Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Studi Ekstrak Metanol Biji Mahoni terhadap MDA Serum Tikus Putih Pasca Induksi MLD-STZ PUSPITASARI, PUTRI
Biotropika Vol 1, No 6 (2013): Biotropika
Publisher : Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal atau hiperglikemia. Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan  masyarakat untuk pengobatan DM adalah  tanaman mahoni (Swietenia mahagoni). Bagian tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan penyakit ini adalah bijinya. Namun potensi dari  ekstrak metanol biji mahoni belum banyak diketahui. Pada penelitian ini menggunakan tikus model DM dengan induksi MLD-STZ (Multiple Low Dose-Streptozotocin). Tikus dikelompokkan dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan  kelompok  terapi 100, 250 dan 400 mg/KgBB yang sebelumnya telah diinduksi MLD-STZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan tikus DM dengan injeksi MLD-STZ secara intraperitonial, pamberian terapi ekstrak metanol biji mahoni secara oral, uji kadar MDA serum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA (Malonialdehide) serum yang didapatkan berdasarkan kelompok, yaitu 3,126; 10,245; 9,245; 7,203; 4,677 µg/ml. Dosis optimum untuk menurunkan kadar MDA adalah 400 mg/KgBB. Pemberian terapi ekstrak metanol biji mahoni mampu menurunkan kadar MDA serum tikus putih pasca induksi MLD-STZ. Kata Kunci: diabetes mellitus, MDA, MLD-STZ, pankreas
Krim ekstrak teh hijau 20% (Camellia sinensis) mencegah peningkatan jumlah melanin sama efektif dengan krim hidrokuinon 4% pada kulit marmut (Cavia porcellus) yang dipajan sinar ultraviolet B Puspitasari, Putri; Wiraguna, AAG; Pangkahila, Wimpie
Jurnal Biomedik : JBM Vol 9, No 2 (2017): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.9.2.2017.16358

Abstract

Abstract: This study was aimed to evaluate the effectiveness of 20% green tea extract in preventing the increase of melanin in guinea pig skin exposed to UV-B and to compare the effectiveness of this treatment to 4% hydroquinone cream. This was an experimental study with the post-test only control group design. Subjects were four groups; each consisted of 7 male guinea pigs. Group 1, the control group, was exposed to UV-B only. Group 2 was exposed to UV-B and applied with cream based substance. Group 3 was exposed to UV-B and applied with 4% hydroquinone cream. Group 4 was exposed to UV-B and applied with 20% green tea extract. The total UV-B intensity was 390 mJ/cm2 consistently exposed for two weeks. Histopathological slides of the skin tissue were stained with Masson Fontana technique. The total amount of melanin was calculated in percentage of pixel compared to pixel of melanin in total epidermis. The results showed that the highest amount of melanin was in group 1 (24.44%) and the lowest amount of melanin was in group 3 (1.04%) meanwhile the amount of melanin in group 4 (1.34%) was nearly the same with group 3. There were significant differences between group 1 to group 3 and 4 (P < 0.05). There was no significant difference between group 3 and group 4 (P > 0.05). Conclusion: The 20% green tea extract was as effective as 4% hydroquinone cream in inhibiting the increase of melanin in guinea pigs’skin exposed to UV-B.Keywords: green tea extract, melanin, ultraviolet BAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian krim ekstrak teh hijau 20% terhadap peningkatan jumlah melanin pada kulit marmut yang dipajan sinar UVB serta membandingkan efektivitasnya dengan krim hidrokuinon 4%. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan post test only control group design. Subyek penelitian terdiri dari empat kelompok dengan 7 ekor marmut jantan setiap kelompok. Kelompok 1 (kelompok kontrol) diberi pajanan sinar UV-B saja. Kelompok 2 diberi pajanan sinar UV-B dan diolesi krim dasar. Kelompok 3 diberi pajanan sinar UV-B dan krim hidrokuinon 4% sedangkan kelompok 4 diberi pajanan sinar UV-B dan krim ekstrak teh hijau 20%. Dosis total UVB yaitu 390 mJ/cm2 diberikan selama 2 minggu. Sediaan histopatologik jaringan kulit dipulas dengan pewarnaan Masson Fontana. Jumlah melanin dihitung dengan persentase pixel luas area melanin dibandingkan dengan pixel seluruh jaringan epidermis. Hasil penelitian menunjukkan jumlah melanin tertinggi pada kelompok 1 (24,44%) dan terendah pada kelompok 3 (1,04%). Jumlah melanin pada kelompok 4 (1,34%) hampir sama dengan kelompok 3. Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok 1 dengan kelompok 3 dan 4 (P < 0,05). Perbandingan antara kelompok 3 dan 4 tidak berbeda bermakna dalam mencegah peningkatan jumlah melanin (P > 0,05). Simpulan: Pemberian krim ekstrak teh hijau 20% sama efektif dengan krim hidrokuinon 4% dalam mencegah peningkatan jumlah melanin kulit marmut yang dipajan sinar UV-B.Kata kunci: krim ekstrak teh hijau, melanin, ultraviolet B
PROFIL PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI POLIKLINIK PARU RSUP PROF. Dr. R.D. KANDOU MANADO Puspitasari, Putri
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3716

