Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Rancangan Teknis Pushback Penambangan Batu Bara di Pit Block 01 PT. Borneo Alam Semesta Site PT. Binuang Mitra Bersama Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan Wahdian Noor, Ahmad; Supandi; Sidiq, Hidayatullah
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Borneo Alam Semesta is a national private company engaged in coal mining contracting at PT. Binuang Mitra Bersama which is located in Budimulya Village, Lopaikat District, Tapin Regency, South Kalimantan Province. PT. Binuang Mitra Bersama as the owner has a production operation mining permit (IUP) covering an area of 537,48 Ha. PT. Binuang Mitra Bersama requires an annual production target of ± 850.000 tons with an average stripping ratio of ± 4:1 according to a predetermined target.Based on the annual mine progress plan that has been made and from the results of volume calculations in the pit, an estimated mining life of pit bmb block 01 is 3 years 4 months with an average number of loading and unloading equipment per year of ± 6 units. In the first year of miningthe volume of overburden uncovered was 3.547.795 Bcm and coal was 857.301 tons. In the second year of mining the volume of overburden uncovered was 3.531.342 Bcm and coal was 860.745 tons. In the third year of mining the volume of overburden uncovered was 3.427.688 Bcm and coal was 879.663 tonnes. and in mining in the last year the volume of overburden uncovered was 865.238 Bcm and coal was 324.643 tons.Keywords: Stripping Ratio, Production Scheduling, Mine Life
Produktivitas Alat Gali Muat Komatsu PC2000 Dan Caterpillar 6020B Pada Kegiatan Pengupasan Overburden Di Pit OS PT Bukit Makmur Mandiri Utama Site Lati Berau Kalimantan Timur Tyas, Yoritaning; Andy Erwin Wijaya; Hidayatullah Sidiq
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bukit Makmur Mandiri Utama site Lati menetapkan target produktivitas alat gali muat penambangan batubara pada kegiatan pengupasan overburden di pit OS sebesar 660 bcm/jam pada unit Komatsu PC2000 dan 698 bmc/jam pada Caterpillar 6020B. Data produktivitas alat gali-muat aktual diperoleh 538 bcm/jam pada unit Komatsu PC2000 dan 404 bcm/jam pada unit Caterpillar 6020B, dengan hasil produktivitas belum tercapai. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas alat mekanis. Faktor yang mempengaruhi tidak tercapai nya target produktivitas yaitu rendahnya waktu edar dari alat mekanis dan nilai Effective Utilization yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas aktual alat gali-muat serta mengoptimalkan produktivitas alat mekanis sehingga target produktivitas alat gali muat dapat tercapai. Setelah dilakukan simulasi dan analisis data, upaya perbaikan yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan pola pemuatan Top Loading pada alat gali-muat sehingga waktu edar menjadi 29 detik sesuai dengan standart yang telah ditetapkan oleh perusahaan, serta meningkatkan nilai unjuk kerja Effective Utilization dengan menekan standby time sehingga nilai EU naik menjadi 66% pada unit Komatsu PC2000 dan 68% pada unit Caterpillar 6020B. Setelah dilakukan perbaikan pada waktu edar didapatkan hasil produktivitas alat gali muat meningkat menjadi 660 bcm/jam pada unit Komatsu PC2000 dan unit Caterpillar 6020B menjadi 698 bcm/jam dimana produktivitas alat gali muat tercapai. Sedangkan jika dilakukan perbaikan hanya pada nilai EU hasil produktivitas alat gali muat sebesar 568 bcm/jam pada unit Komatsu PC2000 dan unit Caterpillar 6020B sebesar 417 bcm/jam dimana hal tersebut menunjukkan bahwa produktivitas belum tercapai.
Penerapan Metode Sequence Accuracy Untuk Analisis Desain Penambangan Batubara Elda Pratama Yudistira; Hidayatullah Sidiq; Faisol Mukarom
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sequence Accuracy merupakan sistem pengukuran kesesuaian penambangan secara aktual dengan mangkok desain yang sudah direncanakan dan disepakati sebelumnya (Jhony & Firdaus, 2020), PT. Bukit Makmur Mandiri Utama memiliki pengukuran akurasi pentahapan penambangan yang dikenal dengan (sequence accuracy) guna mengukur kesesuaian kegiatan penambangan dengan mangkok desain yang telah disepakati sebelumnya untuk itu sequence accuray memiliki nilai yang ditargetkan yaitu 95%, pada Bulan Agustus dilakukan analisis desain penambangan dengan melakukan pembuatan cross section antara topografi akhir Bulan Agustus dengan desain Bulan Agustus hasil tersebut didapatkan adanya ketidaksesuaian berupa overcut dan undercut. Dengan jumlah volume sebagai berikut volume Face position untuk overburden 1.184.148 bcm dan coal 118.105 ton, On sequence jumlah volume overburden 952.571 bcm dan coal 79.061 ton, overcut dengan jumlah volume overburden 53.494 bcm dan coal 2.328 ton, dan Undercut dengan jumlah volume overburden 231.577 bcm dan coal 39.044 ton dari hasil volume yang didapatkan dilakukan perhitungan nilai sequence accuracy yaitu 90% yang artinya masih ada 5% yang diluar dari oprasional yang targetkan baik berupa overcut maupun undercut. Adanya (overcut) yang terdapat pada boundary 3 pada elevasi +64, kondisi tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil cross section pada terlihat pada penampang H-H’, I-I’, dan J-J’ dan expression sequence accuracy, overcut pada area tersebut terjadi karena pada Bulan Agustus sequence 3 direncanakan untuk dilakukan ekspose seam berdasarkan hasil cross section pada penampang b-b’ seam O dengan sisi terdekat dengan permukaan pada elevasi +56 sementara pada rancangan desain penambangan Bulan Agustus sequence 3 terdapat area kerja pada elevasi +64 sehingga pada kegiatan ekspose seam kegiatan penambangan dilakukan melebihi dari rencana desain (overcut) pada area elevasi +64. serta adanya undercut dilakukan analisis berdasarkan rancangan desain penambangan pada Bulan Agustus berupa rancangan front penambangan pada kondisi ini rancangan front penambangan sudah sesuai, rancangan jalan angkut berdasarkan perhitungan rancangan jalan angkut sudah sesuai dan dilakukan juga analisis berdasarkan penempatan jumlah alat gali muat pada setiap boundary dari hasil perhitungan jumlah 1 alat gali muat pada boundary 1, 2 alat gali muat pada boundary 2, dan 2 alat gali-muat pada boundary 3 sudah tepat, sehingga di simpulkan keterdapatan undercut tidak dipengaruhi rancangan desain penambangan pada Bulan Agustus. Berdasarkan hasil analisis sehingga direkomendasikan perbaikan desain pada area yang terpadat overcut yaitu boundary 3 Bulan Agustus sehingga didapatkan nilai sequence accuracy menjadi 98% dengan total volume on sequence untuk overburden 995.426 bcm dan batubara 81.389 ton, volume overcut untuk overburden 10.639 bcm, dan total volume undercut untuk overburden menjadi 188.722 bcm, untuk batubara 36.716 ton. Kata kunci: desain penambangan, Sequence Accuracy, Overcut, Undercut
The Optimasi Fleet Management System Modular Untuk Mengurangi Waktu Tidak Produktif Sebagai Efisiensi Bahan Bakar Pc 4000 Pada Penambangan Batubara Yunita, Chrissensia; Sidiq, Hidayatullah; Bayurohman Pangacella Putra
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tidak produktif merupakan suatu waktu yang terjadi tetapi tidak di harapkan ketika pada kegiatan operasional berlangsung yang berdampak akan menurunkan produktivitas maupun produksi dan mengakibatkan pemborosan bahan bakar terutama pada big fleet yang menjadi prioritas karena kapasitas dan penggunaan bahan bakar yang cukup besar, ketika big fleet yang tidak termanajemen dengan baik maka akan menyebabkan loss fuel dan produksi maupun perduktivitas tidak maksimal pada pengupasan overburden, fuel cost merupakan unit cost terbesar didalam operational penambangan, sehingga diperlukan perhatian khusus terhadap pemakakaian fuel dalam aktifitas penambangan salah satu dengan penggunaan fleet management system yang sudah memiliki tingkat perincian data yang tinggi dari setiap pergerakaan alat yang ada dilapangan. Permasalahan yang masih terjadi saat ini masih tinggi nya waktu tidak produktif yang membuat mesin menyala dalam keadaan tidak berproduksi, hal tersebut menyebabkan pemborosan konsumsi bahan bakar. Berdasarkan data-data yang ada waktu tidak produktif yang paling besar adalah hanging time dimana rata-rata setiap ritasi hanging time adalah 0,61 menit/ritasi atau setara 16% dari total hoursmeter yang berarti juga terdapat 16% bahan bakar terbuang. dalam penurunan ini harus berdasarkan ketercapaian alat dengan memasukan parameter hanging time disetiap ritasinya dalam menghitung produktivitas, match factor dan jumlah truck yang digunakan. perusahaaan memiliki target produktivitas yang berbeda beda di setiap material. fuel ratio hasil perhitungan bahan bakar dan produksi aktual yaitu 0,25 liter/jam, dalam mengurangi fuel ratio 0,25 liter/jam agar mendekati standar 0,20 yaitu dilakukan rekomendasi hanging maksimal setiap material, yang dilanjutkan perbaikan setting fleet dalam mencapai match factor mendekati 1. setelah dilakukan rekomedasi hanging time maksimal/material pada setiap fleet dan optimasi perbaikan setting fleet, produktivitas material blasting rata-rata mencapai 1.505 BCM/Jam, material non blasting rata-rata mencapai 1.007 BCM/Jam, dan material redsitub rata-rata mencapai 1.152 BCM/Jam. Maka peningkatan match factor hasil optimasi meningkat menjadi 0,96 dari aktual 0,76 dan rata-rata fuel ratio setelah dilakukan optimasi meningkat menjadi 0,21 liter/jam dari aktual 0,25 liter/jam. sehingga utilisasi alat yang dimiliki dan penggunaan fleet management system lebih maksimal.
PENERAPAN KECERDASAN BUATAN PADA PENILAIAN KELAYAKAN EKONOMI TAMBANG BATUBARA Sidiq, Hidayatullah; Heriyadi, Nur Widi Astanto Agus Tri
KURVATEK Vol 6 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v6i2.2278

Abstract

The economic feasibility valuation method is very important in determining the value of a project. The existence of high uncertainty in the mining industry, both from a technical and non-technical perspective, causes the risk of mining projects to be relatively higher compared to other industries. uncertainty is modeled by an unbroken probability series. This distribution is widely used to model uncertainty from non-technical factors such as commodity prices. To describe the uncertainty of the variable input in the simulation, the monte Carlo simulation technique can be used. In addition, to predict the selling price of coal using the bat algorithm. The results show that the prediction of coal prices is one of the parameters that are difficult to predict. To determine the selling price can use a predictive approach with the help of artificial intelligence. The price prediction using the Monte Carlo simulation results in the selling price of coal with calories 5700 kcal/kg is $ 42.2 per tonne. If using the bat algorithm is $ 42.18 per tonne. The feasibility analysis of a mining project using the DCF method shows the result NPV Maximal on stripping ratio 2.5 with a coal volume is 20 million tonnes.