat, proses pelilitan benang pada potongan pipa paralon, pembuatan jaring, pemasangan manik atau rakota, pemasangan benang untuk rumbai, proses perekatan, penghiasan, dan pemberian label. (3) nilai estetik yang terdapat pada kerajinan dream catcher meliputi bentuk, ukuran, desain, warna, hiasan, dan pola yang digunakan di dalam pembuatannya. Terdapat jenis hiasan tambahan berupa manik kaca yang digunakan pada beberapa kerajinan dream catcher. Bentuk dream catcher lebih banyak menggunakan bentuk geometris berupa lingkaran dengan berbagai macam ukuran, hiasan berupa manik-manik dan bulu ayam berwarna warni yang membuat kerajinan dream catcher semakin diminati di pasaran. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil penelitian berupa: bahan dan alat, proses pembuatan serta nilai estetik yang terdapat pada kerajinan dream catcher.Kata Kunci : kerajinan, dream catcher, makrame. The background of this study was to determine the uniqueness of dream catcher craft at Bugis village, Tuban, Bali. The aim is to know about (1) Materials and equipment (2) The process of making and (3) aesthetic value. The benefits of this research for the institution of literature as literature, while the public, and researchers to know the dream catcher craft. This research is a descriptive qualitative research. The results showed that (1) Materials and tools include; materials, among other things: pieces of PVC pipe, nylon, suede fabric, beads, rakota, bone beads, seashell beads, glue, feathers. While tools include scissors, cutter, ruler, and a gas lighter. (2) The process of making dream catcher craft includes the preparation of materials and tools, processes winding threads on the pipe pieces, making nets, beads or rakota installation, mounting thread for tufting, gluing process, decking, and labeling. (3) aesthetic value contained in the dream catcher craft includes shape, size, design, color, decoration, and patterns used in its manufacture. There is a kind of extra decoration in the form of glass beads used in some craft dream catcher. Dream catcher shape more use of geometric shapes such as circles of various sizes, adorned with beads and colorful feather dream catcher craft that makes increasingly in demand in the market. Conclusions obtained in this study is the result of research include: materials and tools, as well as the process of making aesthetic value contained in the dream catcher craft. keyword : craft, dream catcher, makrame.
Motif Hias Pada Kerajinan Anyaman Bambu Di Kejapa Bamboo Handicraft, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Yeni Yuanda Putri .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; UNDIKSHA .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Keberadaan kerajinan anyaman bambu. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan bambu. (3) Proses pembuatan kerajinan bambu. (4) Bentuk dan motif hias kerajinan anyaman bambu di Kejapa Bamboo Handycraft. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif, keseluruhan populasi yang ada ditempat penelitian menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keberadaan kerajinan anyaman bambu di Desa Tigawasa. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan anyaman bambu meliputi bahan antara lain: bambu, cat kayu, woodstain, rotan, pewarna basis, benang nilon, uang kepeng, kancing batok kelapa, kulit kerang, lem, dan alumunium. Sedangkan alat meliputi gergaji, blakas, pengutik, gunting, meteran, penggaris siku, wajan, kompresor, bor, tang, kuas, jarum, dan alat tulis. (3) Proses pembuatan kerajinan anyaman bambu ada dua tahap yang berbeda yaitu pada proses pembuatan motif dari anyaman dan kerajinan anyaman dengan motif tambahan aksesoris, berikut proses pembuatan kerajinan dari motif anyaman : pemotongan bambu, proses pewarnaan, pengeringan cat, mengirat bambu, proses pengeringan bambu, penganyaman bambu, pemberian bingkai kerajinan. Pembuatan anyaman bambu dengan tambahan aksesoris prosesnya sebagai berikut: pemotongan bambu, pembelahan bambu, mengirat bambu, menyisik bagian pinggir iratan bambu, pengeringan, proses menganyam, proses pewarnaan basis, pengeringan, pewarnaan dengan woodstain, pengeringan, penambahan aksesoris. (4) Motif hias yang dihasilkan dari anyaman antara lain, nagasari, patre, tapuk manggis, pis bolong, wajik dan saudbah. Produk yang dihasilkan adalah kotak tisu, tas, kotak perhiasan, kotak cincin, bingkai foto, tempat pensil, dan aneka sokasi.Kata Kunci : Kerajinan, anyaman bambu, motif hias This study aims to determine (1) the existence of bamboo handicraft. (2) Materials and equipment used in making bamboo handicrafts. (3) The process of making bamboo handicrafts. (4) The form and decorative motifs woven bamboo handicrafts in Kejapa Bamboo Handicraft. This study is a qualitative descriptive study, the overall population is local research into the subject of research. Data collection techniques used were observation, interview, and documentation. The results showed that (1) presence of woven bamboo craft village Tigawasa. (2) Materials and equipment used in the manufacture of woven bamboo handicrafts include materials such as: bamboo, wood paint, woodstain, rattan, dye base, nylon yarn, coins, coconut