Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : global health science ghs

FAKTOR RISIKO PADA PENOLONG PERSALINAN TERHADAP KEJADIAN PARTUS LAMA (STUDI KASUS PADA RUMAH SAKIT DAN RUMAH BERSALIN DI KOTA AMBON) Masrikat Maya Diana Claartje
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.02 KB) | DOI: 10.33846/ghs4403

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 228 per 100.000 Kelahiran Hidup. Penyebab kematian ibu dapat dibedakan menjadi penyebab tidak langsung (25%) dan langsung (75%). Salah satu penyebab langsung kematian ibu adalah dampak atau akibat dari partus lama. Akibat dari partus lama perlu mendapat perhatian dalam penanganannya. Faktor penolong persalinan memegang peranan penting dalam kejadian partus lama terutama dalam penerapan partograf. Propinsi Maluku memiliki kasus kematian ibu cukup tinggi yaitu 288 per 100.000 Kelahiran Hidup, sehingga diperlukan studi untuk mengetahui faktor-faktor risiko pada penolong persalinan terhadap kejadian partus lama. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor risiko penolong persalinan dengan penggunaan partograf terhadap kejadian partus lama meliputi usia, masa kerja, pengetahuan, sikap, pemberdayaan masyarakat dan kemitraan nakes-non nakes. Metode: Jenis penelitian adalah observasional dengan studi kasus kontrol, dilengkapi dengan kajian kualitatif. Jumlah sampel 28 kasus dan 28 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Kajian kualitatif dilakukan dengan metode indepth interview dan dilakukan analisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko penolong persalinan yang mempengaruhi kejadian partus lama berdasarkan analisis multivariat adalah penerapan partograf dengan pengetahuan kurang (OR=7,7; 95%CI : 2,328–25,742; p=0,001). Hasil kajian kualitatif menunjukkan bahwa pelatihan APN belum menjangkau semua bidan dan belum diterapkannya partograf dengan baik karena kurang adanya pengawasan dan keterlambatan merujuk ibu hamil tidak hanya dari bidan tetapi juga dari keputusan keluarga. Saran: perlu adanya sosialisasi penggunaan partograf, pengawasan penerapan partograf, mengadakan in house training, adanya standar operasional prosedur yang mewajibkan penggunaan partograf pada rumah sakit dan pelaksanaan GSI secara optimal. Kata kunci: Penolong persalinan, Partus lama, Faktor risiko, Kasus kontrol
FAKTOR RISIKO PADA PENOLONG PERSALINAN TERHADAP KEJADIAN PARTUS LAMA (STUDI KASUS PADA RUMAH SAKIT DAN RUMAH BERSALIN DI KOTA AMBON) Masrikat Maya Diana Claartje
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.832 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i3.339

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 228 per 100.000 Kelahiran Hidup. Penyebab kematian ibu dapat dibedakan menjadi penyebab tidak langsung (25%) dan langsung (75%). Salah satu penyebab langsung kematian ibu adalah dampak atau akibat dari partus lama. Akibat dari partus lama perlu mendapat perhatian dalam penanganannya. Faktor penolong persalinan memegang peranan penting dalam kejadian partus lama terutama dalam penerapan partograf. Propinsi Maluku memiliki kasus kematian ibu cukup tinggi yaitu 288 per 100.000 Kelahiran Hidup, sehingga diperlukan studi untuk mengetahui faktor-faktor risiko pada penolong persalinan terhadap kejadian partus lama. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor risiko penolong persalinan dengan penggunaan partograf terhadap kejadian partus lama meliputi usia, masa kerja, pengetahuan, sikap, pemberdayaan masyarakat dan kemitraan nakes-non nakes. Metode: Jenis penelitian adalah observasional dengan studi kasus kontrol, dilengkapi dengan kajian kualitatif. Jumlah sampel 28 kasus dan 28 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Kajian kualitatif dilakukan dengan metode indepth interview dan dilakukan analisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor risiko penolong persalinan yang mempengaruhi kejadian partus lama berdasarkan analisis multivariat adalah penerapan partograf dengan pengetahuan kurang (OR=7,7; 95%CI : 2,328–25,742; p=0,001). Hasil kajian kualitatif menunjukkan bahwa pelatihan APN belum menjangkau semua bidan dan belum diterapkannya partograf dengan baik karena kurang adanya pengawasan dan keterlambatan merujuk ibu hamil tidak hanya dari bidan tetapi juga dari keputusan keluarga. Saran: perlu adanya sosialisasi penggunaan partograf, pengawasan penerapan partograf, mengadakan in house training, adanya standar operasional prosedur yang mewajibkan penggunaan partograf pada rumah sakit dan pelaksanaan GSI secara optimal. Kata kunci: Penolong persalinan, Partus lama, Faktor risiko, Kasus kontrol
Pendidikan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Layeni Kabupaten Maluku Tengah Joula Timisela; Masrikat Maya Diana Claartje; Fransina Tubalawony; Yona Sahalessy; J. I. L. Ratulangi; Alfonsina E. Hetaria
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7408

Abstract

Stunting adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan, dan kurang gizi kronik. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi stunting. Pendidikan kesehatan sangat penting bagi ibu hamil sebagai salah satu kelompok 1000 hari pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam mencegah stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Layeni Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan Pre experiment design dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel penelitian menggunakan teknik non probality sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 24 orang. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon menunjukan nilai Post test - Pre tes pada Negatif Rank sebesar 0,00 sedangkan Positif Rank sebesar 12,50, ini berarti terjadi peningkatan pengetahuan setelah responden mendapat pendidikan kesehatan. Selain itu, nilai Z sebesar -4.319 dengan p value 0,0001*, nilai ini kurang dari α= 0,05. Berdasarkan hasil tesebut maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam mencegah stunting. Direkomendasikan bagi petugas kesehatan yang melakukan pelayanan kepada ibu hamil agar terus meningkatkan pendidikan kesehatan untuk mencegah stunting. Kata kunci: pendidikan kesehatan; pengetahuan; stunting; ibu hamil