Abstract

Abstract: Pulmonary tuberculosis in Indonesia is a global health problem and including the third leading cause of death after India and China. In 1992, the WHO has declared TB as a global emergency. The high prevalence of pulmonary tuberculosis caused by a variety of reasons, namely: low socioeconomic, health protection is not sufficient, the lack of public knowledge about pulmonary tuberculosis, treatment cost and the lack of control of tuberculosis cases, the presence of the HIV epidemic, especially in developing countries. Tuberculosis is currently common in productive age and increased mortality, especially in developing countries. This study aims to determine the profile of  pulmonary tuberculosis patients in Polyclinics of Pulmonary RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado using descriptive observational method. Total sample of 52 patients. Most are between the age range 41 – 50 years. Most clinical symptoms of tuberculosis patients was cough on 51 patients. Hemoptysis was found in 17 patients, 12 patients fever and weight loss obtained in 23 patients. Based on work status and patient education obtained samples with the highest education is high school with 23 patients and self-employed with a number of 19 patients. Only 3 patients had a BMI <18.5 (underweight) and 35 patients with normal level of albumin. Based on the classification of the highest tuberculosis patient is an overview of category I and laboratory sputum results obtained for 34 patients with smear positive. Keywords: tuberculosis, clinical symptoms, nutritional status, laboratory sputum results.    Abstrak: Tuberkulosis paru di Indonesia merupakan suatu masalah kesehatan dunia dan termasuk penyebab kematian ketiga setelah India dan China. Pada tahun 1992,WHO telah mencanangkan TB sebagai kedaruratan global. Tingginya prevalensi tuberkulosis paru disebabkan oleh berbagai alasan yaitu: sosioekonomi rendah, perlindungan kesehatan yang tidak mencukupi, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberkulosis paru, kurangnya biaya pengobatan dan pengawasan kasus tuberkulosis, adanya epidemi HIV terutama di negara berkembang. Tuberkulosis saat ini banyak menyerang usia produktif dan meningkatkan angka kematian terutama di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien tuberkulosis paru di poliklinik paru RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dengan menggunakan metode deskriptif observasional. Jumlah sampel 52 orang pasien. Pasien laki-laki lebih banyak dibanding dengan pasien perempuan. Rentang usia terbanyak adalah antara 41-50 tahun. Gejala klinis pasien tuberkulosis terbanyak adalah batuk yaitu pada 51 pasien. Hemoptisis didapatkan pada 17 pasien, dispneu terdapat pada 16 pasien, keringat malam 24 pasien, demam 12 pasien dan penurunan berat badan didapat pada 23 pasien. Berdasarkan status pekerjaan dan pendidikan pasien didapatkan sampel dengan pendidikan terakhir terbanyak yaitu SMA dengan jumlah 23 orang pasien dan pekerjaan terbanyak yaitu wiraswasta dengan jumlah 19 orang pasien. Hanya 3 orang pasien yang memiliki IMT <18,5 (underweight) dan 35 orang pasien dengankadar albumin normal. Berdasarkan klasifikasi pasien tuberkulosis terbanyak adalah kategori I dan hasil gambaran laboratorium sputum didapatkan sebanyak 34 orang pasien dengan BTA positif. Kata kunci: tuberkulosis, gejala klinis, status gizi, gambaran laboratorium sputum.
Implementasi Program BSPS Sebagai Penanganan Kemiskinan Ekstrem Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Kemuning Puspitasari, Putri; Huda, Syamsul; Utami, Anisa Fitria
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 20 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8435231