shell buttons, seashells, glue, and aluminum. While tools include saws, blakas, pengutik, scissors, tape measure, ruler elbow, frying pan, compressor, drill, pliers, brushes, needles, and stationery. (3) The process of making bamboo handicrafts there are two distinct phases, namely the process of pattern making woven and woven with motifs craft additional accessories, the following process of making handicrafts from woven motifs: bamboo cutting, coloring process, paint drying, grinding bamboo, the drying process bamboo, bamboo weaving, giving the frame craft. Manufacture of woven bamboo with additional accessories as following process: cutting bamboo, bamboo splitting, sharpening the edges of the thin strip of bamboo, drying, weaving process, the base coloring, drying, staining with Woodstain, drying, addition of accessories. (4) motif generated from woven among others, nagasari, patre, tapuk manggis, pis bolong, wajik and saudbah. The resulting product is a tissue box, bag, jewelry boxes, ring boxes, photo frames, pencil, and various sokasi.keyword : Crafts, bamboo, ornamental motifs
Kerajinan Ukir Kaca Hias di Ongky Art Glass Desa Asembagus Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Andriyanto .; Drs.Jajang S,M.Sn .; UNDIKSHA .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis-jenis kaca yang digunakan dalam pembuatan kerajinan ukir kaca hias, (2) alat dan bahan yang digunakan dalam proses kerajinan ukir kaca hias, (3) bagaimana proses pembuatan kerajinan ukir kaca hias di Desa Asembagus Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Kerajinan Ukir Kaca di Ongky Art Glass Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, pendokumentasian, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jenis-jenis kaca yang digunakan dalam proses pembuatan Kerajinan Ukir Kaca Hias di Perusahaan Ongky Art Glass, Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo yaitu: Kaca Bening, Kaca Rayban, Kaca One Way, Kaca Pink, (2) Alat dan Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Kerajinana Ukir Kaca Hias di perusahaan Ongky Art Glass, Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo antara lain: Pensil, Ballpoint, Plastik Isolasi, Cutter, Kertas Karbon, Tang, Meteran, Penghapus Papan, Kaca Bening, Spray Gun NP Tools, Kompresor ¾ HP (Horse Power), Sikat Baju, Kasa, Kain, Mangkok, Tabung Kompresor, Spray Gun R-2, Mesin Diesel, Selang 4 inci, Spray Gun IWT, Sarung tangan, Pelindung Kepala, Pemotong Kaca, Jerigen, Masker Topong, Penggaris, Kertas Karton, Pahat, Corong, Pewarna Silver, Pewarna Emas, Kuas, Tabung Angin, Thinner, Anti Gores, Masker Kain, Kaca Pink, Kaca One Way, Kaca Rayben, Selang, Pasir, Pewarna dan Sabun Cuci,(3) Proses yang dilakukan dalam pekerjaan Kerajinan Ukir Kaca Hias di Ongky Art Glass ada tiga tahap yaitu, pertama proses mendesain pola gambar, kedua proses pengukiran pada kaca, dan ketiga adalah proses pewarnaan. Kata Kunci : Kata-kata kunci : ukir kaca, sandblasting, seni kerajinan, ongky art glass This study aimed to determine (1) the types of glass used in the manufacture of wood-carving decorative glass, (2) the equipment and materials used in the process of wood-carving decorative glass, (3) how the process of making wood-carving decorative glass in the Asembagus Village, Situbondo. This type of research is descriptive qualitative research. The object of this study was Handicrafts Carved Glass in Ongky Art Glass, Asembagus Village, Asembagus District, Situbondo. Methods of data collection is carried out using the method of observation, documentation, interviews. The results showed that (1) The types of glass used in the manufacturing process Decorative Crafts Carved Glass in Ongky Art Glass Company, Asembagus Village, Asembagus District, Situbondo namely: Clear Glass, Glass Rayban, One Way Glass, Glass Pink, (2) Tools and materials used in the manufacturing process Decorative Crafts Carved Glass in Ongky Art Glass company, Asembagus Village, Asembagus District, Situbondo include: Pencil, Ballpoint, Plastic Insulation, Cutter, Carbon Paper, Tang, meter, Eraser boards, Clear Glass, Spray Gun NP Tools, Compressors ¾ HP (Horse Power), Clothes Brush, Gauze, cloth, bowl, tube compressors, R-2 Spray Gun, Diesel Engine, 4-inch Hose, Spray Gun IWT, gloves, Protective Head , glass cutter, jerry cans, Masks Topong, Ruler, Cardboard Paper, Sculpture, Funnel, Silver Shadow, Shadow Gold, Brush, Wind Tubes, Thinner, Anti-Scratch, Mask Cloth, Glass Pink, One Way Glass, Glass Rayben, Hose, Sand , Dyes and Washing Soap, (3) the process is carried out in the work of Craft Carving Ongky Art Glass in three stages: first the process of designing image patterns, the process of engraving on the glass, and the third is the coloring process. keyword : Key words: glass carving, sandblasting, art crafts, ongky art glass
