Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TIME TOKEN ARENDS BERBANTUAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KELAS V ., Ni Komang Sri Utami; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., UNDIKSHA
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatan keaktifan belajar dan (2) meningkatkan hasil belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran time token arends berbantuan media audio visual. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 2 Banjar Bali tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data keaktifan belajar menggunakan metode observasi dan pengumpulan data hasil belajar menggunakan metode tes. Hasil penelitian menujukkan bahwa terjadi peningkatan persentase keaktifan dan hasil belajar pada siswa kelas V di SD Negeri 2 Banjar Bali. Pada siklus I persentase rata-rata keaktifan belajar siswa yang diperoleh sebesar 70,25% (kriteria “cukup aktif”), dan persentase rata-rata hasil belajar IPS diperoleh 71,75% (kriteria “sedang”). Pada siklus II persentase rata-rata keaktifan belajar siswa diperoleh sebesar 82,40% (kriteria “aktif”), dan persentase rata-rata hasil belajar IPS diperoleh sebesar 83,00% (kriteria “tinggi”). Jadi, penerapan model pembelajaran time token arends berbantuan media audio visual dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS siswa kelas V semester genap di SD Negeri 2 Banjar Bali Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar, keaktifan belajar, media audio visual, model time token arends This study aims to (1) improve the activity of learning and (2) improve the learning outcomes of Social Sciences by application the learning model of media-assisted time token arends audio visual. This type of research is classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of stages planning, action, observation and evaluation, and reflection. Data collection in the study carried out by the method observation and tests. The subjects were grade V students at SD Negeri 2 Banjar Bali academic year 2015/2016 of 20 people. Data were analyzed with descriptive statistical analysis methods. The results showed that there was an increase percentage activity and learning outcomes of Social Sciences on grade V students at SD Negeri 2 Banjar Bali. In the first cycle the average percentage of activity of learning gained by 70,25% (criteria “quite active”) and the average percentage of Social Sciences learning outcomes obtained by 71,75% (criteria “medium”). In the second cycle the average percentage of activity of learning gained by 82,.40% (criteria “active”), and the average percentage Social Sciences learning outcomes obtained by 83,00% (criteria “high”). Become, the application of learning models time tokend arends assisted audio visual media can increase the activity of learning and learning outcomes IPS grade V SD Negeri 2 Banjar Bali academic year 2015/2016keyword : learning outcomes, activity of learning, audio visual media, model time token arends
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEMESTER I SD NO 5 SELAT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Putu Menaka Dewi; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., UNDIKSHA
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) pada siswa kelas IV SD No 5 Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus terdiri atas tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi/evaluasi, tahap refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV semester I Tahun pelajaran 2015/2016, yang berjumlah 20 orang. Objek penelitian adalah Hasil belajar IPA dan Penerapan Model NHT. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes isian. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Penerapan Model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV semester I SD No 5 Selat Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Hasil belajar pada siklus I menunjukkan 66,75% dengan tingkat hasil belajar berada pada kategori sedang. Kemudian pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar siswa meningkat menjadi 88,25% dengan tingkat hasil belajar berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV semester I SD No 5 Selat Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016. Disarankan kepada seluruh guru sekolah dasar agar menerapkan Model pembelajaran Tipe Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran IPA. Kata Kunci : Pendekatan Model kooperatif tipe NHT, Hasil belajar IPA This study aims to determine the learning outcome IPA after applying cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) in the fourth grade students of SD No. 5 Strait, District Sukasada, Buleleng, in the academic year 2015/2016. This type of study is classroom action research conducted in two cycles consisting of the planning phase, the implementation phase of