Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian ISPA Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar ikan Kota Bengkulu reriscie, allensha meza; afriyanto, Afriyanto; ramon, agus; Wati, Novia
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/8pjpft05

Abstract

Latar belakang : Salah satu penyebab yang berkaitan dengan ISPA lingkungan fisik rumah. Salah satu faktor risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan yaitu lingkungan fisik rumah yang belum sesuai standar kesehatan. Wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu adalah salah satu wilayah dengan jumlah penderita ISPA yang tinggi. Dalam kurun waktu satu tahun jumlah penderita ispa mengalami naik turun dan lebih cenderung mengalami peningkatan. Metode : Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan pendekatan case control. Hasil : Pelayanan air limbah batik tidak mengalir ke bak penampungan, pengumpulan Pada analisis univariat diperoleh 81 responden (81%) dengan ventilasi memenuhi syarat kesehatan, 96 responden (96%) dengan jenis lantai sudah sesuai persyaratan kesehatan, 93 responden (93%) dengan jenis dinding sesuai persyaratan kesehatan, 91 responden (91%) dengan kepadatan hunian memenuhi syarat kesehatan. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi antara luas ventilasi dan kepadatan hunian kamar dengan peristiwa ISPA. Kesimpulan : Disarankan kepada Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu untuk menggalakan penyuluhan penyebab tentang penyakit ISPA dan penyuluhan tentang kondisi fisik rumah yang sudah sesuai persyaratan kesehatan. Kata kunci: Penyakit, ISPA, Kondisi, Fisik, Rumah
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Sari, Dedeh Puspita; Afriyanto, Afriyanto; Oktavidiati, Eva; Yanuarti, Riska
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/8sm20r89

Abstract

Latar belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit paling berbahaya di seluruh dunia. Kondisi ini, yang dikenal juga sebagai tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti jantung, stroke, ginjal, dan penyakit lainnya. Salah satu sasaran global untuk mengatasi penyakit tidak menular adalah mengurangi angka hipertensi sebesar 33% antara tahun 2010 dan 2030. Tingkat hipertensi bervariasi berdasarkan lokasi geografis dan status ekonomi. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena dampaknya yang signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta memerlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 87 responden diikutsertakan dalam uji chi-kuadrat. Hasil: Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu, ditemukan hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,027), pengetahuan (p-value = 0,034), dan konsumsi garam (p-value = 0,013) dengan kejadian hipertensi. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,738), kebiasaan merokok (p-value = 0,923), dan obesitas (p-value = 0,692) dengan hipertensi. Kesimpulan: Faktor usia, tingkat pendidikan, dan konsumsi garam mempengaruhi prevalensi hipertensi. Disarankan agar individu yang disurvei secara rutin memeriksa tekanan darah mereka untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kata Kunci : Risiko, Penyakit, Hipertensi