Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FORMULASI SABUN CAIR MINYAK DAUN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI HYDROXYETHYL CELLULOSA (HEC) Riyah, Hanna; Rochman, M Fatchur
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 1, No 02 (2022): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v1i2.2327

Abstract

Latar belakang : Minyak atsiri daun nilam memiliki kandungan senyawa patchouli alcohol yang memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococus aureus penyebab infeksi kulit pada manusia. Salah satu cara untuk menghambat pertumbuhan bakteri dikulit manusia adalah dengan menggunakan sabun antibakteri.  Dalam pembuatan sabun mandi cair, pengental merupakan salah satu komposisi yang dapat mempengaruhi mutu sediaan. HEC dibedakan dengan selulosa lainnya berdasarkan atom hidrogen pada gugus hidroksil selulosa, digantikan hidroksietil yang memberikan kemampuan untuk larut dalam air.Tujuan : untuk mengetahui mutu fisik sabun mandi cair minyak atsiri daun nilam berdasarkan variasi konsentrasi HEC.    Metode : Sabun mandi cair dibuat dengan reaksi saponifikasi antara asam lemak dan alkali, dengan penambahan variasi konsentrasi HEC yaitu F1 (1%); F2(2%) dan F3(3%). Evaluasi karakteristik meliputi organoleptik, pH, homogenitas viskositas, dan stabilitas busaHasil : Berdasarkan penelitian sabun mandi cair minyak atsiri daun nilam dengan variasi konsentrasi HEC sebagai pengental memiliki hasil uji organoleptik dan homogenitas yang menghasilkan tekstur cukup kental (tidak cair), warna kuning pucat, aroma khas nilam, dan homogen. pH yang dihasilkan yaitu F1 8,41; F2 8,19 dan F3 8,11. Stabilitas busa yang dihasilkan yaitu F1 99,84%; F2 96,61% dan 99,52%. Konsentrasi HEC menghasilkan peningkatan nilai viskositas yaitu F1 690 cPs, F2 843 cPs dan F3 1060 cPs. Berdasarkan hasil uji viskositas, pH, dan stabilitas busa memenuhi persyaratan.Kesimpulan : HEC sebagai pengental pada konsentrasi 1 % menghasilkan formula yang terbaik dari semua parameter yang diujikan.        Kata kunci: Sabun mandi cair, Minyak atsiri daun nilam, HEC.  
FORMULASI SABUN CAIR MINYAK DAUN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI HYDROXYETHYL CELLULOSA (HEC) Riyah, Hanna; Rochman, M Fatchur
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 1 No 02 (2022): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v1i2.2327

Abstract

Latar belakang : Minyak atsiri daun nilam memiliki kandungan senyawa patchouli alcohol yang memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococus aureus penyebab infeksi kulit pada manusia. Salah satu cara untuk menghambat pertumbuhan bakteri dikulit manusia adalah dengan menggunakan sabun antibakteri.  Dalam pembuatan sabun mandi cair, pengental merupakan salah satu komposisi yang dapat mempengaruhi mutu sediaan. HEC dibedakan dengan selulosa lainnya berdasarkan atom hidrogen pada gugus hidroksil selulosa, digantikan hidroksietil yang memberikan kemampuan untuk larut dalam air.Tujuan : untuk mengetahui mutu fisik sabun mandi cair minyak atsiri daun nilam berdasarkan variasi konsentrasi HEC.    Metode : Sabun mandi cair dibuat dengan reaksi saponifikasi antara asam lemak dan alkali, dengan penambahan variasi konsentrasi HEC yaitu F1 (1%); F2(2%) dan F3(3%). Evaluasi karakteristik meliputi organoleptik, pH, homogenitas viskositas, dan stabilitas busaHasil : Berdasarkan penelitian sabun mandi cair minyak atsiri daun nilam dengan variasi konsentrasi HEC sebagai pengental memiliki hasil uji organoleptik dan homogenitas yang menghasilkan tekstur cukup kental (tidak cair), warna kuning pucat, aroma khas nilam, dan homogen. pH yang dihasilkan yaitu F1 8,41; F2 8,19 dan F3 8,11. Stabilitas busa yang dihasilkan yaitu F1 99,84%; F2 96,61% dan 99,52%. Konsentrasi HEC menghasilkan peningkatan nilai viskositas yaitu F1 690 cPs, F2 843 cPs dan F3 1060 cPs. Berdasarkan hasil uji viskositas, pH, dan stabilitas busa memenuhi persyaratan.Kesimpulan : HEC sebagai pengental pada konsentrasi 1 % menghasilkan formula yang terbaik dari semua parameter yang diujikan.        Kata kunci: Sabun mandi cair, Minyak atsiri daun nilam, HEC.  
Pelatihan Daur Ulang Limbah Organik Dapur Menjadi Eco Enzyme Multiguna di Lingkungan Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal Prihantini, Malinda; Windriyati, Yulias Ninik; Rochman, M Fatchur; Wibowo, Danang Novianto; Fresiva, Urva; Heroweti, Junvidya; Ikhsan, Muhammad; Sholehah, I Ana; Mahardika, Muhammad Farel; Najibah, Muna Ulya; Wafa, Nurul
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.7870

