Winarno .
Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir Sutami 36 A Surakarta, Jateng

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Media pembelajaran interaktip elektronika dasar Pada sekolah menengah kejuruan Muhammadiyah 6 karanganyar ., Winarno
Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer Seruni 2012 - Seminar Riset Unggulan Nasional Informatika dan Komputer
Publisher : Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0809/seruni.v1i1.457

Abstract

Abstraksi: Media Pembelajaran dalam era informasi dan teknologi seperti sekarang ini adalah tuntutan serta kebutuhan. Dimana media ini memudahkan pemahaman dan penyampian materi dari guru kepada siswa. Media juga berfungsi sebagai pengganti wujud atau bahan dalam bentuk modul atau animasi yang tersedia selama proses pengajaran untuk lebih mempermudah siswa memahami materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membantu para guru bidang studi teknik elektronika, baik sekolah menengah pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan teknik elektronika, kelas X (Sepuluh), dalam hal mengenal komponen elektronika dasar. Ini dibutuhkan Karena komponen elektronika yang banyak macamnya, bahkan untuk mengenal saja tidak cukup harus juga tahu fungsi dan kegunaanya Dan juga ketersediaan dan terbatasnya komponen dengan banyak variasi Komponen, yang harus dipahami oleh siswa. Media Pembelajaran ini menjawab permasalahan diatas, karena seorang guru cukup menjalankan media pembelajaran ini, dan banyak variasi Komponen, mulai dari komponen aktif maupun komponen pasip, Jadi ketersediaan komponen atau bahan ajar oleh sekolah atau guru dapat digantikan dengan media ini, sehingga kesulitan siswa dapat diatasi. ABSTRACT: Learning Media and technology in the information age it is today is the demand and need. This facilitates and understanding of where the media and the material passing over from teacher to student. The media also serve as a subtitute from or material in the from modules or animations that are available during the teaching process to better facilitate student’s understanding of subject matter. This study aims to help teachers field of electronics engineering studies, both junior high school (SMP) or Vocational school (SMK) majoring in electronics engineering the class X (ten) , in terms of knowing thebasic electrinic components. Becouse this takes alot of kinds of electronic components,even not enough to know should also know the functions and their role and also the limited availability and a wide variety of component parts, which must be understood by students. Learning media is to answer the above problems,because a teacher can simply run this learning media, and many variations of components, ranging from the active components and pasive components, so the availability of components or materials by the school or teacher can be replaced with this medium,so that students can overcome difficulties. Key words: Interactive Media Pembelajaran Elektronic Media association.
Media pembelajaran interaktip elektronika dasar Pada sekolah menengah kejuruan Muhammadiyah 6 karanganyar ., Winarno
Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer Seruni 2012 - Seminar Riset Unggulan Nasional Informatika dan Komputer
Publisher : Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0809/seruni.v1i1.591

Abstract

Abstraksi: Media Pembelajaran dalam era informasi dan teknologi seperti sekarang ini adalah tuntutan serta kebutuhan. Dimana media ini memudahkan pemahaman dan penyampian materi dari guru kepada siswa. Media juga berfungsi sebagai pengganti wujud atau bahan dalam bentuk modul atau animasi yang tersedia selama proses pengajaran untuk lebih mempermudah siswa memahami materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membantu para guru bidang studi teknik elektronika, baik sekolah menengah pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan teknik elektronika, kelas X (Sepuluh), dalam hal mengenal komponen elektronika dasar. Ini dibutuhkan Karena komponen elektronika yang banyak macamnya, bahkan untuk mengenal saja tidak cukup harus juga tahu fungsi dan kegunaanya Dan juga ketersediaan dan terbatasnya komponen dengan banyak variasi Komponen, yang harus dipahami oleh siswa. Media Pembelajaran ini menjawab permasalahan diatas, karena seorang guru cukup menjalankan media pembelajaran ini, dan banyak variasi Komponen, mulai dari komponen aktif maupun komponen pasip, Jadi ketersediaan komponen atau bahan ajar oleh sekolah atau guru dapat digantikan dengan media ini, sehingga kesulitan siswa dapat diatasi. ABSTRACT: Learning Media and technology in the information age it is today is the demand and need. This facilitates and understanding of where the media and the material passing over from teacher to student. The media also serve as a subtitute from or material in the from modules or animations that are available during the teaching process to better facilitate student’s understanding of subject matter. This study aims to help teachers field of electronics engineering studies, both junior high school (SMP) or Vocational school (SMK) majoring in electronics engineering the class X (ten) , in terms of knowing thebasic electrinic components. Becouse this takes alot of kinds of electronic components,even not enough to know should also know the functions and their role and also the limited availability and a wide variety of component parts, which must be understood by students. Learning media is to answer the above problems,because a teacher can simply run this learning media, and many variations of components, ranging from the active components and pasive components, so the availability of components or materials by the school or teacher can be replaced with this medium,so that students can overcome difficulties. Key words: Interactive Media Pembelajaran Elektronic Media association.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS PILAR KEBANGSAAN DI PERGURUAN TINGGI Winarno, Winarno
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar Pendidikan Kewarganegaraan untuk perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan ilmu dan perubahan kurikulum. Keluarnya amanat Undang-undang No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, bahwa Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi mencakup Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, menuntut adanya pengembangan bahan ajar untuk PKn di perguruan tinggi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar (materi pembelajaran ) PKn perguruan tinggi tetap mengacu pada ketentuan dalam Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 43 Tahun 2006. Masuknya pesan akan empat pilar kebangsaan sebagai materi PKn dipandang sebagai hal-penting  dan dapat diintegrasikan kedalam materi yang telah ada. Pesan akan empat pilar kebangsaan tersebut diorganisasikan secara kreatif ke dalam materi yang ada sehingga materi-materi PKn perguruan tinggi memiliki nilai dan mencerminkan pesan dari empat pilar kebangsaan tersebut. Disisi lain pengembangan materi ke dalam buku teks ajar PKn dilakukan agar memenuhi kreteria ilmiah dan psikologis untuk tujuan pembelajaran. Kata kunci : PKn, Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika
Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Elektronika Dasar Pada Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Elektronika Audio Video ., Winarno
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 4, No 3 (2012): Speed 15 - 2012
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1744.484 KB) | DOI: 10.3112/speed.v4i3.1269

