Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KETIMPANGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KOTA DEPOK Aini, Dewi Nur; -, Harianto; Puspitawati, Herien
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.057 KB) | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v8i1.24660

Abstract

Human Development Index (HDI) of Depok is highest in West Java, but there are inequality and the gender gap. The purposes of the research are to analyze the level of income inequality, analyze the level of economic progress and analyze the factors that affect of HDI. The data were analyzed using Williamson Index, Klassen typology and panel regression using data from 11 districts in Depok over the period 2012-2014. Based on Williamson Index, we found that disparity of income among districts in Depok is relatively high (>0,5) but tended to decrease over the period of 2013-2014. Klassen typology shows that Depok can be classified into four types. Estimation using fixed effect model could be applied to examined the impact of independent variables consist of education aspects, health aspects, personal income aspects and demography aspect to HDI. Regression analysis showed a positive and significant influence between the number of primary schools, PDRB per capita and population density with IPM. The ratio of teachers and students in primary schools and the ratio of teachers and students in high school/ vocational negative significant effect on the HDI.Keyword: HDI, disparity, panel dataABSTRACT Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok tertinggi di Jawa Barat, tetapi ada ketimpangan dan kesenjangan gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat ketimpangan pendapatan, menganalisis tingkat kemajuan ekonomi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi IPM. Data dianalisis dengan menggunakan Indeks Williamson, tipologi Klassen dan regresi data panel menggunakan data dari 11 kecamatan di Depok selama periode 2012-2014. Berdasarkan Indeks Williamson, kami menemukan bahwa disparitas pendapatan antar kecamatan di Depok relatif tinggi (> 0,5), tetapi cenderung menurun selama periode 2013-2014. Tipologi Klassen mengklasifikasikan Kota Depok menjadi empat kuadran. Estimasi dengan menggunakan model efek tetap bisa diterapkan untuk meneliti dampak dari variabel independen meliputi aspek pendidikan, aspek kesehatan, aspek pendapatan pribadi dan aspek demografi terhadap IPM. Hasil analisis regresi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan antara jumlah sekolah dasar, PDRB per kapita dan kepadatan penduduk dengan IPM. Rasio guru dan murid di sekolah dasar dan rasio guru dan murid sekolah menengah atas/kejuruan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM.Kata kunci: IPM, disparitas, data panel
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI PENGARUH GAYA TERHADAP BENDA DI KELAS IV SD NEGERI 1 NGLIRON BLORA Aini, Dewi Nur; Sundari, Riris Setyo; Kiswoyo, Kiswoyo
Indonesian Journal of Elementary School Vol 4, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v4i1.18293

Abstract

Hasil belajar merupakan kemampuan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar, mencakup keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotor. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar meliputi rendahnya prestasi mata pelajaran IPAS, disebabkan siswa kesulitan memahami materi, dan metode pengajaran guru yang monoton dan kurang menarik perhatian siswa, sehingga menyebabkan kebosanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran jigsaw terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SD Negeri 1 Ngliron Blora. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 Ngliron. Desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest design. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes siswa dalam aspek kognitif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest sebesar 56,5 dan posttest sebesar 77,20. Uji paired sample t-test menunjukkan signifikansi sebelum dan sesudah perlakuan (0,0001 0,05), menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran jigsaw berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 1 Ngliron Blora.
Pengaruh Babymonster sebagai Brand Ambassador Produk Good Day Latte terhadap Minat Beli Konsumen Aini, Dewi Nur; Yunita, Putri; Chasanah, Uswatun; Kusmayati, Nindya Kartika; Purnawati, Laily
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BabyMonster sebagai brand ambassador terhadap minat beli konsumen terhadap produk Good Day Frezee. Dalam era pemasaran modern, penggunaan figur publik sebagai brand ambassador menjadi strategi promosi yang signifikan, terutama bagi generasi Z yang cenderung responsif terhadap tren global dan citra selebriti. Good Day Latte, sebagai produk minuman kopi kemasan, memanfaatkan popularitas BabyMonster untuk memperkuat daya tarik merek dan meningkatkan intensi pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 33 responden berusia 20-25 tahun di Surabaya. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen penelitian layak digunakan.Analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji f dan uji t digunakan untuk menguji hubungan antara variabel brand ambassador dan minat beli. Temuan menunjukkan bahwa BabyMonster memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen, baik secara transaksional, referensial, preferensial, maupun eksploratif. Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi perusahaan dalam merancang kampanye promosi berbasis figur publik untuk meningkatkan daya saing produk di pasar anak muda.
Sebuah SOSIALISASI PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT DESA PANDANSARI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Zamzami, Ahmad Haikal Zamzami; Khoir, Akiful; Febriyanti, Alifia Putri; Mufarrichah, Binti Ni'matul; Aini, Dewi Nur; Ningrum, Diva Libriyani Syauqi; Zahrah, Nada Nafisati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.318 KB) | DOI: 10.59060/jpmy.v2i1.274

Abstract

Based on research and interviews, there are 16 people consisting of 1 man and 15 women who get married at the age of 19 in 2022 from January to December. Health impacts both psychologically and biologically often occur for couples who are not physically or mentally prepared. This can be in the form of child mental health disorders, domestic violence, malnutrition, premature babies, physical disabilities, or even death in the mother and fetus and child. Early marriage is usually motivated by social matters such as economic problems, traditions, getting pregnant outside of marriage, low levels of education , and coercion from the old man himself. One of the efforts to reduce cases of early marriage has been carried out quite often by the Pandansari Village government in collaboration with the Poncokusumo District KUA and the Poncokusumo District HEALTH CENTER namely carrying out socialization to all levels of society in Pandansari Village. In Indonesia, the minimum age for a person to perform marriage is at the age of 19 years as stated in Article 7 of the Marriage Law No. 16 of 2019 . In Islam itself, the law of marriage is mubah or permissible, but it can change its law according to one's wishes or wishes . In carrying out the marriage of the bride and groom and their families, they must pay attention to the legal aspects of the marriage so as not to cause chaos in the future , especially in baligh age for the bride and groom.