Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Citra Resolusi Menengah Untuk Menghitung Tanaman Kelapa Sawit Nurul Oya; Yulia Dewi Fazlina; Muhammad Rusdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.9 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20884

Abstract

Abstrak. Kelapa sawit merupakan salah satu sektor perkebunan terbesar di Indonesia, dengan demikian proses perhitungan jumlah kelapa sawit guna menghitung jumlah produksi dan penggunaan pupuk menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Maka dilakukanlah perhitungan jumlah kelapa sawit secara otomatis dengan menggunakan metode Template Matching yang memanfaatkan citra resolusi menengah. Pengamatan meliputi posisi dan jumlah tanaman kelapa sawit yang berhasil terdeteksi. Hasil analisis didapatkan bahwa tidak ada kelapa sawit yang berhasil terdeteksi pada citra satelit yang memiliki resolusi spasial 60-10 m tersebut.Medium Resolution Image Analysis for Counting Palm Oil PlantAbstract. Palm oil is one of the largest plantation sectors in Indonesia, thus the process of calculating the amount of palm oil in order to calculate the amount of production and use of fertilizers is one of the jobs that requires very large costs. Then the calculation of the number of palm oils is carried out automatically using the Template Matching method which utilizes medium resolution images. Observations include the position and number of oil palm plants that have been detected. The results of the analysis showed that no oil palm was detected in the satellite image which has a spatial resolution of 60-10 m.
Laju Konversi Lahan Pertanian Menjadi Bukan Pertanian Setelah Tamiang Menjadi Kabupaten Aceh Tamiang Noni Novrianti; Yulia Dewi Fazlina; Abubakar Karim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1674.72 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.22147

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas lahan pertanian yang dikonversikan menjadi bukan pertanian setelah Tamiang dimekarkan menjadi Kabupaten Aceh Tamiang serta untuk mengetahui keselarasan penggunaan lahan eksisting tahun 2020 berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2012-2032. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, diawali dengan analisis (klasifikasi) penggunaan lahan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis konversi lahan pertanian yang paling besar terjadi yaitu pada tahun 2007-2012 dengan luas konversi lahan mencakup 2.826,85 ha, untuk lahan bukan pertanian konversi lahan yang paling besar terjadi pada tahun 2002-2007 dengan luas konversi lahan mencakup 5.422,94 ha, berbeda dengan sebelumnya untuk lahan tidak bervegetasi konversi lahan paling besar terjadi pada tahun 2007-2012 dengan luas konversi lahan mencakup 1.432,13 ha, sedangkan pada perairan konversi lahan yang paling besar terjadi pada tahun 2007-2012 dengan luas konversi lahan mencakup 14,26 ha dari luas keseluruhan Kabupaten Aceh Tamiang. Analisis keselarasan penggunaan lahan tahun 2020 dengan Pola Ruang Kabupaten Aceh Tamiang lebih didominasi dengan penggunaan lahan yang selaras yaitu 194.011,51 ha (90,51%), tidak selaras 7.926,2 ha (3,57%) dan transisi 12.415,1 ha (5,60%) dari keseluruhan luas Kabupaten Aceh Tamiang dan termasuk kedalam kriteria sangat tinggi.Conversion Rate of Agriculture Land to Non-Agriculture Land after Tamiang became Aceh Tamiang DistrictAbstract. This study aims to determine the area of agricultural land that was converted to non-agricultural after Tamiang was divided into Aceh Tamiang Regency and to determine the alignment of existing land use in 2020 based on the Regional Spatial Plan (RTRW) of Aceh Tamiang Regency in 2012-2032. This study uses a quantitative descriptive analysis method, beginning with an analysis (classification) of land use using a Geographic Information System (GIS). Analysis of the largest agricultural land conversion occurred in 2007-2012 with a land conversion area covering 2,826.85 ha, for non-agricultural land the largest land conversion occurred in 2002-2007 with a land conversion area covering 5,422.94 ha, different Whereas previously for non-vegetated land the largest land conversion occurred in 2007-2012 with an area of land conversion covering 1,432.13 ha, while in waters the largest land conversion occurred in 2007-2012 with an area of land conversion covering 14.26 ha of total area of Aceh Tamiang Regency. The analysis of the alignment of land use in 2020 with the Spatial Pattern of Aceh Tamiang Regency is dominated by harmonious land use, namely 194,011.51 ha (90.51%), not aligned 7,926.2 ha (3.57%) and transitional 12,415.1 ha (5.60%) of the total area of Aceh Tamiang Regency and is included in the very high criteria.
Klasifikasi Kesesuaian Lahan Semangka di Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya Odi Wayuna; Yulia Dewi Fazlina; Abubakar Karim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.22449

Abstract

Abstrak. Budidaya tanaman semangka merupakan salah satu teknik budidaya tanaman pertanian yang dilakukan pada lahan berpasir. Tanaman semangka yang dibudidayakan memerlukan berbagai perlakuan baik dari pengelolaan lahan, pemupukan, perawatan, pengendalian hama dan penyakit sampai pada Teknik pemanenan. Untuk menghasilkan kualitas semangka yang sesuai kriterianya, diperlukan tindakan pengelolaan lahan yang maksimal. Selain itu adanya survai atau pengelompokan lahan untuk budidaya tanaman semangka adalah salah satu proses yang tidak dapat dilupakan. Tanaman semangka biasanya hidup pada dataran rendah. Dibutuhkan beberapa unsur hara yang cukup seperti N dan K untuk memaksimalkan pertumbuhan dan produksi buah semangka. Keberadaan beberapa unsur hara ini dapat dilihat pada saat menentukan pengelompokan atau klasifikasi kesesuaian lahan tanaman semangka. Salah satu budidaya tanaman semangka yang terdapat di wilayah Aceh adalah Kecamatan Kuala Pesisir. Daerah ini merupakan wilayah pesisir yang didominasi area pantai dan lahan berpasir. Selain itu, budidaya tanaman semangka yang dilakukan petani pada wilayah ini telah mencapai 10 tahun lamanya. Kata Kunci : Semangka, Kesesuaian Lahan, Kuala Pesisir Abstract..Watermelon cultivation is one of the agricultural crop cultivations techniques in carried out on regosol. Watermelon plants cultivated required in various treatmetns, include land management, fertilizations, maintenance, pest and disease control, including harvesting techniques. To getting the best watermelon production, maximum land management are needed. In fact, the existence of survey or grouping of watermelon land is the most important things. Watermelon usually growth in lowland capacity of high. It take some sufficient nutrients such as N and K to maximize of growth. One of the watermelon land cultivation is Kuala Pesisir District. It located in Nagan Raya regency. This area is a coastal area which is dominated by coastal areas and sandy land. In addition, the cultivation of watermelons carried out by farmers in this area has reached 10 years ago.Keywords: Watermelon, Land Suitibility, Kuala Pesisir District