Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LILIN AROMATERAPI EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI Fajri Ahmad, Fitriani; Idris, Zulfiah; Tolo, Monica
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 1: Juni, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i1.488

Abstract

Daun Salam merupakan salah satu jenis tanaman obat yang memiliki banyak manfaat salah satu diantaranya adalah sebagai antinyamuk kerena mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tannin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan lilin aromaterapi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan untuk mengetahui sediaan lilin aramoterapi ekstrak daun salam (Syzygium polyathum) memiliki efektivitas terhadap nyamuk Aedes aegypti serta untuk mengetahui konsentrasi paling efektif yang dapat membunuh nyamuk Aedes eagyti. Metode maserasi digunakan untuk mengambil ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) Formula terdiri dari sampel ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dengan masing-masing konsentrasi 6%,8% dan 10%, Parafin padat, asam stearat sebagai basis lilin dan Colorant red sebagai pewarna. Sediaan lilin aromaterapi dievaluasi meliputi uji organaleptik, uji waktu bakar dan uji efektivitas nyamuk Aedes aegypti. Hasil penelitian pada pengujian evaluasi sediaan uji organaleptik, uji waktu bakar, dan uji efektivitas nyamuk Aedes aegypti sesuai dengan perameter sediaan lilin aromaterapi dan sediaan lilin aromaterapi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) yang paling efektif terhadap nyamuk Aedes aegypti adalah konsentrasi 10%.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Peningkatan Trombosit pada Mencit Jantan (Mus musculus) yang diinduksi Kloramfenikol Idris, Zulfiah; SR, Muhammad Asri; Wahyuningsih, Sri; Sudirman, Agriawan; Kartika, Amaliah
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 4, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v4i2.488

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap peningkatan trombosit pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kloramfenikol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun pepaya serta dosis efektifnya dalam meningkatkan jumlah trombosit pada mencit jantan yang diinduksi kloramfenikol. Pada penelitian ini dilakukan perlakuan pertama pemberian pakan selama 14 hari, perlakuan kedua dengan pemberian kloramfenikol dosis 30mg/30g BB peroral selama 7 hari dan pakan standar selama 7 hari, perlakuan ketiga pemberian kloramfenikol dosis 30mg/30g BB peroral dan ekstrak etanol daun pepaya 1,5% selama 7 hari, perlakuan keempat pemberian kloramfenikol dosis 30mg/30g BB peroral dan ekstrak etanol daun pepaya 3% selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya menunjukkan efek dalam meningkatkan jumlah trombosit pada mencit jantan yang diinduksi kloramfenikol.Research has been conducted on the activity test of ethanol extract from papaya leaves (Carica papaya L.) on increasing platelet count in male mice (Mus musculus) induced with chloramphenicol. The purpose of this study was to determine the effect of ethanol extract from papaya leaves and its effective dosage in increasing platelet count in male mice induced with chloramphenicol. In this study, the first treatment involved feeding for 14 days, the second treatment involved administering chloramphenicol at a dose of 30mg/30g body weight orally for 7 days along with standard feed for 7 days, the third treatment involved administering chloramphenicol at a dose of 30mg/30g body weight orally along with 1.5% ethanol extract of papaya leaves for 7 days, and the fourth treatment involved administering chloramphenicol at a dose of 30mg/30g body weight orally along with 3% ethanol extract of papaya leaves for 7 days. The results showed that the ethanol extract of papaya leaves exhibited an effect in increasing platelet count in male mice induced with chloramphenicol.
Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Aromaterapi Minyak Atsiri Bunga Melati (Jasminum sambac) Sebagai Antidepresan pada Mencit Jantan Putih (Mus Musculus) Alifah, Dwi Yulianti; Siradjuddin, Mutmainnah; Idris, Zulfiah; Farid, Nurfiddin; Setiawan, Prayitno; Suhenro, Suhenro; Azima, Annisa
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i2.633

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang pada kondisi tertentu dapat menjadi kronis hingga berulang dan mampu mengganngu aktivitas seseorang dan paling parahnya dapat menyebabkan bunuh diri. PDSKJI pada tahun 2020 menyebutkan bahwa dari 2.364 responden di 34 provinsi yang ada di Indonesia, terdapat 67% mengalami depresi, 77% mengalami trauma psikologis serta sejumlah 49% responden mengalami depresi berat (berpikir tentang kematian). Bunga Melati merupakan bagian dari melati yang memiliki banyak manfaat selain sebagai antibakteri juga antidepresan karna mengandung banyak metabolit sekunder seperti flavonoid dan benzil asetat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi aromaterapi dari minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac) dan untuk mengetahui apakah aromaterapi minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac) memiliki efek sebagai antidepresan pada mencit jantan putih (Mus musculus) serta konsentrasi paling efektif sebagai antidepresan pada mencit jantan putih (Mus musculus). metode destilasi digunakan untuk mengambil minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac). Formula aromaterapi yang telah dibuat dievaluasi terhadap sediaan, dan diuji efektivitas antidepresannya dengan metode force swimming test. Hasil penelitian pada pengujian evaluasi sediaan, uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji kejernihan dan uji iritasi sesuai dengan parameter sediaan aromaterapi dan memiliki efek sebagai antidepresan serta memiliki konsentrasi paling efektif pada konsentrasi 6%.