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana program BSPS dalam menangani kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan dari segi kualitas rumah menjadi layak huni. Penulis dalam metode penelitian menggunakan triangulasi model yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi dari artikel, buku, dan penelitian sebelumnya yang berkaitan. Pendekatan yang digukan yaitu kualitatif deskriptif dalam analisisnya. Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang selalu ditemukan di Indonesia. Kemiskinan menjadi fokus utama pemerintah dalam berbagai kebijakan baik pemerintah pusat ataupun daerah. Salah satu program dalam upaya menangani kemiskinan yaitu BSPS melalui peningkatkan kualitas rumah tidak layak huni bagi MBR. Program BSPS memberikan 2 dampak baik jangka panjang ataupun jangka pendek yaitu adanya penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai jual rumah serta kualitas rumah menjadi layak
Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Desa Karang Sidemen melalui Pembuatan Tepung Pisang sebagai Transformasi Pangan Lokal Khairi, Ahmad Mustafa; Wijaya, Andre; Indana, Dewi Wulan Suci; Ferbuani, Dwi; Puspitasari, Putri; Nurisolihani, Yulfa; Amuddin, Amuddin
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v3i2.472

Abstract

Pelatihan pembuatan tepung pisang di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tengara Barat dilaksanakan oleh MBKM Membangun Desa Universitas Mataram pada November 2023. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu desa dalam diversifikasi produk pangan dari pisang. Pelatihan melibatkan partisipasi aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) Kaki Rinjani dan menggunakan teknologi Solar Dryer Dome untuk pengeringan pisang. Hasil pelatihan menunjukkan kualitas tepung pisang yang memuaskan, efisiensi pengeringan optimal, dan dampak positif pada ekonomi lokal. Pendekatan pelatihan praktik dan partisipatif berhasil meningkatkan keterampilan peserta. Melibatkan masyarakat dalam pengujian produk juga memberikan dampak positif pada penerimaan pasar dan aspek sosial-ekonomi. Kesimpulannya, pelatihan berhasil dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat serta memberikan kontribusi pada ekonomi lokal.
Chronic Sorrow Dan Quality Of Life Pada Pasien Dengan Diabetic Foot Ulcer (DFU) Puspitasari, Putri
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.149

Abstract

Pendahuluan : Diabetic Foot Ulcer (DFU) merupakan komplikasi jangka panjang yang umum ditemukan pada pasien Diabetes Mellitus (DM). Penurunan kualitas kesehatan, proses penyembuhan yang lambat, ancaman amputasi, serta ancaman kematian berdampak terhadap keadaan psikologis yang buruk bagi penderita DFU. Keadaan emosi yang mungkin timbul pada pasien dengan penyakit kronis seperti DFU adalah perasaan chronic sorrow dan Quality Of Life yang kurang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat keadaan chronic sorrow dan quality of life pada pasien dengan DFU serta secara spesifik melihat hubungan antara chronic sorrow dengan quality of life pasien dengan DFU Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analytic correlative dan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional study. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis hubungan antara chronic sorrow dan kualitas hidup pada pasien dengan DFU. Sampel penelitian adalag 46 Responden. Hasil dan kesimpulan: hasil penelitian menunjukan dari 46 responden 29 (63,04 %) mengalami keadaan chronic sorrow dan diantara 46 responden 27 (58,7 %) mengalami keadaan kualitas hidup yang kurang baik. Responden yang mengalami chronic sorrow memiliki kualitas hidup yang kurang baik sebesar 78,13 % dan kualitas hidup yang baik sebesar 21,87 % dengan p= 0,000 lebih kecil dari ?= 0,05, yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan bermakna antara keadaan chronic sorrow dan quality of life.
Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Terhadap Pengetahuan Pengemudi Dalam Menolong Kecelakaan Lalu Lintas Lestari, Desi; Puspitasari, Putri; Fikri Amrullah, Jahidul
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.284

Abstract

Gambaran Penerapan Nilai Nilai I Care Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Santo Yusup Bandung Astuti, Widi; Amalia, Irma Nur; Puspitasari, Putri
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.293

