Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

INHIBITION CHARACTER ANALYSIS OF CORROSION INHIBITOR ON CARBON STEEL MATERIALS IN 1M HCL SOLUTION USING THE EIS METHOD Rahayu Kusumastuti; Yustinus Purwamargapratala; Sofia Butarbutar; Sagino Sagino; Sriyono Sriyono; Abdul Hafidz
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.84 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2015.19.1.2894

Abstract

Research on the effect of the concentration of the inhibitor on the corrosion behavior of carbon-steel material has been done. The research was started by immersing the prepared carbon-steel plate in a 1 M HCl en-vironment. After that, corrosion inhibitor was added with several concentrations, which are 0, 100, 200, 300, and 400 ppm in to that environment, to be stirred using a magnetic stirrer at 300 rpm for 30 minutes under room temperatur condition. The effect of the added inhibitor was then analyzed using the Electrochemical Impedance Spectroscopies (EIS) method. The experiment results showed that the greater the concentration of the inhibitor, the greater the resistance, so that the metal is more pro-tected from corrosion attack. The calculation results showed that the inhibitor efficiency is directly proportional to the concentration of inhibitor that is achieved at a concentration of 400 ppm with an efficiency of 71.24%.
Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Konsep Etos Kerja Pedagang Rantau Di Pasar Tambak abdul hafidz; Ahmad Farhan Zamani
JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah Vol. 4 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri Bawean

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37348/jurisy.v4i1.423

Abstract

penelitian ini berjudul “Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Konsep Etos Kerja Pedagang Rantau di Pasar Tambak”. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji konsep etos kerja pedagang rantau di Pasar Tambak. Penelitian ini berupaya untuk memahami tentang nilai-nilai, sikap, dan tindakan yang mendasari cara kerja pedagang rantau tersebut. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep etos kerja pedagang rantau di Pasar Tambak ditinjau dalam Etika Bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep etos kerja pedagang rantau di Pasar Tambak ditinjau dari Etika Bisnis Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, sedangkan tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan data menggunakan triangulasi, member check, dan cross-check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pedagang rantau merupakan individu yang berusaha dan bekerja keras dalam mencari nafkah serta memberikan manfaat bagi masyarakat, Etos kerja pedagang rantau di Pasar Tambak mencerminkan implementasi nilai-nilai (Etika Bisnis Islam) dalam dunia bisnis. Etos kerja tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip moral yang melibatkan integritas, kejujuran, keadilan, saling menghormati, dan tanggung jawab.
OPTIMALISASI KEBUGARAN JASMANI MELALUI SARANA DAN PRASANA PADA PONDOK PESANTREN "MIFTAHUL 'ULA" NGLAWAK KERTOSONO Andhega Wijaya; Abdul Hafidz; Lutfhi Abdil Khuddus
PROFICIO Vol. 6 No. 1 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i1.4157

Abstract

Olahraga menempati salah satu kedudukan terpenting dalam kehidupan manusia untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Dalam dunia modern ini, olahraga menjadi sebuah kebutuhkan bagi setiap manusia. Seperti halnya pada program kegiatan di Ponpes (Pondok Pesantren) Miftahul “Ula” di desa Nglawak Kertosono Nganjuk selaku Mitra PKM, olahraga merupakan bagian dari aktivitas untuk mengimbangi kegiatan-kegiatanselain kegiatan keagamaan dan pelajaran sekolah. Ponpes Miftahul “Ula” Nglawak merupakan salah satu pesantren yang mempunyai komitmen besar dalam pengembangan kemandirian karakter bagi santrinya, dan olahraga bagian untuk menjaga kestabilan staminanya. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, masalah yang dihadapi oleh mitra yaitu; 1) masih kurangnya kegiatan atau aktivitas Jasmani dan olahraga di lingkungan Ponpes, 2) sarana prasasarana olahraga masih belum mencukupi. Solusi dan pendekatan yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dapat segera teratasi antara lain; 1) aktivitas olahraga dalam hal ini bisa dicontohkan dengan tenis meja sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan Kesehatan, kamadirian dan karakter, 2) dengan pemberian bantuan peralatan olahraga dapat memberi motivasi bagi siswa atau santri untuk melakukan aktivitas olahraga secara umum dan tenis meja pada khususnya. Target luaran hasil yang akan dicapai pada program pengabdian diantaranya dilakukan para pengasuh secara kontinyu, dan juga pada pihak sekolah, guru, para siswa, serta santri terhadap aktivitas fisik dalam hal ini olahraga tenis meja, karena kegiatan ini belum pernah dilakukan di sekolah mereka.Sedangkan di perguruan tinggi adalah artikel pada jurnal nasional terindeks sinta 6 atau berISSN berstatus accepted; Berita pada mesia massa elektronik; Video kegiatan pengabdian; Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).
Konsep Dasar Pengawasan dalam Manajemen Pelatihan Dakwah, Tahapan dan Proses Pengawasan dalam Manajemen Pelatihan Dakwah Sugiharto, Sugiharto; Alma Aulia; Lukman Hakim; Siti Khoirunnisa; Ahmad Musyaffa; Abdul Hafidz
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3nx7qc60

