Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERBANDINGAN PERFORMANSI DENGAN METODE CORRELATION BASED FEATURE SELECTION PADA LVQ 2 SURYA ADITYA GD; IIS AFRIANTY; SUWANTO SANJAYA; RAHMAD ABDILLAH; LESTARI HANDAYANI; FITRI INSANI
Jurnal INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Vol 8 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/instek.v8i1.37301

Abstract

Melakukan sebuah penelitian diperlukannya mengidentifikasi sebuah data yang sesuai dengan melakukan sebuah klasifikasi. Pengaruh dalam mendapatkan hasil akurasi yang maksimal dengan menentukan teknik penelitian secara tepat melalui proses klasifikasi. Pada penelitian ini melakukan perbandingan peningkatan performansi akurasi akurasi LVQ 2 dengan mengimplementasikan Correlation Based Feature Selection (CFS) pada dataset bertujuan keakuratan pengambilan data sampel dengan metode klasifikasi. Data parameter tulang tengkorak yang digunakan yaitu data pria dan wanita dengan jumlah data 2524 dan fitur 82. Penelitian LVQ 2 tanpa CFS dengan nilai learning rate (α) = 0.9 dan window 0.2 yang akurasi tertingginya memperoleh sebesar 77.05%, dan menggunakan CFS pada nilai α = 0.9 dan window = 0.3 hasil akurasi tertinggi yaitu 82,51%. Hal ini menunjukkan bahwa LVQ 2 menggunakan CFS sangat direkomendasikan baik dari segi performansi terhadap pada dataset Tengkorak dibandingkan LVQ 2 tanpa menggunakan CFS.
PENERAPAN TEKNIK SMOTE PADA KLASIFIKASI PENYAKIT STROKE DENGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE Pasiolo, Lugas; Afrianty, Iis; Budianita, Elvia; Abdillah, Rahmad
ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Vol. 7 No. 1 (2025): Publikasi artikel ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Periode Januari 2025
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/zn.v7i1.24731

Abstract

Stroke adalah kondisi darurat medis yang dapat menyebabkan kerusakan otak atau kematian. Deteksi dini dan klasifikasi risiko stroke sangat penting untuk pencegahan dan penanganannya. Penelitian ini menggunakan dataset sebanyak 5110 data untuk meningkatkan akurasi klasifikasi stroke dengan algoritma Support Vector Machine (SVM) pada data tidak seimbang. Teknik Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) diterapkan untuk menyeimbangkan data stroke dan non-stroke, yang dapat meningkatkan performa model. SVM diuji dengan berbagai kernel, yaitu Linear, RBF, Polynomial, dan Sigmoid, serta variasi parameter pada masing-masing kernel untuk mencari konfigurasi optimal. Hasil pengujian menunjukkan penerapan SMOTE meningkatkan akurasi, presisi, dan recall, dengan kernel RBF mencapai akurasi tertinggi 92% pada parameter Cost 100 dan Gamma 1. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan SMOTE dan optimasi parameter SVM dapat menghasilkan model klasifikasi yang lebih efektif dalam mendeteksi risiko stroke pada data tidak seimbang.
PENERAPAN METODE LOGISTIC REGRESSION UNTUK KLASIFIKASI SENTIMEN PADA DATASET TWITTER TERBATAS Putri, Adilah Atikah; Agustian, Surya; Abdillah, Rahmad; Pizaini, Pizaini
ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Vol. 7 No. 1 (2025): Publikasi artikel ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Periode Januari 2025
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/zn.v7i1.24804

Abstract

Kecepatan dan akurasi menjadi semakin penting dalam analisis sentimen publik, terutama di media sosial seperti Twitter, yang sering digunakan untuk menyampaikan opini terkait berbagai isu terkini. Penelitian ini mengaplikasikan metode Logistic Regression untuk klasifikasi sentimen pada dataset terbatas yang terdiri dari 300 sampel, yang dikategorikan menjadi sentimen positif, negatif, dan netral. Studi kasus mengeksplorasi respons masyarakat terhadap pengangkatan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Twitter. Data eksternal dari vaksinasi COVID-19 dan topik umum (open topic) digunakan dalam penelitian ini untuk meningkatkan proses klasifikasi. Metode TF-IDF digunakan untuk meningkatkan representasi teks. Grid Search digunakan untuk mengoptimalkan hyperparameter model. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik F1-score untuk mengukur precision dan recall. Hasil baseline menunjukkan F1-score sebesar 40,83%, sementara berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan optimasi menghasilkan peningkatan hingga 52,68% dengan akurasi 61,76% pada eksperimen terbaik (C7). Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Logistic Regression yang dioptimalkan dapat melakukan klasifikasi dengan dataset terbatas, yang relevan untuk analisis sentimen.
Multi-Label Text Classification in the Translated Hadith of Bukhari Using A Backpropagation Neural Network Mislianingsih, Yuliana; Harahap, Nazruddin Safaat; Abdillah, Rahmad; Candra, Reski Mai
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 3 (2026): MALCOM July 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i3.2865

Abstract

Hadith is the second primary source of Islamic law. This study aims to classify the translations of Sahih al-Bukhari Hadith into three thematic categories simultaneously, namely recommendations, prohibitions, and information, using a multi-label classification approach with the Backpropagation Neural Network (BPNN) method. The dataset consists of 7,000 labeled instances. The preprocessing stage includes case folding and text cleaning without stopword removal or stemming to preserve the original meaning of the text. The novelty of this study lies in the comprehensive exploration of various model configurations, including variations in hidden layer architecture, learning rate values, and n-gram features, to identify the optimal network architecture. Feature extraction was performed using Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF) with n-gram configurations of (1,1) and (1,2) and a maximum of 7,000 features. Three variations of the BPNN architecture (H1, H2, and H3) were evaluated using 10-fold cross-validation. The experimental results show that the simplest architecture, consisting of a single hidden layer with 64 neurons, a learning rate of 0.001, and an n-gram configuration of (1,1), achieved the best performance, with macro accuracy of 91.43%, F1-score of 89.59%, and Hamming loss of 0.0857.