Abstract

Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal merupakan salah satu desa yang terletak di dalam area perkebunan yang jauh dari perkotaan. Lokasinya berjarak 28 km dari pusat Kabupaten Kendal dan 35 km dari pusat Kota Semarang. Sebanyak tiga perempat bagian wilayah desa adalah tanah perkebunan milik pemerintah yang terdiri dari ± 43,37% Tanah Perkebunan PTPN IX Merbuh dan ± 30,86% Tanah Perhutani RPH Ngareanak. Warga Desa Ngareanak selama ini membuang sampah organik ke wilayah perkebunan tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan merusak asset pemerintah.  Diperlukan adanya gerakan yang massif dan terstruktur sebagai upaya pengelolaan limbah yang berdayaguna optimal. Pembuatan eco enzyme dapat mengolah sampah organik menjadi larutan yang berdayaguna. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan daur ulang limbah organik dapur menjadi eco enzyme dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode participatory action melalui pendekatan partisipatif berkelanjutan untuk pemberdayaan kelompok masyarakat di Desa Ngareanak. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu penyampaian materi eco enzyme oleh tim dosen sebagai pembicara, pelatihan pembuatan eco enzyme dengan melibatkan masyarakat, dan evaluasi. Sebanyak 20 peserta dibagi menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok didampingi oleh 2 orang fasilitator dari tim pengabdian. Setiap kelompok membuat 1 wadah eco enzyme di dalam galon bekas air mineral.  Hasil pengabdian berupa empat wadah eco enzyme dengan komposisi dan jenis sampah organik yang berbeda untuk setiap kelompok. Keempat wadah eco enzyme tersebut disimpan oleh masing-masing kelompok untuk melalui masa fermentasi selama minimum dua bulan.
Formulation and Evaluation of Patchouli Oil Bath Bomb with Citric Acid as an Acidic Component Rochman, M Fatchur; Nurkhayati, Nurkhayati; Shabrina, Ayu
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 15, NUMBER 2, JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conventional bath bombs contain only acidic and basic agents for effervescence, without any antibacterial or pharmacologically active ingredients. This study developed a bath bomb formulation enriched with bioactive compounds to provide antibacterial and therapeutic benefits beyond conventional cosmetic use. Patchouli alcohol is contained in the essential oil present in patchouli leaves, which is known to have antibacterial activity. Bath bomb is a spa product that can provide a relaxing atmosphere during bathing, which is used by soaking. Bath bombs were made using the mixing method with citric acid variations FI 26.3%, F2 33.3% and F3 38.5%. Evaluation of characteristics included organoleptic properties, weight uniformity, pH, hardness, dissolution effectiveness, foam height and stability test, water content, and geometric surface area test. The results of the characteristics bath bombs showed that three formulas gave good evaluations. The formulas did not significantly affect the pH of the bath bomb formulations. However, higher citric acid levels influenced organoleptic properties, weight uniformity, hardness, dissolution time, moisture content, geometric surface area, and foam height stability.
Formulasi Self Nanoemulsifying drug delivery system Enzim Bromelain buah Nanas Ananas comosus Fresiva, Urva; Rochman, M Fatchur; Tianingsih, Flomaria; Pratiwi, Resty; Anugrahi, Amalia
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no2p9-14

Abstract

The pineapple fruit's bromelain enzyme exhibits pharmacological activity as an antibacterial and anti-inflammatory. The bromelain enzyme was formulated as tablets and powders in earlier research, although this still had the disadvantage of having a higher formulation resistance. Formulating and characterizing SNEDDS of the bromelain enzyme with oil phase, surfactant, and co-surfactant—specifically, clove oil, propylene glycol, and PEG 400—is the goal of this study. The process for creating SNEDDS bromelain enzyme involves combining the carrier in different quantities, adding the enzyme, and evaluating it based on factors including homogeneity, adhesion, spreadability, clarity, and organoleptic characteristics. The active ingredient in the SNEDDS formulation that was obtained was 360 mg of bromelain enzyme per milliliter of SNEDDS. With a 2:5:3 concentration ratio of clove oil, PG, and PEG 400, the transmittance percentage of SNEDDS is 98.54 ± 0.02%, the spreadability is 2.2 cm, the adhesion is 116 seconds, and the pH is 6.48. In comparison to other carrier concentrations, SNEDDS bromelain enzyme SNEDDS with a concentration ratio of 2:5:3 for clove oil, PG, and PEG 400 yields superior characteristic results.
Formulasi dan Karakterisasi Liposom Koenzim Q10 dengan Variasi Kolesterol dan Lesitin sebagai Fosfolipid Rochman, M Fatchur; Yumni, Gharsina Ghaisani; Ramaesa, Anjani; Octafia, Putri Yolanda; Nuladani, Anggriya Syahvirga Masidqi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i1.56987

Abstract

Koenzim Q10 mengandung antioksidan yang bersifat tidak stabil terhadap cahaya. Untuk mengatasi ketidakstabilan tersebut, diperlukan sistem penghantaran berupa liposom yang dapat meningkatkan stabilitas zat aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik liposom koenzim Q10 yang dihasilkan dengan variasi konsentrasi kolesterol. Koenzim Q10 dienkapsulasi dalam sistem penghantaran liposom dengan berbagai konsentrasi kolesterol, yaitu FI (300 mg), FII (600 mg), dan FIII (900 mg), menggunakan metode hidrasi lapis tipis dan sonikasi. Liposom dibuat dengan komponen penyusun berupa lesitin kedelai, kolesterol, dan kloroform, serta dikarakterisasi melalui uji organoleptik, pH, efisiensi penjeratan, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa liposom koenzim Q10 dengan variasi konsentrasi kolesterol memiliki karakteristik organoleptik berupa tekstur cair, warna kuning, dan aroma khas kedelai. Nilai pH berkisar antara 5,75 hingga 5,86. Efisiensi penjeratan masing-masing formula adalah FI sebesar 95,56%, FII sebesar 96,95%, dan FIII sebesar 97,88%. Ukuran partikel berkisar antara 154,8 hingga 187,5 nm, dengan indeks polidispersitas antara 0,230 hingga 0,450. Hasil uji morfologi menunjukkan globul berbentuk bulat. Berdasarkan hasil tersebut, liposom koenzim Q10 menunjukkan karakteristik fisikokimia yang baik.