Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH BAHAN TAMBAH ADIKTIF BENZOIN TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BETON NORMAL Batubara, Waviqa Larasati; Hanova, Yudha
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i2.12948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan aditif benzoin terhadap kuat tekan beton normal. Benzoin merupakan senyawa organik yang berpotensi meningkatkan hidrasi semen dan mengurangi porositas beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi penambahan benzoin 0%, 5%, dan 10% dari berat semen. Benda uji berupa kubus beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 15 cm, yang diuji kuat tekannya pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan benzoin dengan campuran 5% maupun 10%  memiliki penurunan pada kuat tekan beton secara signifikan dibandingkan dengan beton tanpa benzoin. Namun peningkatan kuat tekan tertinggi terjadi pada penambahan benzoin 5% pada umur 28 hari, yaitu sebesar 13. Namun, penambahan benzoin 10% cenderung menurunkan kuat tekan beton. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan aditif benzoin dengan campuran 5% maupun 10% tidak dapat direkomendasikan dikarenakan tidak mencapai 25 Mpa sesuai SNI.
IMPLEMENTASI PENERAPAN SISTEM INSTALASI PEMANEN AIR HUJAN DI KELURAHAN TANAH ENAM RATUS MARELAN Rambe, Miswar Pardomuan; Hanova, Yudha
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i2.12833

Abstract

Perkembangan pembangunan yang cenderung pesat menyebabkan banyaknya alih fungsi lahan yang berganti menjadi bangunan gedung-gedung dan permukiman baru yang berakibat pada semakin berkurangnya area resapan air. Air hujan yang tidak dapat meresap secara langsung ke dalam tanah akan mengakibatkan genangan. Apabila genangan tersebut tidak di atasi akan memicu terjadinya banjir, sehingga di perlukannya daerah tangkapan hujan. Penelitian ini merupakan penelitian yang menyajikan data survey lapangan yang bertujuan merencanakan bangunan tangkapan air dan instalasi Implementasi Penerapan Sistem  Instalasi Pemanen Air Hujan Di Kelurahan Tanah Enam Ratus Marelan Menggunakan metode Analisis frekuensi untuk mendapatkan hujan kala ulang dengan menentukan nilai hujan harian maksimum tahunan, yang kemudian dilakukan analisis Perhitungan hujan jam-jam an  menggunakan metode mononobe untuk menentukan berapa kapasitas tampungan air hujan pada bangunan instalasi tersebut. Luas daerah tangkapan air hujan yaitu 0,006 Ha dan intensitas curah hujan yaitu 60,329 maka di peroleh debit air hujan sebesar 0,0485 m3 /detik. Dari hasil analisa data dapat di rencanakan sistem pemanenan air hujan ditampung menggunakan reservoir
ANALISIS POTENSI BANJIR DAERAH IRIGASI DESA SEI SILAU BARAT KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN METODE HIDROGRAF SATUAN SINTETIK NAKAYASU (HSS NAKAYASU) Manalu, Andreas Marganda Partogi; Hanova, Yudha
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i2.12837

Abstract

Desa Sei Silau Barat di Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, memiliki potensi pertanian yang tinggi namun sering terdampak banjir saat musimhujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi catchment area pada Daerah Irigasi Sei Silau Barat, menentukan distribusi hujan yang paling sesuai melalui uji statistik Chi-Kuadrat dan Smirnov-Kolmogorov, menghitung debit puncak (Qp) pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun, serta menetapkan SNI yang relevan untuk penentuan Qp. Data curah hujan harian diperoleh dari satelit NASA Giovanni, kemudian dianalisis menggunakan distribusi Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson III, dengan hasil uji menunjukkan bahwa distribusi Log Pearson III paling sesuai. Analisis topografi DAS menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) menunjukkan kemiringan lahan dominan 0–15%, yang cocok untuk pemukiman dan pertanian. Perhitungan debit puncak dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu menghasilkan nilai Qp yang meningkat seiring bertambahnya kala ulang, dengan Qp kala ulang 25 tahun sebesar 31,86 m³/s sesuai SNI 03-2415-2002 untuk perencanaan daerah irigasi. Hasil ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan ulang saluran pembuang, tanggul, dan strategi pengendalian banjir di Sei Silau Barat.
STUDI ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KECAMATAN MARBAU Aristantia, Gista; Hanova, Yudha
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i2.12839

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan aktivitas di Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kebutuhan akan air bersih terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih di Kecamatan Marbau pada tahun 2025 serta memproyeksikan kebutuhannya hingga tahun 2034 berdasarkan pertumbuhan jumlah penduduk. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan proyeksi penduduk menggunakan tiga metode yaitu geometrik, aritmatik, dan eksponensial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih, baik domestik maupun non-domestik mengalami peningkatan secara konsisten. Perhitungan kebutuhan air dilakukan dengan mempertimbangkan konsumsi rumah tangga (SR), hidran umum (HU), dan fasilitas umum lainnya seperti pendidikan dan peribadatan. Dimana kebutuhan air bersih pada tahun 2025 di Kecamatan Marbau adalah sebesar 42,57 lt/det dengan kebutuhan air bersih hari maksimum pada tahun 2025 adalah sebesar 67,43 lt/det. Setelah dilakukan analisis, pada tahun awal perencanaan (2024) didapat kebutuhan air bersih di Kecamatan Marbau adalah sebesar 41,93 lt/det dengan kebutuhan air bersih hari maksimum adalah sebesar 66,42 lt/det. Sedangkan pada akhir tahun perencanaan 2034 (proyeksi 10 tahun) didapat kebutuhan air bersih sebesar 48,63 lt/det dengan kebutuhan air bersih hari maksimum sebesar 77,02 lt/det. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan penyediaan air bersih yang berkelanjutan di Kecamatan Marbau.