Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MEDIA STRIP STORY UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMBACA BAHASA ARAB SISWA SMP PONDOK PESANTRENAL QURAN IKHWANUL MUSLIMIN PARINGIN Dony Ahmad Ramadhani; Nina Rahilah; Maskanah; Ulfa Hidayati
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 3 No. 01 (2025): January - June 2025
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15846954

Abstract

Media pembelajaran merupakan aspek penting dalam peningkatan kemampuan membaca teks bahasa Arab mengingat Indera yang digunakan lebih kepada aspek visual. Media strip story merupakan salah satu yang dapt mendukung hal tersebut karena tidak hanya pada aspek visual tetapi dapat berperan dalam meningkatkan aktifitas siswa di kelas yang dilakukan secara berkelompok. Penelitian dilaksanakan di SMP Pondok Pesantren Al Quran Ikhwanul Muslimin Paringin dengan pertimbangan bahwa sekolah ini memiliki perpaduan pengajaran pondok pesantren dan non pesantren sehingga pembelajaran yang dilakukan akan cukup kompleks. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen yang berfokus pada one group design. Jumlah populasi difokuskan kelas VII dengan jumlah siswa 13 orang sehingga sampel diambil secara keseluruhan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pretest dan postest yang kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t test untuk memaparkan apakah terdapat pengaruh penggunaan media strip story pada peningkatan kompetensi membaca teks bahasa Arab serta dilakukan uji ngain score untuk memaparkan besaran pengaruh media strip story. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rata-rata nilai pretest berada pada angka 68.28 dengan kategori cukup, (2) rata-rata nilai postest berada pada angka 89.86 dengan kategori sangat tinggi, (3) efektifitas penggunaan media strip story siswa SMP di Pondok Pesantren Al Qur’an Ikhwanul Muslimin Paringin berdasarkan hasil uji paired sample t test berada pada angka 0.01 lebih kecil dari 0.05 yang dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan kemampuan sebelum dan sesudah menggunakan media strip story, dan hasil uji Ngain menunjukkan angka 62.74% yang dapat diartikan penggunaan media strip story cukup efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca teks bahasa Arab. Kata Kunci: Efektifitas, Media Strip Story, Kompetensi Membaca Teks Bahasa Arab.
Strategies to Improve Innovative Behaviour of Madrasah Tsanawiyah Teachers Through Learning Organization, Personality, and Job Maskanah; Soewarto Hardhienata; Eka Suhardi
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2103

Abstract

Education requires innovative teachers to improve learning quality, but challenges like limited technology and unsupportive policies persist. A survey in MTs (Islamic junior high schools) in Bogor Regency reveals that many teachers struggle to recognize, generate, promote, and implement innovative ideas. This study offers strategies to enhance teachers’ innovative behavior through strengthening learning organizations, job satisfaction, and IT-based training. A quantitative survey method with path analysis and SITOREM Analysis was used to examine variable relationships and determine strategies for improving teachers’ innovative behavior. Data were collected through questionnaires from 252 certified teachers in private MTs in Bogor Regency, with descriptive and inferential statistical analysis measuring the research variables’ direct and indirect effects. The findings show that Learning Organization, Personality, Job Satisfaction, and Organizational Commitment significantly influence teachers’ Innovative Behaviour. Job satisfaction and organizational commitment act as intervening variables in some relationships, except for organizational commitment, which is ineffective as a mediator between personality and innovative behavior. These results emphasize the importance of a supportive work environment and job satisfaction in fostering teacher innovation.
ILMU TAJWID RIWÂYAT HAFSH ‘AN ASHIM PERSPEKTIF THÂRIQ ASY-SYATHIBY DAN THÂRIQ THAYYIBAH AN-NASYR Maskanah
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 1 No. 01 (2023): January - June 2023
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10198982