action, observation / evaluation, reflection stage. Subjects were students in the fourth grade the first semester of school year 2015/2016, totaling 20 people. The object of research is to learn science and Implementation Results NHT Model. Data collection method used is the field test. The data were analyzed by quantitative descriptive analysis. The results show that with the adoption of NHT learning model can improve learning outcomes IPA in the first half of the fourth grade students SD No. 5 Strait Sukasada subdistrict, Buleleng. Results of study on the first cycle showed 66.75% to the level of learning outcomes in middle category. Then in the second cycle the average value of student learning outcomes increased to 88.25% with the level of learning outcomes at the high category. Based on these results it can be concluded that the application of NHT learning model can improve learning outcomes IPA in the first half of the fourth grade students SD No. 5 Strait Sukasada subdistrict, Buleleng regency in the academic year 2015/2016. It is suggested to all primary school teachers in order to implement the type of learning model Numbered Head Together (NHT) in science teaching.keyword : NHT type cooperative model approach, learning outcomes IPA
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V ., NI NYOMAN ARYAWATI; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., UNDIKSHA
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindak kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD N 1 Purwakerti yang berjumlah 35 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dlakukan dengan metode kuisioner dan tes. Data yang diperoleh dari metode kuisioner dan tes selanjutnya dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan rata-rata motivasi belajar belajar siswa sebesar 3,6 dari rata-rata 81,4 pada siklus I menjadi rata-rata 85 pada siklus II, (2) terjadi peningkatan rata-rata rata-rata hasil belajar siswa sebesar 17,34 dari rata-rata 70,43 pada siklus I menjadi 87,77 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament dalam pelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti tahun pelajaran 2014/2015 dapat menigkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi karena siswa merasa termotivasi untuk belajar dengan adanya diskusi kelompok belajar, games tournament, dan penghargaan kelompok. Kata Kunci : Teams Games Tournament, motivasi dan hasil belajar -keyword : -
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V ., Ni Nyoman Aryawati; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., UNDIKSHA
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindak kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD N 1 Purwakerti yang berjumlah 35 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dlakukan dengan metode kuisioner dan tes. Data yang diperoleh dari metode kuisioner dan tes selanjutnya dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan rata-rata motivasi belajar belajar siswa sebesar 3,6 dari rata-rata 81,4 pada siklus I menjadi rata-rata 85 pada siklus II, (2) terjadi peningkatan rata-rata rata-rata hasil belajar siswa sebesar 17,34 dari rata-rata 70,43 pada siklus I menjadi 87,77 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament dalam pelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti tahun pelajaran 2014/2015 dapat menigkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi karena siswa merasa termotivasi untuk belajar dengan adanya diskusi kelompok belajar, games tournament, dan penghargaan kelompok. Kata Kunci : Teams Games Tournament, motivasi dan hasil belajar -keyword : -
AN ANALYSIS OF SPEAKING FLUENCY LEVEL OF THE SIXTH SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION DEPARTMENT IN GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION (UNDIKSHA) ., Hidayatul Mairi; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., UNDIKSHA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15176

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yang pertama ialah untuk mendeskripsikan kemampuan kefasihan mahamahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dalam berbicara dalam bahasa Inggris. Dan tujuan selanjutnya ialah untuk mengetahui faktor-faktor ketidak-fasihan yang mereka hadapi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat VI jurusan Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 2015 Fakultas Bahasa dan Kesenian, Universitas Pendidikan Ganesha. Sampel penelitian ini adalah 27 orang yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui dua instrumen, yaitu tes bicara dan kuesioner. Dalam tes berbicara, mahasiswa diberi lima topik untuk dipilih dan diminta untuk berbicara selama dua menit untuk kemudian direkam. Selain itu, dalam kuesioner yang digunakan ada 20 pertanyaan dengan 5 pilihan jawaban yang semua pertanyaan ini