PROSES KREATIF SENIMAN I WAYAN SUDARNA PUTRA Kadek Jefri Wibowo .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; UNDIKSHA .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang, (1 ) perjalanan hidup I Wayan Sudarna Putra sebagai seniman Bali, (2) periodesasi karya I Wayan Sudarna Putra, (3) konsep penciptaan karya I Wayan Sudarna Putra. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif, subjek dari penelitian ini ialah tempat dimana kediaman I Wayan Sudarna Putra. Dalam pengumpulan data, penelitian ini dilakukan dengan beberapa teknik yakni, (1) Teknik observasi, (2) Teknik wawancara, (3) Teknik pendokumentasian, dan (4) Teknik kepustakaan.Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Perjalanan hidup I Wayan Sudarna Putra sebagai seniman kontemporer Bali mengalami tahapan perkembangan dari waktu kewaktu sejalan dengan pengalaman hidupnya, (2) Perkembangan kesenimanan Sudarna Putra dapat dilihat dari periodesasi karyanya yaitu periode tradisi, periode kubisme, periode politik, periode api, periode pengalaman diri,dan periode lingkungan, dimana terdapat keragaman visual, teknik, dan media yang Sudarna Putra gunakan untuk mewujudkan karyanya (3) Konsep penciptaan karya Sudarna Putra menggunakan bahasa tanda (semiotika) dan metafora (perumpamaan), sehingga hal itu membuatnya berhasil melewati berbagai proses kreatif serta kebebasan dalam menggunakan media. Kata Kunci : Proses kreatif, Sudarna Putra, seni lukis. This study aim to find out about (1) the journey of life from I Wayan Sudarna Putra as Bali artist, (2) periodization of art work by I Wayan Sudarna Putra, (3) the art work concept of creating by I Wayan Sudarna Putra. This study is descritive research that use qualitative approach, the subject of this study is the house of I Wayan Sudarna Putra. During collect the data, this research was conducted with several technnique, such as (1) Observation technique, (2) Interview technique, (3) Documentor technique, and (4) Literature technique. The result of this study shows (1) the journey of life from I Wayan Sudarna Putra as Bali contemporary artist, a phase of development from time to time in line with the experience of his life. (2) the art work development of I Wayan Sudarna Putra views from periodization of art work, such as tradition period, cubism period, politic period, fire period, self experience period, and environment period, where there is a visual diversity, techniques, and media that Sudarna use to realize his art. (3) the concept of creating by I Wayan Sudarna Putra uses sign language (semiotic) and metaphor (parable), with the result that make his success to pass various creative proccess and free to use media.keyword : Creative Proccess, Sudarna Putra, Art Painting.
T-SHIRT LUKIS KARYA ADITYA SAFARI DI SINGARAJA I Gede Wahyu Awan Sunarwan .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; UNDIKSHA .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja, (2) proses pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja, dan (3) tema t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengambil lokasi di perusahaan Lokalkarya milik Aditya Safari yang terletak di jalan pantai Asri Kelurahan Banyuasri, Buleleng, Provinsi Bali. Pemilihan Aditya Safari sebagai subjek penelitian karena Aditya Safari adalah pelopor bisnis t-shirt lukis di Singaraja. Selain itu keberadaan t-shirt lukis Aditya Safari mampu memberikan warna baru fashion di kota Singaraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja adalah papan penyangga baju, kuas, palet, hairdryer, mesin press, t-shirt berbahan katun, cat tekstil, binder, dan pigmen warna, (2) proses pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja dimulai dari memasukkan baju kepapan penyangga, mencampurkan cat dengan pigmen beserta binder yang berfungsi sebagai pelarut, melukis sesuai tema yang diinginkan, mengeringkan cat dengan hairdryer, mengepres baju yang sudah dilukis dengan mesin press, dan (3) tema t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja yaitu tema sosial dan budaya remaja. Kata Kunci : t-shirt lukis, Aditya Safari This study aims to find out: (1) the tools and materials used in the manufacture of t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari, (2) the process of making t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari, and (3) theme t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari. This research is descriptive research with qualitative approach. This study took place in the local company owned by Aditya Safari located on Pantai Asri Street, Banyuasri district, Buleleng, Bali Province. Aditya Safari choosen as research subjects because Aditya Safari is a pioneer in t-shirt painting in Singaraja. Besides the presence of the t-shirt painting Aditya Safari is able to provide a new color of fashion in the city of Singaraja. The results showed that: (1) the tools and materials used in the manufacture of t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari is a buffer board clothes, brushes, palette, hairdryer, press machines, t-shirts made of cotton, textile paint, binders, and a color pigment, (2) the process of making t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari starts from entering the buffer board clothes, mixing paint with pigments and their binders that serve as solvents, paint suit with thr desired design, paint drying with a hairdryer, pressing clothes has been painted with a press machine, and (3) theme t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari namely social and cultural themes adolescents. keyword : t-shirt painting, Aditya Safari