Abstract

Abstraksi: Media Pembelajaran dalam era informasi dan teknologi seperti sekarang ini adalah tuntutan serta kebutuhan. Dimana media ini memudahkan pemahaman dan penyampian materi dari guru kepada siswa. Media juga berfungsi sebagai pengganti wujud atau bahan dalam bentuk modul atau animasi yang tersedia selama proses pengajaran untuk lebih mempermudah siswa memahami materi pelajaran. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  membantu  para  guru  bidang  studi  teknik  elektronika,  baik  sekolah menengah pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan teknik elektronika, kelas X (Sepuluh),   dalam   hal   mengenal   komponen   elektronika   dasar.   Ini   dibutuhkan   Karena   komponen elektronika yang banyak macamnya, bahkan  untuk mengenal saja tidak cukup harus juga tahu fungsi dan kegunaanya Dan juga ketersediaan dan terbatasnya komponen dengan banyak variasi Komponen, yang harus dipahami oleh siswa. Media Pembelajaran  ini menjawab permasalahan diatas, karena seorang guru cukup menjalankan media  pembelajaran  ini,  dan  banyak  variasi  Komponen,  mulai  dari  komponen  aktif  maupun  komponen pasip,  Jadi  ketersediaan  komponen  atau  bahan  ajar   oleh  sekolah  atau  guru  dapat  digantikan  dengan media ini, sehingga kesulitan siswa dapat diatasi. ABSTRACT: Learning Media and technology in the information age it is today is the demand and need. This  facilitates  and  understanding  of  where  the  media  and  the  material  passing  over  from  teacher  to student. The media also serve as a subtitute from or material in the from modules or animations that are available during the teaching process to better facilitate student’s understanding of subject matter. This  study  aims  to  help  teachers  field  of  electronics  engineering  studies,  both  junior  high  school. (SMP)  or  Vocational  school  (SMK)  majoring  in  electronics  engineering  the  class  X  (ten,  in  terms  of knowing thebasic electrinic components. Becouse this takes alot of kinds of electronic components,even not enough to know should also know the functions and their role       and also the limited availability and a wide variety of component parts, which must be understood by students. Learning media is to answer the above problems,because a teacher can simply run this learning media, and many variations of components, ranging from the active components and pasive components, so  the  availability  of  components  or  materials  by  the  school  or  teacher  can  be  replaced  with  this medium,so that students can overcome difficulties.Key words: Interactive  Media Pembelajaran Elektronic Media association
Kompetensi Organisasi dan Budaya Inovasi (Studi pada Perguruan Tinggi Swasta Di Kopertis V Yogyakarta) ., Winarno
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol. 10 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.34 KB) | DOI: 10.21776/

Abstract

The objectives of this study are to examine and analize the influence of human capital and organizational learning on organizational performance mediated by organizational competence and innovation culture.The population of this study was all of the private Higher Education who had 50% of accredited study programs, as many as 68 PTS, 15 PTS used to instrument test.The sampling technique used is sencus method as many as 53 PTS. Testing model uses structural equation modeling (SEM) with Partial Least Square (PLS) Approach. Result of the study show that 1) the intellectual capital to constitute primal indicator of human capital had significant influence on organizational performance mediated by organizational competence. 2) the intellectual capital to constitute primal indicator of human capital had significant influence on organizational performance mediated by innovation culture. 3) Personal's skills constitute primal indicator of organization learning had significant influence on organizational performance mediated by organizational competence. 4) Personal's skills constitute primal indicator of organization learning had significant influence on organizational performance mediated by innovation culture.