Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ekspresi Dakwah Mahasiswi Ilmu Hadis UIN Sultan Syarif Kasim Riau di TikTok Perspektif Hadis Adynata, Adynata; Aprianti, Sindy; Yeli, Salmaini; Ma'ali, Dasman Yahya
Al-Qudwah Vol 1, No 2 (2023): December
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v1i2.27992

Abstract

The popularity of the TikTok application has garnered attention due to its content, which has been proven to capture the interest of internet users. These contents are uploaded and widely disseminated in the online world, reaching thousands of internet users. TikTok, in addition to being entertainment, serves as a platform for various purposes such as self-expression, promotion, education, and religious propagation. The aim of this research is to understand the motivations of female students in creating TikTok content and the types of content they produce and to evaluate them from the perspective of hadith. The research question is how the hadith perspective views the expression content of female students at the State Islamic University Sultan Syarif Kasim Riau on TikTok on their respective accounts and what motivates them. This research involves field research and library research using a mixed-method approach. In data collection, the researcher uses observation, interviews, and documentation techniques. The findings of this research are as follows: First, there are various motivations among female students in the Hadith Studies Program at UIN Sultan Syarif Kasim Riau to create content, such as religious propagation, knowledge sharing, and leisure. Second, there are two types of content created by female students in the Hadith Studies Program, namely content that adheres to Sharia, such as Islamic propagation, education, and motivation. Additionally, there is content that contradicts Sharia, containing elements of revealing aurat (intimate parts) and tabarruj (excessive adornment), ikhtilath (intermingling of genders), and tasyabbuh (resembling a particular group). In the hadith perspective, content that adheres to Sharia is seen as promoting goodness and will be a continuous reward for the content creator. On the other hand, content that contradicts Sharia is considered to promote wrongdoing and will result in a continuous sin for the content creator. Abstrak: Popularitas aplikasi TikTok mendapat sorotan karena konten yang disajikan terbukti mampu menarik perhatian para pengguna internet. Konten-konten tersebut diupload dan tersebar luas di dunia maya sehingga disaksikan oleh ribuan pengguna internet. Tiktok, di samping sebagai hiburan juga menjadi media untuk berbagai kepentingan seperti berekpresi, promosi, pendidikan, dakwah dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi mahasiswi dalam pembuatan konten Tiktok, jenis-jenis konten yang dibuat dan tinjauannya dilihat dari perspektif hadis. Sedangkan rumusan masalah adalah bagaimana perspektif hadis terhadap konten ekspresi mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau di Tiktok pada akun-akun mereka serta motivasinya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dan studi pustaka (library research) dengan menggunakan metode campuran. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu,  Pertama, terdapat beragam motivasi mahasiswi Program Studi Ilmu Hadis UIN Sultan Syarif Kasim Riau dalam pembuatan konten, seperti berdakwah, berbagi ilmu dan mengisi waktu luang. Kedua, terdapat dua jenis konten yang dibuat oleh mahasiswi Program Studi Ilmu Hadis yaitu konten yang sesuai dengan syari’at berupa konten dakwah Islam, edukasi dan motivasi. Selain itu ada juga konten yang bertentangan dengan syari’at berupa konten yang mengandung unsur menampakkan aurat dan tabarruj, ikhtilath (campur baur) serta tasyabbuh (menyerupai suatu kaum). Adapun dalam tinjauan hadis konten yang sesuai dengan syari’at berisi tentang kebaikan akan menjadikan pahala jariyah bagi pembuat konten, sedangkan konten yang bertentangan dengan syari’at berisi tentang keburukan akan menjadikan dosa jariyah bagi pembuat konten.
TRADISI BAJAPUIK DALAM PERKAWINAN ADAT MINANGKABAU DI PADANG PARIAMAN SUMATERA BARAT Madhatillah, Dinda Putri; Saifullah, Saifullah; Adynata, Adynata
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/nusantara.v19i2.28321

Abstract

Penelitian ini bermula dari banyaknya masyarakat Pariaman yang melakukan tradisi bajapuik. Dengan demikian dalam penelitian ini penulis menjelaskan bagaimana pelaksanaan tradisi bajapuik yang ada di desa Padang Pariaman. Jenis penelitian ini menggunakan metode deksripttif dengan pendekatan kualitatif sehingga dapat secara langsung mengetahui pelaksanaan tradisi. Sedangkan dalam pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi yang di peroleh langsung dari sumber yang berkaitan dengan penelitian, dalam hal ini informan terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, dan beberapa masyarakat Padang Pariaman yang pernah melakukan tradisi bajapuik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi Bajapuik di daerah Padang Pariaman murni dari adat yang berlaku di masyarakat. Tradisi Bajapuik ini dilakukan karena Padang Pariaman adalah ruang lingkup Minangkabau dimana garis keturunan di dasarkan kepada ibu atau sistem matrilineal yang tujuannya untuk menjaga kelestarian adat istiadat.
Patologi Sosial Homoseks dan Dampaknya terhadap Masyarakat (Studi Analis Tematik Ayat-Ayat tentang Fāḥisyah) Siregar, Putra Uluan; Munir, Akmal Abdul; Adynata, Adynata
Jurnal An-Nur Vol 12, No 1 (2023): Jurnal An-Nur Juni 2023
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v12i1.24133

Abstract

Homoseksual adalah isu Internasional. Dewasa ini, patologi sosial homoseks semakin merebak ditengah-tengah masyarakat, patologi sosial homoseks adalah gejala-gejala sosial yang dianggap sakit, disebabkan oleh faktor sosial atau asal usul dan sifat-sifatnya, penyakit yang berhubungan dengan hakikat adanya manusia dalam kehidupan masyarakat, homoseks ialah hubungan seks yang dilakukan oleh dua orang yang sama jenis kelaminnya, baik laki-laki maupun perempuan. Kajian ini menggunakan metode analisis tematik yaitu menganalisis ayat-ayat tentang fāḥisyah berkaitan homoseks. Dalam kajian ini, penulis juga membatasi pembahasan pada ayat-ayat tertentu saja, adapun ayat-ayat fokus di sini antara lain : QS. Al-'Araf [7] ayat 33, QS. Al-'Araf [7] ayat 80-81, QS. An-Naml [27] ayat 54-55, QS. Al-'Ankabut [29] ayat 28-29, QS. Asy-Syu'ara [26] ayat 165-166, QS. An-Nisa' [4] ayat 15-16, QS. An-Nisa' [4] ayat 19, QS. An- Nisa' [4] ayat 25.
The Conceptology of bid’ah: Imam Ahmad’s Perspective and Its Application in the Contemporary Era Adynata, Adynata; Rahman, Syahrul; Darussamin, Zikri
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v4i2.200

Abstract

The term bid'ah has been hotly discussed in recent years. The diversity of views of scholars and the diversity of definitions are hot issues to be studied. Few are antipathy to this study, which sometimes leads to friction and disputes in the Muslim community. Imam Ahmad has a unique concept and is considered firm in determining the heresy of one case. This article focuses on examining the concept of Imam Ahmad's bid'ah and applying it to solving contemporary problems. Many expressions of sunnah, sunnah clerics (ulama), sunnah mosques, and sunnah studies have been expressed in recent years. Two good words sometimes create discomfort in the community and leave an impression. Others not labeled as sunnah are not part of the sunnah. This literature research uses the method of textual criticism of classical references that contain Ahmad's views. Globally there are two findings in this article; First, heresy, according to Imam Ahmad, only produces two taklify laws, namely haram or makhruh. Second, cleric, mosque, and sunnah studies can also be categorized as bid'ah, which is judged makruh.