termasuk 5 penyebab utama ketidakpatuhan: tugas yang sulit, tidak fokus, kurang penekanan, kurangnya perencanaan dan persiapan, dan pengulangan tugas. Data penelitian berupa transkrip dari rekaman berbicara singkat dan jawaban mahasiswa terhadap kuesioner yang telah didistribusikan. Dari penelitian ini ditemukan bahwa kemampuan bahasa atau tingkat kefasihan dalam berbicara mahasiswa dalam berbahasa Inggris “baik” atau pada tingkat 3. Faktor penyebab ketidak-fasihan yang dihadapi mahasiswa meliputi tingkat kesulitan, aspek makna fokus, dan batas waktu pengerjaan aktivitas kefasihan berbicara. Kata Kunci : Kefasihan berbicara, tingkat kefasihan, ketidak-fasihan, factor ketidak-fasihan. The aim of this research was to describe speaking fluency of English Language Education Department students in speaking English, and to know the factors of disfluency faced by them. This research was designed by using descriptive qualitative research. The subjects of this research were the sixth-semester students of English Language Education Department 2015, Faculty of Language and Arts, Ganesha University of Education. The samples of this research were 27 students. The data were collected using two instruments namely speaking test and questionnaire. In the speaking test, students were given five topics to choose and they were asked to deliver a short talk for about 2 minutes that would be recorded. Meanwhile, in the questionnaire there were 20 questions with 5 optional answers in which all the questions included 5 aspects of the main causes of disfluency: the difficult task, not focused on the meaning, the absence of temp speaking pressure, the lack of planning and preparation and unrepeated task. The data of this research were the transcription of short talk recording and the students’ answers of questionnaire which have been distributed. This research found that students fluency in speaking English was good that was at level 3. The factors of disfluency faced by students those were level of difficulty, meaning-focused aspect, and time limit of work of speaking fluency.keyword : Speaking fluency, fluency level, disfluency, disfluency factor
AFFIXATION OF MENYALI DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Putu Eka Jaya Famugi; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., UNDIKSHA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan imbuhan yang terdapat pada dialek Menyali, 2) mendeskripsikan imbuhan dalam Menyali dialek yang memiliki proses derivation (imbuhan yang mengubah kelas kata), dan 3) mendeskripsikan imbuhan dalam Menyali dialek yang memiliki proses inflection (imbuhan yang tidak mengubah kelas kata). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Terdapat tiga sampel informan yang dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. pengumpulan data didasarkan pada teknik observasi, perekaman, dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah peneliti, perekam digital, kamera, dan daftar pertanyaan. Terdapat tiga tahap dalam menganalis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat empat jenis awalan {N-, ma-, pa-, ka-}, tiga jenis akhiran {-in, -ang, -e}, dan dua jenis awalan-akhiran {N-ang; ma-an} dalam dialek Menyali. Awalan dan akhiran dalam dialek Menyali yang merupakan proses derivation yaitu awalan {N-, ma-, pa-, ka-}dan akhiran {-in, -ang, -e}. Awalan dan akhiran dalam dialek Menyali yang merupakan proses inflection yaitu awalan {N, ma-} dan akhiran {-in, -ang, -e}.Kata Kunci : awalan dan akhiran, bahasa Bali di Menyali, proses derivation, proses inflection This study aimed at: 1) finding the forms of affixes in Menyali dialect, 2) describing the affixes in Menyali dialect that belongs to derivational process, and 3) describing the affixes in Menyali dialect that belongs to the inflectional process. This research employed a descriptive study by using qualitative approach. There were three informant samples chosen based on a set of criteria. The obtained data were collected based on observation, recording, and interview techniques. The instruments used to collect the data were the researcher, digital recorder, camera, and question list. There were three steps of analyzing the data, those were: data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. The results of this study show that there were four kinds of prefixes {N-, ma-, pa-, ka-}, three kinds of suffixes {-in, -ang, -e}, and two circumfixes {N-ang; ma-an} found in Menyali dialect. Prefixes and suffixes in Menyali dialect that have derivational process were prefix {N-, ma-, pa-, ka-} and suffix {-in, -ang, -e}. Prefixes and Suffixes in Menyali dialect that have inflectional process were prefix {N, ma-} and suffix {-in, -ang, -e}.keyword : prefixes and suffixes, Balinese language in Menyali, morphological derivational, morphological inflectional