Abstract

Penelitian ini menyelidiki secara mendalam elemen-elemen fundamental, tahap-tahap, serta mekanisme pemantauan dalam manajemen training dakwah. Manajemen training dakwah dipahami sebagai suatu proses yang terintegrasi, meliputi perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan pemantauan untuk meningkatkan mutu, kemampuan, serta profesionalisme para da’i. Program training dakwah tidak hanya fokus pada penguasaan materi dan keterampilan komunikasi, tetapi juga pengembangan karakter da’i yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Pemantauan dalam manajemen training dakwah menjadi unsur yang sangat vital untuk memastikan kesesuaian antara apa yang direncanakan dengan apa yang dilaksanakan, serta berfungsi sebagai alat ukur efektivitas dari program pelatihan. Proses pemantauan dilakukan dengan menetapkan standar, mengukur hasil kerja, menganalisis perbandingan dengan indikator yang telah ditentukan, dan melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang muncul. Pemantauan terhadap da’i dibedakan menjadi dua jenis utama, yakni pemantauan internal yang menitikberatkan pada kualitas spiritual dan moral da’i, dan pemantauan eksternal yang mengevaluasi kemampuan substantif dan metodologi da’i dalam kegiatan dakwah. Penelitian ini menekankan bahwa pemantauan merupakan fungsi manajerial yang sangat penting dalam mencapai tujuan dari pelatihan dakwah serta mencetak da’i yang berintegritas, kompeten, dan sanggup menghadapi tantangan dakwah di era modern.
A Content Analysis of the TikTok Account @amiirahanugrah: The Representation of Halal Food at 7-Eleven Stores in Thailand Mochammad Abdul Machfud; Asidigisianti Surya Patria; Abdul Hafidz; Nova Kristiana; Arieviana Ayu Laksmi; Yunia Dwie Nurcahyanie; David Nugroho
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID) Vol. 4 No. 12 (2025): Jim-id, December 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise of TikTok is particularly relevant in the food industry, where engaging visual content communicates product appeal. This study analyzes how halal food is represented in the TikTok account @amiirahanugrah, specifically regarding 7-Eleven Thailand products. The purpose is to identify the main themes and strategies used in presenting halal food. Using qualitative content analysis on three selected videos, the study reveals that the creator effectively acts as a "micro-halal ambassador" by integrating Islamic values into lifestyle content. The main findings indicate that halal perception is co-constructed through three key strategies: (1) the use of verbal religious expressions (e.g., Bismillah, Alhamdulillah) in non-ritual contexts; (2) visual transparency by displaying halal logos and ingredients; and (3) the demonstration of Islamic etiquette (adab) such as handwashing. Furthermore, audience analysis shows a mechanism of "social halal validation," where followers rely on trust in the creator's consistent persona and emotional tone rather than demanding formal verification, thereby effectively promoting cross-cultural halal tourism.