Abstract

Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Dalam upaya menyelenggarakan pelayanan kepada pasien, RS Santo Yusup mempunyai nilai nilai organisasi yang diharapkan menjadi pedoman perilaku, bertindak dan mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut adalah Integrity (integritas), Compassion (bela rasa), Assurance (tanggung jawab), Respect (hormat terhadap martabat manusia), dan Embrace Innovations (berinovasi dan berprestasi) yang dikenal sebagai ICARE. Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh informasi bahwa perawat belum sepenuhnya mampu menerapkan nilai-nilai ICARE. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan nilai-nilai integrity, compassion, assurance, respect, dan embrace innovation perawat di Ruang Rawat Inap RS Santo Yusup Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 114 org yaitu perawat rawat inap RS Santo Yusup yang sudah bekerja di atas 5 tahun, tehnik pengambilan sample dengan proportional random sampling dan dapatkan 53 sample. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diambil dari buku pedoman perilaku ICARE RS Santo Yusup. Analisa data berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan nilai-nilai ICARE yaitu penerapan integrity 66,51cukup baik 45,3 % baik, compassion 63,68% cukup baik 43.3 % baik, assurance 56,6 cukup baik 43,4 % baik , respect 77,4 % cukup baik 22 ,6 % baik, embrace inovation 86,8% cukup baik 32,2% baik. Berdasarkan data tersebut perilaku perawat di Ruang Rawat Inap RS Santo Yusup, sudah melakukan nilai-nilai I CARE dengan kategori cukup baik.
Pengaruh Mengikuti Jumbara dalam Menumbuhkan Jiwa Kesukarelaan terhadap Peserta Didik Purba, Hilda Melani; Syahfitri, Nadia; Puspitasari, Putri; Usiono, Usiono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11647

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti ingin memecahkan masalah apakah dengan mengikuti kegiatan Jumbara, peserta yang mengikutinya bisa menumbuhkan jiwa kesukarelaannya. Atau malah tidak bertumbuhnya jiwa kesukarelaan dan bahkan tidak ada sama sekali jiwa kesukarelaan setelah mengikuti kegiatan Jumbara tersebut. Sehingga kami ingin membuktikannya dengan bukti atau dengan cara yang telah kami lakukan. Apakah ekspektasi kami sesuai dengan realitanya. Karena kami berekspekstasi bahwasanya kegiatan Jumbara ini dapat menumbuhkan jiwa kesukarelaannya, namun belum tahu bagaimana realita yang terjadi di lapangan setelah kami lakukan observasi dan wawancara. Karena di dalam kegiatan Jumbara ini pastinya ada pelajaran maupun pengalaman yang dapat diambil dari peserta-peserta yang mengikuti Jumbara ini. Dan pastinya kegiatan dari Jumbara ini memberikan pengaruh yang positif untuk semua peserta yang mengikuti kegiatan Jumbara ini dengan baik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh mengikuti Jumbara dalam menumbuhkan sikap kesukarelaan terhadap peserta didik. Karena jiwa-jiwa kesukarelaan ini memang identik dengan Palang Merah, karena Palang Merah bertugas membantu dengan penuh sukarela. Jadi kalau jiwa-jiwa kesukarelaan ini belum tumbuh, bagaimana menjadi seorang anggota PMR/PMI yang baik. Karena PMI/PMR membantu orang itu harus sukarela. Apabila kita sudah menumbuhkan jiwa kesukarelaan itu di dalam diri kita, maka kita akan senang membantu orang lain yang sedang terkena musibah, dan pastinya juga mendapat pahala karena ikhlas bukan karena ingin diberi upah atau imbalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Ternyata dalam kegiatan Jumbara ini, ditemukan bahwasanya Jumbara dapat menumbuhkan jiwa kesukarelaan dari pesertanya, namun tidak semua peserta jiwa kesukarelaannya tumbuh, masih banyak juga peserta yang belum menumbuhkan jiwa kesukarelaanya dalam kegiatan ini. Dikarenakan peserta kegiatan Jumbara ini, baru pertama kali mengikuti Jumbara, sehingga peserta belum tahu apa itu kesukarelaan, mengapa harus sukarela.
PENGARUH KELEKATAN TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS YANG DIMEDIASI OLEH RESILIENSI PADA REMAJA DENGAN ORANG TUA BERCERAI Puspitasari, Putri; Maslihah, Sri; Wulandari, Anastasia
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v4i1.24625

Abstract

The aim of this study was to examine the correlation of attachment on psychological well-being with resilience act as mediator. Participants were 127 high school adolescents with parent divorced while aged 0 to 12 years old. Attachment was assessed by Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), resilience was assessed by Resilience Scale (RS), and psychological well-being was assessed by Psychological Well-Being Scale (PWBS) instruments. Causal mediation analyses were used to examine the proposed mediation effects. Result showed that attachment can predict adolescents’ psychological well-being. On other hand, resilience functioned as a mediator on the correlation.