Abstract

Di dalam ilmu tajwid ada tiga istilah penting yang juga harus diketahui yaitu qirâah, riwâyat, dan thâriq (jalur). Istilah Thâriq (jalur) digunakan untuk menerangkan apa-apa yang dinisbatkan kepada yang menukil dari perawi. Pada thâriq yang satu dengan yang lain terdapat perbedaan. Namun tentu saja perbedaannya tidak seperti perbedaan qirâ’at ataupun riwâyat. Hal yang paling menonjol antara thâriq Syathibi dengan thâriq Thayyibah An-Nasyr terletak pada masalah  mad  munfashil. Thâriq Syathibi menetapkan tawashshuth (panjang 4 atau 5 harakat) sedangkan thâriq Thayyibah An-Nasyri menetapkan qashar (panjang 2 harakat) ketika washal. Baik “qirâ’at”, “riwâyat”, maupun “thâriq” merupakan tiga hal penting dalam ilmu tajwid. Artinya perbedaan itu harus kita kenali dan ketahui serta dipraktekkan bagi bacaan yang kita gunakan. Penetapannya bergantung pada apa yang diterima dari talaqqi kepada guru Al-Qur’an serta validitas sanadnya. Seperti itulah keabsahan bacaan Al-Qur’an sebagaimana ia diajarkan dengan metode musyâfahah bersambung secara mutawâtir. Dengan demikian tegaslah bahwa bacaan kita adalah bacaan yang benar dan bersumber dari Rasulullah Saw.
Penggunaan Metode Cerita dalam Meningkatkan Minat Belajar PAI pada Siswa di MI Ummul Quro Maskanah
An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 2 (2025): Published in October of 2025
Publisher : STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student interest in Islamic Religious Education (PAI) at the elementary school level tends to decline, especially when the learning process is delivered monotonously and lacks context. At MI Ummul Quro, it was found that some students showed a lack of interest in Islamic Religious Education (PAI) lessons, despite the teacher's limited use of storytelling methods. The focus of this study is the use of storytelling methods to increase students' interest in learning PAI at MI Ummul Quro. This study aims to describe the use of storytelling methods in increasing interest in learning PAI in students at MI Ummul Quro, including aspects such as interest, participation, understanding, internal motivation, and the ability to apply religious values in everyday life. The method used was descriptive qualitative research with a case study approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis utilized the interactive model of Miles and Huberman. The results showed that the use of Islamic storytelling methods delivered in an engaging and interactive manner significantly increased students' interest in learning. Students became more enthusiastic, more active in learning activities, better understood the material, and demonstrated increased internal motivation and religious behavior.
Transformation of Mad’u Mentality in Addressing Social Media Addiction: A Social Learning Theory Approach in the Psychology of Da’wah Herawati; Maskanah; Dadang; Sukirman; Meity Suryandari
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v6i1.260

Abstract

The rapid growth of digital technology has significantly transformed human behavior, including the mentality of mad’u in responding to social media use. However, excessive use has led to social media addiction, which negatively affects psychological, social, and spiritual aspects. This study aims to analyze how the mentality of mad’u transforms in dealing with social media addiction through the perspective of Social Learning Theory in da’wah psychology. The research applies a qualitative approach using library research, by examining relevant scholarly literature related to social media addiction, social learning processes, and Islamic da’wah strategies. The findings indicate that mad’u’s mentality is shaped through observational learning, imitation, and reinforcement from digital environments, especially through influencers and online communities. This condition requires adaptive and psychologically grounded da’wah strategies. The study concludes that integrating Social Learning Theory into da’wah practices can effectively transform mad’u’s mentality toward more critical, balanced, and spiritually grounded behavior in the digital era.
Pengenalan Bahasa Inggris Bagi Anak Usia Sekolah Dasar Pada Masyarakat Tangerang, Serang, Dan Depok Koharudin, Koharudin; Dadang; A. Tarmizi Susanto; Tahrudin; Werna Hendri N; Supatmi; Herawati; Maskanah; Mu'taeri; Fitri Rachmiati Sunarya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17105

Abstract

Bahasa Inggris berperan penting sebagai bahasa internasional yang menunjang pendidikan, teknologi, dan komunikasi global, sehingga pengenalan sejak usia sekolah dasar menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi literasi bahasa asing. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan penguasaan kosakata dasar, pelafalan, motivasi, dan rasa percaya diri anak dalam menggunakan Bahasa Inggris melalui fun learning berbasis media kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengenalkan alfabet, angka, sapaan, dan kalimat sederhana sebagai fondasi awal pembelajaran bahasa Inggris. Metode pelaksanaan program mencakup tiga tahap utama, yakni tahap persiapan melalui survei kebutuhan dan koordinasi dengan pihak yayasan; tahap pelaksanaan melalui workshop pembelajaran interaktif berbasis fun learning seperti permainan edukatif, role-play, flashcards, video, serta latihan percakapan sederhana; dan tahap evaluasi melalui pre-test, post-test, serta observasi perkembangan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengenal alfabet, kosakata dasar, angka, serta sapaan dan ungkapan sederhana dalam Bahasa Inggris. Selain itu, anak-anak tampak lebih percaya diri dan antusias dalam menggunakan Bahasa Inggris selama kegiatan berlangsung.