Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategies to Improve Innovative Behaviour of Madrasah Tsanawiyah Teachers Through Learning Organization, Personality, and Job Maskanah; Soewarto Hardhienata; Eka Suhardi
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2103

Abstract

Education requires innovative teachers to improve learning quality, but challenges like limited technology and unsupportive policies persist. A survey in MTs (Islamic junior high schools) in Bogor Regency reveals that many teachers struggle to recognize, generate, promote, and implement innovative ideas. This study offers strategies to enhance teachers’ innovative behavior through strengthening learning organizations, job satisfaction, and IT-based training. A quantitative survey method with path analysis and SITOREM Analysis was used to examine variable relationships and determine strategies for improving teachers’ innovative behavior. Data were collected through questionnaires from 252 certified teachers in private MTs in Bogor Regency, with descriptive and inferential statistical analysis measuring the research variables’ direct and indirect effects. The findings show that Learning Organization, Personality, Job Satisfaction, and Organizational Commitment significantly influence teachers’ Innovative Behaviour. Job satisfaction and organizational commitment act as intervening variables in some relationships, except for organizational commitment, which is ineffective as a mediator between personality and innovative behavior. These results emphasize the importance of a supportive work environment and job satisfaction in fostering teacher innovation.
ILMU TAJWID RIWÂYAT HAFSH ‘AN ASHIM PERSPEKTIF THÂRIQ ASY-SYATHIBY DAN THÂRIQ THAYYIBAH AN-NASYR Maskanah
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 1 No. 01 (2023): January - June 2023
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10198982

Abstract

Di dalam ilmu tajwid ada tiga istilah penting yang juga harus diketahui yaitu qirâah, riwâyat, dan thâriq (jalur). Istilah Thâriq (jalur) digunakan untuk menerangkan apa-apa yang dinisbatkan kepada yang menukil dari perawi. Pada thâriq yang satu dengan yang lain terdapat perbedaan. Namun tentu saja perbedaannya tidak seperti perbedaan qirâ’at ataupun riwâyat. Hal yang paling menonjol antara thâriq Syathibi dengan thâriq Thayyibah An-Nasyr terletak pada masalah  mad  munfashil. Thâriq Syathibi menetapkan tawashshuth (panjang 4 atau 5 harakat) sedangkan thâriq Thayyibah An-Nasyri menetapkan qashar (panjang 2 harakat) ketika washal. Baik “qirâ’at”, “riwâyat”, maupun “thâriq” merupakan tiga hal penting dalam ilmu tajwid. Artinya perbedaan itu harus kita kenali dan ketahui serta dipraktekkan bagi bacaan yang kita gunakan. Penetapannya bergantung pada apa yang diterima dari talaqqi kepada guru Al-Qur’an serta validitas sanadnya. Seperti itulah keabsahan bacaan Al-Qur’an sebagaimana ia diajarkan dengan metode musyâfahah bersambung secara mutawâtir. Dengan demikian tegaslah bahwa bacaan kita adalah bacaan yang benar dan bersumber dari Rasulullah Saw.
Pengenalan Bahasa Inggris Bagi Anak Usia Sekolah Dasar Pada Masyarakat Tangerang, Serang, Dan Depok Koharudin, Koharudin; Dadang; A. Tarmizi Susanto; Tahrudin; Werna Hendri N; Supatmi; Herawati; Maskanah; Mu'taeri; Fitri Rachmiati Sunarya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17105

Abstract

Bahasa Inggris berperan penting sebagai bahasa internasional yang menunjang pendidikan, teknologi, dan komunikasi global, sehingga pengenalan sejak usia sekolah dasar menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi literasi bahasa asing. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan penguasaan kosakata dasar, pelafalan, motivasi, dan rasa percaya diri anak dalam menggunakan Bahasa Inggris melalui fun learning berbasis media kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengenalkan alfabet, angka, sapaan, dan kalimat sederhana sebagai fondasi awal pembelajaran bahasa Inggris. Metode pelaksanaan program mencakup tiga tahap utama, yakni tahap persiapan melalui survei kebutuhan dan koordinasi dengan pihak yayasan; tahap pelaksanaan melalui workshop pembelajaran interaktif berbasis fun learning seperti permainan edukatif, role-play, flashcards, video, serta latihan percakapan sederhana; dan tahap evaluasi melalui pre-test, post-test, serta observasi perkembangan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengenal alfabet, kosakata dasar, angka, serta sapaan dan ungkapan sederhana dalam Bahasa Inggris. Selain itu, anak-anak tampak lebih percaya diri dan antusias dalam menggunakan Bahasa Inggris selama kegiatan berlangsung.